Anda di halaman 1dari 3

Bunga Deposito Bank BUMN Turun Jadi 8%

Kami memilih topik adalah dikarenakan menurut kami langkah BI untuk


memangkas BI Rate dan mencanangkan pemangkasan bunga deposito,
simpanan dan kredit bagi bank BUMN dan Swasta akan sangat dapat
mendorong modal dari tabungan atau deposito ke sektor riil dan finansial.

Langkah ini-pun ditempuh BI karena BI menilai Bank BUMN dan Swasta


yang menerapkan bunga tinggi sangat merugikan masyarakat dan
menguntungkan bank secara sepihak (Profit Margin akan tinggi).

Mengapa menguntungkan bank BUMN dan Swasta secara sepihak ?


Ini dikarenakan bank pada umumnya menarik modal dari para Deposan
dengan insentif bunga yang lumayan tinggi, untuk kemudian modal tersebut
dipakai oleh bank-bank terserbut untuk diinvestasikan kembali baik ke
sektor riil maupun ke sektor finansial. Namun ironisnya bunga kredit yang
diberikan oleh bank ke debitur tergolong sangat tinggi. Mari kita asumsikan
bahwa bunga deposito berkisar 8%- 10% dan bunga kredit sebesar 16%-
18%. Dari sini dapat kita lihat, bank kira-kira akan untung dari selisih bunga
deposito dan bunga kredit sebesar 8%. Ini adalah profit margin yang cukup
besar untuk bank tersebut, belum lagi modal-modal dari deposan tersebut
akan diinvestasikan kembali oleh bank baik dalam bentuk saham, obligasi,
ataupun derivatifnya. Tentulah kebijakan yang ditempuh BI ini kiranya
dapat menurunkan profit margin bagi bank-bank yang hanya ingin
memperoleh keuntungan semata, dan menyadarkan para deposan untuk
mengalokasikan dananya ke sektor finansial (Saham, surat utang negara,
Obligasi, dsb) ataupun ke sektor riil (Mengembangkan usaha, pembelian
aktiva, peminjaman kepada UKM dengan bunga yang wajar) sehingga
mudah-mudahan dengan langkah yang diambil ini perekonomian di
Indonesia akan lebih bergairah dan bisa mencapai target pertumbuhan
perekonomian yang sebelumnya telah diramalkan di tahun ini dan tahun-
tahun kedepan.

(Sumber : Investor Daily, 29-30 Agustus 2009 : Page 11)


Management Investasi

Pembahasan Short News

Nama Kelompok :
Albert Suwita 169
Rosa Jusnita
Albert Amanda
Laporan Portofolio

No Tanggal Pembelian Nama Quantitiy (per Lembar) Price (Rp) Quantitiy x Price

1 28 Agustus 2009 BUMI 285.000 2.950 Rp. 2.433.750.000


2 28 Agustus 2009 BNGA 3.500.000 700 Rp. 2.450.000.000
3 28 Agustus 2009 TLKM 300.000 8.500 Rp. 2.550.000.000
4 28 Agustus 2009 LPCK 10.000.000 250 Rp. 2.500.000.000

Total Rp. 9.933.750.000

Modal untuk berinvestasi = Rp. 10.000.000.000


Pembelajaan untuk porofolio = Rp. 9.933.750.000
Sisa Cash = Rp. 66.250.000

Keterangan :
BUMI = Bumi Resources Tbk.
BNGA = Bank Niaga Tbk.
TLKM = Telekomunikasi Indonesia Tbk.
LPCK = Lippo Cikarang Tbk.