Anda di halaman 1dari 116

AGAMA

BLOK DARAH DAN


SISTEM LIMFATIK
SEMESTER III
TAHUN AKADEMIK 2013 - 2014

Oleh:
Dr. H. ZUHRONI, MA

TOPIK

Darah dan cairan tubuh dalam hukum Islam


Thaharah dari darah.
Darah sebagai Makanan:

Keharaman Darah

Kenajisan Darah
Darah Sebagai Obat.
Hukum Transfusi Darah
Fatwa Ulama Kontemporer
Donor Darah
Syarat Donor
Komersialisasi Darah
Keutamaan Donor Darah

Permasalahan:

Apakah darah manusia itu najis?


Dapatkah transfusi darah dianggap makan darah?
Apa yg disebut makan?
Apa hukum komersialisasi darah?
Apa hukum menerima imbalan atas donasi darahnya, dalam
bentuk uang, makanan atau minuman?
Adakah dg transfusi darah tercipta hubungan darah?
Apakah pihak donor bertanggung jawab atas risiko yg mungkin
timbul akibat donasi darahnya?
Bolehkan danor kepada non-muslim, atau sebaliknya?
Adakah perilaku manusia ditentukan oleh kualitas darah?

ANJURANDANHUKUM
MEMPELAJARIDARAHDAN
SISTEMLIMFATIK

FIRMAN ALLAH:

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka


apakah kamu tidak memperhatikan? (Q.s.
al-Zariyat (51):21)

BUKTIKESEMPURNAANPENCIPTAAN
MANUSIA

6. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat


durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
7. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan
menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.
9. Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

HUKUM MEMPELAJARI
DARAH

Terkait dg Ibadah: Keabsahan shalat,


puasa, haji, boleh dan tidaknya
berhubungan suami-isteri, dsb.
Mengetahui jenis makanan halal dan
haram.
Boleh-tidaknya memperjualbelikannya.
Penegakan hukum pidana Islam

WAJIB

DARAH
DALAM HUKUM ISLAM
Makanan haram (darah yg mengalir).
Thaharah (Najis, haid, nifas, dan
istihadhah)
Qurban dan Aqiqah.
Jarimah (hukum pidana)

DARAH DLM HUKUM


JINAYAT
Jinayat (tindak pidana) = Menganiaya badan
sehingga pelakunya wajib dijatuhi hukuman
qisas, membayar diyat, kaffarah, atau
diampuni.

KENAJISAN DARAH DAN


HUKUM YG TERKAIT
Najis termasuk yg mesti dihilangkan saat
berwudhu.
Syarat sah shalat adalah suci (tempat, badan,
dan pakaian dari darah/najis).
Darah haid, nifas, dan istihadhah = Terkait dg
keabsahan Shalat, puasa, dan haji.
Haram dimakan
Keabsahan akikah, kurban, dan sembelihan.
Hukum qisash (pidana)

NAJIS:
JENIS, PEMBAGIAN, SERTA
CARA PENYUCIANNYA

Pengertian Najis

Najas = Benda yg hukumnya najis.


Najis= sifat najisnya.
An-Najasah (najis) = lawan dari
Thaharah (kesucian).
Setiap yang dianggap kotor dan ada nash
yang menyebutkan kenajisannya

PEMBAGIAN THAHARAH
DALAM PERSPEKTIF FIKIH
NAJIS/ALKHUBUTS

HADAS

MUKHAFFAFA
H

MUTAWASSITHAH

MUGHALLAZH
AH

Kencing
anak lakilaki yg blm
makan
selain ASI
Madziy
(Khilafiah)
Wadyi
Khilafiah)

Kencing
orang
dewasa dan
bayi wanita,
bangkai,
darah,
nanah,
kotoran
manusia,

JILATAN
Jilatan
ANJING
anjing
Bersentuh
-an dg
anjing
atau babi
(khilafiah)

Menyiramnya/
memercikkan
air

Dicuci
hingga
hilang
unsur bau,
warna, dan

7 siraman,
salah satu
atau yg I dg
tanah/debu

KUBRA/HADAS
AKBAR

1. Keluar Sperma
2. Berhubungan
kelamin

3. Berhenti haid
4.
5.
6.
7.

Berhenti Nifas
Orang mati
Melahirkan
Masuk Islam
(Khilafiah)
MANDI/
TAYAMMUM

SUGHRA/HA
DAS
ASHGHAR

1. Keluar sesuatu dari


qubul & dubur,
2. Tidur
3. Hilang akal,
4. Menyentuh
kemaluan
5. Bersentuhan kulit
antara laki & pr yg
bukan mahram
(khilafiyah)

WUDHU/
TAYAMMU
M

KAIDAH SUCI-NAJISNYA BENDA

Tidak semua yang KOTOR adalah NAJIS, dan tidak selalu


yang NAJIS adalah KOTOR.
Kenajisan sesuatu krn ada nash yg menjelaskannya.
Asal hukum segala sesuatu adalah suci.
Jika najis hanya sedikit termasuk yg dimaafkan (tidak najis).
Jika sulit dihilangkan termasuk dimaafkan.
Semua jenis darah, nanah adalah najis, kecuali:

Sisa darah dalam daging, urat, dan tulang hewan yg telah


disembelih,
Darah ikan,
Darah yg tampak ketika memasak daging

Najis Mutawassithah:
Najis Ainiyah (Tampak) = terlihat. berbentuk
benda. Misalnya: darah, kencing, daging babi,
dsb.
Najis Hukmiyah (Tidak tampak) = tidak kelihatan
bendanya, atau secara hukum:
Misalnya:
Orang yg tidak punya wudhu = Hadats kecil.
Orang yg haid, nifas atau keluar mani serta junub = Hadats
besar.

KENAJISANDARAH
MENURUTPARAIMAM
MAZHABFIKIH

MAZHABJAFARI(SYIAH)
Anjing : Najis, bejana yg dijilat dibasuh 1x dg tanah 2x dg
air.
Babi : Najis, bekasnya dibasuh air 7x
Bangkai : Najis, mayat najis kecuali yg Muslim
Darah : Najis, untuk semua hewan yg darahnya mengalir
dan semua manusia, syahid atau tidak.
Mani : Najis, kecuali binatang yg darahnya tidak mengalir.
Nanah : Suci
Kencing : Najis
Sisa binatang : Suci, kecuali hewan yg dagingnya tidak halal
dimakan
Benda cair yg memabukkan : Najis termasuk yg asalnya cair
Muntah : Suci
madzyi : Suci
wadyi : Suci

MAZHAB HANAFI
Anjing : Najis
Babi : Najis
Bangkai : Najis.
Mayat najis tanpa kecuali
Darah : Najis, kecuali darah orang syahid yg berada
pada badannya
Mani : Najis
Nanah : Najis
Kencing : Najis
Sisa binatang : Semua sisa hewan yg tidak terbang
najis. Jika terbang dan buang air di udara suci. Jika
buang air besar di bumi seperti ayam dan angsa
najis.
Benda cair yg memabukkan : Najis
Muntah : Najis
Madzyi : Najis
Wadzyi : Najis

MAZHABMALIKI
Anjing : Bejana dibasuh 7x karena taabudi, bukan karena najis
= Babi
Bangkai : Najis. Semua mayat suci
Darah : Najis kecuali darah orang yg syahid
Mani : Najis
Nanah : Najis
Kencing : Najis
Sisa binatang : Najis kecuali yg halal dimakan
Benda cair yg memabukkan : Najis
Muntah : Najis
madzyi : Najis
wadyi : Najis

Mazhab Syafi'i
Anjing : Najis. Harus dibasuh 7x, satu di antaranya dg
tanah.
Babi : Najis. Sama seperti anjing
Bangkai : Najis. Mayat manusia suci.
Darah : Najis kecuali darah orang yg syahid.
Mani : Suci termasuk yg dari binatang kecuali anjing dan
babi
Nanah : Najis
Kencing : Najis
Sisa binatang :Binatang yg halal. Yg darahnya mengalir dan
daginya tidak dimakan najis.
Benda cair yg memabukkan : Najis
Muntah : Najis
madzyi : Najis
wadyi : Najis

MAZHABHANBALI
Anjing : Najis. Harus dibasuh 7x salah satu dg tanah
Babi : Najis . Sama seperti anjing
Bangkai : Najis. Kecuali mayat manusia.
Darah : Najis. Kecuali darah orang yg syahid.
Mani : Mani manusia dan binatang yg halal suci. Selain itu
najis.
Nanah : Najis.
Kencing : Najis
Sisa binatang : Sisa binatang yg darahnya mengalir dan
tidak dimakan najis.
Benda cair yg memabukkan : Najis.
Muntah : Najis
madzyi : Suci.
wadyi : Najis

CAIRAN/KOTORAN
TUBUH = TDK NAJIS

Mayat manusia
Keringat
Dahak
Air liur
Keputihan
Ingus
Upil
Dll.

KENAJISANDARAH
(MENURUTEMPATMAZHAB)
Darah (dam)
Darah campur nanah (Shadid)
Nanah (qaih)

HUKUM MAKAN
DARAH
(Manusia atau Hewan
HARAM
Disebutkan dalam sejumlah
ayat

DARAH SEBAGAI
MAKANAN

DARAH=MAKANANHARAM

Darah najis dan haram dikonsumsi (Kesepakatan Ulama) .


Dalil keharamannya:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu


bangkai, darah, daging babi, dan binatang yg (ketika
disembelih) disebut (nama) selain Allah, tetapi
barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya)
sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula)
melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang" (Q.s. al-Baqarah (2):173). `

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging


babi, (daging hewan) yg disembelih atas nama selain Allah,
yg tercekik, yg dipukul, yg jatuh, yg ditanduk, dan yg
diterkam binatang buas, kecuali yg sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yg disembelih
untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dg
anak panah, (mengundi nasib dg anak panah itu) adalah
kefasikan" (Q.s. al-Maidah (5):3).

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yg diwahyukan


kepadaku, sesuatu yg diharamkan bagi orang yg hendak
memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah
yg mengalir atau daging babi --karena sesungguhnya semua
itu kotor-- atau binatang yg disembelih atas nama selain Allah.
Barangsiapa yg dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka
sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.(Q.s. al-Anam (6): 145)

ALASAN
KEHARAMANDARAH
Karena Najis atau semata-mata adanya
larangan dalam nash al-Quran?

NAJISDANSUCINYA
DARAHMANUSIA

DUAPEMBAGIANDARAHMANUSIA

A.Suci:

1. Hewan laut
2. Darah tubuh manusia (khilafiah), selain yang keluar dari qubul
dan dubur.
3. Darah hewan yg tdk mengalir (nyamuk, dll).
4. Darah daging hewan setelah disembelih.

B. Najis:

5.Darah dari qubul dan dubur


6.Darah hewan yg mengalir.
7.Darah yg keluar dr hewan haram.

Perbedaan Ulama
terhadap Kenajisan
Darah Manusia

1.
2.

Najis (Mayoritas Ulama)


Tidak najis (Sebagian kecil
Ulama).

Ulama yg Tidak
Menajiskannya

Al-Syaukani
Shiddiq Hasan Khan
Ibn Utsaimin
Al-Albani

Darah =
Suci

DARAHDANTHAHARAH
Wudhu dengan luka
berdarah.
Shalat dengan luka
mengeluarkan darah.

BATASANUMUM
HUKUMSHALATBAGIORGYGBERNAJIS
(TERMASUKDARAH)

Pakaian, badan, atau tempat jika dg sengaja (tahu) =


Shalatnya batal.
Jika tdh tahu atau lupa bernajis = Shalatnya sah, tidak
berdosa.
Jika mengetahuinya dlm keadaan sdg shalat, jika
mampu = wajib segera menghilangkannya, atau
melepaskannya, jika tdk memungkinkan = Terus
menyempurnakan shalatnya, salatnya sah. Sebab,
kesulitan menarik kepada kemudahan.

ALASAN ULAMA YG TIDAK


MENAJISKAN DARAH

Tiap sesuatu pada asalnya suci kecuali ada dalil yg tegas


menajiskannya.
Pada saat perang di masa Nabi, umat Islam berdarah-darah dan
darah masih mengucur, nabi tidak menyuruh menyucinya.
Tidak ada dalil yg menajiskan darah kecuali untuk darah haid.
Tidak selalu yg haram dimakan = najis hukumnya, tetapi tiap yg
najis = haram dikonsumsi.
Dalil yg menajiskan darah haid bersifat khusus, tidak dapat
digunakan untuk menajiskan darah selain haid.
Nabi tidak pernah menyuruh menyuci masjid setelah didiuki
orang yg berdarah

ALASAN ULAMA YG
MENAJISKAN DARAH
Keumuman dalil najisnya darah haid.
Illat (alasan) keharaman darah
karena najis.
Fatimah menyuci darah Nabi saat
perang Uhud, menunjukkan
kenajisannya.

HUKUMYANGSAMABERLAKU
PADACAMPURAN DARAH
Al-Shadid
- Darah bercampur nanah dari luka,
- Muntahan darah.

HUKUM YG TERKAIT DG
KELUARNYA DARAH
DARAH LUKA DAN ISTIHADLAH:
Sebagian Ulama:
Membatalkan Wudhu
(termasuk hadas).
Ulama yg menajiskannya,
termasuk salah satu syarat
sahnya shalat (suci dari
najis).

DARAH HAID DAN NIFAS

Membatalkan shalat dan puasa.


Haram melakukan hubungan
suami-isteri
Dilarang Ihram
Itikaf
Membawa dan membaca alQuran

AKAN DIBAHAS SECARA MENDALAM DI BLOK


ENDOKRIN DAN PENYAKIT METABOLIK

BERBAGAI BATASAN HUKUM ISLAM


TENTANG KELUARNYA DARAH
Keluarnya darah dari tubuh = Tidak membatalkan
wudhu,
Pakaian yg terkena sedikit darah = Dimaafkan, jika
dapat diupayakan penjagaannya sesuai dg kadar
kemampuannya.
Jika dalam tubuh dipasang berbagai alat medis, atau
alat untuk mengeluarkan atau memasukkan darah yg
sulit atau tidak diperkenankan mencabutnya saat
wudhu atau mandi = Dilakukan sesuai dg
kemampuannya, jika tidak memungkinkan dapat
dilalakukan tayammum.

Pengeluaran darah dari tubuh = Hukumnya tidak


sama dg yg keluar melalui lubang kemaluan (batal
wudhu).
Badan dan pakaian yg terkena najis wajib
dihilangkan, namun jika tidak memungkinkan =
Wajib shalat dg apa adanya.
Ketentuan ini berlaku bagi orang yg mengalaminya
dalam kurun waktu yg lama, atau sepanjang hari,
atau sekurangnya sepanjang waktu shalat dari awal
waktu hingga akhir waktu. Namun jika hanya terjadi
dalam waktu yg relatif tidak lama, maka hukumnya
berlaku seperti ketentuan bagi orang sehat.

BatasanShalatbagipenderitaPasien
ygSelalumengeluarkanDarah

DalamBatasanUmum:
Salat wajib dikerjakan sesuai dg ketentuan yg telah
ditetapkan syarak, namun dalam keadaan khusus,
seperti tidak adanya kemampuan karena sakit dan
lainnya, tidak mampu ditunaikan dg berdiri, boleh
dilakukan dg berdiri sambil bersandar, dan seterusnya
sesuai dg kadar kemampuannya.

BatasanKhusus:
Jika darahnya keluar terputus-putus, misalnya,
biasa terhenti pada waktu-waktu shalat, maka
dianjurkan mengakhirkan shalatnya pada
waktu darah terhenti, selama tidak khawatir
waktu shalat habis.
Jika khawatir habis waktu, mesti memakai alat
tertentu agar darah tidak tercecer, kemudian
(wudhu) dan shalat, tidak dibedakan darah yg
keluar itu sedikit atau banyak.

Jika dalam posisi berdiri darah akan keluar dan


jika duduk tidak, maka harus shalat dg duduk.
Atau jika diyakini akan keluar jika ruku atau
sujud, dan tidak keluar jika duduk, maka shalat
dg isyarat.
Jika kondisinya sangat sulit melakukan shalat
pada setiap waktu, diperkenankan
menjamaknya.

Jika pasien ingin menunaikan shalat


berjamaah di masjid, harus dijaga
agar najis darahnya tidak menetesi
lantai atau tempat shalat di masjid.
Prioritas yg menjadi imam shalat
adalah orang yg tidak mengalami
bernajis darah

DARAH ORANG MATI SYAHID


PERLU DIBERSIHKAN ATAU TIDAK ?

KHILAFIA
H
Suci

Najis

TRANSFUSI
DARAH

TRANSFUSI DARAH
1. Perintah Berobat
2. Hukum Berobat.
3. Berobat dengan yang
haram

HUKUM BEROBAT
(Ulama Klasik)
Lima Pendapat:
1. Mubah (Mayoritas Hanafiyah, Malikiyah, dan
Hanabilah).
2. Sunnah (Mazhab Syafiiyyah).
3. Wajib (satu pendapat dari Syafiiyyah dan
Hanabilah).
4. Makruh (Mazhab Jamaah Ahli Fikih dan Atsar)
5. Mengingkari Berobat (Sufi ekstrim)
Masing-masing pendapat didasarkan pada dalil yang
mendukungnya
Dalam Kondisi tertentu = Hukumnya dapat berubah,
seiring dg perubahan keadaan.

BEROBAT DENGAN YANG


HARAM
SELAIN KHAMAR
1. Haram (Mazhab Malikiyyah, Mazhab
Hanabilah, satu pendapat Hanafiyah, dan
satu pendapat Syafiiyyah).
2. Boleh (Mazhab Hanafiyah, satu pendapat
Mazhab Malikiyyah: Jika menyangkut
sakit badan luar (fisik), dan Mazhab
Syafiiyyah)
Syaratnya:
. Diketahui dapat menyembuhkan
. Tidak ditemukan obat yang suci
. Diresepkan atau direkomendasikan oleh dokter

TRANSFUSI DARAH
Samakah dg Bekam/hijamah?
Bekam = salah satu metode
pengobatan Nabi

ALASANULAMAYGMENGHARAMKAN
TRANSFUSIDARAH

Kesepakatan ulama = haram memanfaatkan organ


manusia.
Q.s. al-Midah (5):3, darah yg dimaksud bersifat
umum, darah manusia lebih haram dari darah yg lain.
Dikhawatirkan akan berakibat buruk kepada pihak
penerima.
Larangan Nabi secara khusus, melarang minum
darah bekam Salim,

Kadang-kadang darah
seseorang mengandung bakteri
atau berpotensi menularkan
penyakit tertentu.
Hadits Nabi = segala penyakit
ada obatnya itu, yg
dimaksudkan adalah yg halal,
tidak termasuk yg haram.
Darah tidak termasuk pada
keadaan darurat yg
diperbolehkan sebagaimana
anggota tubuh manusia
lainnya.

ALASAN ULAMA MENGHALALKAN


TRANSFUSI DARAH
Segi Dalil
1.
Tidak ada nash sharih melarangnya = hukumnya
boleh. Kaidah hukum Islam:

Pada dasarnya segala sesuatu dan perbuatan adalah mubah, kecuali


".ada dalil yg menunjukkan keharamannya

"

2. Bermanfaat, menolong orang yg memerlukannya,


menolong jiwanya, jika diniati mencari ridha Allah
= ibadah.

MATERI DARAH
1.

2.

3.

Berbagai hadits membolehkan meminum darah


bekam, bahkan Nabi saw pernah tertawa ketika
seorang sahabat mengaku telah meminum darah
bekas Nabi berbekam.
Dapat dianalogikan dg pembolehan memakan yg
diharamkan seperti bangkai dan yg lain saat
darurat.
Dianalogikan dg ASI pada manusia.

4. Sejalan dg fatwa sebagian ulama


mazhab yg membolehkan bagi
orang sakit meminum darah,
urine, atau makan bangkai untuk
berobat, jika dokter muslim yg
ahli menyatakan hanya itu dan
tidak ditemukan obat lain yg
halal.
5. Dalam sunnah Nabi ditemukan
banyak nash yg membolehkan
mengeluarkan darah untuk
berbekam sebagai salah satu
cara pengobatan saat itu yg
tujuannya untuk kesehatan
badan orang yg dibekam maka
demikian halnya dg transfusi
darah, dg beberapa syarat:

Syarat Bolehnya Transfusi Darah


1.
2.
3.
4.
5.

Tidak ada cara lain, dilakukan dalam keadaan


darurat, tidak ada obat lain sebagai pengganti.
Darah diambil dari orang yg telah merelakannya
atau atas izin walinya.
Tujuannya adalah pengobatan.
Tidak membahayakan bagi pihak pemiliki darah,
karena darurat tidak boleh dihilangkan dg
darurat yg lain.
Memperoleh darah bukan dg cara jual beli,
sebab darah tidak dapat dijadikan sebagai
komuditas yg sah untuk diperjualbelikan
menurut mayoritas ulama.

DALIL-DALILBOLEHNYA
TRANSFUSIDARAH

ALASANBOLEHNYATRANSFUSIDARAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Dalil darurat.
Dalil anjuran berbuat baik, tolong-menolong, dan persaudaraan.
Dalil tentang keutamaan menjaga kehidupan insani
Dalil larangan mencelakakan diri
.Dalil anjuran berobat.
Dalil anjuran memberi manfaat pada sesama.
Dalil anjuran menghilangkan kesusahan dan kesulitan.
Anjuran menabur kasih sayang.
Dalil bolehnya hijamah (bekam) atau kiyas dengan bekam dengan memasukkan
darah ke tubuh.
Shahabat meminum darah tanpa ada hajat, nabi tidak menyuruh dan tidak
melarangnya.
Qiyas dengan hibah dan hadiyah tanpa konpensasi.
Ijmak ulama tentang wajibnya menyerahkan sesuatu meskipun hanya sedikit untuk
melepaskan dari kebinasaan.

Sesuai kaidah hukum Islam, bahwa segala yang


menjadikan tegaknya kewajiban hukumnya wajib pula.
Juga sejalan dengan kaidah tentang mudarat harus
dihilangkan.
Kesepakatan ulama kontemporer tentang bolehnya
dengan syarat tertentu.

Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yg halal)


yg disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal
sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yg
diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yg terpaksa kamu
memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benarbenar hendak menyesatkan (orang lain) dg hawa nafsu mereka
tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yg lebih
mengetahui orang-orang yg melampaui batas. (Q.a. al-Anam: 119)

Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu saling


memakan harta sesamamu dg jalan yg batil, kecuali
dg jalan perniagaan yg berlaku dg suka sama-suka di
antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu;
sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang
kepadamu.

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yg diwahyukan kepadaku,


sesuatu yg diharamkan bagi orang yg hendak memakannya, kecuali kalau
makanan itu bangkai, atau darah yg mengalir atau daging babi --karena
sesungguhnya semua itu kotor-- atau binatang yg disembelih atas nama
selain Allah. Barangsiapa yg dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya
Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayg.(Q.s. al-Anam: 145)

Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu melanggar


syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang hadya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yg mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka
bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu)
kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi
kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya
(kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa:
barangsiapa yg membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu
(membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di
muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia
seluruhnya. Dan barangsiapa yg memelihara kehidupan seorang
manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia
semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasulrasul Kami dg (membawa) keterangan-keterangan yg jelas, kemudian
banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui
batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai,


darah, daging babi dan binatang yg (ketika disembelih) disebut
(nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa
(memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula)
melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu


(memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yg
disembelih dg menyebut nama selain Allah; tetapi
barangsiapa yg terpaksa memakannya dg tidak
menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayg.

" maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa


sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang" (Q.s. al-Maidah
(5):3).

ARGUMEN RASIONAL
BOLEHNYA TRANSFUSI DARAH

Islam = Agama penuh rahmat dan tidak


menginginkan umatnya celaka, jika dalam
keadaan terpaksa, kesulitan, dan terjepit,
hifzhun nafs (memelihara kelangsungan
hidup dg baik), maka berlaku hukum
rukhshah (dispensasi) = memberikan
kelonggaran dan keringanan bagi orang yg
sakit gawat.

BATASAN DARURAT
DALAM KONTEKS
TRANSFUSI DARAH

BATASANDARURAT
1. Benar-benar dalam kondisi gawat darurat bila
tidak mengonsumsi yg haram tersebut.
2. Tidak ada obat alternatif yg halal sebagai
pengganti obat yg haram tersebut.
3. Menurut rekomendasi para ahli atau petunjuk
dokter yg kompeten dan kredibel.

4. Benar-benar terbukti telah teruji


mujarab berdasarkan pengalaman
empiris yg membuktikan benarbenar dapat menyembuhkan dan
tidak menimbulkan efek yg
membahayakan.

FatwaUlamaKontemporerttgBolehnya
TransfusidanDonorDarah

MajlisAgungUlamaKerajaanSaudiArabi:

Kalau benar-benar tidak berisiko, seseorang

boleh mendonorkan darahnya untuk


membantu kaum Muslimin yg
membutuhkannya.

BANK DARAH
(WAJIB)

BANKDARAH
(PMI)
Boleh mendirikan bank Islam (semacam
PMI) yg bekerja menerima sumbangan
donor darah masyarakat dan kemudian
menyimpannya guna membantu kaum
Muslimin yg memerlukannya. Tetapi dg
syarat, pihak bank tidak dibenarkan
memungut bayaran dari pasien atau
keluarganya terhadap darah yg
disumbangkannya, apalagi
mengomersialisasikannya, karena hal
tersebut dilakukan demi kepentingan
umum dan kaum Muslimin.

KEBOLEHAN
MENDIRIKAN BANK
DARAH
Tujuan tdk utk kemersil
Tidak memungut imbalan dari
pasien atau wali atas pemberian
darahnya.
Alasan:
1. Realisasi menciptakan kemaslahatan umum
kepada umat Islam dan memenuhi yang
diperlukan.
2. Syariat Islam berprinsip menolak mafsadah dan
mewujudkan kemaslahatan.
3. Sejalan dengan kaidah hukum Islam Dalam
keadaan darurat yang haram diperbolehkan.

5. Termasuk salah satu dari lima


kemaslahatan, Menjaga nyawa, dan
bank darah dapat menyelamatkan
banyak orang.
6. Transfusi darah termasuk bentuk
hajat dharuriyyah bagi pasien yang
memerlukan tidak ada cara lain
selain dengan keberadaan bank
darah.

FATWA LEMBAGA FATWA


Haiah Kibarul Ulama Arab Saudi:
Boleh mendonorkan darah kepada
umat Islam sepanjang tidak
membahayakannya.

Lajnah Daimah lilbuhuts alIlmiyyah wal Ifta:


Jika seseorang sakit dan sangat lemah, ketika
tidak ada cara untuk menguatkan atau
mengobatinya kecuali dengan transfusi darah,
untuk mengatasinya dan atas dasar pendapat
ahli sangat berguna, maka boleh melakukan
transfusi darah, meskipun dari orang yang
berbeda agama, dari orang kafir, meskipun dari
kafir harbi, atau dari orang muslim kepada kafir
bukan harbi. Namun jika termasuik kafir harbi
maka tidak boleh membantunya

Lembaga Fatwa
Universitas Al-Azhar
Mesir
Boleh melakukan transfusi darah pada saat tidak
ada obat atau makanan halal sebagai
alternatifnya, walaupun berasal dari non-muslim".

Majlisal-Majmaal-Fiqhal-Islmi
Lirbithatal-lamal-Islmi
Boleh dg empat syarat:
Tidak menimbulkan dampak membahayakan pada
pihak donor,
Pemberian tersebut bersifat sukarela tanpa ada
paksaan,
Merupakan satu-satunya cara penyembuhannya,
Berdasarkan kebiasaan dan kegalibannya, cara
tersebut secara meyakinkan aman.

Al-Fatwal-Hindiyyah
Seseorang yg sakit boleh meminum
darah atau urine dan memakan bangkai
untuk tujuan pengobatan, kalau memang
hal tersebut dilakukan atas saran dokter
muslim dan tidak ada alternatif lain.
Tetapi jika hanya sebatas untuk
mempercepat kesembuhan ada dua
pendapat, membolehkan dan pendapat
lain mengharamkannya".

MPKS(MajlisPertimbangan
KesehatandanSyara')tahun1956:
1. bahwa yg diharamkan mengenai
darah dalam al-Quran: memakan atau
meminumnya, yaitu memasukkannya
melalui kerongkongan.
2. Alim ulama yg berpendapat haramnya
darah, adalah beralasan karena darah itu
najis.

Dari penyelidikan Ilmu Kedokteran sekarang


ternyata bahwa:
Darah yg dikeluarkan dg suntikan
'pemindahan darah' sesudah diperiksa dari
segala segi, dan dipilih serta disesuaikan
sedemikian rupa: Darah tidak berbahaya,
bahkan sangat bermanfaat untuk menjadi
obat.

Di antara penyakit ada yg tidak dapat


diobati kecuali dg jalan =
Menambahkan darah yg sehat dan
cocok kepada darah si sakit,
(penyakit kekurangan darah
(anemia), karena melahirkan, luka
parah karena kecelakaan, operasi
besar dsb.

Memasukkan darah dg 'suntikan pemindahan


darah' tidaklah sama dg
memakan/meminumnya, baik salurannya,
maupun akibat atau hasilnya

Berobat dg darah boleh hukumnya


karena tidak ada nash yg sharih
dari al-Quran dan hadits
mengenai:
Haramnya darah buat obat.
Najisnya darah.
Larangan berobat dg najis.

Walaupun ada pendapat sebagian ulama:


Darah itu najis, tetapi mereka tidak melarang
berobat dg najis (darah):

Karena darah ada manfaatnya, terpaksa orang


berobat dg darah dg jalan memindahkan darah
yg sehat dan cocok = boleh.

Dalam keadaan darurat, tidak


ada obat lain kecuali darah,
hanya bisa diselamatkan
jiwanya dg pemindahan darah
= boleh bahkan wajib
hukumnya.

B. Darah yg hukumnya haram


dimakan/diminum dan/atau najis, bila
bermanfaat yg halal menurut hukum
syarak, tidak untuk dimakan/diminum:
Untuk penambah darah orang yg
menderita penyakit kurang darah (jadi
obat) boleh dihibahkan (diberikan dg
cuma-cuma) atau diberikan dg
penggantian kerugian.

Donor Darah

Tidak ada nash jelas yg melarangnya.


Ulama yg membolehkan transfusi
darah = membolehkan donor darah
untuk membantu orang lain yg
membutuhkan.
Sejalan dan bahkan termasuk dalam
tujuan syariat Islam untuk
kemaslahatan manusia, menjaga jiwa
(Hifzh al-Nafs), juga bertujuan untuk
menghindari segala bentuk
kemudaratan.

Termasuk bentuk tolong-menolong dalam kebaikan,


Ayat al-Quran:

" Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)


kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran " (Q.s. al-Midah (5): 2).

Ulama fikih mendasarkan pada tindakan


Nabi berbekam, darah yg dikeluarkan itu
dibuang begitu saja,

Menyumbangkannya karena sangat


diperlukan tentu juga dibolehkan,
bahkan tujuannya untuk
menyelamatkan jiwa seseorang.

Ulama mengkiyaskan bolehnya transfusi dan donor darah


dg praktik bekam dlm hadits:

Dari Ibnu Abbas r.a. Nabi saw pernah melakukan bekam dan kemudian
memberikan upah kepada tukang bekam itu " (HR. al-Bukhri).

Dari Ibnu 'Abbs r.a. Nabi saw pernah melakukan bekam di kepalanya" (HR alBukhri)

Abdussalam Abdur Rahim asSakari (Ulama kontemporer asal


Mesir):
Transfusi darah dilakukan dg alat khusus
yg dapat memindahkan darah seseorang
kepada orang lain tanpa mengubah
sedikit pun zat-zat darah tersebut
sehingga tidak terkontaminasi oleh
pengaruh udara, meskipun dipindahkan
ke tabung plastik atau tempat khusus yg
steril. Karena itu, darah itu tetap masih
sama seperti darah yg ada dalam tubuh
donor. dg demikian darah dalam tabung
tersebut, tidak bersifat najis.

Sebagaimana berbekam salah


satu tujuannya untuk
memperbaharui darah, dalam
praktik donor darah, darah yg
diambil dimanfaatkan untuk
menyelamatkan nyawa orang
yg sedang membutuhkannya.
Karena itu, 'ulama kontemporer
sepakat bahwa
menyumbangkan darah
hukumnya mubah'.

Kendati pun ulama sepakat donor


darah = mubah, namun tidak
berdampak hukum apa pun dalam
Islam, baik yg berkaitan dg
perkawinan, warisan, maupun
kemahraman.

Hubungan yg mempengaruhi
kemahraman kaitannya dg hukum
perkawinan hanya dalam masalah
susuan, nasab, dan persemendaan.

Menyumbangkan darah dg ikhlas, sangat


jelas bermanfaat, dapat menyelamatkan
jiwa manusia, penyelamatan satu jiwa
seolah menyelamatkan seluruh manusia.
al-Quran:

" dan barangsiapa yg memelihara kehidupan


seorang manusia, maka seolah-olah dia telah
memelihara kehidupan manusia semuanya " (Q.
s. al-Midah (5): 32)

SYARAT DONOR
Pihak Donor:
Tidak dirugikan, tidak bertanggung jawab atas risiko yg
mungkin timbul.

Kaidah hukum Islam:


"Suatu kemudharatan tidak dihilangkan jika menimbulkan
kemudharatan yg lain"

"Apa yg dibolehkan karena darurat harus diukur sesuai dg


kadar kedaruratannya"

"Darurat yg lebih besar dihilangkan dg (melaksanakan)


darurat yg lebih ringan

"Sesuatu yg menjadikan tidak dapat sempurna dgnya maka


hukumnya menjadi wajib"

1.
2.

Dilakukan dalam keadaan darurat,


tujuannya untuk menyelamatkan
orang lain.
Dilakukan secara suka rela, ikhlas,
tanpa paksaan dan tanpa bayaran.

KOMERSIALISASI
DARAH
Hukum Jual Beli Barang Najis:
Tiga kelompok:

Mengharamkannya secara mutlak.

Menghalalkannya secara mutlak.

Membedakan jenisnya,fises manusia = tidak


boleh, fises hewan=boleh.

PerbedaanPendapattentangHukum
MenjualDarah
Mayoritas ulama = Segala cara yg mengacu pada
pemberian imbalan bagi donor darah tidak dibenarkan
syarak, kecuali jika hanya sekadar makan dan minum
atau transportasi yg diberikan kepada pendonor sekadar
untuk mengembalikan stamina atau mengganti ongkos
perjalanan.
Sebagian ulama (Madzhab Hanafi dan Dzahiri) =
Membolehkan jual beli barang najis yg ada manfaatnya
seperti kotoran hewan.
Jual beli darah = Analogi dg barang najis yg bermanfaat.

Memperjualbelikannya = Boleh

KEUTAMAAN DONOR DARAH

Bernilai sebagai Shadakah


Termasuk bentuk penyelamatan jiwa.
Bernilai sebagai bentuk silaturrahmi.

KESIMPULAN

Mayoritas Ulama = Darah adalah najis.


Ijmak Ulama = Darah haram dikonsumsi
Mayoritas Ulama = Haram
dikomersialisasikannya.
Transfusi darah tidak sama dg mengonsumsi
darah maupun status darah yg telah keluar
dari tubuh sebagimana disampaikan oleh
sebagian ulama bahwa darah yg disimpan
dalam tabung steril di bank darah statusnya
sama ketika masih dalam tubuh.

ALASAN DARURAT ATAU HAJAT

Apa pun penilaian tentang status darah,


dalam keadaan darurat, tidak ada alternatif
lain, untuk pengobatan dan penyembuhan,
demi untuk menyelamatkan jiwa manusia,
mempercepat proses kesembuhan = Boleh.
Dalil dan alasan yg kuat = Barang haram dan
najis boleh, bahkan sebagian ulama
mewajibkannya, utk pengobatan dg alasan
darurat.

KeharamanBahanHaramdanNajis
DikecualikanutkBerobat

Hadits dari Anas: Laki-laki boleh mengenakan sutera krn


sakit.

Rasulullah saw memberi keringanan (rukhshah) kepada Zubair bin


al-Awam dan Abdur Rahman bin Auf untuk memakai sutera
karena penyakit kulit keduanya

Memakai sutera bagi laki-laki adalah haram = Diperbolehkan utk berobat.

Arfajah bin Asad pada hari al-Kulab (masa Jahiliah),


hidungnya terluka (koyak) lalu menggunakan hidung
dari perak namun menimbulkan bau tidak sedap.

Nabi saw menyuruhnya memakai hidung dari emas

Perintah Nabi meminum kencing unta (Hadis


Araniyyin).
Para wanita di masa Nabi bertugas di bidang
perawatan dan logistis saat perang.
Emas bagi laki-laki = haram, diperbolehkan utk berobat

KEPEMILIKANDARAH

Kepemilikan organ manusia, termasuk


darah manusia, bukan milik atau
haknya, tetapi hak Allah, maka
mengkomersialisasikannya = haram.
(Mayoritas ulama)

MEMPERJUALBELIKAN
DARAH
Bagi ulama yg berpendapat bahwa
sesuatu yg bermanfaat boleh
diperjualbelikan= Darah boleh
diperjualbelikan.

KOMPENSASIDANBENTUKTERIMAKASIH

Pemberian sesuatu dalam bentuk makanan,


minuman, atau transportasi sebagai bentuk
konpensasi, bentuk ekspresi terima kasih
kepada pendonor =
Tidak termasuk kategori jual-beli karena
sifatnya sukarela dan tidak mengikat, tidak
terjadi penawaran.

DAMPAKHUKUMTRANSFUSIDARAH

Meski secara biologis dalam praktik transfusi dan


donor darah terjadi percampuran darah antara
pihak pendonor dan recipien

Tidak ada dampak hukum terkait dg mereka, tidak


terjalin hubungan kemahraman atau hubungan
darah, dan darah yg menyatu dalam diri recipien
tidak mempengaruhi perilaku resipien.

TRANSFUSIDARAHTIDAKMENYEBABKAN
HUBUNGANDARAH/KEMAHRAMAN

Faktor-faktor Penyebab Hub. Kemahraman:


Adanya hubungan nasab.
Adanya hubungan.
Adanya hubungan persusuan.

Sekian, Terima Kasih