Anda di halaman 1dari 15

TUGAS NANOTEKNOLOGI

PENERAPAN DI INDUSTRI CAT

Disusun Oleh
Mona Maulina Arief (03121403026)

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Sriwijaya
2015

PENERAPAN NANOTEKNOLOGI DI INDUSTRI CAT


(NANO PAINT)
Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan
suatu bahan dengan tujuan memperindah (decorative), memperkuat
(reinforcing) atau melindungi (protective) bahan tersebut. Setelah
dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk lapisan
tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut. Pelekatan
cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara: diusapkan
(wipping), dilumurkan, dikuas, disemprotkan (spray), dicelupkan (dipping)
atau dengan cara yang lain.
Bahan Baku Pembuatan Nano Paint
Bahan kimia yang ada dalam cat tembok di antaranya adalah
kalsium karbonat (CaCO3), titanium dioksia (TiO2), PVAC (Poly Vinyl
Arlic), kaolin, pigmen, dan air. Kalsium Karbonat dan Titanium dioksida
digunakan sebagai bahan baku utama dalam cat tembok. PVAC
digunakan sebagai bahan pengental dan perekat. Adapun kaolin
digunakan sebagai bahan pengisi dan pigmen sebagai bahan untuk
memberikan warna yang diinginkan. Bahan baku cat kayu hampir sama
dengan bahan baku pada cat tembok. Perbedaanya, pada cat kayu
ditambahkan lateks (getah karet) dan sebagai pelarutnya digunakan
terpentin bukan air. Yang paling penting akan digunakan sebagai pelarut
karena dapat melarutkan lateks.

Gambar 1. Titanium Dioxide

Titanium dioksida sangat banyak digunakan untuk cat rumah dan


cat lukisan karena permanen dan memilki sifat penutup yang baik. Pigmen
titanium oksida merupakan aplikasi yang terbanyak untuk unsur ini. Cat
titanium merupakan reflektor sinar infra yang sangat bagus dan banyak
digunakan

pada

tempat-tempat

pengamatan

matahari

(solar

observatories) dimana panas dapat mengganggu pengamatan. Cat yang


tahan lama, proses pemurnian air, computer yang lebih cepat, sol sepatu
kita yang lebih kuat, dan TV yang lebih ringan dan murah semuanya akan
mudah diwujudkan sekarang dengan adanya hasil penelitian dari para
peneliti

di

Queensland

University

yang

menemukan

cara

untuk

medispersikan nanopartikel gold yang bahkan bisa dilakukan melalui


material plastik.

Gambar 2. Struktur nanopartikel Titanium Dioxide

Metode yang ditemukannya untuk mendispersi nanopartikel ke


dalam material plastik dapat juga diaplikasikan untuk mengekapsulasi
obat-obatan dengan material plastik sehingga dapat dipergunakan untuk
pendeteksian dan pembasmian sel kanker. Cat bukan hanya membuat
mobil terlihat bagus, tetapi juga melindungi panel badan logam dan
komponen interior lain dari mobil dari kerusakan elemennya.Selain itu cat
juga untuk memperindah ruangan dengan warna warna yang menarik.
Cat yang biasanya sering di pakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya
lekat cat tembok dan cat kayu berbeda. Cat kayu mempunyai daya rekat
yang lebih kuat dariapada cat tembok.

Isotop hidrogen yang normal disebut Protium. Isotop-isotop lainnya


adalah Deuterium (satu proton dan satu netron) dan Tritium (satu proton
dan dua netron). Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang isotopisotopnya memiliki nama tersendiri. Deuterium dan Tritium keduanya
digunakan sebagai bahan bakar reaktor fusi nuklir. Satu atom Deuterium
ditemukan di sekitar 6000 atom-atom hidrogen. Deuterium juga digunakan
untuk memperlambat netron. Atom-atom tritium juga ada tapi lebih sedikit
jumlahnya. Tritium juga dapat diproduksi dengan mudah di reaktor-reaktor
nuklir dan digunakan pada produksi bom hidrogen (fusi). Gas hidrogen
juga digunakan sebagai agen radioaktif untuk membuat cat yang
bercahaya terang.
Cat yang bagus dan tidak mudah mengelupas pasti tahan terhadap
cahaya, panas, dan perubahan musim. Oleh karena itu cat harus
mengandung bahan-bahan berikut
a) Pigmen.
Pigmen adalah material berwarna yang tidak tembus cahaya. Zat
ini dapat terbentuk secara alami dan dapat dibuat secara sintetik.
Umumnya, pigmen ini menggunakan campuran metal. Contoh
pigmen pada cat antara lain titanium oksida untuk warna putih, besi
oksida untuk warna jingga, merah, atau kuning, dan karbon untuk
warna hitam. Sering juga sebuah cat menggunakan campuran
beberapa pigmen warna untuk membuat warna yang semakin
bervariasi
b) Medium Pendispersi
Zat ini berfungsi untuk mendispersikan pigmen dari cat. Zat ini
bersifat mudah menguap dan non korosif. Yang paling umum
digunakan untuk keperluan ini adalah minyak terpenten dan minyak
kayu Cina. Bahan ini berfungsi untuk merekatkan pigmen - pigmen
tersebut ke bahan yang dicat. Oleh karena pigmen berbentuk
padat, ia tidak mungkin dapat langsung menempel pada suatu

bahan. Binder ini bisa terbuat dari minyak alami maupun bahan
plastik seperti vinyl dan acrylic.
c) Pengering (Driers)
Zat ini adalah senyawa logam sekitar 0,5 hingga 2 persen yang
membantu proses pengeringan medium dengan mentransfer
oksigen (oksidasi medium).
d) Thinner
Zat ini membantu terjadinya permukaan licin pada proses
pengecatan sehingga terbentuk lapisan cat yang sama dan merata.
Zat-zat ini antara lain yaitu benzena dan naftalena. Zat ini bersifat
mudah menguap dan terbakar.
e) Zat Pengisi
Zat ini ditambahkan pada pigmen untuk meningkatkan daya tahan
pigmen.
Bahan bahan tersebut akan menghasilkan campuran yang kental.
Agar mudah digunakan, ditambahkan bahan lain yaitu pelarut atau
solvent. Bahan ini tentu saja digunakan untuk mencairkan cat agar mudah
digunakan, terutama pada cat jenis semprot. Beberapa jenis pelarut ini
antara lain minyak dan gloss, tetapi yang paling sering digunakan dan
dinilai lebih ramah lingkungan adalah air. Selain bahan-bahan di atas,
seringkali cat ditambahkan bahan-bahan lainnya untuk menambah
kemampuan cat tersebut. Misalnya, keramik untuk meningkatkan daya
tahan cat tersebut, atau fluorescent untuk membuatnya menyala di
kegelapan. Bahan-bahan tersebut disebut juga sebagai aditif.
Pembuatan Nano Paint
Tahapan pembuatan cat sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih
teknologi yang dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut, makin
canggih tinggi teknologi yang dipakai maka makin singkat dan mudah
proses pembuatan catnya. Proses pembuatan cat dapat dijabarkan
sebagai berikut.
a) Persiapan

Pada tahap ini dimulai dengan mempersiapkan bahan-bahan


baku sesuai dengan formula atau resep cat yang akan dibuat.
Bahan-bahan diambil dari gudang yang sudah teruji kualitasnya,
tidak kedaluwarsa dan tidak pula cacat atau rusak baik fisik
maupun kimia (yang ditandai dengan adanya perubahan bau,
warna, bentuk, atau kekentalan pada bahan tersebut).
Untuk mengukur bahan yang akan diproses, bisa dilakukan
dengan cara ditimbang beratnya atau diukur volumenya, tergantung
dengan basis apa yang digunakan dalam formula atau resepnya.
Ketelitian dan keakuratan penimbangan merupakan faktor penting
terhadap hasil akhir pembuatan cat, terutama pada penimbangan
additive atau pigment. Bahan-bahan tersebut kemudian diangkut ke
area produksi, bisa dilakukan dengan tenaga manusia biasa, forklif
atau melalui sistim pemipaan (untuk bahan cair).
b) Proses Produksi
Proses produksi cat dibagi menurut jenis cat yang akan dibuat.
1) Cat Tanpa Pigment (Extender atau Filler)
Pembuatannya hanya melibatkan proses penuangan, mixing
dan stiring saja, yaitu menuang bahan-bahan dengan urutan
dan cara sesuai dengan jenis cat yang akan dibuat ke dalam
sebuah tangki dengan ukuran pas. Kemudian mencampur
bahan-bahan dengan putaran mixer relatif pelan, hingga
diperoleh suatu campuran yang benar-benar merata di semua
titik. Waktu stiring dan kecepatan mixer disesuikan dengan
jumlah dan kekentalan campuran.
Perlakuan seperti ini juga dipakai untuk membuat thinner,
hardener, wood stain (solvent + dyestuff) atau campuran bahan
lain yang tidak mengandung pigment atau extender asli
(padatan). Namun jika pigment atau extender sudah diproses
menjadi bahan setengah jadi (pasta) terlebih dulu, maka bahan
atau campuran ini bisa diproses seperti tersebut di atas.
2) Cat Dengan Pigment dan Extender.

Proses pembuatan cat jenis ini juga dibagi berdasarkan pada


seberapa halus padatan (pigment atau extender) terdispersi di
dalam campuran. Jika diinginkan padatan terdispersi secara
kasar (dengan kehalusan antara 20 50 mikron), maka proses
yang dibutuhkan adalah cukup dengan proses dispersi saja;
namun jika dikehendaki padatan terdispersi secara halus (5
20 mikron) maka diperlukan proses penggilingan partikel padat
dalam mesin giling. Contoh jenis cat yang dibuat cukup dengan
proses dispersi saja adalah : dempul atau filler, cat primer,
undercoat, intermediate atau tembok dimana kehalusan partikel
bukan merupakan sifat yang harus dicapai.
c) Proses Dispersi
`Proses pemecahan secara mekanis terhadap kelompokkolompok partikel pigment dan extender menjadi kelompokkelompok yang lebih kecil atau partikel-partikel primernya sesuai
dengan derajad kehalusan yang dikehendaki. Mempertahan agar
supaya kelompok-kelompok partikel yang lebih kecil atau partikelpartikel primer ini tetap terpisah satu sama lain, tidak bersatu
kembali.
Proses dispersi akan mendapatkan hasil optimal bila prinsipprinsip dispersinya terpenuhi. Adapun prinsip-prinsip dispersi yang
perlu mendapat perhatian adalah: kecepatan peripheral campuran,
bentuk cakram, diameter cakram terhadap tangki, tinggi cakram
dari dasar tangki, diameter tangki, tinggi tangki dan perbandingan
padatan dan cairan campuran (kadar padatan = PVC) serta
penambahan secara tepat additive wetting dan dispersingnya. Jika
kondisi ideal terpenuhi, maka akan terbentuk sebuah aliran yang
menyerupai donat, terbentuk doughnut effect. Pada kondisi ini
diperoleh proses dispersi yang optimal.
d) Proses Penggilingan
Alat
dan
prinsip
penggilingan
diantaranya adalah:

bermacam-macam,

1) Melewatkan millbase diantara dua buah atau lebih silinder yang


berhimpitan satu dengan lainnya, dimana jarak diantara dua
buah silinder ini bisa diatur sesuai dengan derajad kehalusan
yang diinginkan. Contoh dari alat ini adalah Triple roll Mill.
2) Melewatkan secara vertical atau horizontal millbase ke dalam
mesin giling yang terdiri dari agitator dan banyak glass bead di
dalamnya. Di dalam silinder giling, glass bead bersama dengan
millbase akan diputar oleh agitator pada kecepatan tertentu,
menyebabkan pigment secara mekanis akan terpecah karena
tertumbuk oleh glass bead secara terus menerus. Millbase
melalui saringan akan keluar, sedangkan glass bead akan tetap
tertahan di dalam silinder giling. Sekalipun glass bead terbuat
dari bahan yang keras dan kuat, pada akhirnya juga akan
terpecah, ini akan menyebabkan proses penggilingan akan
menurun dan glass bead harus diganti dengan yang baru.
kecepatan putar agitator, kekentalan, kadar padatan dan waktu
tinggal millbase di dalam mesin adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi efektifitasnya proses penggilingan. Jika satu
tahap

proses

penggilingan

belum

mencapai

hasil

yang

diinginkan, millbase biasanya dikembalikan lagi ke dalam mesin,


dilakukan bisa berkali-kali hingga diperoleh derajad kehalusan
yang diinginkan.
e) Finishing Product
Seperti sudah dijelaskan pada bagian di atas bahwa proses
pembuatan cat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu proses yang
melibatkan dispersi atau penggilingan dan proses yang hanya
melibatkan proses mixing saja. Tahap akhir dari kedua proses ini
juga berbeda, pada proses yang melibatkan dispersi atau
penggilingan pigment, maka mengukur derajad kehalusan dari
partikel-partikelnya adalah tahap yang penting guna mengakhiri
proses tersebut.

Sedang proses lain, yang hanya melibatkan proses mixing,


maka untuk melihat seberapa jauh campuran sudah tercampur
sempurna dan sesuai komposisi yang ditentukan, cukup mengukur
kekentalan atau viskositas campuran tersebut. Namun bila
campuran tersebut mengandung beberapa jenis pasta, maka
menyamakan warna (colour matching) campuran cat secara kasar
perlu dilakukan, agar campuran tidak terlalu jauh berbeda dengan
warna standarnya.
Untuk mengatasi kelemahan cat yang ada sekarang ini yang
ukurannya masih dalam orde mikrometer, nanoteknologi menawarkan
teknologi pembuatan cat dengan merubah ukuran partikel cat dalam orde
nanometer. Karena ukuran partikelnya kecil sekali maka debu atau
kotoran serta molekul pengotor lainnya sulit masuk dan hanya bisa
menumpuk di permukaan dicat. Penyebabnya adalah debu ukuran lebih
besar (mikrometer) dibandingkan dengan partikel cat yang ukurannya
(nanometer) 1/1400 kali dari debu. Keunggulannya, kotoran atau debu
yang hanya menumpuk di permukaan cat dapat dibersihkan dengan
mudah. Uap air penyebab karat pun akan sulit menembus brikade partikel
cat yang ukurannya di bawah 140 nanometer tersebut. Akibatnya cat
nanopartikel menjadi lebih unggul dalam hal: mudah dibersihkan, tahan
lama

dan

bahkan

warna

tetap

cemerlang.

Untuk

memperbaiki

ketahanannya terhadap jamur, sinar ultraviolet (UV) dan lain-lain, pada cat
nanopartikel ini pun ditambahkan nanopartikel anti jamur atau anti UV
lainnya.
Nanoteknologi untuk cat nanopartikel ini dihasilkan dengan desain
molekul-molekul partikel polimer sehingga mampu menghasilkan sifat
yang unggul dibanding-kan cat yang ada sekarang ini. Dulux, misalnya,
telah mempatenkan sebuah proses yang menggunakan molekul penstabil
(stabilizer) yang dirancang untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang
merangsang pembentukan nanopartikel. Hasilnya, partikel hiper-stabil
yang dengan mudah mampu mengakomodasi stres yang diberikan oleh

pewarna derajat tinggi (high level tinter) atau pun shear mekanis. Dengan
cara ini cat berupa gloss coating (seperti pada furniture) dapat dibuat yang
merupakan hasil desain nanopartikel untuk mendapatkan permukaan
yang sangat halus sehingga diharapkan memiliki ketahanan terhadap
goresan yang tinggi dan dapat melindungi permukaan dari karat maupun
hal lain.
Kelemahan Penggunaan Cat
a) Pemudaran Warna
Proses pemudaran warna cat dan penurunan kualitasnya adalah
proses alami. Beberapa penyebab degradasi ini antara lain sinar
UV dan bahan kimia. Sebenarnya bukan hanya cat mobil saja yang
dapat rusak karena sinar UV, kita pun dapat mengalami kanker kulit
bila terkena sinar UV terlalu banyak.
Penyebab yang utama pudarnya cat bodi yakni bahan kimia.
Namun sayangnya ini sering tidak disadari oleh pengguna
kendaraan karena memang minimnya informasi. Bahan kimia
merusak (harmful) ini biasanya menyentuh body kendaraan kita
dalam wujud yang sebenarnya tidak asing lagi. Misalnya kotoran
burung, serangga, polutan di udara, pemoles mobil, garam, dan
lain-lain.
b) Kotoran burung dan serangga yang tertabrak
Sebenarnya mudah saja untuk membersihkannya saat mereka
masih basah (belum lama mendarat pada body mobil) tetapi kita
sering kali meremehkannya atau memang tidak sempat untuk
cepat-cepat membersihkannya. Yang sulit itu kalau mereka sudah
mengering. Hati-hati membersihkan kotoran burung yang sudah
mengering dan menjadi keras; salah-salah Anda malah menggores
cat mobil. Disamping sulit dibersihkan setelah mengering, kotoran
burung dan sisa serangga yang tertabrak akan dapat memudarkan
area cat yang ditutupinya.
c) Polutan di udara

Seperti anda ketahui, udara mengandung banyak zat kimia dalam


wujud gas. Khususnya di lingkungan yang tinggi polusi udara
seperti di beberapa kota besar di Indonesia kandungan asam nitrat
(HNO3) terbilang tinggi. Nah asam nitrat ini bersifat merusak lapisan
cat mobil anda baik dalam wujud gas maupun cari (saat terbawa air
hujan).
d) Pemoles Mobil
Meskipun bertujuan untuk mencerahkan cat kendaraan tetapi anda
harus berhati-hati dalam memanfaatkan pemoles. Pemoles bekerja
dengan cara mengikis lapisan cat menggunakan bahan-bahan
abrasive. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan usia cat mobil
berkurang. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari penggunaan
pemoles mobil (car polish).
e) Garam
Kandungan

garam

pada

air

apabila

cukup

tinggi

akan

membahayakan karena garam akan mempercepat proses korosi.


Tak jarang serangan asma atau alergi, mendadak muncul, selain
kemungkinan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta
mengakibatkan

pusing.

Dalam

jangka

waktu

lama

bisa

menyebabkan kanker.
Trichloroethylene (TCE) ini biasanya dicampur dengan larutan tinta
dan tip-x pelapis dinding furniture seperti cat dan vernis. dalan konsentrasi
rendah bisa menyebabkan kepala terasa sakit, pusing, paru-paru teritasi
dan sulit konsentrasi bila tercium terus menerus bisa mengakibatkan
kerusakan pada ginjal liver dan syaraf
Benzena memiliki efek samping yang berbahaya. Saat benzana
tercium, zat ini akan masuk ke sel-sel darah dan lama kelamaan merusak
sumsum tulang balakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang
dan timbul penyakit anemia. Efek lain kekebalan tubuh akan berkurang
sehingga kita mudah terinfeksi.Kandungan Benzana yang tinggi bisa
mempercepat detak jantung, badan menjadi gemetaran, gelisah bahkan

bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran dan kematian. Pada wanita zat


ini berakibat buruk pada siklus menstruasi . Benzana biasanya dipakai
dalam industri plastik. Karenanya benda-benda yang terbuat dari plastik
kemungkingan mengandung zat ini.
Manfaat Nanoteknologi pada Industri Cat
Cat adalah bahan kimia yang termasuk dalam bidang industri. Cat
adalah suspensi dari padatan yang terbagi halus (terdispersi) di dalam
suatu cairan. Padatan bersuspensi ini berfungsi untuk melindungi
permukaan, untuk keperluan dekoratif, dan sebagai pelapis tipis baik yang
tidak tembus cahaya maupun transparan. Oleh karena itu, permukaan
benda yang dicat terlindung dari proses perkaratan, serangan serangga,
dan jamur.
Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk
yang digunakan untuk melindungi dan memberikan warna pada suatu
objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen.
Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk
menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan
industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau
pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air). Cat
digunakan mulai dari cat rumah, perabot rumah, dan berbagai peralatan
sampai kepada mobil. Gunanya, selain untuk menambah keindahan
barang yang dicat juga untuk melindungi bahan yang dicat dari karat,
khususnya logam. Mulai dari pagar besi, teralis dan sampai kepada perut
kapal laut ataupun tanker.
Penerapan nanoteknologi juga dapat diterapkan pada lukisan
dengan bantuan FeO3. Dengan adanya nanoteknologi, larutan suspensi
nanopartikel FeO3 digunakan untuk menghilangkan jelaga, minyak, lilin,
dan bintik rumah terbang dari permukaan lukisan minyak sejarah. Salah
satu

sifat

penting

dari

nanopartikel

seng

oksida

adalah

efek

membersihkan diri mereka di permukaan mereka diterapkan ke dengan


adanya radiasi UV. Fenomena ini dijelaskan oleh fakta bahwa partikel zinc

oxide, terutama karena ukurannya berkurang, bisa menyerap radiasi UV


dan menggunakan energi itu untuk menghancurkan kotoran pada
permukaan. Selain itu, nanopartikel seng oksida mencegah akumulasi
debu atau kotoran pada permukaan bahan yang berbeda dengan apa
yang dikenal sebagai "efek lotus". Studi telah melaporkan penggunaan
nanopartikel oksida seng dalam metode kimia dan fisik nano peresapan
atau pelapis untuk aplikasi fungsional perlindungan, hambatan, energi
portabel, sensor, wallpaper dan film dengan aktivitas antibakteri. Selain
itu, nanopartikel seng oksida aman untuk digunakan karena mereka tidak
beracun bagi sel manusia.
Metode baru memungkinkan kontrol akurat dari wilayah yang akan
dibersihkan tanpa efek pada sisa permukaan. Metode baru tidak
memerlukan pengalaman panjang atau pelatihan khusus. Metode ini juga
aman untuk lapisan pernis pelindung, baik alamiah maupun sintetis, untuk
permukaan lukisan, dan untuk lapisan warna dalam kasus lukisan nondipernis minyak.
Pada penelitian ini, penghapusan kotoran dan terbang bintik dari
permukaan sampel lukisan minyak menggunakan nanopartikel seng
oksida telah diteliti. Setelah penerapan solusi nanopartikel seng oksida,
radiasi UV diterapkan ke daerah tersebut. Hasil dari proses ini dirangkum
dalam tabel I. diamati bahwa berbagai jenis kotoran mulai hancur setelah
25-30 menit dari aplikasi suspensi, yang juga jelas secara visual. Namun,
mereka tidak mudah untuk menghapus sepenuhnya dan dengan demikian
solusi yang tersisa sampai penghapusan lengkap dapat dengan mudah
dilakukan dengan kapas. Di antara kotoran, yang paling mudah
terdegradasi adalah bintik rumah terbang, diikuti oleh jelaga, minyak, lilin,
dan campuran kotoran, yang terdiri dari campuran sebelumnya.
Sebuah metode baru untuk menghilangkan berbagai jenis kotoran
(jelaga, minyak, lilin, dan bintik rumah terbang) dari permukaan lukisan
minyak ditunjukkan. Metode ini terdiri atas penerapan larutan air yang
mengandung 0,5% nanopartikel seng oksida pada beberapa sampel

mockup lukisan minyak ditutupi dengan jumlah besar kotoran (jelaga,


minyak, lilin, bintik rumah terbang dan campuran kotoran) dan kemudian
menundukkan mereka untuk radiasi UV pada 365 nm selama 30 sampai
120 menit untuk mempercepat proses disintegrasi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Sebuah Metode Baru untuk Pembersihan Lukisan Cat Minyak
Menggunakan Zinc Oxide Nanopartikel. (online). Diakses tanggal 5
Februari 2015.
Anonim. Titanium Dioxide. (online). http://en.wikipedia.org/. Diakses
tanggal 5 Februari 2015.
Syifa, Savitri Nurul. 2012. Efek Samping dan Kegunaan Cat. (online).
http://vitoy20.blogspot.com/2012/01/efek-samping-dan-kegunaancat.html. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
Untu,

Patricia.

2012.

Ragam

Manfaat

Nanoteknologi.

https://www.scribd.com/doc/166595596/Ragam-ManfaatNanoteknologi. Diakses tanggal 5 Februari 2015.

(online).