Anda di halaman 1dari 6

1.

Pendahuluan
Briket adalah gumpalan yang terbuat dari bahan lunak yang dikeraskan. Briket
merupakan salah satubahan bakar alternatif yang memiliki prospek bagus untuk
dikembangkan. Karena, selain dari prosespembuatannya yang mudah, ketersediaan
bahan bakunya juga mudah didapat. Pada dasarnya briket bioarang adalah salah satu
inovasi energi alternatif sebagai pengganti arangkonvensional yang berasal dari kayu.
Bahan dasarnya dapat di ambil dari serasah dan daun-daunkering lainnya.
Keuntungan yang diperoleh dari briket bioarang ini antara lain adalah :
1. Dapat menghasilkan panas pembakaran yang tinggi
2. Asap yang dihasilkan lebih sedikit daripada arang konvensional, sehingga
meminimalisir pencemaran udara
3. Bentuknya lebih seragam dan menarik, karena dicetak dengan menggunakan
alat cetak sederhana
4. Pembuatan bahan baku tidak menimbulkan masalah dan dapat mengurangi
pencemaranlingkungan
5. Pada kondisi tertentu dapat menggantikan fungsi minyak tanah dan kayu bakar
sebagai sumber energi bahan bakar untuk keperluan rumah tangga
6. Lebih murah bila dibandingkan dengan minyak tanah atau arang kayu.
7. Masa bakar jauh lebih lama daripada arang biasa.
2. Bahan Baku
Cangkang Sawit yang dapat dianggap seperti pelet alami dan bahan bakar yang
tinggi terbarukan kelas solid untuk membakar, seperti yang diterima, baik dalam
campuran dengan batubara yang dibakar di pembangkit listrik biomassa, biasanya
dicampur dengan kelas lainnya dari biomassa, seperti serpihan kayu. Tempurung
kelapa sawit merupakan salah satu limbah pengolahan minyak kelapa sawit yang
cukup besar, yaitu mencapai 60% dari produksi minyak. Cangkang sawit merupakan
bagian paling keras pada komponen yang terdapat pada kelapa sawit. Saat ini
pemanfaatan cangkang sawit di berbagai industri pengolahan minyak CPO belum
begitu maksimal. Ditinjau dari karakteristik bahan baku, jika dibandingkan dengan
tempurung kelapa biasa, tempurung kelapa sawit memiliki banyak kemiripan.

Perbedaannya yaitu pada kadar abu (ash content) yang biasanya mempengaruhi
kualitas produk yang dihasilkan oleh tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit.
(Sources data: media artikel terkait, data litbang Kementan ,data diolah F. Hero K.
Purba).
Cangkang sawit / Palm kernel shell telah menjadi salah satu industri kelapa sawit
yang

berharga

dalam

komoditi,

penggunaan

banyak

atau

aplikasi

telah

dikembangkan. Karena nilai kalori tinggi inti sawit shell, komoditas ini telah
beenone dari bahan biomassa kunci untuk menggantikan bahan bakar fosil untuk
pembangkit listrik tenaga uap, namun karena studi kajian banyak dilakukan.
Cangkang kelapa sawit dimanfaatkan sebagai briket arang. Briket arang merupakan
salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) dan arang
kayu bakau. Sayangnya dalam pengelolaan briket dari cangkang kelapa sawit ini
masih dilakukan di luar negeri. Tempurung sawit/ cangkang sawit dapat juga dibuat
menjadi asap cair yang merupakan hasil sampingan dari industriarang aktif tersebut
mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan dibuang ke
atmosfir. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian senyawasenyawa organik yang terdapat dalam kayu sewaktu proses pirolisis.
Pada saat sekarang ini pembuatan Biomassa dari cangkang sawit dapat diolah
menjadi bioarang, yang merupakan bahan bakar yang memiliki nilai kalor yang
cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saat ini
sedang digencarkan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku dalam teknologi
biomassa untuk diolah sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Cangkang
sawit

/batok

kelapa

sawit

yang

dijadikan

briket

arang

yang

saat

ini

pengembangannya mulai dilirik oleh para peneliti. Diharapkan kedepan untuk


biomassa dari cangkang sawit ini lebih dibanyak dilakukan kajian dan pengolahan
yang lebih baik lagi untuk pengembangan pasar yang lebih baik lagi.

3. Briket dari Cangkang Kelapa Sawit


Produk samping dari pengolahan kelapa sawit adalah cangkang sawit yang
asalnya dari tempurung kelapa sawit. Cangkang sawit merupakan bagian paling keras
pada komponen yang terdapat pada kelapa sawit. Saat ini pemanfaatan cangkang
sawit di berbagai industri pengolahan minyak CPO belum begitu maksimal. Ditinjau
dari karakteristik bahan baku, jika dibandingkan dengan tempurung kelapa biasa,
tempurung kelapa sawit memiliki banyak kemiripan. Perbedaan yang mencolok yaitu
pada kadar abu (ash content) yang biasanya mempengaruhi kualitas produk yang
dihasilkan oleh tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit.
Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu limbah industry sawit yang cukup
banyak, serta sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut
tidak mempunyai nilai ekonomis yang tinggi namun bila dibiarkan berserakan akan
menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Pemafaatan cangkang kelapa sawit sebagai
sumber energy berupa briket arang dapat memberikan keuntungan secara financial,

juga akan membantu didalam pelestarian lingkungan. Selain itu pada cangkang
kelapa sawit juga baik digunakan sebagai arang karena termasuk bahan yang
berkadar karbon tinggi dan mempunyai berat jenis yang lebih tinggi daripada kayu.
Sehingga karakteristik ini memungkinkan bahan tersebut baik untuk dijadikan arang
yang mempunyai energi panas tinggi sebesar 20.093 kJ/Kg.
Pemanfaatan limbah agaro industri sebagai bahan baku briket dinilai strategis
untuk mengantikan BBM yang saat ini melambung tinggi seperti minyak tanah yang
sehari-hari digunakan oleh masyarakat ekonomi lemah. Briket yang di hasilkan dari
arang cangkang kelapa sawit ini lebih rama linkungan karena tidak mengasilkan
emisi gas beracun seperti NOx dan SOx.
4. Proses Pembuatan Briket dari Cangkang Kelapa Sawit
Proses produksi pembuatan briket dari cangkang kelapa sawit sebagai berikut :
1. Cangkang kelapa sawit dibersihkan terlebih dahulu kemudian direndam
dengan larutan NaOH, dengan lama perendaman 1 jam.
2. Setelah perendaman cangkang kelapa sawit selanjutnya ditiriskan dan
dikeringkan dengan cara dijemur.
3. Cangkang sawit dimasukkan ke dalam kaleng pembakaran yang tahan panas
dan tutup rapat.
4. Lalu panskan selama 4 jam sampai cangkang kelapa sawit menjadi arang
dan tidak menghasilkan asp lagi
5. Setelah proses pengarangan selesai pengarangan dihentikan dan biarkan
arang sampai menjadi dingin
6. Arang yang dihasilkan kemudian digiling selama 1 jam dan diayak untuk
mendapatkan arang dengan ukuran 100 mesh

7. Arang yang berukuran 100 mesh dicampur dengan perekat (lem kanji)
dengan persentase berat lem perekat 4% dari berat bahan baku.
8. Campuran arang dan perekat dimasukan kedalam alat pencetak briket dan
dicetak dengan hidrolik press 2 ton ditahan selama 10 menit

9. Lalu briket di jemur dibawah sinar matahari selama 3 hari atau oven dengan
sushu 105 c selama 5 jam.

5. Perusahaan yang Menggunakan Briket


a. Pabrik Air Minum, digunakan sebagai filter air. Contoh perusahaan :
PT. Global Water Pratama, PT. Tirta Sibayakindo.
b. Pabrik pengolahan teh, digunakan sebagai pengganti kayu bakar.
Contoh perusahaan : Pabrik Teh Bah Butong, yaitu PTPN IV.

Perhitungan Energi
Input :
Asumsi bahan baku adalah 100kg cangkang sawit dengan kadar air 10%
(cangkang kering)
1. Pada proses perendaman dan pengeringan dengan sinar matahari, tidak
digunakan energy
2. Pada proses pembakaran, diasumsikan untuk membakar 100 kg cangkang
sawit selama 4 jam dibutuhkan 50 kg kayu bakar
50 kg x 4.205.000 kal/kg = 210.250 kkal
3. Mesin pengiling 100 mesh dipakai selama 1 jam dengan spesifikasi mesin
3000 watt dan kapasitas pengilingan 180 kg/jam
3000 watt x 1600 s = 4800000 J = 1142857 kalori = 1142,9 kkal
4. Pencentakan menggunakan mesin press 2 ton memakai tangan, tidak
dihitung energy
5. Dengan kadar air 10%, diasumsi briket yang didapat adalah 90 Kg, dari
literature : 1 gram briket cangkang kelapa sawit menghasilkan 5303,07
kal/gram
Jadi : 90 Kg x 1000 x 5303,07 = 477.276.3 kkal
6. Perhitungan energy out/ energy cost = 477.276,3 / 210.250 + 1142,9 =
2,25
Kesimpulan
Briket dari cangkang sawit ini layak untuk dikembangkan