Anda di halaman 1dari 8

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Struktur Hewan dengan judul Sistem Integumen yang
disusun oleh:
Nama

: Nur Amaliah

NIM

: 1114040017

Kelas

:A

Kelompok

: IV

Telah diperiksa oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka laporan ini dinyatakan diterima.

Makassar, Mei 2012


Koordinator Asisten,

Asisten,

(Muhammad Rizaldy Triaz Jaya)


NIM: 081 404 024

(Munawir Nasir)
NIM : 091 404 015

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab

(Arsad Bahri, S.Pd.,M.Pd)


NIP: 19840115200604100

A. Dasar Teori
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan
menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan
bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, Carapak,
tanduk, ranggah, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari
bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup". Kulit manusia terdiri atas epidermis dan
dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar
sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan
korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat
mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan
lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan
germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada
lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada
kulit. Lapisan dermis mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung syaraf, kelenjar keringat,
dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang
dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hari, tergantung pada kebutuhan tubuh dan
pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea (Pagarra, 2012).
Epidermis berkembang dari ektoderm dan hipodermis merupakan turunan dari mesoderm.
Pada mulanya epidermis tersusun atas beberapa lapis sel berbentuk kubus. Proliferasi dari sel ini
menghasilkan lapisan sel epidermis dan proloferasi sel basal menambah dengan cepat ketebalan
sel yang berada diluarnya. Invagansi dan proliferasi sel basal bertambah dengan cepat ketebalan
sel yang berada diluarnya. Invagansi dan proliferasi sel basal kedalam lapisan dibawah epidermis
seperti dermis dan hypodermis menandakan adanya rambut, bulu dan kelenjar, yang mana sel
dari jaringan tersebut diatas berhubungan dengan sel epidermis. Dermis dan hipodermis
berkembang dari mesenkhim khusus. Poliferasi dan difrensiasi yang cepat dari sel mesenkhim
menghasilkan jaringan yang ditandai dengan jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat (Tim
Penyusun, 2002).
Fungsi kulit: (a) Membungkus serta melindungi tubuh hewan terhadap pengaruh luar yang
merugikan. (b) Ikut mengatur suhu tubuh serta kadar air. (c) Membuang garam dan hasil
metabolisme yang berlebihan. (d) Melindungi tubuh terhadap pengaruh fisik, kimia dan jasad
renik kedalam tubuh. Beberapa kelenjar kulit yang berperan dalam berbagai fungsi sekresi kulit,
antara lain : Kelenjar Palit, Kelenjar Peluh, Kelenjar ambing dan kelenjar kulit khusus. Beberapa
struktur yang merupakan turunan dari kulit adalah : rambut, bulu, kuku, tanduk, jengger, pial dan
gelambir (Susilowati, 2000).
Melanosit adalah sel pembentuk pigmen yang juga dikenal dengan nama : Dermal
chromatophore. Terdapat diantara stratum basale dan stratum spinosum tapi dapat juga terdapat
pada stratum papillare dari korium. Sel ini mempunyai bentuk khusus yakni memiliki penjuluran
yang menyusup sampai stratum spinosum untuk melepas pigmen melanin pigmen tersebut
selanjutnya diambil oleh sel pada lapis tersebut. Melanosit yang tidak berfungsi (istirahat) dikenal
dengan sel cerah (clear cells). Sedangkan melanosit yang berfungsi dapat dikenali dengan
reaksi DOPA (dihydroxyphenylalanine) yaitu melakukan sintesa komplek mengubah DOPA
menjadi melanin. Reaksi DOPA inilah yang membedakan sel yang dapat membuat pigmen dan
sel yang hanya menampung pigmen dalam epidermis. Melanin berfungsi melindungi tubuh
terhadap pengaruh sinar ultraviolet yang memiliki daya tembus kuat. Sebagian sinar ditahan oleh
pigmen melanin. Pada beberapa organisme melanin mungkin tidak ada ( albinisme) mis : kerbau,
sapi, harimau dan kera. Dari segi perkembangan ternak piara, albinisme agaknya dianggap suatu
cacad keindahan. Kenyataan pada derajat albino yang kuat terdapat gejala takut sinar dan kondisi
tubuhnya lebih lemah dari normal. Peristiwa hilang atau tidak cukupnya produksi melanosit yakni
sel penghasil melanin juga disebut White Spots(Budiyono,2011).

B. Tujuan Praktikum
1. Untuk mengamati struktur anatomi sisik tanduk
2. Untuk mengamati struktur bulu
3. Untuk mengamati integumen dan derivate.

C. Prosedur Kerja
1. Menyediakan bahan-bahan yang akan diamati strukturnya.
2. Mengamati secara seksama struktur anatomi sisik tanduk, struktur bulu,integument dan
derivatnya
3. Memerhatikan bentuk dan bagian-bagian pada tiap bahan yang tersedia.
4. Menggambar hasil pengamatan yang didapat.

D. Hasil Pengamatan
1. Pluma,plumula,filopluma
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.

Rachis
Barb
Afterfeather
Downy barbs
Hollow shaft,
Calamus
6.Vane

2. Taji ayam
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan

1. Taji
2. Digiti
3. Kuku

3. Kuku
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1.
2.
3.
4.

Distal edge
of nail plate
Lateral nail
folds
Lunula
Cuticle

5. Proximal nail
fold

4. Tori
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1. Carpal ball
2. Digital ball
of toe
3. Plantar ball
4. Digital ball

5. Telapak kambing
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Bulb
Angle of wall
Angle of sole
Bar
White line
Hoof wall
Sole
Apeks
Collateral
sulcus

10. Central sulcus

6. Tanduk
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1. Bone
2. Skin
3. Horn

7. Plastron
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.

Gular
Humeral
Pectoral
Abdominal
Femoral
6. anal

8. Carapak
Gambar pembanding

Gambar hasil pengamatan

Keterangan

1.
2.
3.
4.

Nuchal
Pleural
Vertebra
Marginal

E. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pertama yang diamati adalah struktur dari bulu. Bulu
menutupi seluruh permukaan tubuh aves. Pada aves jenis-jenis buli adalah sebagai berikut :
(a) Pluma : Menutupi pada daerah tertentu pada tubuh. Pada bagian sayap disebut remiges, pada
ekor disebut retises (b) Plumula : Jenis bulu yang kecil dengan rachis banyak, terdapat rami dan
radi dab tanpa Radioli. Berfungsi sebagai Isolasi, terutama pada anak burung (c) Filoplumae :
Merupakan rambut bulu yang sangat halus. Terdiri atas Rakhis dan rami, Calamus tereduksi.
Karakteristik pada Kasuari. Dimana Hiporakhis sama tinggi dengan Rakhis, sedang burung lain
Hiporakhis lebih pendek daripada Rakhis.
Berdasarkan pengamatan kedua yang diamati adalah taji ayam. Taji merupakan suatu
penonjolan dari tulang tarsal dan metatarsal yang diselubungi oleh zat tanduk. Taji memiliki
struktur yang hampir sama dengan struktur kuku secara umumnya.
Berdasarkan pengamatan ketiga yang diamati adalah kuku. Kuku terdiri dari tiga bagian,
sebagai berikut:1) Badan kuku atau lempeng kuku (nail plate): yaitu bagian yang kelihatan dari
kuku yang berada di atas palung kuku mulai dari atas batas akar sampai tepi ujung lepas.2) Akar
kuku (free edge): akar kuku berada pada dasar kuku dan tersembunyi dibawah kulit, akar kuku
berasal dari jaringan yang tumbuh yaitu matrix atau kandungan kuku.3) Ujung lepas: bagian
yang berbatasan dengan badan kuku dan ujung jari.
Berdasarkan pengamatan keempat yang diamati adalah tori (bantalan kaki). Tori
merupakan modifikasi dari sisik epidermal, bersifat elastis, terdiri atas serabut-serabut elastin dan
sel-sel lemak. Jumlah maksimal 11 buah. Bantalan kaki hewan karnivora mengalami penandukan
yang hebat menebal, berpigmen kuat dan bagian kulit yang tidak berbulu berguna untuk
perpindahan (lokomosi).
Berdasarkan pengamatan kelima yang diamati adalah telapak kambing. Pada telapak
kambing terdapat bagian unguis dan sub unguis. Unguis merupakan perisai tanduk yang
menutupi ujung jari. Sub unguis menempati bagian dalam unguis, berbentuk seperti huruf U atau
V. jaringan menanduk yang lebih lunak yang terdapat pada bagian belakang sub-unguis disebut
kunguis. Khas bagi hewan ungulata.

Berdasarkan pengamatan keenam yang diamati adalah tanduk. Tanduk merupakan salah
satu turunan integumen. Tanduk adalah sepasang tonjolan yang mencuat dari kepala. Terbuat dari
bahan tulang maupun zat tanduk. Salah satu contoh dari tanduk adalah tanduk kosong.Dibangun
oleh suatu sumbu tulang, merupakan tonjolan dari tulang frontal ppada kranium yang ditutupi
oleh suatu seludang tanduk yang tebal. Tidak pernah dilepaskan dan diganti. Tidak bercabang.
Terdapat bagian-bagian yang disebut epidermal horn, bagian tanduk yang paling panjang dan
runcing. Bony core, mengandung serabut-serabut keratin yang apabila tanduk dan taji tersebut
mati maka akan membentuk ruang di dalamnya. Tanduk jenis ini dapat ditemukan pada tanduk
kambing, domba, kerbau dan sapi.
Berdasarkan pengamatan ketujuh yang diamati adalah plastron. Plastron dibangun
bermacam-macam plat tandik, berturut-turut dari depan ke belakang :Gular anterior , Humeral,
Pektoral, Abdominal, Femoral, Anal.
Berdasarkan pengamatan yang kedelapan yang diamati adalah carapak. Carapak atau
penandukan epidermis membentuk perisai pelindung, sebelah dorsal. Carapak terdapat pada
Chelonia (penyu). Carapak terdiri atas 3 macam plat tanduk yaitu : a. Plat Marginal : terdapat
pada Bagian pinggir b. Suatu seri dari olat-plat tanduk ditengah dari depan ke belakang berturutturut disebut : Nukhal, Neural dan Pigal c. Plat Kostal : antara neural dan marginal, bersatu
dengan rusuk.

F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan bahwa pada aves terdapat tiga
jenis bulu yaitu plumae, plumula dan filopluma. Pada taji ayam disimpulkan bahwa taji memiliki
struktur yang hampir sama dengan struktur kuku secara umumnya. Pada kuku disimpulkan bahwa
kuku terdiri dari tiga bagian, sebagai berikut: badan kuku atau lempeng kuku (nail plate), akar
kuku (free edge) dan ujung lepas. Pada tanduk disimpulkan bahwa terdapat bagian-bagian yang
disebut epidermal horn, bagian tanduk yang paling panjang dan runcing, bony core, mengandung
serabut-serabut keratin yang apabila tanduk dan taji tersebut mati maka akan membentuk ruang di
dalamnya. Pada plastron disimpulkan bahwa plastron dibangun bermacam-macam plat tandik,
berturut-turut dari depan ke belakang :Gular anterior , Humeral, Pektoral, Abdominal, Femoral,
Anal. Pada carapak disimpulkan bahwa carapak terdiri atas 3 macam plat tanduk yaitu : a. Plat
Marginal : terdapat pada Bagian pinggir b. Suatu seri dari olat-plat tanduk ditengah dari depan ke
belakang berturut-turut disebut : Nukhal, Neural dan Pigal c. Plat Kostal : antara neural dan
marginal, bersatu dengan rusuk.

G. Saran
1. Praktikan sebaiknya lebih sistematis dan terkoordinir dalam melakukan praktikum agar
praktikum berjalan dengan tenang.
2. Untuk laboran agar preparat yang disediakan lebih lengkap lagi.
3. Sebaiknya asisten lebih memperhatikan dan mengkoordinir jalannya praktikum yang
dilakukan oleh praktikan dan mengoreksi hasil pengamatan praktikan bila terdapat
kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA
Budiyono, Setiadi. 2011. Anatomi Tubuh Manusia. Bekasi : Laskar Aksara.
Pagarra, Halifah. 2012. Struktur Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Susilowati. 2000. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan, Fisiologi Tumbuhan, Zoologi
Vertebrata, Struktur Hewan. Malang : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri
Malang.
Tim Penyusun. 2002. PR Biologi. Semarang : Intan Pariwara.