Anda di halaman 1dari 7

Atribut Sistem Surveilans

Dhilla Lharisa
1411212037

Atribut Surveilans yang Digunakan Untuk


Mengevaluasi Sistem Surveilans

1.

Kesederhanaan (simplicity) yang


mencakup kesederhanaan dalam
struktur dan kemudahan
pengoperasian system surveilans
tersebut. Sistem surveilans
sebaiknya dirancang sesederhana
mungkin, namun masih dapat
mencapai tujuan yang diharapkan.

2.

Keluwesan (flexibility) yaitu sistem


surveilans yang fleksibel dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan
informasi yang dibutuhkan, atau situasi
pelaksanaan surveilan tanpa disertai
peningkatan yang berarti akan kebutuhan
biaya, tenaga dan waktu. Semakin
sederhana suatu sistem surveilans
semakin fleksibel untuk diterapkan pada
penyakit/masalah kesehatan lain dengan
hanya memerlukan sedikit perubahan.

3.

Dapat diterima (acceptability) yaitu


menggambarkan kemauan seseorang
atau suatu organisasi untuk berpartisipasi
dalam melaksanakan sistem surveilans.
Hal ini dapat dinilai dari berapa persen
sumber data yang menyerahkan
laporannya, apakah laporannya lengkap
(52 minggu) dan tepat waktu. Tingkat
penerimaan dikatakan tinggi bila
persentase sumber data yang melapor
80%, dengan kelengkapan laporan 100 %
dan ketepatan waktu laporan 80%.

4.

5.

Sensitivitas (sensitivity) yaitu


kemampuan mendeteksi adanya wabah
dan berapa proporsi kasus penyakit
yang dapat dideteksi.
Keterwakilan (representative), yaitu
yang dapat menggambarkan secara
akurat kejadian penyakit yang diamati
dan distribusinya dalam masyarakat
menurut variabel epidemiologi {orang
(siapa yang terkena), tempat (dimana)
dan waktu (kapan)}.

6.

Ketepatan waktu
(timeliness), yang
menggambarkan kecepatan atau
kelambatan sistem surveilans,
yang dapat dinilai dari dapat
tidaknya dilakukan upaya
penanggulangan/pencegahan
kejadian/penyakit secara tepat.

7.

Nilai prediksi positif (positive


predictive value) yaitu proporsi
populasi yang diidentifikasi sebagai
kasus oleh sistem surveilans dan
kenyataannya memang benar-benar
kasus. Nilai ini sangat penting karena
menggambarkan sensitivitas dan
spesifisitas dari definisi kasus. Nilai yang
rendah berarti kasus yang diidentifikasi
sebenarnya bukan merupakan kasus,
sehingga terjadi kesalahan dalam
mengidentifikasi adanya wabah.