Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

AKSIOLOGI
Nilai Kegunaan Ilmu
A;

Ilmu dan Moral

Tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat berhutang kepada ilmu dan
teknologi. Sejak pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun
dalam perpektif yang berbeda. Sejak Copernicus (1473-1543) mengajukan teori tentang
kesemestaan alam dan menemukan bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari dan
bukan sebaliknya seperti apa yang diajarkan oleh ajaran agama maka di sinilah timbul
interaksi antara ilmu dan moral (yang bersumber dari ajaran agama). Para ilmuan berusaha
untuk menegakkan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana semboyan : Ilmu
yang Bebas Nilai.
Teknologi jika terinteraksi dengan ilmu dan moral diartikan sebagai penerapan konsep
ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah praktis baik berupa perangkat keras(hardware)
maupun perangkat lunak(software).
B;

Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan

Ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara
terbuka oleh masyarakat. Penciptaan ilmu bersifat individual namun komunikasi dan
penggunaan ilmu adalah bersifat sosial. Seorang ilmuwan mempunyai tanggung jawab, dia
mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat.
Ilmuwanlah yang mempunyai latar belakang pengetahuan cukup untuk dapat
menempatkan masalah tersebut pada proporsi yang sebenarnya sehingga mempunyai
kewajiban sosial untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat banyak dalam bahasa yang
dapat merka cerna. Tanggung jawab seorang ilmuwan dalam hal ini adalah memberikan
perspektif yang benar untung dan ruginya, baik dan buruknya sehingga penyelesaian yang
obyektif dapat dimungkinkan.
Ilmuwan berdasarkan pengetahuannya memiliki kemampuan untuk meramalkan apa yang
terjadi. Kemampuan analisis seorang ilmuwan mungkin pula menemukan alternatif dari
obyek permasalahan yang sedang menjadi pusat perhatian. Kemampuan analisis seorang
ilmuwan dapat dipergunakan untuk mengubah kegiatan nonproduktif menjadi kegiatan
produktif yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Seorang ilmuwan tidak menolak atau menerima sesuatu secara begitu saja tanpa suatu
pemikiran yang cermat. Di tengah situasi di mana segenap nilai mengalami kegoncangan
maka seorang ilmuwan harus tampil ke depan. Pengetahuan yang dimilikinya merupakan
kekuatan yang akan memberinya keberanian.

C;

Nuklir dan Pilihan Moral

Dikutip dari surat yang ditulis Enstein kepada Presiden Amerika Serikat Franklin
D.Roosevalt terkait pembuatan bom atom bahwa Einstein berkewajiban untuk
memberitahukan segala rangkaian pembuatan bom atom yang dilakukan oleh Amerika
Serikat. Apakah Einstein memberitahukan semua itu karena Einstein warga amerika dan
mungkinkah Einstein senang dengan buah pikirannya dijadikan untuk menindas orang lain
atau apakah semua yang ia lakukan itu dilandaskan atas nasionalisme dan patriotisme ? .
Dalam persoalan ini , Ilmu bersifat netral . Einstein memihak kepada rasa kemanusiaan yang
besar . Karena kemanusiaan tidak mengenal batas geografis , sistem politik atau sistem
kemasyarakatan lainnya.
Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penemuannya dipergunakan
untuk menindas apalagi merugikan orang lain . Saat itu , Einstein memihak sekutu karena
anggapannya sekutu mewakili aspirasi kemanusiaan . Maka dari itu seorang ilmuwan tidak
boleh berpangku tangan atas permasalahan yang ada. Faktanya , perang dunia ke-2
mengakibatkan kehancuran , pembunuhan dan kesengsaraan . Dalam hal ini , melencenglah
tugas ilmuwan yang berperan sebagai penghilang atau pengecil sekaligus pencegah
peperangan. Berarti , diperlukanlah landasan moral yang kukuh bagi seorang ilmuwan untuk
mempergunakan ilmu pengetahuan . Landasan seorang ilmuwan yang mempertimbangkan
penemuannya untuk di share , apakah penemunnya menimbulkan banyak kejahatan daripada
kebaikan .
Oleh karena itu , kenetralan dalam proses penemuan kebenaran inilah yang mengharuskan
ilmuwan bersikap dalam menghadapi bagaimana penemuannya digunakan .
D;

Revolusi Genetika

Ilmu dalam prespektif sejarah kemanusiaan memiliki puncak kecemerlangan masingmasing, namun kecemerlangan itu sekaligus membawa malapetaka. Kimia merupakan ilmu
yang pertama yang dimulai sebagai kegiatan pseudoilmiah yang bertujuan mencari obat
mujarab untuk hidup abadi dan rumus campuran kimia untuk mendapatkan emas. Setelah itu
menyusul fisika yang mencapai kulminasi pada teori fisika nuklir. Kemajuan kedua bidang
tersebut membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun kemajuan ilmu tersebut
juga membawa malapetaka. Perang Dunia I menghadirkan bom kuman sebagai kutukan ilmu
kimia dan Perang Dunia II memunculkan bom atom sebagai produk ilmu fisika.
Revolusi genetika merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuan manusia karena
sebelum ini ilmu tidak pernah memakai manusia sebagai objek penelaahannya. Namun
penelaahan ilmiah juga pernah terjadi pada jasad manusia, yang dimaksudkan untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi dan tidak membidik secara langsung manusia sebagai
objeknya. Artinya jika kita menelaah suatu organ manusia, maka hal ini dimaksudkan untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan penyakit organ tersebut. Dengan
penelitiaan genetika maka masalahnya menjadi sangat lain, kita tidak membuat teknologi

untuk kemudahan manusia melainkan teknologi untuk mengubah manusia itu sendiri. Ilmu
berfungsi sebagai ilmu pengetahuan yang membantu manusia dalam mencapai tujuan
hidupnya, dalam hal ini ilmu tidak berwenang untuk menentukannya.
Kesimpulan:
Dapat disimpulkan dari 4 pembahasan di atas bahwa ilmu dan moral serta berhubungan
serta ilmuanpun memiliki tanggung jawab sosial dan moral kepada masyarakat agar menjadi
konsep ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah praktis dan baik untuk masyarakat
kedeoannya. Seorang ilmuwan harus sudah mempertimbangkan pemecahan-pemecahan
masalah serta penemuan-penemuannya sehingga terhindar masalah revolusi genetika yang
menggunakan manusia sebagai penelitiannya.