Anda di halaman 1dari 45

Dalam dunia percetakan jaman ini sudah pasti memadukan mesin digital karena

kemajuan teknologi digital. Sedangkan pengertian digital printing itu sendiri adalah
proses printing atau cetak yang menggunakan mesin digital atau mesin berteknologi
digital ke media cetak yang akan digunakan. Seperti membuat MMT atau spanduk
untuk baliho, menggunakan mesin digital printing outdoor yang bisa mencetak pada
bahan semi plastik. Untuk sebuah baliho yang besar tentunya harus menggunakan
bahan dasar yang kuat. Contoh lain hasil dari digital printing adalah kartu nama,
undangan, poster dan lainnya. Beberapa produk tersebut bisa dicetak menggunakan
mesin digital printing karena hasil yang sangat bagus.
Harga mesin digital printing saat ini beragam karena produsen juga beragam. Ada
buatan jepang, jerman, dan china. Tentu harga dan kualitas printing sebanding karena
teknologi yang digunakan sama namun kualitas seluk beluk pembuatan mesin pastilah
berbeda. Mesin digital printing murah yang bisa digunakan saat ini sudah mencakup
ukuran A3+, ukuran ini sangat populer dalam dunia percetakan.
Beberapa contoh mesin berteknologi digital atau mesin digital printing

Bisa dilihat berbagai macam mesin digital printing yang telah ada dan sangat
bermanfaat untuk kebutuhan pekerjaan. Demikian sedikit ulasan mengenai pengertian
digital printing yang banyak manfaatnya dalam dunia periklanan.
Banyak dari kita yang suka bingung kalo ditanya apa sih digital printing itu? pasti jawabannya akan
berbeda-beda setiap orang even orang tersebut sudah berkecimpung di dunia digital print. Oleh
karena itu saya ingin sedikit mengulas digital printing agar bisa menjadi acuan bagi yang
memerlukannya terutama calon-calon pengusaha digital printing.

DIGITAL PRINTING secara umum kami bagi menjadi 3 yaitu :


1

Digital Printing WIDE FORMAT, yaitu digital printing yang fokus kepada percetakan
super lebar, biasanya di atas 3,2 m. Produk-produk yang dihasilkan seperti BALIHO,
GIANT BANNER, SPANDUK atau BILLBOARD. Ciri yang paling utama dari digital printing
jenis ini adalah mesin yang digunakan memiliki ukuran 3,2m sampai dengan 5m, tidak
mementingkan detail atau resolusi tinggi karena akan dilihat dari jarak jauh, menggunakan
tinta solvent yg keras karena memerlukan ketahanan tinta yang lama. Keunggulan digital
printing ini dapat mencetak dalam jumlah banyak dalam waktu singkat sehingga biasanya
digital printing ini fokus ke pelayanan pilkada,pemilu atau kebutuhan perusahaan yang
banyak seperti rokok,otomotif dan sebagainya. Kelemahan digital printing wide format ini
tidak bisa mencetak dengan kualitas tinggi sehingga untuk cetakan kelas premium atau
cetakan yang menuntut kualitas akan menemui

kesulitan.

Digital Printing Large Format Premium, yaitu digital printing yang melayani cetakan
dengan mengutamakan kualitas dan memiliki lebar cetakan di bawah 2m. Ciri utama dari
digital printing jenis ini adalah mesin-mesin yang digunakan ukurannya mulai dari 1-2,6 m
dengan merk seperti ROLAND, MUTOH, MIMAKI, HP dan epson. Produk yang dihasilkan
umumnya berupa x-banner, roll banner, poster, photo, canvas, spanduk, sticker dan
sebagainya. Anda tentu sering melihat poster2 di mall atau rumah makan atau di kantor2,
nah itu biasanya diproduksi dengan mesin digital printing kelas premium atau biasa juga
disebut large format. Kelemahan dari jenis ini adalah tidak bisa mencetak dalam ukuran
yang sangat besar kecuali disambung. Tapi keunggulan yang sangat mencolok dari jenis
digital ini adalah fleksibilitas produknya atau turunan produknya yang sangat banyak
karena mesin2 large format dapat dikembangkan untuk memproduksi produk-produk
kreatif seperti kaos, tas, jok motor, jok mobil, helm, sticker motor atau mobil, sticker
display dan sebagainya yang mana produk-produk ini tidak bisa dikerjakan menggunakan

mesin WIDE FORMAT 3,2m.

Digital Printing OFFSET atau OFFSET DIGITAL, jenis digital printing ini adalah model yg
paling mirip offset dimana mesin-mesin yang digunakan adalah sebagai berikut CANON,
FUJIXEROX, HP INDIGO, KONICA BIZHUB, KODAK dan sebagainya. Produk yang
dihasilkan dari jenis ini adalah kartu nama, poster, flyer, buku, cetak warna, photobook,
karton dan sebagainya. Yang jelas jenis usaha printing ini memiliki keterbatasan cetak
yang biasanya hanya berukuran A3+ atau 3248 cm. Jenis digital printing ini sangat cocok
untuk melayani olah dokumen yang dibutuhkan perusahaan dan mahasiswa seperti

pembuatan buku laporan, kalender pribadi, buku textbook dan sebagainya.

Cutting Sticker, sebenarnya tidak terlalu pas kalo dimasukkan ke dalam digital printing
tapi karena jenis usaha ini biasanya paling banyak digabungkan dengan 3 jenis usaha di
atas maka saya masukkan saja. Cutting sticker bisnis yang melayani jasa pembuatan
sticker menggunakan bahan atau vinyl yang sudah ada warna-warnanya dan dicutting
sesuai pola sehingga membentuk gambar yang kita inginkan. Bisnis ini banyak dibutuhkan
oleh perorangan, perusahaan sampai ke bengkel-bengkel mobil dan perusahaan dekorasi
atau konsultan design interior.

Apa itu Digital Printing?

Secara umum pengertian dari Digital Printing itu sendiri


adalah proses pencetakan sebuah gambar kedalam sebuah media cetak yang bisa dinikmati atau
dilihat oleh masyarakat luas. jika kita berjalan - jalan di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya
maka seluruh sudut kota dihiasi dengan aneka macam reklame baik itu yang digital maupun yang
non digital. Selain media televisi, Digital Printing merupakan sarana yang cukup efektif untuk
menyampaikan pesan - pesan sponsor dari sebuah Usaha, Organisasi, Industri/Perusahaan
bahkan akhir - akhir ini saya sering melihat Dinas Pemerintahan ikut andil dalam penggunaan
sarana Digital Printing untuk mengkampanyekan pesan - pesan mereka. Dilihat dari wacana diatas,
maka sangatlah potensial untuk membuka sebuah peluang usaha baru dibidang percetakan digital
baik itu cetak outdoor maupun indoor. Dibawah ini merupakan salah satu contoh produk Digital
Printing

Indoor

Sedangkan

untuk

produk

Digital

Printing

Outdoor

yaitu:

Sebetulnya masih banyak lagi contoh - contoh produk Digital Printing baik itu Indoor maupun
Outdoor. Tahun 2013 - 2014 adalah moment yang amat sangat berharga bagi Industri Digital
Printing karena pada tahun tersebut negara kita melaksanakan pesta akbar demokrasi.

Digital Printing
Digital Printing adalah metode modern dalam mencetak (printing) dari data digital yang dioleh oleh
komputer untuk kemudian dikeluarkan oleh mesin cetak (printer) baik melalui teknologi Inkjet,
maupun teknologi Laser.

Satu keistimewaan dari metode ini adalah:

Kemampuan dalam mencetak dengan jumlah minimum (meskipun hanya satu lembar
dokumen.

Kecepatan yang sangat istimewa. Salah satu kelebihan dari digital printing adalah
kecepatan, tanpa harus menunggu berhari-hari lagi dalam mencetak dokumen.

Berkualitas tinggi. Teknologi Cetak Digital hingga saat ini telah sangat mapan.
Memberikan kualitas setara dengan hasil cetak analog.

Dengan metode digital printing, beragam kebutuhan cetak anda mampu diselesaikan dengan cepat
dan akurat. Diantaranya:
1.

Brosur & Leaflet

2.

Stationary

3.

Company Profile, Annual Report

4.

POD Book

5.

Menu Book

6.

Poster

7.

etc

Digital Printing |
Percetakan |
Souvenir
Jumat, 27 September 2013

Sejarah Perkembangan Dunia Percetakan

Pencetakan sebuah manuskrip memiliki sejarah panjang. Ini tak semata terkait dengan
mesin cetak yang ditemukan Johannas Gutenberg. Namun, lebih memiliki kaitan dengan
kegiatan percetakan yang telah dilakukan lama sebelumnya. Termasuk,
perkembangannya di dunia Islam. Menurut Dr Geoffrey Roper, seorang konsultan
perpustakaan yang bekerja dengan Institute for the Study of Muslim Civilisations, London,

Inggris, Gutenberg diakui sebagai orang pertama yang menemukan mesin cetak. Namun,
menurut Roper, aktivitas mencetak, yaitu membuat sejumlah salinan dari sebuah teks
dengan memindahkannya dari satu permukaan ke permukaan lainnya, khususnya kertas,
yang telah berusia lebih tua dibandingkan penemuan mesin cetak Gutenberg.
Orang-orang Cina telah melakukannya sekitar abad ke-4. Cetakan teks tertua yang
diketahui berangka tahun 868 Masehi, yaitu Diamond Sutra. Ini merupakan sebuah
terjemahan teks Buddha berbahasa Cina yang tersimpan di British Library. Namun, hal
yang tak banyak terekspos adalah sekitar 100 tahun kemudian, Arab Muslim juga
memiliki kemampuan mencetak teks. Termasuk, lembaran Alquran. Ini berawal dari
langkah Muslim untuk mempelajari kemampuan pembuatan kertas dari Cina.
Lalu, umat Islam mengembangkan kemampuan itu di seluruh wilayah Islam. Hal ini
memicu tumbuh berkembangnya produksi manuskrip-manuskrip teks. Pada masa awal
perkembangan kekuasaan Islam, manuskrip tak dibuat secara massal dan tak pula
didistribusikan untuk masyarakat. Kala itu, manuskrip yang ada berisikan penjelasan
tentang shalat, doa-doa, intisari Alquran, dan asmaul husna yang sangat dikenal oleh
Muslim. Apa pun tingkat sosialnya, baik Muslim yang kaya, miskin, terdidik, maupun
berpendidikan
rendah.
Kemudian, baru pada kekuasaan Dinasti Fatimiyah di Mesir, teknik cetak manuskrip di
atas kertas berkembang. Mereka mencetak manuskrip secara massal. Kemudian,
manuskrip-manuskrip hasil cetakan itu dibagikan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Sejumlah cetakan manuskrip itu ditemukan para arkeolog saat dilakukan
penggalian di Fustat atau Kairo lama. Menurut Roper yang dikutip laman Muslimheritage,
cetakan manuskrip tersebut diyakini berasal dari abad ke-10. Cetakan manuskrip sejenis
ditemukan juga di sejumlah tempat lainnya di Mesir. Rope mengungkapkan, iklim kering
di Mesir telah membantu menyelamatkan manuskrip itu sehingga tak membuatnya
menjadi
rusak.
Pada periode kekuasaan Dinasti Mamluk, yang berlangsung pada abad ke-13 hingga
abad ke-16, ditemukan sejumlah cetakan tulisan Arab dengan beragam gaya, di
antaranya adalah Kufi. Perkembangan kegiatan percetakan di dunia Islam berlangsung
hingga 500 tahun. Sejumlah hasil cetak manuskrip yang dihasilkan di dunia Islam masih
bertahan. Paling tidak, ada 60 sampel manuskrip yang tersisa dan tersebar di Eropa,
museum dan perpustakaan di Amerika Serikat (AS), serta ada di Mesir dalam jumlah
yang tak diketahui secara pasti. Ada pula cetakan manuskrip yang berasal dari
Afghanistan
atau
Iran.
Terungkap pula bahwa hanya sedikit referensi yang mengungkapkan alat percetakan
yang digunakan pada masa Islam. Referensi yang ada di antaranya adalah puisi-puisi
Arab pada abad ke-10 dan ke-14. Puisi itu menggambarkan bahwa alat percetakan pada
masa itu dibuat pada sebuah pelat yang diukir dengan huruf-huruf. Ada pula yang
mengungkapkan, alat percetakan dibuat pada blok kayu dengan huruf-huruf seperti gaya
huruf Cina. Tak diketahui pula, apakah kegiatan percetakan di dunia Islam memberikan
pengaruh pada aktivitas yang sama di Eropa. Tak ada bukti yang menunjukkan adanya
pengaruh
itu.
Namun, kemungkinan adanya pengaruh memang tak bisa dinafikan. Terutama, cetakan
manuskrip Eropa yang bergaya cetakan blok. Ada kemungkinan bahasa Italia tarocchi
memiliki arti kartu tarot, yang termasuk artefak awal cetak blok di Eropa, berasal dari
istilah Arab. Namun, memang harus diakui, ini merupakan teori spekulatif yang perlu
dibuktikan lebih lanjut. Perlu banyak bukti untuk mengambil kesimpulan terkait hal
tersebut. Di sisi lain, ada fakta bahwa percetakan buku dalam bahasa Arab muncul di
Eropa, khususnya Italia. Percetakan ini dilakukan secara sporadis yang berlangsung
sebelum 1514 Masehi. Seorang dari Venezia yang bernama Gregorio de Gregori
menerbitkan buku berjudul Book of Hours atau Kitab Salat al-Sawai untuk dikirimkan ke
komunitas Kristen di Suriah. Sayangnya, cetakan huruf kurang bagus, bahkan hampir tak
bisa
dibaca.

Bagaimanapun, langkah Gregorio itu merupakan upaya yang berani untuk mencoba
mencetak buku dengan abjad Arab. Ada juga nama Robert Granjon, desainer dari
Prancis yang terkait dengan dunia percetakan. Granjon berusaha merancang alat
percetakan seperti yang ada di dunia Islam. Ia berupaya mencetak buku dalam bahasa
Arab sebab saat itu buku-buku berbahasa Arab cukup banyak diminati.
Pada masa selanjutnya, Kardinal de Medici pun ikut berkecimpung dalam bidang ini.
Medici mencari seorang yang mahir berbahasa oriental untuk mengawasi operasi
percetakkan buku. Akhirnya, ia bertemu Giovan Battista Raimondi, seorang filsuf, ahli
matematika, dan ahli kimia. Hal terpenting, ia memiliki kompetensi yang berkaitan dengan
percetakan Arab. Selama melancong ke Timur, Raimondi telah belajar bahasa Arab,
Turki,
dan
Persia.
Selain itu, ia pun mengumpulkan tata bahasa dan kamus bahasa-bahasa tersebut. Dia
juga mempunyai pengalaman yang banyak dalam menerjemahkan buku-buku dari
bahasa Yunani dan bahasa Arab. Untuk membuat percetakan bergaya Arab, Raimondi
menyewa beberapa bangunan di Piazza del Monte dOro di Roma. Dia memerintahkan
para pegawaianya untuk mempersiapkan tinta, kertas, dan bahan lain yang diperlukan.
Cetakan teks-teks akhirnya dibuat melalui alat cetak yang bernama Domenico Basa.
Buku pertama yang berhasil dicetak adalah Precationum, yakni sebuah buku doa-doa
Arab Kristen. Mereka juga mencetak buku sejarah karya Abu al-Abbas Ahmad ibn Khalil
al-Salihi. Buku tersebut berjudul The Book of the Garden of the Wonders of the World.
Muteferrika dan Percetakan di Turki Saat masa kekuasaan Turki Utsmani, upaya untuk
mewujudkan percetakan juga muncul. Ada sebuah nama yang berkontribusi dalam
terwujudnya kegiatan tersebut, yaitu Ibrahim Muteferrika. Lelaki kelahiran 1647 Masehi ini
merupakan
seorang
prajurit,
ilmuwan,
diplomat,
dan
penulis.
Kala masih belia, ia menyaksikan kegagalan yang pernah dialami oleh tentara Turki di
suatu masa saat melakukan pengepungan di Vienna. Kemudian, ia menyadari bahwa itu
menjadi pertanda penurunan kekuatan militer Turki. Banyak hal yang menyebabkan
penurunan ini. Namun, Muteferrika menyimpulkan, perlu inovasi untuk meningkatkan
kekuatan tentara Turki. Termasuk, harus mengadopsi inovasi yang dilakukan oleh tentara
Eropa. Hal itu harus dilakukan. Jika tidak, tentara Turki tak akan mampu meningkatkan
kemampuannya.
Akibatnya, tentara Turki tak akan memiliki daya untuk mempertahankan kekuasaan Turki.
Berpijak pada kenyataan itulah, ia memikirkan bagaimana membangun sebuah
percetakan. Tujuannya, menyebarkan ide-ide ilmiah tentang kekuatan militer. Dalam
pandangan Muteferrika, penyebaran ide itu harus dilakukan secara cepat dan masif. Ia
lalu mendorong penerjemahan teks-teks dari Eropa yang kemudian dicetak secara
massal. Sayangnya, konservatisme pemerintah Turki saat itu menghadang ide
Muteferrika.
Namun, Muteferrika tak patah arang. Ia mencari dukungan dari karibnya, yaitu Chelebi
Mehmed Pasha Yirmisekiz, dan anaknya Said yang pada 1721 baru kembali dari misi
diplomatik ke Paris. Keduanya memiliki pandangan maju dan dibalut keinginan untuk
melakukan perubahan. Mereka juga mengagumi kemajuan yang terjadi di Paris,
termasuk percetakan. Dengan bantuan mereka, akhirnya Wazir Agung Ibrahim Pasha
mendorong Muteferrika membuat sebuah petisi kepada Sultan Ahmed III yang
menjelaskan pentingnya percetakan. Muteferrika pun memenuhinya. Ia membuat
penjelasan perinci yang berjudul Wasilat al-Tibaa atau The Utility of Printing. Dalam
pembukaannya, ia mengingatkan pentingnya melestarikan hukum negara dan kesulitan
untuk melakukannya. Menurut Muteferrika, orang-orang kuno menuliskan dan
mengabadikan hukum mereka pada tablet atau menuliskannya pada lembaran kulit.
Namun, tablet atau perangkat lainnya yang digunakan untuk menuliskan hukum itu tak
bisa selalu terlindungi. Kekuasaan negara juga tak selalu bisa melindunginya, terutama
dalam suasana perang. Muteferrika kemudian mencontohkan peristiwa penghancuran
buku yang dilakukan oleh Genghis Khan dan Hulagu Khan, para penakluk Mongol pada
abad ke-12. Mereka menghancurkan kekuasaan Dinasti Abbasiyah, membakar atau
merusak semua karya seni dan ilmu yang terdokumentasikan dalam bentuk buku. Saat

Sultan Ahmed III menerima petisi itu, ia mengonsultasikan hal itu kepada seorang mufti
yang bernama Shaikh Abd Allah. Sang mufti yang ahli dalam hukum Islam itu
memandang tak ada masalah usulan pembangunan percetakan itu. Akhirnya, setelah
mendapat jawaban dari sang mufti, Sultan Ahmed III mengizinkan pendirian percetakan.
Source : hasyimibrahim.wordpress.com

Apa itu mesin digital printing?


Industri Large Format Digital Printing merupakan salah satu teknologi POD
(Print on Demand), yang memberikan cara bagi anda untuk mencetak gambar
pada media langsung dari komputer dengan ukuran yang besar sekali. Teknologi
ini berkembang seiring kemajuan teknologi, mulai dari Mesin Digital Printing
Indoor dengan maksimum lebar cetak 1,5m. Kemudian diikuti oleh teknologi
Mesin Digital Printing Outdoor dengan resolusi dan kecepatan yang rendah,
seperti teknologi print head xaar 128 200. Sampai berkembang menjadi mesin
dengan lebar area cetak 5m dan mesin UV Flat Bed yang mampu mencetak pada
beragam media baik lembut, kaku, tipis maupun tebal dengan maksimal 100mm,
seperti kaca, keramik, kayu, dan masih banyak lagi.
Mesin Populer

Kualitas cetak terus berkembang seiring teknologi yang di sediakan


oleh EPSON, KONICA MINOLTA dan yang terbaru adalah SPECTRA POLARIS
masing-masing mampu menghasilkan titik yang kecil yaitu 6 pl dan 14pl. Dengan
kemajuan teknologi, perbedaan antara mesin indoor dan mesin outdoor menjadi
tidak samar. Sehingga banyak perusahaan mulai beralih ke mesin outdoor yang
mulai dekenal karenan ketahanannya dan kualitas cetak / resolusi yang tinggi...
Mesin Digital Printing yang juga disebut sebagai large format printer adalah
sebuah teknologi mesin cetak yang mampu mereproduksi gambar / teks dari

komputer langsung ke media cetak tanpa melalui proses film maupun plat seperti
mesin offset (contoh: cetak brosur) atau sablon (contoh: cetak umbul-umbul atau
baliho).
Mesin digital printing mulai masuk di indonesia sekitar 10 tahun yang lalu.
Dengan beberapa jenis aplikasi atau ketahanan print, yaitu:
1.

Mesin Indoor adalah Mesin yang mampu menghasilkan hasil cetakan


yang prima dan sangat baik untuk kondisi di dalam ruangan seperti xbanner,
banner dan masih banyak lagi, namun bukan berarti mesin ini tidak bisa
membuat hasil cetakan yang baik untuk di luar ruangan, tentu saja sangat bisa
walapun kualitas cetaknya dibawah mesin cetak out door yang tercipta
memang untuk hasil cetak di luar ruangan.

2.

Mesin Outdoor adalah Mesin digital printing yang menghasilkan cetakan


yang dapat diletakan di luar ruangan dan tahan cuaca* (Terik Matahari dan
Hujan).

3.

Mesin Ecosolvent adalah Mesin digital printing eco solvent adalah varian
dari mesin digital printing outdoor mampu menghasilkan cetakan yang dapat
diletakan di luar ruangan dan tahan cuaca* (Terik Matahari dan Hujan).

Sejarah Digital Printing


Digital printing merupakan percetakan digital yang saat
ini semakin hari semakin banyak diminati baik itu untuk
bisnis dan juga untuk digunakan untuk mereka. Namun,
pernah tidak terfikir oleh kita darimana asal digital
printing tersebut ? pasti tidak ada yang pernah berfikir
darimana digital printing itu berasal.
Saat ini saya ingin membagikan darimana asal digital printing. Tahun 1400an Gutenberg
telah menciptakan alatprint pertama, namun untuk memperoleh hasilnya membutuhkan
waktu yanglama dan terlalu mahal harganya. Banyak orang yang mengeluhkan hal inidan
berharap proses cetak akan lebih cepat dan lebih murah jika hanyadigunakan untuk benda
yang kecil. Kemampuan untuk mencetak 4 warnadan kecepatan mencetak adalah hal kedua
yang mustahil yang harusdilakukan dan dikembangkan pada waktu itu.
Hingga akhirnya pada jamansekarang penggabungan ini menghasilkan 1 area baru dan
menarik yang kinikita sebut dengan teknologi digital printing. Digital printing memiliki dua
jenis printer utama, yaitu Laserjet dan Inkjet.LaserJet menggunakan toner sebagai bahan
cetak, sedangkan inkjetmenggunakan tinta sebagai bahan cetak.
Digital Printing adalah sebuah proses cetak dari sebuah gambar digitalsecara langsung ke
berbagai macam media. Proses ini umumnya terjadipada proses cetak professional ketika

sebuah file kecil dari computer atausumber lain dicetak menggunakan printer laser atau
inkjet bervolume besar.

Masih Prospek-kah digital printing?


Sebenarnya dunia cetak digital printing sudah berkembang sejak 5 tahun
terakhir.Sistem cetak DIGITAL PRINTING . bisa dikatakan sebuah solusi untuk
menyiasati tingginya kebutuhan promosi iklan. Teknologi digital printing bisa
dikatakan luas sekali istilahnya, bukan hanya sekedar urusan cetak-mencetak
spanduk, namun lebih dari itu. Perusahaan advertising, periklanan atau pariwara
merupakan usaha profit yang bergerak di bidang pelayanan publikasi kepada
pelanggan yang membutuhkan CETAK DIGITAL PRINTING. Usaha ini bisa jadi
merupakan usaha yang paling dekat dengan digital printing dan seluk-beluknya.
Publikasi adalah aksi marketing guna mengenalkan produknya. Publikasi ini yang
berkaitan dengan proses pengadaan media iklan dalam jumlah banyak.
Urusan pengadaan media iklan dilayani oleh percetakan yang memiliki mesin dengan
format digital printing. Rupanya digital printing lebih diminati oleh banyak pelanggan
karena kwalitas cetakan yang sempurna (gambarnya NYATA) dan bisa dikerjakan
dengan cepat. Sejarah Digital Printing /Trend/ bisnis digital printing mulai tumbuh
sejak awal dekade 2000, awalnya usaha ini hanya ada di kota -kota besar, mengingat
waktu itu mesin digital printing harganya masih mahal dan pemasaraannya mesin
digital printing masih terbatas atau belum merata. Waktu itu untuk membuka usaha
digital printing butuh modal kisaran 150jt-250jt, biaya sebanyak itu digunakan untuk
membeli mesin digital yang diimpor langsung dari Jerman. Sebab pencipta mesin
digital printing awalnya dikenalkan di Jerman . Kelebihan digital printing yang cepat
dan instant, hasilnya juga bisa ditunggu dalam hitungan jam, tentu mampu melayani
tuntutah kebutuhan dunia periklanan di Indonesia . Kehadiran digital printing
perlahan tapi pasti mampu merebut pasar luas, dengan target pasar produsen,
perusahaan advertising, Event Organizer dan lain sebagainya. Kehadiran digital
printing mengakibatkan usaha sablon manual ditinggalkan. Digital Printing Peluangan Usaha Baru Bisnis percetakan merupakan bisnis yang stabil dan tak
pernah sepi akan pesanan pelanggan. Apalagi sejak harga mesin digital printing
mulai turun, bisnis ini kian diminati wirausahawan yang ingin mencari keuntungan di
dunia cetak-mencetak. Bidang usaha tak hanya pada satu layanan saja melainkan
banyak objek cetak yang bisa dikerjakan. Kebutuhan akan media iklan dalam jumlah
banyak dan berkelanjutan, namun di sisi lain percetakan konvensional tak mampu
melayani tuntutan konsumen yang inginnya serba cepat , maka, ini menjadi sebuah
peluang bisnis dan harapan bagi wirausahawan di bidang digital printing. Namun apa
saja /sih /layanan yang bisa dikerjakan melalui digital printing? Agar pembaca lebih
paham mari kita ulas tentang produk yang bisa dihasilkan dari teknologi digital
printing.

Macam-macam Produk Digital Printing


1. Sablon T-shirt adalah salah satu produk yang bisa dikerjakan dengan mesin digital
printing.Apa bedanya dengan sablon konvensional? Ya jelas beda ! Kalau sablon
konvensional, dikenai jumlah minimum misalnya minimal pesan 10 /piece/,selain itu
membutuhkan waktu pengerjaan yang agak lama karena sistemnya juga
konvensional dan membutuhkan keahlian khusus. tapi beda dengan sablon digital,
pelanggan bisa pesan satu atau dua pieces saja dan dikerjakan secara digital karena
hanya membutuhkan alat press dan kertas transfer. Dalam bisnis digital printing di
bidang t-shirt ini, pelanggan juga bisa membawa desain sendiri dengan format file
digital. Harga pun bisa lebih murah karena tak memerlukan bahan banyak.
Keunggulan sablon digital pada kaos yakni sifatnya eksklusif karena dicetak terbatas.
Pelanggan bisa mendesain sendiri sesuka hati gambar t-shirtnya, atau membawa
dari rumah. Pelanggan hanya membayar t-shirt polos yang dijual oleh toko digital
printing atau bahkan membawa sendiri, jadi dia hanya membayar ongkos cetaknya.
Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha digital printing jenis sablon t-shirt digital,
antara lain komputer spek grafis, mesin print komputer biasa, namun menggunakan
tinta khusus sablon, dan kertas sablon atau transfer paper dan setrika listrik .
2. Sablon Mug Digital juga salah satu bidang yang mudah dikerjakan secara digital.
Keunggulan digital printing yang bisa mencetak di bidang lunak, memungkinkan
teknologi ini juga dapat mencetak gambar di mug coating atau gelas keramik dengan
system coating atau pemberian lapisan polymer. Cara mencetaknya dengan
menggunakan alat PRESS MUG. Banyak perusahaan memesan produk souvenir
yang dicetak dengan logo perusahaan. Mug Digital sangat cocok untuk souvenir
perusahaan selain fungsional sebagai tempat minum, mug yang berlogo perusahaan
berfungsi sebagai media mengangkat citra perusahaan/ brand image. Usaha digital
printing jenis ini cukup menjanjikan.
3. BANNER. Banner merupakan media promosi mandiri yang dicetak dalam media
plastic khusus atau biasa disebut frontlight,flexy,dll. Biasanya Banner dipajang dalam
posisi berdiri atau X-BANNER,ROLL BANNER dan menjadi produk selanjutnya yang
bisa dihasilkan dari /digital printing/. Sifat banner yang fleksibel bisa dipajang di
sembarang lokasi, baik /outdoor/ maupun /indoor/. Banner merupakan sebuah
kebutuhan bagi perusahaan yang ingin memasarkan produknya agar diterima oleh
target pasarnya. Banner hadir dalam setiap event promosi yang digelar oleh event
organizer . Fungsi banner adalah media untuk menyampai informasi tentang produk
yang ditawarkan kepada pelanggan. Banner yang dirancang sungguh-sungguh
berdampak menarik minat orang awam untuk membacanya. Banner merupakan
salah satu main product dari usaha digital printing. Harga cetak banner sudah
termasuk bilang penopang sekitar 150-200 ribu rupiah .

4.BALIHO / SPANDUK. Baliho adalah media iklan dalam ukuran besar dan panjang
atau biasa disebut LARGE FORMAT DIGITAL PRINTING, baliho dipakai untuk ruang
terbuka atau /outdoor/. Awalnya spanduk menggunakan bahan dasar kain nylon,
kemudian disablon yang sebelumnya gambar dibikin secara manual . Pembuatan
baliho metode manual memakan waktu lama, sehingga kurang efektif . Namun
sekarang baliho bisa dicetak di atas media plastik terpal yang tahan terhadap air dan
cuaca atau biasa disebut FRONTLIGHT DAN BACKLIGHT. Keuntungan mencetak
baliho dengan mesin digital printing antara lain, gambar lebih realistis dan warna pun
yang dicetak sama persis dengan keinginan pelanggan.
5.PAMFLET.Pamflet adalah produk dari digital printing berbentuk media kertas atau
poster . Fungsi pamFlet adalah sebagai media menyampaikan informasi kepada
masyarakat ramai. Agar pamflet dapat menarik perhatian orang, harus dirancang
sedemikan rupa meliputi pemilihan font, komposisi gambar, tabel dan warna dasar
dari pamflet. Pamflet biasanya ditempel pada area publik seperti papan
pengumuman, halte bus, tiang listrik dan lain sebagainya. Fungsi pamflet sangat
diandalkan untuk mengumumkan sebuah event besar seperti konser , seminar
maupun pameran. Oleh karena itu, pamflet merupakan salah satu produk utama dari
usaha digital printing.
6. BROSUR / KATALOG. Brosur maupun katalog merupakan media promosi yang
bersifat pribadi , sebab dalam penyebaraannya dibagikan kepada setiap orang.
Harapannya orang yang menerima brosur berkenan membaca isi pesan yang ada di
dalam brosur tersebut. Produk ini juga merupakan salah satu produk dari
kecanggihan digital printing. Memulai Usaha Digital Printing Rasanya tak ada kata
terlambat untuk membuka usaha digital printing, karena kebutuhan akan produk
cetak semakin bertambah. Sedangkan pasar pun tak bisa dikatakan sedikit. Inilah
moment yang tepat, jika Anda tertarik membangun bisnis digital printing di kota Anda.
Bisnisman yang bijak sebelum membangun suatu usaha harus memperhatikan halhal mendasar seperti perencanaan modal, dan target pasar. Berikut ini merupakan
tips singkat bagaimana menjalankan usaha digital printing dan mencari pelanggan
baru .
BAGAIMANA MEMULAI USAHA DIGITAL PRINTING?
Sebenarnya tidak susah kok untuk memulai usaha digital printing bahkan tanpa
modalpun Anda sudah bisa memulainya. Yang terpenting disini adalah tekad dan
kemauan untuk maju..
Berikut beberapa tips yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk memulai usaha
Digital printing :

1.Tempat Usaha Syarat utama membangun bisnis digital printing adalah tempat
usaha. Sebaiknya Anda membangun ruang usaha yang cukup luas dan tertata,
karena mesin digital printing terutama mesin digital untuk spanduk dan baliho
ukurannnya besar, panjang mesin hampir 3 meter sendiri. Oleh karena itu Anda wajib
menyediakan ruangan khusus untuk menempatkan mesin-mesin tersebut pada
bisnis digital printing Anda. Ruang usaha juga harus tertata sesuai fungsinya, jangan
sampai ruang produksi perdampingan dengan ruang setting atau ruang administrasi .
2. Pengadaan Mesin Digital Printing Mesin digital printing merupakan benda utama
yang wajib dimiliki. Bisnis digital printing yang lengkap menyedikan mesin printing
spanduk, mesin cetak kertas, mesin cetak foto , mesin cetak mugs, dan mesin cetak
stiker dan mesin cetak tshirt. Anda dapat mencari mesin-mesin tersebut melalui agen
distributor mesin digital printing dikota besar. Pembayarannya bisa dinegoisasi atau
bisa lewat agen /leasing/ yang ditunjuk oleh distributor.
3.Pengadaan Bahan Utama Salah satu modal dasar bisnis digital printing adalah
pengadaan bahan dasar cetak seperti plastik terpal, tinta, kertas dan /spare part/
pendukung lainnya. Bahan itu wajib tersedia, kalau perlu Anda harus kulakan dalam
partai besar jika menghadapi musim kampanye, dan musim pertunjukan . Jangan
sampai ketika order sedang ramai, Andaa kehabisan stok bahan. Ini akan merugikan
bisnis Anda.
4. Promosi Tahap berikutnya setelah bisnis digital printing ini berjalan, adalah
promosi guna mencari pelanggan baru. Dalam masa promosi sebaiknya memakai
trik diskon pada setiap pemesanan partai besar. Agar promosi Anda lebih
menjangkau semua kalangan, gunakan media surat kabar dan majalah .

Apa itu Digital Printing ?


2 November 2014

Sejarah dan Pemahaman tentang Digital Printing


DIGITAL PRINTING, adalah sebuah Metode Percetakan dari Gambar
berbasis Digital, yang biasanya berupa File, kemudian bisa langsung
dicetak di berbagai Media dengan cara yang Instan dan Cepat. Digital
Printing merupakan Hasil Inovasi Perkembangan dari Metode Percetakan
yang konvensional, yang muncul seiring dengan Kemajuan Teknologi
Dunia yang sudah masuk di Era Digital.
Umumnya Digital Printing memiliki biaya produksi yang lebih tinggi untuk
per satuan nya dibanding Metode Cetak yang lebih konvensional seperti

Percetakan Offset, Sablon / Screen Printing. Akan tetapi, Tehnik Digital


Printing ini memiliki Kelebihan yang tidak dimiliki oleh Metode Percetakan
Offset maupun Sablon, yaitu tidak memerlukan Proses Pra Cetak seperti
Pembuatan Film, Plat Cetak (Offset) , Afdruk Screen (Sablon). Karena
Proses yang dilalui Digital Printing lebih Ringkas, membuat Digital Printing
menjadi lebih banyak digunakan untuk Pengerjaan Cetak Jumlah Skala
Kecil, mencetak dengan Waktu yang sangat Cepat dan Instan.
Untuk lebih mudahnya, kami Jelaskan Alur Proses Kerja antara Offset
Printing, Screen Printing (Sablon) , Digital Printing

Offset Printing : File Gambar > Film / CTP (Computer to Plate) /


Plate Mesin > Media

Screen Printing : File Gambar > Film / Kalkir > Screen Media

Digital Printing : File Gambar > Mesin > Media

Kelebihan Digital Printing :

Waktu Produksi Jauh Lebih Cepat

Bisa Mencetak / Print jumlah sesuai keinginan ( Print On Demand ),


tanpa harus ada Minimal Order, bahkan untuk mencetak dalam
satuan.

Proses Produksi Mencetak lebih Ringkas, dan Hasil Cetak / Print


bisa langsung kelihatan.

Tenaga Kerja yang lebih sedikit karena Proses Produksi yang lebih
sedikit.

Proses Kerja yang tidak Rumit, sehingga mudah dilakukan meski


oleh Pemula dalam Bisnis Digital Printing.

Kekurangan Bisnis Digital Printing :

Dalam Hitungan Satuan Cost Produksi lebih tinggi dibanding


Percetakan Offset / Sablon.

Alur Kerja yang cukup Mudah, Ringkas dan Sederhana membuat


banyak Pelaku Usaha yang melirik Bisnis Digital Printing ini
sehingga memunculkan Persaingan yang cukup tinggi di Bidang ini.

Jenis Jenis Digital Printing berdasarkan Mesin yang ada :

Large Format Digital Printing , menggunakan Mesin Printer yang


memiliki Ukuran Besar, untuk Mencetak / Print Banner, Spanduk,
Umbul Umbul, Baliho, Billboard, Neon Box, Sticker Vinyl, Sticker
One way, Canvas, Kain, dll.

Digital Offset Printing, merupakan Mesin Printer Digital yang bisa


mencetak / print di Kertas HVS, Art Paper, Matte Paper, Fancy,
Duplek, Ivory, dll. Merupakan Solusi terbaik mencetak jumlah
satuan / sedikit yang tidak bisa dijangkau oleh Mesin Percetakan
Offset.

Screen Digital Printing / Sablon Digital untuk Kaos, merupakan


Mesin Sablon Kaos Digital yang bisa langsung Mencetak di Kain
Kaos tersebut dan hasil nya lebih Bagus dibanding Sablon
Konvensional.

Mug / Keramik Printing, Mesin Print untuk Gelas Mug, Keramik,


yang menghasilkan Cetakan Gambar di Media Mug dan Keramik.

dan Masih banyak Lagi Jenis Digital Printing yang ada, yang akan
terus bertambah Variasi dan kegunaannya seiring dengan
Perkembangan dunia Digital Printing.

Jadi kesimpulan yang bisa kami tarik, adalah Bisnis Digital Printing ini lahir
tercipta untuk melayani Kebutuhan Pasar Industri Percetakan yang
selama ini menjadi kekurangan Mesin Cetak Offset konvensional / Sablon.
Digital Printing sangat tepat untuk melayani Kebutuhan Percetakan yang
semakin Variatif, Kebutuhan Percetakan yang Cepat dan Jumlah yang
sesuai Keinginan. Digital Printing memiliki Kekuatan dan Pangsa Pasar
tersendiri dalam Dunia Percetakan / Printing sehingga menjadi suatu Lini
Bisnis Baru yang sangat disukai oleh Kebutuhan Dunia saat ini.
Anda Membutuhkan Mesin Mesin Digital Printing dengan Kualitas Terbaik,
Harga Murah, Jaminan Spare Part dan Pelayanan yang Memuaskan ?
Hubungi Toko Mesin DEPRINTZ, Distributor Mesin Terpercaya, atau bisa
hubungi 081297667579.

Usaha Digital Printing

Digital Printing ...


Digital printing adalah cara mencetak / print langsung dari gambar digital
ke beragam media. Biasanya istilah digital printing mengacu pada usaha
printing yang melayani kuantitas kecil mulai desktop publishing dan
beragam sumber digital yang kemudian dicetak menggunakan mesin large
format printer / printer laser dengan volume besar / printer inkjet. Seiring
dengan perkembangan teknologi, digital printing dapat menjawab
beragam kebutuhan beragam dunia usaha / perorangan maupun
pemerintahan.

Usaha Digital Printing - Media


Promosi
Usaha pembuatan iklan / media promosi yang banyak dipakai seperti
billboard, baliho, neon box, spanduk, umbul-umbul baik untuk pemakaian
di dalam ruang (seperti giant banner, x-banner, dll) maupun di luar ruang
(seperti billboard, mobil, dll). Tersedia beragam bahan / media bergantung
aplikasi yang di inginkan. Contoh di samping dari atas ke bawah adalah
aplikasi billboard, giant banner di mall, neon bo KFC.
Setiap hari kita dapat melihat begitu banyak aplikasi dan kebutuhan akan
media promosi yang dihasilkan dari mesin digital printing. Target market
pun juga beragam mulai dari Pemerintahan, Perusahaan besar maupun
kecil, sampai warung makan pun sekarang telah menggunakannya...

Lebih Lanjut Usaha Media Promosi

Usaha Digital Printing Branding Mobil

Branding mobil / mobil iklan berjalan fokus pada pembuatan iklan produk,
perusahaan, pilkada, pilpress dan masih banyak lagi. Branding mobil
umumnya diaplikasikan di bus, mobil pribadi maupun mobil perusahaan.
Ada pula yang membuat usaha mobil branding
seperti iklanberjalan.com yang memberikan kerja sama dengan member
agar mobil pribadi mereka bisa di tempel iklan dan member mendapatkan
penghasilan dari iklan tersebut. Adapula yang membuat iklan berjalan
dengan modifikasi truk ...

Usaha Digital Printing - Tenda


Promosi

Tenda Promosi banyak digunakan untuk event yang dilakukan di pingir


jalan. Bertujuan untuk mempromosikan suatu produk / jasa / brand
awarness. Tenda Promosi banyak dibutuhkan oleh perusahaan seperti FIF,

Honda, Indosat dan masih banyak lagi. Tenda Promosi tersebut dibuat
dengan menggunakan bahan flexi maupun bahan awning dari PVC yang
dicetak menggunakan mesin digital printing dan dijahit agar bisa dipasang
di kerangka tenda. Kerangka tenda pun juga beragam variasi ...

Usaha Digital Printing - Balon


Udara Promosi

Balon Udara Promosi mungkin terdengar awam di telinga masyarakat.


Namun sudah banyak dipakai untuk mempromosikan brand / produk / jasa.
Terbuat dari bahan flexi umumnya di atas 440gr yang kemudian diisi
dengan angin maupun zat gas lainnya. Ada yang dibuat sebagai mainan
inflatable sampai ke balon yang dapat terbang di angkasa. Perusahaan
seperti honda, indomie, bank bri, Torabika, Indomart dan masih banyak
lagi. Seperti yang dilakukan oleh Balon Indonesia.
Untuk balon udara yang dapat terbang di angkasa, umumnya untuk
sebagai penunjuk lokasi atas event / produk / jasa yang dapat digunakan
oleh masyarakat. Sedangkan jenis mainan inflatable lebih condong dipakai
saat event...

USAHA DIGITAL
PRINTING - MEDIA
PROMOSI
Usaha digital printing pada umumnya identik dengan media promosi yang
banyak dibutuhkan oleh kalangan Perusahaan besar sampai kecil,
Pemerintahan, Parpol, sampai dengan warung makan juga mengunakan
jasa digital printing. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui PANGSA

PASAR yang bisa dituju seperti:

Selain itu masih ada target market lain yang bisa dituju. untuk mengetahui
lebih lanjut anda bisa menghubungi salah satu klien konsultan kami di call
center atau mengisi konsultasi usaha digital printing di sebelah kanan.

Untuk membuka usaha digital printing yang baru, perlulah


kita mempelajari pesaing yang ada di sekitarnya. Salah satu
pertanyaan penting adalah apa yang perlu diketahui dari komptetitor
tersebut. beberapa info penting yang perlu diketahui:

Berapa harga jual yang diberikan atas masing-masing bahan /


media?
Apakah mesin / teknologi yang digunakan oleh kompetitor tersebut?
Seberapa halus (tinggi resolusi) hasil cetak yang diberikan?

Dengan kita mengetahui hal tersebut di atas, kita bisa mengetahui


seberapa keunggulan dan kelemahan dari kompetitor tersebut. Sebagai
contoh, apabila harga yang diberikan Rp. 20.000 / m2 untuk media flexi
280 gr, dengan menggunakan teknologi seiko yang hasilnya dibawah
konica minolta. Maka lebih menguntungkan apabila anda memulai usaha
digital printing dengan teknologi konica minolta yang memiliki biaya
produksi sama dengan seiko namun hasil cetaknya lebih halus. Sehingga
anda mempunyai nilai tambah yang diberikan kepada konsumen tanpa
menurunkan harga jual sehingga mendapatkan margin keuntungan yang
bagus.
Pelajarilah juga Tingkat Pengembalian Modal, berapa lama modal
anda dapat kembali. Bukankah keuntungan adalah salah satu tujuan anda
saat anda membuka suatu usaha. Banyak sekali orang lupa akan tujuan
itu sehingga memilih mesin yang melebihi kapasitas yang dibutuhkan
sehingga investasi yang dikeluarkan menjadi terlampau besar. Sehingga
pada akhirnya tingkat pengembalian modalnya menjadi lebih lama. Akan
lebih baik apabila kita bisa melayani pangsa pasar dengan mesin yang
lebih murah daripada mesin yang mahal. Buat apa memilih mesin dengan
kecepatan tinggi tapi order yang didapat masih sedikit. bukankah
pelanggan lebih menyukai servis yang diberikan. di industri media
promosi, Resolusi / Kualitas print adalah hal terpenting dalam meraih
pasar agar memperoleh keuntungan. Tidak sedikit pengusaha yang gugur
karena mengorbankan kualitas dan menjual harga murah.

Info Percetakan : Sejarah Awal Digital Printing


July 8, 2015 Umi 0 Comment Berita Digital Printing, mesin
digital printing, Printer, sejarah digital printing
Info Percetakan-Secara umum pengertian digital printing adalah proses
pencetakan gambar/citra digital ke permukaan material atau media fisik.
Umumnya proses ini di gunakan untuk pekerjaan pencetakan dengan
volume atau jumlah terbatas. Dapat juga digunakan jika kita
menginginkan personalisasi pada gambar yang dicetak atau customize.
Personalisasi ini kita kenal dengan istilah Variable Data Printing. Ada
beberapa istilah yang dikenal oleh masyarakat seperti : offset,
lithographi, flexografi, gravure dan inkjet. Di luar inkjet, prsoses tersebut
diatas masih sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya buku, label kemasan, kemasan itu sendiri dan masih banyak
lagi
Pada tahun 90-an digital printing dengan menggunakan mesin cetak
berteknologi inkjet mulai berkembang sangat pesat, karena digunakan
untuk keperluan media dalam dan luar ruang. Beberapa mesin dengan
teknologi ini juga digunakan sebagai alat untuk kebutuhan proofing pada
cetak offset sebelum masuk pada proses produksi. Sedangkan inkjet
secara massal sudah digunakan untuk keperluan kantor dan rumah. Saat
ini digital printing untuk keperluan indsutri promosi juga berkembang
dengan sangat luar biasa terutama yang berkaitan dengan promosi luar
ruang. Misalnya saja untuk cetak billboard, brosur, poster, dan lain
sebagainya. Bahkan kampanye calon wakil rakyat pun, sekarang banyak
menggunakan media digital printing sebagai sarana mereka mengambil
dukungan dari rakyat.
Dengan kata lain, digital printing tidak hanya dapat diartikan dan
dihubungkan dengan industri cetak dengan volume besar, tapi juga dapat
juga berkaitan dengan industri promosi baik dalam ruang/indoor juga
luar ruang atau outdoor. Digital Printing bisa kita artikan dengan bebas
sebagai proses pencetakan suatu gambar atau design ke media cetak dari
komputer melalui alat cetak secara langsung tanpa perlu pembuatan film
atau plate. Jadi cetak dengan mesin printer biasa pun juga boleh
dikatakan sebagai cetak digital atau digital printing.

*Dilihat dari jenis mesinnya, digital printing dapat dibagi menjadi


beberapa yaitu :
1. Mesin digital printing berbasis tinta atau yang
biasa disebut inkjet machine.
Contohnya ROLAND, MUTOH, MIMAKI, HP. EPSON, CANON dan
printer wide format seperti Myjet, NUR, VUTEK, SCITEX. Printer
dekstop seperti Espon R230 juga bisa dimasukkan kedalam jenis inkjet
machine. Untuk mesin berbasis tinta ini bisa dibedakan juga berdasarkan
jenis tintanya yaitu :
1. Printer dengan tinta dye/pigment.
Tinta dye merupakan tinta waterbase atau tinta yang basisnya air. Tinta
ini sangat bagus untuk mencetak photo karena mampu menghasilkan
gamut warna yang baik, tinta ini banyak dipakai mesin-mesin seperti
printer dekstop. Kekurangan tinta jenis dye adalah kekuatannya, dimana
tinta ini akan mudah luntur jika kena air atau sinar UV, untuk itu
biasanya diperlukan tambahan laminasi sebagai pelindungnya.
1. Printer dengan tinta solvent.
Tinta solvent merupakan tinta solventbase atau tinta yang basisnya
minyak. Tinta ini memiliki kekuatan jauh lebih kuat dibandingkan tinta
dye karena tidak luntur kena air dan atau sinar UV. Karena kekuatannya
itulah tinta ini banyak digunakan printer-printer large format untuk cetak
spanduk, sticker, baliho atau giant banner. Akan tetapi untuk kehalusan
cetakan masih bagus tinta dye walaupun sekarang hal semacam ini bukan
menjadi isu penting karena ada tinta ecosolvent yang hasil cetakannya
bisa sebagus tinta dye. Printer-printer yang sudah mengusus ecosolvent
sebagai tintanya adalah ROLAND, MUTOH, HP, MIMAKI, dll.
Printer dengan tinta UV.
Tinta uv merupakan tinta khusus yang bisa dikeringkan dengan sinar uv,
jadi dalam prosesnya ketika tinta disemprotkan oleh printer ke media
cetak ketika itu pula tinta tersebut dikeringkan menggunakan sinar UV

sehingga tinta mampu menempel ke berbagai media cetak. Oleh karena


itu tinta UV bisa digunakan hampir disemua media seperti kaca, kayu,
kain, vinil, dll. Biasanya printer2 yang menggunakan tinta UV adalah
jenis printer flatbed walaupun ROLAND sudah ada yang menggunakan
tinta UV tapi tidak berbentuk flatbed. Dari namanya saja kita sudah bisa
menebak jika tinta ini lebih kuat daripada solvent maupun dye. Hanya
saja harga printer berbasis tinta UV masih relatif mahal dan begitu pula
biaya produksinya.
Mesin digital berbasis toner.
Untuk mesin yang menggunakan toner juga banyak sekali macamnya.
Mulai dari yang ukuran A4 s/d ukuran A0, sedangkan merk nya mulai
dari HP, EPSON, Xerox, Samsung, OCE, KIOCERA, dll. Bahkan mesinmesin digital berbasis toner sudah ada yg dilengkapi sistem finishingnya
seperti penjilidan atau penyusunan naskah. Memang kebanyakan mesinmesin berbasis toner lebih banyak digunakan untuk layanan dokumen
seperti bikin buku, cetak peta, cetak kalkir dan sebagainya. Kelebihan
dari mesin berbasis toner ini adalah dikecepatan, dimana untuk ukuran
A0 hanya perlu 17 detik.
Mesin digital berbasis tinta offset.
Mesin ini diproduksi untuk menemani mesin offset atau mungkin
nantinya untuk menggantikan mesin offset. Jadi dalam prosesnya mesin
ini tidak memerlukan film atau plate, dari komputer langsung dicetak.
Kelebihan mesin ini pada fleksibilitas medianya yang luas, mulai dari
kertas sampai plastik dan hasilnya sangat mirip dengan mesin offset.
Contoh dari mesin ini adalah HP INDIGO, Kodak Nexpress, hanya saja
mesin ini harganya sangat mahal walaupun biaya produksinya relatif
murah. Untuk ukuran cetak A3 dengan kertas HVS hanya 2500.
*Berdasarkan mesin cetak aplikasi yang ada, cetak digital secara garis
besar digolongkan 3:
(1) printer seperti; printer untuk Personal Computer (PC)
(2) copier seperti; mesin fotokopi yang dilengkapi dengan scanner

(3) press seperti; mesin cetak offset.


Printer adalah semua teknologi,mesin cetak yang membuat gambar atau
image pada kertas yang diambil dari data/file komputer; menghasilkan
turunan cetak pertama atau cetak asli dimana setiap cetakan bisa unik
atau berubah. Ciri ini memberi kemampuan personalisasi bahan cetakan.
Semua dokumen bisa menjadi individual. Teknologi tinta yang dipakai
bisa inkjet, wax-transfer dan toner.
Copier atau mesin fotokopi, dicirikan dengan alat scanner; menghasilkan
cetakan turunan kedua. Mesin fotokopi dapat menggandakan cetakan
turunan pertama. Tinta yang umum dipakai adalah toner, menggunakan
teknologi elektrofotografi.
Press atau mesin cetak press, dicirikan dengan sistim mekanis yang
mengandalkan penghantar (carrier) image untuk mereplikasi atau
menggandakan suatu gambar yang sama ke material (kertas) cetak secara
berulang dan terus menerus. Umum ditemukan pada alat cetak offset
lithografi, yang memungkinkan melakukan pencetakan dalam ukuran
kertas dan jumlah besar.
Dalam perkembangan mesin cetak aplikasi digital, dari ke tiga kelompok
tersebut berkembang mesin campuran;
1. Printer Press
2. Press Printer
3. Scanner Printer.
Printer Press, sering disebut sebagai alat cetak printer (dokumen turunan
pertama)kualitas tinggi baik hitam putih atau warna. Kecepatan mesin
printer mencapai 50 lembar per menit atau lebih, yang dilengkapi dengan
belt untuk mempercepat delivery dan menahan kertas dengan efek
elektrik statik. Belt menggantikan fungsi roller yang sering menimbulkan
masalah jamming untuk kecepatan tinggi. Alat printer ini memungkinkan
membuat image yang dinamis / berubah pada photoconductor belt atau
drum untuk setiap 50 lembar cetakan. Tak jarang alat printer ini
dilengkapi dengan fasilitas penjilidan dan finishing.
Press Printer, alat mesin cetak offset press dengan proses pembuatan
penghantar image langsung diatas mesin offset tanpa proses prepress
diluar mesin cetak, yang ditambahkan dengan alat cetak printer pada
bagian akhir untuk memberikan informasi yang dinamis / berubah.
Biasanya alat cetak printer tambahan ini menggunakan teknologi tinta

inkjet.
Scanner Printer, alat cetak printer yang dilengkapi dengan peralatan
scanner. Mesin cetak ini dilengkapi jaringan yang berhubungan dengan
RIP, raster image processor, memungkinkan untuk melakukan modifikasi
image hasil dari scanning. Jenis informasi adalah dokumen turunan
pertama, ini berbeda dengan mesin copier yang sering rancu karena
sama-sama menggunakan peralatan scanner.
Reproduksi Informasi
Untuk lebih memahami konsep digital printing, maka secara garis besar
ada 2 kelompok reproduksi informasi;
1. Static printing
2. Dynamic Printing.
Static Printing, proses menggandakan informasi yang sama dan tetap
dalam jumlah yang besar. Untuk merubah informasi dari satu hasil
cetakan harus mengeluarkan daya upaya, biaya dan jumlah cetakan yang
besar yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kita mengacu pada proses
cetak tradisional seperti mesin cetak offset, dimana image carrier yaitu
blanket memuat informasi yang sama dan tetap untuk sejumlah lembar
cetakan.
Dynamic Printing, proses menggandakan suatu informasi yang bisa
berubah-ubah untuk setiap lembar cetakan. Kita bisa mengacu pada
mesin copier atau fotokopi, yang dapat menggandakan setiap lembar
kertas dengan informasi berbeda tergantung pada informasi yang ingin
dikopi.
Berdasarkan ciri dan sifat umum diatas maka dynamic printing banyak
ditemukan pada peralatan, metoda dan teknologi digital printing.
Kemampuan memberikan dinamika informasi terkait erat dengan
penggunaan file dan/atau komputer itu sendiri. Komputer merupakan
tonggak utama digital printing.
Parameter Reproduksi Informasi
Secara garis besar terdapat 2 kelompok parameter yaitu;
Parameter utama dan
Parameter pelengkap untuk membedakan Static and Dynamic Printing,
dan sekaligus panduan dalam menggunakan masing-masing jenis

cetakan.
Parameter utama, parameter yang bersifat unik dan khas dalam
membedakan static dan dynamis printing, terdiri dari;
1. Image carrier
2. Variability informasi
3. Cycle time
4. Jumlah cetakan
5. Front cost
Lebih lanjut penjelasannya dapat dilihat paragraf berikut Pendefinisian
Digital Printing.
Parameter pelengkap, parameter yang sifatnya terus berkembang dan
berubah dimana suatu saat memungkinkan tidak adanya perbedaan
berarti dan unik antara static dan dynamic printing, terdiri dari;
1. Kualitas cetakan
2. Jenis kertas
3. Ukuran kertas
4. Jenis material tinta
Lebih lanjut penjelasannya pada paragraf Teknologi Peralatan Digital
Printing.Pendefinisian Digital Printing
Dengan memahami parameter-parameter diatas dengan gampang kita
melihat dan mendefinisikan multi aspek dan nama digital printing.
Dynamic printing sendiri merupakan benang merah dari istilah digital
printing, dimana penggunaan file komputer dan komputer merupakan
cikal bakal perkembangan digital printing.
Perkembangan teknologi dari parameter-parameter utama reproduksi
informasi menggiring perkembangan digital printing ke aspek-aspek,
antara lain;
1. Direct Imaging;
Berkaitan dengan proses pembuatan image carrier (pengahantar image
seperti plat dan blanket)
2. Variable Printing
Berkaitan dengan variable informasi
3. On-Demand Printing
Berkaitan dengan jumlah cetakan, cycle time dan front cost
4. Distributed Printing
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa

dipindahkan dan disimpan


5. Digital Prepress dan Workflow
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa
dipindahkan dan disimpanImpact & Non-Impact printing
Apakah faktor impact dan non-impatc printing mempunyai dan
berperanan dalam perkembangan digital printing?. Jawabannya iya dan
tidak, pada awalnya semua digital printing mengacu pada non-impact
printing wlaupun dengan teknologi direct imaging kita bisa bisa
melakukan proses cetak lithografi yang impact printing.
Namun yang jelas istilah ini bukan menjadi faktor yang mendefinisikan
digital printing.
Impact Printing, ditandadi dengan kontaknya pembawa image dengan
material cetak (kertas, plastik).
Teknologi Peralatan Digital Printing
Perkembangan teknologi perlatan digital printing sangat dipengaruhi
oleh penggunaaan material tinta, antara lain;
Tinta
Toner
Inkjet
Lain-lain
Kualitas cetak, kertas dan ukuran dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi diatas dan sekaligus mempengaruhi segmen pasar cetak yang
ada.
Bagikan :

Mengupas Tuntas Seputar Digital Printing

Anda mungkin tidak sadar selama ini sudah sangat akrab


dengan digital printing. Sehari-hari dikantor dan dirumah anda selalu
menggunakannya.Cetak digital adalah semua teknologi reproduksi yang menerima
data elektronik dan menggunakan titik (dot) untuk replikasi. Semua mesin cetak yang
memanfaatkan komputer sebagai sumber data dan proses cetak memanfaat prinsip
titik; dimana gambar atau image pada material (kertas, plastik, tekstil dll) tersusun
dari kumpulan titik-titik.
Definisi printer, copier, press Berdasarkan mesin cetak aplikasi yang ada,
maka cetak digitalsecara garis besar digolongkan menjadi 3;
(1) printer - seperti; printer untuk Personal Computer (PC)
(2) copier - seperti; mesin fotokopi yang dilengkapi dengan scanner
(3) press - seperti; mesin cetak offset.
1. Printer adalah semua teknologi,mesin cetak yang membuat gambar atau image
pada kertas yang diambil dari data/file komputer; menghasilkan turunan cetak
pertama atau cetak asli dimana setiap cetakan bisa unik atau berubah. Ciri ini
memberi kemampuan personalisasi bahan cetakan. Semua dokumen bisa menjadi
individual. Teknologi tinta yang dipakai bisa inkjet, wax-transfer dan toner.
2. Copier atau mesin fotokopi, dicirikan dengan alat scanner; menghasilkan cetakan
turunan kedua. Mesin fotokopi dapat menggandakan cetakan turunan pertama. Tinta
yang umum dipakai adalah toner, menggunakan teknologi elektrofotografi.
3. Press atau mesin cetak press, dicirikan dengan sistim mekanis yang
mengandalkan penghantar (carrier) image untuk mereplikasi atau menggandakan
suatu gambar yang sama ke material (kertas) cetak secara berulang dan terus
menerus. Umum ditemukan pada alat cetak offset lithografi, yang memungkinkan
melakukan pencetakan dalam ukuran kertas dan jumlah besar.
Dalam perkembangan mesin cetak aplikasi digital, dari ke tiga kelompok tersebut
berkembang mesin campuran;
1. Printer Press
2. Press Printer
3. Scanner Printer.
Printer Press, sering disebut sebagai alat cetak printer (dokumen turunan pertama)
kualitas tinggi baik hitam putih atau warna. Kecepatan mesin printer mencapai 50
lembar per menit atau lebih, yang dilengkapi dengan belt untuk mempercepat
"delivery" dan menahan kertas dengan efek elektrik statik. Belt menggantikan fungsi
roller yang sering menimbulkan masalah jamming untuk kecepatan tinggi. Alat printer
ini memungkinkan membuat image yang dinamis / berubah pada photoconductor belt
atau drum untuk setiap 50 lembar cetakan. Tak jarang alat printer ini dilengkapi

dengan fasilitas penjilidan dan finishing.


Press Printer, alat mesin cetak offset press dengan proses pembuatan penghantar
image langsung diatas mesin offset - tanpa proses prepress diluar mesin cetak, yang
ditambahkan dengan alat cetak printer pada bagian akhir untuk memberikan
informasi yang dinamis / berubah. Biasanya alat cetak printer tambahan ini
menggunakan teknologi tinta inkjet.
Scanner Printer, alat cetak printer yang dilengkapi dengan peralatan scanner. Mesin
cetak ini dilengkapi jaringan yang berhubungan dengan RIP, raster image processor,
memungkinkan untuk melakukan modifikasi image hasil dari scanning. Jenis
informasi adalah dokumen turunan pertama, ini berbeda dengan mesin copier yang
sering rancu karena sama-sama menggunakan peralatan scanner.
Reproduksi Informasi
Untuk lebih memahami konsep digital printing, maka secara garis besar ada 2
kelompok reproduksi informasi;
1. Static printing
2. Dynamic Printing.
Static Printing, proses menggandakan informasi yang sama dan tetap dalam jumlah
yang besar. Untuk merubah informasi dari satu hasil cetakan harus mengeluarkan
daya upaya, biaya dan jumlah cetakan yang besar yang sebenarnya tidak
dibutuhkan. Kita mengacu pada proses cetak tradisional seperti mesin cetak offset,
dimana image carrier yaitu blanket memuat informasi yang sama dan tetap untuk
sejumlah lembar cetakan.
Dynamic Printing, proses menggandakan suatu informasi yang bisa berubah-ubah
untuk setiap lembar cetakan. Kita bisa mengacu pada mesin copier atau fotokopi,
yang dapat menggandakan setiap lembar kertas dengan informasi berbeda
tergantung pada informasi yang ingin dikopi.
Berdasarkan ciri dan sifat umum diatas maka dynamic printing banyak ditemukan
pada peralatan, metoda dan teknologi digital printing. Kemampuan memberikan
dinamika informasi terkait erat dengan penggunaan file dan/atau komputer itu
sendiri. Komputer merupakan tonggak utama digital printing.
Parameter Reproduksi Informasi
Secara garis besar terdapat 2 kelompok parameter yaitu;
- Parameter utama dan
- Parameter pelengkap untuk membedakan Static and Dynamic Printing, dan
sekaligus panduan dalam menggunakan masing-masing jenis cetakan.
Parameter utama, parameter yang bersifat unik dan khas dalam membedakan static
dan dynamis printing, terdiri dari;
1. Image carrier
2. Variability informasi
3. Cycle time
4. Jumlah cetakan
5. Front cost
Lebih lanjut penjelasannya dapat dilihat paragraf berikut "Pendefinisian Digital
Printing".

Parameter pelengkap, parameter yang sifatnya terus berkembang dan berubah


dimana suatu saat memungkinkan tidak adanya perbedaan berarti dan unik antara
static dan dynamic printing, terdiri dari;
1. Kualitas cetakan
2. Jenis kertas
3. Ukuran kertas
4. Jenis material tinta
Lebih lanjut penjelasannya pada paragraf "Teknologi Peralatan Digital Printing".
Pendefinisian Digital Printing
Dengan memahami parameter-parameter diatas dengan gampang kita melihat dan
mendefinisikan multi aspek dan nama digital printing. Dynamic printing sendiri
merupakan benang merah dari istilah digital printing, dimana penggunaan file
komputer dan komputer merupakan cikal bakal perkembangan digital printing.
Perkembangan teknologi dari parameter-parameter utama reproduksi informasi
menggiring perkembangan digital printing ke aspek-aspek, antara lain;
1. Direct Imaging;
Berkaitan dengan proses pembuatan "image carrier" (pengahantar image seperti plat
dan blanket)
2. Variable Printing
Berkaitan dengan variable informasi
3. On-Demand Printing
Berkaitan dengan jumlah cetakan, cycle time dan front cost
4. Distributed Printing
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan
disimpan
5. Digital Prepress dan Workflow
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan
disimpan
Impact & Non-Impact printing
Apakah faktor impact dan non-impatc printing mempunyai dan berperanan dalam
perkembangan digital printing?. Jawabannya iya dan tidak, pada awalnya semua
digital printing mengacu pada non-impact printing wlaupun dengan teknologi direct
imaging kita bisa bisa melakukan proses cetak lithografi yang impact printing.
Namun yang jelas istilah ini bukan menjadi faktor yang mendefinisikan digital
printing.
Impact Printing, ditandadi dengan kontaknya pembawa image dengan material cetak
(kertas, plastik).
Teknologi Peralatan Digital Printing
Perkembangan teknologi perlatan digital printing sangat dipengaruhi oleh
penggunaaan material tinta, antara lain;
- Tinta
- Toner
- Inkjet

- Lain-lain
Kualitas cetak, kertas dan ukuran dipengaruhi oleh perkembangan teknologi diatas
dan sekaligus mempengaruhi segmen pasar cetak yang ada.
Sumber : www.kertasgrafis.com
Mau share alur proses digital printing dari design sampai file masuk ke mesin digital
printing. Semoga bermanfaat ya kawan.
Digital Printing
adalah sebuah proses cetak dari sebuah gambar digitalsecara langsung ke berbagai
macam media. Proses ini umumnya terjadipada proses cetak professional ketika
sebuah file kecil dari computer atausumber lain dicetak menggunakan printer laser
atau inkjet bervolumebesar. Mencetak per halaman menggunakan teknik Digital
printingmembutuhkan biaya yang lebih tinggi daripada traditional offset
printing,namun kadang-kadang biaya yang digunakan bisa dihemat karena
digitalprinting tidak memerlukan plat cetak untuk mencetak. Teknik
inimengakomodasi keinginan konsumen yang membutuhkan cetak dengankuantitas
yang tidak banyak, maupun konsumen yang menggunakan filebervariasi.
Penghematan biaya dan keefisiensian dari digital printingdapat memenuhi keinginan
pasar yang membutuhkan hasil cetak yangbesar dan baik sekaligus dengan harga
yang murah.
Proses Pracetak
Checkilst Data Digital
1.Fonts
Font merupakan salah satu komponen dalam desain grafis. Saat ini ada ribuan jenis
font yang dapat tampil di monitor, namun agar font tersebut dapat muncul dengan
benar pada proses produksi cetak ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
a. Pastikan font-font yang anda gunakan terlampir dalam satu
folder(direkomendasikan menggunakan adobe postscript font)
b. Pastikan font yang digunakan ngelink pada dokumen anda
c.Bila anda menggunakan software illustrasi lakukan convert to path sesuaikan
dengan pekerjaan anda, karena font yang sudahdi conver mengakibatkan data file
menjadi besar karena sudah berubah menjadi vector.

2.Vector
Pada gambar vector, gambar dibuat melalui garis, kurva dan bidang secara
matematik. Contoh logo/ilustrasi/ desain yang dibuat pada umumnya disoftware
Illustrator, freehand dan Corel Draw.Hal-hal yang perlu diperhatikan jika bekerja
dengan gambar vector:
a. Apakah komposisi warna desain anda sudah sesuai dengan color guide
b. Pilih warna CMYK pada color pallete jangan RGB atau Pantone, kecuali memang
akan digunakan sebagai warna khusus/spot color
c. Usahakan jangan menggunakan path terlalu kompleks karena akan
memperlambat proses produksi.
3.Image
Mempersiapkan gambar digital untuk mengolah gambar diphotoshop
memperhatikan:
a. Gunakan software anda di photoshop
b. Gunakan format TIFF atau EPS
c. Pastikan resolusi image anda 300 dpi (produksi Koran dapat menggunakan 150200 dpi) untuk output digital print indoor atau outdoor resolusi cukup dengan 72-100
dpid. Pastikan gambar sudah terlink pada dokumen
e. Buang alfa channel yang tidak perlu dan jika image masih dalam bentuk layer
harus di flatten terlebhi dahulu.
4.Document
Pembuatan suatu dokumen pekerjaan, sangat disarankan menggunakan software
desain grafis yang sesuai. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan
dokumen pekerjaan:
a. Gunakan software desain grafis dalam pembuatan suatu dokumen.
b. Pastikan ukuran dokumen anda sesuai dengan ukuran jadi.
c. Apakah dokumen file sudah diberikan bleed/sisiran minimum 3 mm keliling.

d.Pastikan komponen file sudah terlink.

Cara Kerja Digital Printing


Posted by El Sadra31 August 20131 comments

Teknologi telah membuka banyak kesempatan bagi banyak orang. Hal-hal yang
dulunya sangat sulit dan rumit dilakukan, kini telah menjadi begitu mudah dan
nyaman. Dengan menggunakan teknologi internet misalnya, kita bisa berkirim surat
(mail) kepada siapa saja di seluruh dunia dan hanya butuh waktu yang sangat cepat.
bayangkan saat dulu kita harus berkirim surat dengan kertas dan perangko, tentu ini
sangat tidak efektif di zaman yang semuanya serba cepat sekarang ini.
Begitu pula dengan teknologi digital yang telah memenuhi industri percetakan
(printing), ia telah membuat segalanya menjadi lebih mudah untuk ditangani. Lebihlebih, biaya printing sudah begitu jauh lebih murah dengan hadirnya digital printing.

Digital Printing
Digital printing adalah proses pencetakan di mana printer digital anda dapat mencetak
gambar / foto dalam waktu yang lebih cepat tanpa harus mengorbankan kualitas
gambarnya. Ia telah merubah cara mengeprint yang cukup lama menjadi lebih cepat
dan nyaman bagi anda.

Aliran Printing
Digital printing telah memangkas beberapa langkah panjang dan sulit yang dihadirkan
oleh mesin cetak biasa. Ia memangkas lama waktu pencetakan dan di saat yang sama
menawarkan harga cetak yang jauh lebih terjangkau. Aliran printningnya jauh lebih
cepat daripada aliran offset printing (cetak offset).
Sekali lagi, digital printing bekerja dengan proses yang sangat cepat. Katakan anda
ingin mencetak foto anda, maka prosesnya adalah seperti ini. Begitu anda memotret
sebuah foto, yang harus anda lakukan adalah mentransfer foto tersebut ke komputer
yang terhubung dengan printer digital. Jika foto sudah ada di komputer, anda bisa
membuat berbagai penyesuaian pada foto anda, sesuai dengan yang anda inginkan.
Jika sudah, anda bisa langsung mengeprintnya. Sederhana bukan?

Kelebihan dan kekurangan Digital Printing


Sama seperti dalam proses pencetakan apapun, ada untung dan ruginya yang
barangkali akan anda temui. Di antara keuntungan dari digital printing adalah anda
bisa lebih banyak menjelajahi dan memaksimalkan penggunaan warna-warna yang
tersedia dibandning yang disediakan oleh offset printing.
Di sisi lain, kerugian atau minusnya dari digital printing adalah ia lebih cepat memudar
dibandingkan dengan offset printing jika anda tidak menanganinya dengan baik. Print
digital tidak memiliki lapisan pelindung sedangkan jenis printing lainnya memilikinya.
Ini berarti bahwa sidik jari digital anda tidak sepenuhnya terlindungi dari elemenelemen keras. Ia tidak memiliki lapisan perlindungan UV.
Namun itu tidak jadi soal selama anda memaksimalkan penggunaan print digital anda
dengan baik. Perlu diingat bahwa jika anda memanagenya dengan baik, maka ia bisa
memberikan hasil yang baik.
- See more at: http://blogpustakadigital.blogspot.co.id/2013/08/cara-kerja-digitalprinting.html#sthash.NC2Mipfb.dpuf

Proses Cetak dengan Digital Printing


25 February 2012 10:46

Pada artikel-artikel terdahulu, saya telah banyak berbicara tentang proses cetak dengan mesin
cetak offset biasa dengan menggunakan peralatan seperti: mesin cetak Toko, mesin cetak GTO,
mesin cetak Oliver, dan sebagainya. Untuk kali ini, saya akan membicarakan proses cetak dengan
menggunakan perangkat teknologi yang lain, yaitu dengan menggunakan perangkat teknologi yang
dinamakan dengan teknologi Cetak Digital atau Digital Printing, dan di dunia percetakan biasa
disebut juga dengan Digital Offset Printing.
Proses cetak dengan menggunakan digital printing tentunya sudah sejak lama kita kenal, akan
tetapi di dalam industri percetakan yang saya perhatikan, baru beberapa tahun terakhir inilah
proses cetak dengan teknologi tersebut banyak digunakan.
Teknologi digital printing bisa mengerjakan aneka barang cetakan yang biasa dikerjakan dengan
mesin cetak offset biasa maupun sablon, Mengerjakan barang cetakan dari ukuran kecil seperti
kartu nama, kartu undangan, sertifikat, brosur, ijazah, dan sebagainya, ukuran sedang seperti
poster, x-banner, i-banner, roll banner, dan lain-lain, sampai pengerjaan barang cetakan yang
berukuran besar, seperti spanduk, maupun untuk reklame.
Tidak seperti dengan menggunakan mesin offset atau peralatan sablon, dimana jumlah cetakan
yang dikerjakan rasanya tanggung jika hanya 1 (satu) atau 2 (dua) lembar saja, tapi dengan
teknologi digital printing ini 1 (satu) atau 2 (dua) lembar pengerjaan cetak pun tidak jadi masalah
untuk dikerjakan, dan ini merupakan suatu kelebihan, dan juga merupakan sebuah solusi bagi
orang-orang atau konsumen yang membutuhkan hasil cetakan yang jumlahnya sedikit. Tapi tentu
saja, prinsip cetak semakin banyak jumlah yang dicetak/dikerjakan, maka harga perlembar barang
cetakan akan semakin murah berlaku juga pada proses cetak dengan teknologi digital printing ini,
seperti juga halnya pada pengerjaan dengan mesin cetak offset biasa maupun sablon.
Bagi anda yang berminat untuk terjun ke dalam usaha/bisnis cetak dengan memanfaatkan
teknologi ini, Anda bisa membeli perlengkapan digital printing mulai dari yang berukuran kecil
sampai dengan yang berukuran besar, untuk indoor maupun outdoor. Atau jika Anda belum berniat
atau belum punya anggaran untuk membeli serta memiliki peralatan tersebut, maka Anda pun tidak
usah bingung, karena Anda bisa menggunakan jasa makloon, dimana tempat-tempat yang
menyediakan jasa makloon tersebut tidak sulit untuk dijumpai, terutama di kota-kota besar. Proses
pra-cetaknya pun sangat singkat, tidak seperti jika pekerjaan akan dilakukan oleh mesin cetak
offset biasa atau sablon. Untuk pengerjaan pada digital printing ini, proses pra-cetaknya cukup
dengan pengerjaan desain/setting dengan komputer, lalu hasil desain yang telah jadi disalin pada
sekeping CD atau sebuah flashdisk, dan CD atau flashdisk tersebut diserahkan ke tempat jasa

makloon digital printing tersebut, lalu Anda tunggu hasilnya, dan setelah bebberapa saat, selesailah
proses cetaknya dan Anda terima hasilnya. Semudah itu..
Sumber : http://rumahcahaya.com/proses-cetak-dengan-digital-printing/

MENJAMURNYA DIGITAL PRINTING

PENGANTAR

Perkembangan
teknik cetak mencetak belakangan ini disemarakkan dengan hadirnya digital printing yang pada
dasarnya memanfaatkan gelombang cahaya (seperti sinar laser, sinar ultra violet dan sinar infra
merah) atau teknologi lain untuk proses pengalihan gambar atau pembentukan imagenya.
Apabila membahas tentang teknik cetak mencetak, maka didalam buku Hand book of Print Media
halaman 42, dijelaskan bahwa teknik produksi cetak terbagi dalam dua golongan besar,
yaitu: (1) teknik cetak dengan acuan yang permanen (conventional printing/with master) seperti
letterpress, rotogravure, lithography/ offset dan screen printing; dan (2) teknik cetak dengan acuan
tidak permanen (non-impact printing/masterless) seperti electrophotography, magnetography,
ionography, ink-jet, thermography, photography, X-graphy dan electrography. Namun kemudian
pada bagan halaman 763 dijelaskan adanya teknik cetak gabungan, yaitu yang menggabungkan
antara teknik cetak yang menggunakan acuan permanen dan teknik cetak yang tidak
menggunakan acuan, dan/atau sebaliknya antara kelompok yang sama, yang disebut selanjutnya
disebut hybrid printing system. Sebagai contoh hybrid printing system itu seperti
penggabungan antara teknik cetak ofset dengan flexography, teknik cetak ofset dengan ink-jet,
electrography dengan ink-jet, teknik cetak ofset dengan letterpress, dll. Penggabungan teknik
produksi cetak ini diakibatkan oleh tuntutan pemesan yang menginginkan hasil cetak yang
memenuhi seleranya.
Pendapat lain mengemukakan bahwa teknik produksi cetak dikelompokkan menjadi 4 (empat)
kelompok besar, yaitu :

1. Conventional printing, dalam memproses barang cetakan melewati proses-proses (secara


garis besar seperti penampang berikut) :

2. Computer to film, dalam memproses barang cetakan melewati proses-proses (secara


garis besar seperti penampang berikut) :

3. Computer to plate, dalam memproses barang cetakan melewati proses-proses (secara


garis besar seperti penampang berikut) :

4. Computer to print, dalam memproses barang cetakan melewati proses-proses


(penampang berikut) :

TEKNIK DIGITAL PRINTING


Pada kesempatan penulisan kali ini akan mensitir, mengapa digital printing (yang masuk didalam
kelompok computer to print yang masterless) dapat berkembang dan merajalela diblantikan cetak
mencetak, apa kelebihan dan kekurangan dari teknik cetak digital printing yang tergolong didalam
teknik cetak yang semuanya tidak menggunakan acuan permanen (non-impact printing
/masterless) ini.
1. Secara umum kelebihan teknik digital printing dibanding conventional printing
(a) Waktu produksi dari pengolahan naskah sampai memperoleh hasl cetakan sangat
singkat. Hal itu dikarenakan pembentukan image berdasarkan postscript yang sudah tersedia
(apabila ordernya 4 warna, pembentukan image 4 warna itu dilakukan bersamaan dan

dengan register yang akurat), (b) dalam proses produksinya, tanpa menggunakan film, tanpa
bahan kimia, dan penintaannyapun secara otomatis.
Dengan kelebihan itu, maka teknik digital printing memungkinkan untuk mampu
menerapkan sistem print on demand , yaitu suatu sistem yang sangat concern dengan
ketepatan waktu, seperti pelayanan yang lengkap yang mencakup waktu cetak dan kirim,
banyaknya oplah yang diinginkan, waktu kapan dibutuhkan, mutu yang disepakti pemesan
dan dimana harus dikirim sesuai keinginan pemesan.
Teknologi digital yang concern dengan print on demand, dan sudah banyak di kalangan
industri cetak mencetak, seperti: Indigo, GTO Direct Imaging System (GTO DI), Micropress,
Electroprint, Docutex, Quick Master, dll yang semuanya berlomba untuk merebut pasar dalam
menyajikan hasil cetak yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
Namun demikian, perusahaan juga tetap harus memperhatikan kelangsungan hidup
perusahaannya, yaitu: (1) order cetakan yang cukup dan berkesinambungan /stabil agar
dapat mengimbangi besarnya biaya yang diinvestasikan untuk pengadaan sarana, prasarana,
peralatan cetak, pengeluaran operasional perusahaan, dll; (2) memenuhi permintaan
pelanggan yaitu: harga yang wajar dan bersaing, tepat waktu pengiriman dan kualitas yang
memuaskan; (3) dapat bersaing dengan fair dalam hal besarnya harga, kualitas/mutu
pelayanan/servis dan tingginya kualitas/mutu barang cetakan, dan (4) waktu yang dibutuhkan
untuk kembalinya modal/investasi (ROI) yang ditanam dan besarnya keuntungan yang harus
diperoleh.
2. Teknik cetak digital yang mampu dan unggul untuk memproduksi dalam waktu yang
singkat sangat tepat untuk kelompok atau perorangan, seperti: pengusaha
periklanan/reklame, pengusaha jasa (pesawat udara, hotel, konsultan,dll), sektor pendidikan,
asuransi, perbankan, pemerintah, dan elemen masyarakat lain/pengusaha yang waktunya
sangat sempit, namun menginginkan barang cetakan yang cepat dengan pelayanan yang
cepat dan akurat.
Kekurangan teknik digital printing dibanding conventional printing:
Selengkapnya baca di majalah Indonesia Print Media edisi 46 Mei - Juni 2012.
Share

Mengupas Tuntas Seputar Digital Printing


0 Google +0 0

Anda mungkin tidak sadar selama ini sudah sangat akrab


dengan digital printing. Sehari-hari dikantor dan dirumah anda selalu
menggunakannya. Cetak digital adalah semua teknologi reproduksi yang menerima

data elektronik dan menggunakan titik (dot) untuk replikasi. Semua mesin cetak yang
memanfaatkan komputer sebagai sumber data dan proses cetak memanfaat prinsip
titik; dimana gambar atau image pada material (kertas, plastik, tekstil dll) tersusun
dari kumpulan titik-titik.
Definisi printer, copier, press Berdasarkan mesin cetak aplikasi yang ada,
maka cetak digital secara garis besar digolongkan menjadi 3;
(1) printer - seperti; printer untuk Personal Computer (PC)
(2) copier - seperti; mesin fotokopi yang dilengkapi dengan scanner
(3) press - seperti; mesin cetak offset.
1. Printer adalah semua teknologi,mesin cetak yang membuat gambar atau image
pada kertas yang diambil dari data/file komputer; menghasilkan turunan cetak
pertama atau cetak asli dimana setiap cetakan bisa unik atau berubah. Ciri ini
memberi kemampuan personalisasi bahan cetakan. Semua dokumen bisa menjadi
individual. Teknologi tinta yang dipakai bisa inkjet, wax-transfer dan toner.
2. Copier atau mesin fotokopi, dicirikan dengan alat scanner; menghasilkan cetakan
turunan kedua. Mesin fotokopi dapat menggandakan cetakan turunan pertama. Tinta
yang umum dipakai adalah toner, menggunakan teknologi elektrofotografi.
3. Press atau mesin cetak press, dicirikan dengan sistim mekanis yang
mengandalkan penghantar (carrier) image untuk mereplikasi atau menggandakan
suatu gambar yang sama ke material (kertas) cetak secara berulang dan terus
menerus. Umum ditemukan pada alat cetak offset lithografi, yang memungkinkan
melakukan pencetakan dalam ukuran kertas dan jumlah besar.
Dalam perkembangan mesin cetak aplikasi digital, dari ke tiga kelompok tersebut
berkembang mesin campuran;
1. Printer Press
2. Press Printer
3. Scanner Printer.
Printer Press, sering disebut sebagai alat cetak printer (dokumen turunan pertama)
kualitas tinggi baik hitam putih atau warna. Kecepatan mesin printer mencapai 50
lembar per menit atau lebih, yang dilengkapi dengan belt untuk mempercepat
"delivery" dan menahan kertas dengan efek elektrik statik. Belt menggantikan fungsi
roller yang sering menimbulkan masalah jamming untuk kecepatan tinggi. Alat printer
ini memungkinkan membuat image yang dinamis / berubah pada photoconductor belt
atau drum untuk setiap 50 lembar cetakan. Tak jarang alat printer ini dilengkapi
dengan fasilitas penjilidan dan finishing.
Press Printer, alat mesin cetak offset press dengan proses pembuatan penghantar
image langsung diatas mesin offset - tanpa proses prepress diluar mesin cetak, yang
ditambahkan dengan alat cetak printer pada bagian akhir untuk memberikan
informasi yang dinamis / berubah. Biasanya alat cetak printer tambahan ini
menggunakan teknologi tinta inkjet.
Scanner Printer, alat cetak printer yang dilengkapi dengan peralatan scanner. Mesin
cetak ini dilengkapi jaringan yang berhubungan dengan RIP, raster image processor,
memungkinkan untuk melakukan modifikasi image hasil dari scanning. Jenis
informasi adalah dokumen turunan pertama, ini berbeda dengan mesin copier yang

sering rancu karena sama-sama menggunakan peralatan scanner.


Reproduksi Informasi
Untuk lebih memahami konsep digital printing, maka secara garis besar ada 2
kelompok reproduksi informasi;
1. Static printing
2. Dynamic Printing.
Static Printing, proses menggandakan informasi yang sama dan tetap dalam jumlah
yang besar. Untuk merubah informasi dari satu hasil cetakan harus mengeluarkan
daya upaya, biaya dan jumlah cetakan yang besar yang sebenarnya tidak
dibutuhkan. Kita mengacu pada proses cetak tradisional seperti mesin cetak offset,
dimana image carrier yaitu blanket memuat informasi yang sama dan tetap untuk
sejumlah lembar cetakan.
Dynamic Printing, proses menggandakan suatu informasi yang bisa berubah-ubah
untuk setiap lembar cetakan. Kita bisa mengacu pada mesin copier atau fotokopi,
yang dapat menggandakan setiap lembar kertas dengan informasi berbeda
tergantung pada informasi yang ingin dikopi.
Berdasarkan ciri dan sifat umum diatas maka dynamic printing banyak ditemukan
pada peralatan, metoda dan teknologi digital printing. Kemampuan memberikan
dinamika informasi terkait erat dengan penggunaan file dan/atau komputer itu
sendiri. Komputer merupakan tonggak utama digital printing.
Parameter Reproduksi Informasi
Secara garis besar terdapat 2 kelompok parameter yaitu;
- Parameter utama dan
- Parameter pelengkap untuk membedakan Static and Dynamic Printing, dan
sekaligus panduan dalam menggunakan masing-masing jenis cetakan.
Parameter utama, parameter yang bersifat unik dan khas dalam membedakan static
dan dynamis printing, terdiri dari;
1. Image carrier
2. Variability informasi
3. Cycle time
4. Jumlah cetakan
5. Front cost
Lebih lanjut penjelasannya dapat dilihat paragraf berikut "Pendefinisian Digital
Printing".
Parameter pelengkap, parameter yang sifatnya terus berkembang dan berubah
dimana suatu saat memungkinkan tidak adanya perbedaan berarti dan unik antara
static dan dynamic printing, terdiri dari;
1. Kualitas cetakan
2. Jenis kertas
3. Ukuran kertas
4. Jenis material tinta
Lebih lanjut penjelasannya pada paragraf "Teknologi Peralatan Digital Printing".
Pendefinisian Digital Printing
Dengan memahami parameter-parameter diatas dengan gampang kita melihat dan
mendefinisikan multi aspek dan nama digital printing. Dynamic printing sendiri

merupakan benang merah dari istilah digital printing, dimana penggunaan file
komputer dan komputer merupakan cikal bakal perkembangan digital printing.
Perkembangan teknologi dari parameter-parameter utama reproduksi informasi
menggiring perkembangan digital printing ke aspek-aspek, antara lain;
1. Direct Imaging;
Berkaitan dengan proses pembuatan "image carrier" (pengahantar image seperti plat
dan blanket)
2. Variable Printing
Berkaitan dengan variable informasi
3. On-Demand Printing
Berkaitan dengan jumlah cetakan, cycle time dan front cost
4. Distributed Printing
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan
disimpan
5. Digital Prepress dan Workflow
Berkaitan dengan teknologi file komputer itu sendiri yang bisa dipindahkan dan
disimpan
Impact & Non-Impact printing
Apakah faktor impact dan non-impatc printing mempunyai dan berperanan dalam
perkembangan digital printing?. Jawabannya iya dan tidak, pada awalnya semua
digital printing mengacu pada non-impact printing wlaupun dengan teknologi direct
imaging kita bisa bisa melakukan proses cetak lithografi yang impact printing.
Namun yang jelas istilah ini bukan menjadi faktor yang mendefinisikan digital
printing.
Impact Printing, ditandadi dengan kontaknya pembawa image dengan material cetak
(kertas, plastik).
Teknologi Peralatan Digital Printing
Perkembangan teknologi perlatan digital printing sangat dipengaruhi oleh
penggunaaan material tinta, antara lain;
- Tinta
- Toner
- Inkjet
- Lain-lain
Kualitas cetak, kertas dan ukuran dipengaruhi oleh perkembangan teknologi diatas
dan sekaligus mempengaruhi segmen pasar cetak yang ada.
Sumber : www.kertasgrafis.com
- See more at: http://chugygogog.blogspot.co.id/2010/02/mengupas-tuntas-seputardigital.html#sthash.kD2iwkU9.dpuf