Anda di halaman 1dari 27

PBL blok 5

Muskuloskeletal-1

Ekstremitas Atas dan Pendukung Mekanisme Kerjanya


Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA
*Alamat Korespendensi:
Ika Puspita
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510
No. Telp (021) 5694-2061, e-mail: ika.puspita20@gmail.com
Pendahuluan
Tangan manusia adalah organ yang dirancang dengan baik, yang pada
dasarnya melakukan fungsi mencekap, mencubit, dan memegang. Karena
sensitivitasnya serta hubungan rumit dan tepat dengan korteks serebri,
maka tangan mampu melakukan rentang tugas yang lebar, seperti
memanipulasu

alat

kasar

dan

berat,

melakukan

konser

piano,

menyampaikan pesan emosional. 27 tulang ditangan menjadikannya bagian


tubuh paling fleksibel. Tidak seperti kebanyakan binatang, manusia dapat
berjalan tegakm sehingga tangannya dapat bebas bergerak. Lebih dari 30
otot pada lengan bawah dan tangan menggerakan pergelangan, telapak,
ibujari, dan jari-jari tangan. Jrai tidak hanya digerakan oleh tulang tetapi juga
digerakan oleh otot. Sebagian besar otot yang menggerakkan jari-jari tangan
tidak terdapat di telapak tangan, tetapi pada lengan. Otot-otot ini terhubung
dengan tulang tangan dan jari menggunakan tendon yang sangat panjang.
Kamu dpaat melihat tendon bergerak di punggung tanganmu saat menekuk
jari.1

ANATOMI TANGAN

1.1 Struktur Otot 2


Di dalam tubuh kita

terdapat

lebih

dari

640 otot tangka. Mereka

menghasilkan berbagai gerakan tergantung ukuran, kekuatan, dan kerja


samanya dengan tulang dan sendi.Otot yang akan dibahas adalah otot yang
berkaitan pada kasus yaitu untuk gerakan flexi (menggenggam).
Otot permukaan ventral lengan bawah
1. Otot : M. Fleksor carpi radialis

Persarafan : N. Medianus

Origo

: Epicondilus medialis humeri, fascia antebrachii

Insertio

: Permukaan palmar dasar Os metacarpi II (sering kali juga

III)

Fungsi

: Sendi siku : Fleksi, pronasi. Sendi tangan : Fleksi

palmar, abduksi ke arah radial.


2. Otot : M. Pronator teres

Persarafan : N. Medianus

Origo

: Caput Humeral : Epicondilus medialis humeri. Caput ulna :

Processus coronoideus ulna.

Insertio

Fungsi

: Permukaan radius bagian lateral


: Pronasi

3. Otot : M. Palmaris Longus

Persarafan : N. Medianus

Origo : Epicondilus medialis humeri, fascia antebrachii

Insertio : Aponeurosis palmaris

Fungsi : Sendi siku : Fleksi, Pronasi. Sendi tangan : Fleksi palmar,


penegangan aponeurosis palmaris.

4. Otot : M. Fleksor Digitorum superficialis

Persarafan : N. Medianus

Origo : Epicondilus medialis humeri, Processus coronoideus

Insertio : Dengan empat tendo panjang pada landasan phalanx media


jari ke 2-5

Fungsi : Sendi siku : Fleksi. Sendi tangan : Fleksi palmar, abduksi ke


arah ulnar. Sendi-sendi dasar jari (II V) : fleksi, adduksi. Sendi jari
proksimal (II V) : Fleksi

5. Otot : M. Fleksor carpi ulnaris

Persarafan : N. Ulnaris

Origo : Epicondilus medialis humeri, septum intermusculare brachii


mediale

Insertio : Os pisiform

Fungsi : Sendi siku : Fleksi. Sendi tangan : Fleksi palmar, abduksi ke


arah ulnar. Sendi-sendi dasar jari (II V) : fleksi, adduksi. Sendi jari
proksimal (II V) : Fleksi

Otot Radial Lengan Bawah

1. Otot : M. Brachioradialis

Persarafan : N. Radialis

Origo : Margo lateralis humeri

Insertio : Processus styloideus radii

Fungsi : Sendi siku : Fleksi, Pronasi atau supinasi (Pergerakan memutar


dari posisi akhir yang berlawanan ke posisi tengah tergantung dari
sudut tekuk).

2. Otot : M. Fleksor carpi radialis longus

Persarafan : N. Radialis

Origo : Margo lateralis humeri, Epicondilus lateralis.

Insertio : Permukaan dorsal dari dasar os metacarpi II

Fungsi : Sendi siku : Fleksi, Pronasi atau supinasi (Pergerakan memutar


dari posisi akhir yang berlawanan ke posisi tengah tergantung dari
sudut tekuk).

3. Otot : M. Ekstensor carpi radialis brevis

Persarafan : N. Radialis

Origo : Epicondilus lateralis humeri, Ligamen annulare radii.

Insertio : Permukaan dorsal dari dasar os metacarpi III

Fungsi : Sendi tangan : Fleksi dorsal, abduksi ke radial.

Otot Permukaan Ventral Lengan Bawah Sebelah Dalam


1. Otot : M. Fleksor Digitorum Profundus

Persarafan : N. Ulnaris untuk bagian ulnar dan N. Medianus untuk


bagian radial.

Origo : Facies anterior ulna (2/3 proksimal), Membrana interossea

Insertio : Basis phalanx distalis jari ke 3-5

Fungsi : Sendi siku : Fleksi. Sendi dasar jari (II-V) : Fleksi, adduksi.
Sendi jari (II-V) : Fleksi

2. Otot : M. Fleksor Policis Longus

Persarafan : N. Medianus

Origo : Caput humeral (epicondilus medialis humeri), Caput Radiale


(Facies anterior radii, distal dari tuberositas radii)

Insertio : Basis phalanx distalis ibu jari

Fungsi : Sendi tangan : Fleksi palmar. Sendi pelana ibu jari : oposisi,
adduksi. Sendi ibu jari : Fleksi

3. Otot : M. Pronator Quadratus

Persarafan : N. Medianus

Origo : Margo anterior ulna (1/4 distal)

Insertio : Margo dan facies anterior radius

Fungsi : Sendi radioulnar : Pronasi

1.2 Struktur Tulang3


Adapun tulang pembentuk regio ekstremitas superior yaitu: Scapula,
Clavicula, Humerus, Radius, Ulna, carpal, Metacarpal, Phalangs.
1.

Scapula (tulang belikat)


Dalam anatomi manusia, tulang belikat atau scapula adalah tulang yang
menghubungkan humerus (tulang lengan atas) dan clavicula (tulang
selangka).
gambar 1. Scapula

2. Clavicula (tulang selangka)


Dalam anatomi manusia, tulang selangka atau clavicula adalah tulang
yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang
tubuh.
gambar 2. Clavicula

3. Humerus (Tulang Lengan Atas)


Batang humerus terletak di antara batas atas pectoralis penyisipan besar
proksimal dan distal ridge supracondylar. Ini merupakan tengah tiga perlima
dari seluruh humerus. Bagian anterior tuberositas semakin besar meluas ke
anterior punggungan yang berakhir pada fosa coronoid distal. Aspek
posterior yang lebih besar terus tuberositas sebagai lateral distal ridge yang
berakhir di supracondylar lateral punggungan. Melds tuberositas yang lebih
kecil menjadi medial terletak punggung bukit yang membentuk punggungan
supracondylar medial distal.
Deltoideus Tuberculum yang membentuk lateral keunggulan hanya proksimal
ke midshaft. Batang humerus memiliki posterior, sebuah anterolateral, dan
anteromedial permukaan. Kanal yang meduler berakhir humerus proksimal
ke

olecranon

fosa.

Anatomi humerus memiliki implikasi yang penting untuk internal dan


eksternal

fiksasi

Lengan dibagi menjadi kompartemen anterior dan posterior oleh fasia


septae. Compartmentcontains posterior otot trisep, saraf radialis beteen
panjang dan lateral kepala trisep. Anterior atau flexorcompartment berisi
fleksor dari siku, biceps brachii dan brakialis, dan coracobrachialis. The
brakialis telah mendapat pasokan dua saraf-satu dari muskulokutaneus dan
lain dari saraf radialis.
Gambar 3. Humerus

4. Radius (Tulang Pengumpil) & Ulna (Tulang hasta)


gambar 4. Radius dan Ulna

5. Carpal, Metacarpal dan Phalangs


gambar 5. Carpal, metacarpal

1.3 Struktur Saraf2


Tangan dipersarafi oleh tiga saraf utama : medianus, ulnaris, dan radialis.
Ketiga saraf terlibat dalam fungsi motorik dan sensorik ibu jari, jari tangan
dan pergelangan tangan.
Nervus medianus. Nervus medianus mensarafi otot untuk cakapan yang
tepat dan cabang sensorik memberikan sensitivitas paling bermanfaat untuk
fungsi tangan. Nervus medianus memasuki lengan bawah antara dua venter
dari musculus pronator teres. Nervus medianus memasuki tangan melalui
terowongan carpal dengan tendo flexor ibujari tangan dan jari tangan.
Nervus Ulnaris. Nervus ulnaris mensarafi otot yang diperlukan untuk
cekapan kuat dan cubitan kuat. Sokongan sensoriknya ke tangan kurang
penting dibandingkan yang diberikan oleh nervus medianus. Nervus ulnaris
memasuki lengan bawah dalam terowongan kubital (postreior terhadap
epikondilus medialis siku) dan berjalan melalui muskulus fleksor karpi
ulnaris. Nervus ulnaris memasuki tangan melalui kanalis Guyon pada
pergelangan tangan. Cabang sensoris mensarafi kulit di atas permukaan

palmaris dan dorsalis setengah ulnaris tangan dan pemukaan palmaris sisi
ulnaris jari manis dan seluruh jari kelingking.
Nervus Radialis. Nervus radialis terutama saraf motorik yang bertanggung
jawab untuk ekstensi pergelangan tangan, jari tangan dan ibu jari tangan.
Nervus radialis tidak mensarafi otot intrinsik tangan apapun. Cabang
sensorik nervus radialis hanya mensarafi dorsum setengah radialis tangan.
1.4 Struktur Pembuluh Darah2
Arteraia radialis dan ulnaris merupakan pembuluh darah besar yang
memberikan

darah

ke

tangan.Arteria

ulnaris

yang

dominan

dalam

kebanyakan individu, melayani tangan melalui arkus palmaris superficialis


serta arteria radialis, melalui arkus palmaris profundus. Pembuluh darah
digitalis propria meyertai nervus digitalis ke setiap sisi jari tangan. Di dalam
jari tangan, saraf lebih volar, sehingga sewaktu arteri diputuskan. Suplai
darah besar ke ibu jari tangan adalah prinseps polisis, yang biasanya berasal
dari cabang arteria metakarpalis pertama dari arkus palmaris profundus.
Varia si vaskulat lebih lazim dibandingkan anomali saraf dalam tangan.

FISIOLOGI
2.1 Mekanisme kerja otot4
bila suatu otot berkontraksi, salah satu ujungnya biasanya diam sedangkan
ujung yang lain bergerak ke arah ujung yang diam tersebut. Ujung yang
diam disebut origo, sedangkan yang bergerak disebut insersi. Namun,
kadang-kadang otot bisa digerakkan sedemikian rupa sehingga insersinya
diam dan origo bergerak ke arah insersi.Otot hanya bekerja melalui kegiatan
kontraksi dan kegiatan menarik. Otot tidak bisa mendorong, meskipun bisa
berkontraksi memendek sehingga mempertahankan sendi diam pada posisi
tertentu. Bila kontraksi hilang, otot menjadi lunak, tetapi tidak memanjang
sampai ia teregang oleh kontraksi otot yang berlawanan kerjanya (otot
antagonis).
Otot tidak pernah bekerja sendiri. Bahkan gerakan paling sederhana
sekalipun memerlukan kerja banyak otot. Setiap otot harus berkontraksi dan
setiap otot antagonis harus rileks untuk memungkinkan gerakan yang halus
tanpa sentakan. Kerja harmonis otot-otot ini disebut koordinasi otot. Setiap
kerja baru yang melibatkan koordinasi memerlukan waktu dan latihan
sampai kombinasi baru gerakan otot tersebut dikuasai, dan setelah itu
gerakan tersebut bisa dilakukan tanpa kerja mental dan konsentrasi yang
besar.
Saraf sensori memberi rasa otot, meskipun bukan sensasi yang sangat
akut, tetapi cukup untuk menginformasikan adanya kontraksi dan relaksasi
pada otot. Sensasi ini tidak kentara sampai dilakukan usaha sadar untuk
merelaksasi atau mengontraksi otot, yakni pada saat derajat kontraksi
sebelumnya menjadi jelas. Kenormalan otot berada dalam kondisi kontraksi
parsial

yang

dikenal

sebagao

tonus

otot.

Tonus

otot

inilah

yang

mempertahankan posisi dalam waktu lama tanpa menimbulkan kelelahan.


Hal ini dimungkinkan oleh sutau mekanisme. Pada mekanisme ini berbagai
kelompok serabut otot melakukan kontraksi dan relaksasi secara bergantian,
sehingga setiap otot mempunyai kesempatan untuk beristirahat dan bekerja.

Otot yang mempunyai drajat tonisitas paling tinggi pada manusia adalah
otot leher dan punggung.
Komposisi otot adalah 75% air, 20% protein, 5% garam mineral, glikogen,
dan lemak.Kontraksi terjadi akibat impuls saraf. Impuls saraf, yang bersifat
elektrik, dihantar ke sel-sel otot secara kimiawi dan hal ini dilakukan oleh
sambungan otot-saraf (neuromuscuar juction). Impuls saraf sampai ke
sambungan

otot-saraf

yang

mengandung

vesikel-vesikel

berisi

neurotransmitter asetilkolin (Ach). Asetilkolin dilepas ke dalam ruang natara


saraf dan otot (celah sinaps) dan ketika asetilkollin menempel pada sel otot,
ia akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan aktivitas listrik akan
menyebar ke selurh sel otot, sehingga timbul kontraksi, untuk bisa
berkontraksi, serabut otot memerlukan energi yang didapat dari oksidasi
makanan, terutama karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana yang
disebut glukosa. Glukosa yang tidak diperlukan dengan segera oleh tubuh
akan dikonversi menjadi glikogen dan disimpan di hati dan di otot. Glikogen
otot merupakan sumber panas dan energi bagi aktivitas otot. Selama
oksidasi glikogen menjadi karbondioksida dan air, terbentuk suatu senyawa
yang kaya akan energi. Senyawa ini disebut adenosin trifosfat (ATP). Apabila
otot harus melakukan kontraksi, energi ATP akan dilepas seiring dengan
perubahannya menjadi adenin trifosfat (ADP). Selama oksidasi glikogen,
akan terbentuk asam piruvat. Bila terdapat banyak oksigen, seperti yang
terjadi pada gerakan umum, asam piruvat dipecah menjadi karbondoksida
dan air. Pada proses ini juga dilepas energi yang akan dipakai untuk
membuat lebih banyak ATP. Apabila oksigen tidak mencukupi, asam piruvat
diubah menjadi asam laktat, yang bila menumpuk akan menyebabkan
kelelahan otot.
Otot rangka juga dikenal sebagai otot lurik karena penampilannya lurik bila
dillihat menggunakan mikroskop. Gambaran lurik disebabkan oleh struktur
protein yang membentuk otot. Protein ini disebut aktin dan miosin. Apabila
otot berkontraksi, gambaran lurik akan menyempit dan ini diperkirakan
karena gerakan relatif satu prtein lain. Hal ini dideskripsikan sebagai teori

pergeseran filamen (sliding filamen). Miosin mempunyai tonjolan, yang


dengan menggunakan energi, dapat berjalan sepanjang protein yang lain
(aktin) dan dengan demikian menghasilkan kontraksi, ketika otot dirangsang
oleh impuls listrik.
Selama latihan yang berat banyak oksigen dibawa ke dalam otot tetapi
oksigen yang mencapai selnya otot tidak mencukupi, terutama pada awal
latihan. Asam laktat akan menumpuk dan berdifusi ke dalam cairan jaringan
dan darah. Keberadaan asam alktat di dalam darah akan merangsang pusat
pernafasan sehingga kedalaman nafas pun meningkat. Hal ini berlangsung
terus, bahkan setelah latihan selesai, smapai jumlah oksigen cukup untuk
memungkinkan sel-sel otot dan hati mengoksidasi asam laktat dengan
sempurna atau mengubahnya menjadi glikogen. Oksigen ekstra yang
dibutuhkan untuk membuang tumpukan asam laktat ini disebut oxygen
debt yang harus dikembalikan setelah latihan berakhir.

2.2 Sumber energi kontraksi & pemicu kontraksi5


Karena ATP yang tersimpan dalam otot biasanya akan habis setelah sepuluh
kali kontraksi, maka ATP harus dibentuk kembali untuk kelangsungan
aktivitas itit melalui sumber lain.
1.

Kreatin fosfat (CP).


Senyawa berenergi tinggi lainnya, merupakan sumber energi yang langsung
tersedia untuk memperbaharui ATP dari ADP.
(CP + ADP ----> ATP + kreatin)

a.

CP memungkinkan kontraksi otot tetap berlangsung saat ATP tambahan


dibentuk melalui metabolisme glukosa secara anaerob dan aerob

b.

CP menyediakan energi untuk sekitar 100 kontraksi dan harus disintesis


ulang dengan cara memprodukai lebih banyak ATP (ATP+kreatin----> ADP
+CP)

c.

ATP tambahan terbentuk dari metabolisme glukosa dan asam lemak melalui
reaksi aerob dan anaerob.

2.

Reaksi anaerob (jalur glikolisis)

a.

Otot dapat berkontraksi secara singkat tanpa memakai oksigen dengan


menggunakan ATP yang dihasilkan melalui glikolisis anaerob, langkah
pertama dalam inspirasi selular.

b.

Glikolisis berlangsung dalam sarkoplasma, tidak memerlukan oksigen, dan


melibatkan pengubahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam
piruvat.

c.

Glikolisis anaerob berlangsung cepat tetapi tidak efisien karena hanya


menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa. Glikolisis dapat
memenuhi kebutuhan ATP untuk kontraksi otot dalam waktu singkat jika
persediaan oksigen tidak mencukupi.

d.

Pembentukan asam laktat dalam glikolisis anaerob

(1) Tanpa oksigen, asam piruvat diubah menjadi asam laktat


(2) Jika aktivitas yang dilakukan sedang dan singkat, persediaan oksigen yang
adekuat akan menghalang di akumulasi asam laktat
(3) Asam laktat berdifusi keluar dari otot dan dibawa ke hati untuk disintesis
ulang menjadi glukosa
3.

Reaksi aerob (memakai oksigen)

a.

Saaat aktivitas berlangsung, asam piruvat yang terbentuk melalui glikolisis


anaerob mengalir ke mitokondria sarkoplasma untuk mausk dalam siklus
asam sitrat (trikarboksilat) untuk oksidasi

b.

Jika ada oksigen, glukosa terurai dengan sempurna menjadi karbon


dioksida, air, dan energi (ATP)

c.

Reaksi aerob berlangsung lambat tetapi efisien, menghasilkan energi


sampai 36 mol ATP per mol glukosa

4.

Oxygen debt.
Saat terjadi aktivitas berat yang singkat, penguraian ATP berlangsung
dengan cepat sehingga simpanan energi anaerob menjadi cepat habis.
Sistem respiratorik dan pembuluh darah tidak dapat menghantar cukup
oksigen ke otot untuk membentuk ATP melalui reaksi aerob.

a.

Asam laktat berakumulasi, mengubah PH, dan menyebabkan keletihan


serta nyeri otot

b.

Oksigen ekstra yang harus dihirup stelah aktivitas berat disebut oxygen
debt.

c.

Volume oksigen yang dihirup tetap berada di atas volume normal sampai
semua asam laktat dikeluarkan, baik dioksidasi ulang menjadi asam piruvat
dalam otot atau disintesis ulang menjadi glukosa dalam hati
2.3 Hubungan saraf dan otot5

1.

Setiap serabut otot menerima satu ujung neuron motorik somatik, sel saraf
pada medulla spinalis yang mentrasmisi impuls ke otot rangka

2.

Ujung saraf motorik, disebut akson atau serabut saraf, menjalar dengan
sejumlah serabut serupa dari neuron motorik lain dalam sebuah saraf.

a.

Serabut akson tunggal terbagi menjadi sejumlah percabangan yang


membentuk sambungan (junction) neuromuskular khsus dengan serabut otot
rangka

b.

Setiap terminal akson berada dalam indentasi penuh berisi cairan (celah
sinaptik) pada sarkolemma, yang kemudian membentuk lipatan

3.

Lempeng ujung motorik merupakan

sambungan sebuah cabang akson

saraf dan serabut otot rangka yang tidak berdekatan


4.

Unit motorik adalah salah satu neuron motorik (dan cabang-cabangnya)


serta semua serabut otot yang terinervasi di dalamnya.

a.

Satu unit motorik dapat terdiri dari dua atau tiga serabut otot saja atau bisa
lebih dari seribu serabut dalam beberapa otot besar

b.

Semakin sedikit jumlah serabut otot yang terinervasi sebuah neutron,


semakin akurat gerakan yang dihasilkan.

(1) Otot yang digunakan untuk menulis sebagai contoh, memiliki seraut otot
yang lebih sedikit dalam unit motoriknya
(2) Otot postural besar yang menopang tubuh mungkin memiliki sekita 800
serabut otot/unit motorik

5.

Terminal akson (terminal bouton) mengandung mitokondria dan banyak


vesikel sinaptik kecil. Jika impuls saraf mencapai terminal akson, vesikel
sinaptik melepas zat transmitter asetil kolin (Ach)

a.

Ach berdifusi menyebrangi celah sinaptik untuk berikatan dengan reseptor


pada liapatan sarkolema. Hal ini menyebabkan perubahan yang tiba-tiba
pada permeabilitas membran otot terhadap ion natrium dan kalium dan
mengakibatkan arus balik pada polarisasi (potensial listrik) membran.

b.

Aliran impuls listrik (depolarisasi) menyebar ke dalam serabut otot karena


kerja tubulus-T ke retikulum sarkoplasma.

c.

Retikulum sarkoplasma kemudian melepas cadangan ion kalsium ke sekitar


filamem tebal dan tipis yang bertumpang tindih. Hal ini mengakibatkan
interdigitasi aktin dan miosin serta pemendekan sarkomer.

d.

Rangkain kejadian ini disebut rangkaian eksitasy-kontraksi

6.

Jika impuls saraf terhenti, maka depolarisasi membran selesai, ion kalsium
ditangkap kembali oleh retikulum sarkoplasma, dan proses kontraksi berhenti

7.

Ach berhubungan dengan sarkolemma hanya selama beberapa milidetik,


zat ini hampir secara langsung dipecah oleh enzim kolinesterase yang
dilepas dari lipatan sarkolema. Pemecahan Ach seperti ini penting untuk
membatasi

durasi

kontraksi

dan

memungkinkan

terjadinya

kontraksi

berulang.
8.

Otot rangka juga mengandung banyak ujung saraf sensorik.


HISTOLOGI
3.1 Jaringan otot5
Jaringan otot adalah daging tubuh dan tersusun atas sel-sel otot yang
fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh dan pembuluh-pembuluh tubuh.
Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi.
Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang
membangun sel otot dapat memanjang ataupun memendek. Jaringan otot
menyusun 40 % hingga 50 % berat total tubuh manusia dan tersusun atas
serabut-serabut otot. 4 ciri jaringan otot antara lain :

1.

iritabilitas (peka terhadap rangsang);

2.

kontraktil ( mampu memendek dan menebal);

3.

relaksasi (mampu memanjang);

4.

elastisitas atau mampu kembali ke bentuk semula setelah kontraksi atau


relaksasi.
Melalui gerak

kontraksinya,

mempertahankan

bentuk

dan

otot

melakukan 3 fungsi yaitu gerak,

produksi

panas.

Jaringan

otot

dapat

diklasifikasikan menjadi :

Secara Fungsional, otot diklasifikasi menjadi otot volunter (dikontrol


sesuai keinginan) atau otot involunter (bawah sadar)

Secara struktural, otot diklasifikasi menjadi otot lurik (dengan garis-garis)


atau polos (tidak bergaris). Lurik tersebut akan terlihat dalam pemeriksaan
potongan mikroskopik serabut.

Berdasarkan fungsi dan strukturnya, jaringan otot diklasifikasikan ke


dalam golongan berikut : otot polos, otot rangka, otot jantung
Otot Polos, otot involunter dan tidak berlurik.

(1) Distribusi, otot polos terbentuk pada area sebagai berikut :


-

Dinding organ berongga seperti saluran pencernaan, pernafasan, ekskresi,


dan reproduksi.

Dinding duktus dan pembuluh

Organ seperti kulit, limfa, dan penis.

(2) Struktur
-

Selnya pendek, berbentuk gelendong/kumparan, dengan ukuran


panjang 30 200 m dan diameter 5-10 m.

Setiap sel memiliki satu nukleus pipih yang terletak di tengah

Terdapat organel-organel seperti mitokondria, retikulum endoplasma dan


benda golgi.

Terdapat jaringan ikat yang membungkus sel, berkas dan kumpulan berkas
(endomisium, perimisium dan epimisium)

Terdapat aktin dan miosin, yang merupakan unit fungsional untuk kontraksi
otot.
Otot polos sirkuler
Otot polos longitudinal

Otot polos longitudinal

Gambar 6. Otot polos potongan memanjang dan melintang

Otot Lurik, otot volunter dan otot lurik


(1) Distribusi, Serabut individual yang akan bergabung menjadi berkas untuk
membentuk kelompok fungsional yang sdisebut otot, yang melekat pada
rangka dan bertanggung jawab untuk pergerakan.
(2) Struktur
-

Selnya panjang, berbentuk silindris dengan ujung tumpul

terdiri atas sel-sel otot rangka yang panjang (panjangnya sampai 40 mm),
diameter 10 100m

berinti banyak dan disebut serabut otot dan berada di tepi otot

Bagian-bagian penyusunnya adalah


1.

sarkolemma

: membran plasma

2.

sarkoplasma

: sitoplasma

3.

nucleus

: terdapat beberapa nukleus pada setiap sel dan letaknya

berdekatan dengan sarkolemma.


4.

Mitokondria

5.

Retikulum endoplamik

6.

Miofibril yang terdiri dari filamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin)

Gambar 7. Irisan membujur otot rangka

Miofibril merupakan unit fungsional otot dan disebut sarkomer.

Susunan

aktin dan miosin menimbulkan adanya garis-garis terang dan gelap. Garis
terang (pita I/ isotropik) adalah daerah dimana hanya terdapat filamen
tipis/aktin . Garis-garis\ pita A/ anisotropik) adalah daerah dimana filamen
tipis dan tebal saling bertindihan (overlap).

Pada garis gelap

terdapat

daerah terang yang disebut pita H. Pita H terdiri dari senyawa aktin. Pada
pita I terdapat daerah gelap yang disebut pita Z. Pita Z merupakan batas
antara sarkomer yang satu dengan sarkomer yang lain dan tersusun atas
suatu protein titin. Berikut ini adalah gambar suatu sarkomer.
sarkomer

Garis Z

Gambar 8. Susunan sarkomer

Garis H
A

Keterangan:
A band : pita A garis gelap , perpaduan miosin dan aktin

I band : pita I garis terang, terdiri dari aktin


Garis H : garis terang pada pita A
Garis Z : garis gelap pada pita I : batas antara dua sarkomer
Endomisium
Perimisium
Epimisium
Jaringan otot ini juga dikelilingi oleh jaringan ikat.

Jaringan ikat yang

mengelilingi serabut otot dinamakan endomisium,

jaringan ikat yang

mengelilingi berkas otot dinamakan perimisium,


mengelilingi kumpulan berkas otot

dan jaringan ikat yang

dinamakan epimisium (jaringan ikat

paling luar yang membungkus berkas-berkas otot).

Gambar 9. Otot rangka dan jaringan ikatnya

Otot Jantung, otot involunter dan otot lurik


(1) Distribusi, otot jenis ini hanya ada di jantung
(2) Struktur
-

Sel-selnya bercabang-cabang

Pada sel ada garis-garis gelap dan terang seperti otot rangka.

Pada sel terdapat garis-garis transversal yang

gelap, dinamakan diskus

interkalaris
-

inti sel 1-2 dan terletak di tengah

Gambar 10. Irisan membujur otot jantung

Pada jantung ada 3 hubungan khusus pada diskus interkalaris yaitu:

1.

Fascia adherens : tempat perlekatan filamen aktin pada sarkomer terminal,

2.

Maskula adherens : mempersatukan otot jantung agar tidak terpisah pada


saat kontraksi terus menerus (hubungan antar sarkomer),

3.

Gap junction : kontinuitas ionik di antara sel-sel yang berdekatan.


3.2 Jaringan tulang dan tulang rawan5
Kartilago dan tulang memiliki daya regang yang diberikan oleh serat
kolagendan materi tambahan dalam substansi dasar yang memberikan sifat
rigiditas dan kemampuan untuk menopang berat tubuh.
Kartilago
Mengandung campuran glikosaminoglikan dengan protein kenyal seperti
karet pada substansi dasarnya yang memberikan karakter serupa plastik
pada jaringan. Sebagian besar kartilago yang terbentuk dalam tubuh diganti
tulang. Kartilago dibagi dalam 3 jenis..

1.

Kartilago Hialin

(1)

Distribusi,

kartilago hialin ini terbentuk terutama pada area yang

membutuhkan sokongan kuat, tetapi fleksibilitas juga diperlukan, misalnya :


-

Ujung-ujung tulang panjang (permukaan artikulasi)

Ujung anterior tulang-tulang iga

Telinga eksternal

Rangka janin

Hidung, laring, trakea, dan bronkus.

(2) Struktur
-

Kondrosit adalah sel kartilago yang telah matang. Sel ini mengisi ruangruang kecil (lakuna) dalam matriks yang jernih dan tampak seperti kaca.

I.

Kondroblast, yang berasal dari mesenkim adalah sel kondrosit yang


belum matang. Sel ini kemudian berpoliferasi dan memproduksi matriks.

II.

Seiring dengan meningkatnya matriks intraselular, kondroblast terkumpul


dalam lakuna dan menjadi kondrosit matang. Kondrosit terus membelah dan
memproduksi kartilago tambahan.

Perikondrium adalah membran jaringan ikat rapat yang tervaskularisasi


dengan baik di sekitar kartilago hialin (kecuali kartilago artikular tulang). Sel
perikondrial

yang

berbatasan

dengan

kartilago

dapat

berdiferensiasi

memjadi kondroblas dan kondrosit untuk membentuk kartilago baru.


-

Matriks kartilago tidak memiliki pembuluh darah, sehingga nutrien dan gas
harus masuk ke kondrosi melalu perikondrium.

(3) Pertumbuhan
-

Pertumbuhan intertisial (suatu perpanjangan kartilago dari arah dalam).


Terjadi saat sel kondrosit muda membelah, mengumpulkan matriks di
sekitarnya dan kemudian terpisah.

Pertumbuhan
sebelumnya

ada)

aposisional
terjadi

saay

(dari
sel

luar

bagian

perikondrium

atas
yang

lapisan
paling

yang
dalam

berdiferensiasi menjadi kondroblas, menyelubungi diri dengan matriks, dan


menjadi konsrosit.
2.

Fibrokartilago

(1)

Distribusi, fibrokartilago terjadi pada lokasi yang lebih memerlukan

sokongan atau daya regang yang lebih kuat dibandingkan yang dapat
diberikan kartilago hialin. Fibrokartilago menyatukan tulang pada persendian
yang gerakannya terbatas, misalnya :
-

Tulang pada tengkorak kepala

Simfisis pubis

Diskus intervertebral

(2) Struktur, kondrosit seringkali terbentuk dalam kelompok atau barisan


diantara sejumlah berkas serat kolagen.
3.

Kartilago Elastik
Memiliki serat elastik utama. Hal ini memungkinkan kekauan kartilago, tetapi
tidak elastisitas dalam pergerakan.

(1) Distribusi, kartilago elastik terbentuk pada bagian telinga ekstrenal,


epiglotis, dan beberapa kartilago laring.

(2) Struktur, kartilago elastik serupa degan struktur kartilago hialin dengan
tambahan serat elastik yang bercabang banyak.
Tulang (jaringan osseus)5
Seperti kartilago, tersusun dari sel, serat, dan matriks. Walupun demikian,
jaringan ini lebih kuat daripada kartilago karena matriksnya mengandung
kalsium anorganik dan garam fosfat yang memberikan kekerasan dan
kemampuan untuk menopang berat tubuh. Tidak seperti sel kartilago, sel
tulang memiliki persediaan darah yang kaya melalui kanalikuli, yaitu saluran
kecil yang menembus matriks terklasifikasi.
1.

Jenis sel

(1) Osteoblas menyintesis unsur-unsur organik tulang, Sel inu bertanggung


jawab

untuk

pembentukan

tulang-tulang

baru

selama

pertumbuhan,

perbaikan, dan membentuk kembali tulang.


(2) Osteosit adalah sel-sel matang yang mengisi lakuna di dalam matriks.
(3) Osteoklas adalah sel-sel yang bertanggung jawab untuk menghancurkan
dan membentuk kembali tulang.

2.

Jenis jarigan tulang


Berdasarkan porositasnya, tulang dapat diklasifikasi menjadi tulang cancelius
dan tulang kompak.

a.

Tulang cancelius (disebut juga tulang berspon, atau tulang trabekular)


strukturnya menyerupai kisi-kisi yang terdiri dari batang tulang tipis atau
trabekulat yang menutupi ruang sumsum. Tulang cancelius terletak di bagian
internal tulang kompak.

b.

Tulang kompak (rapat) berbentuk padat, kecuali pada kanalikuli


mikroskopiknya. Tulang kompak terletak di bagian eksternal tulang panjang..
Struktur tulang kompak

Struktur pada tulang kompak dewasa adalah sistem Havers (osteon).

Masing-masing sistem Havers memiliki saluran

havers sentral yang

dikelilingi lamela, merupakan cincin konsentris zat interselular.


-

Lakuna mengandung osteosit dan kanalikuli yang terletak dalam lamela.


Kanalikuli bercabang dari sekuruh permukaan lakuna untuk berhubungan
dengan kanalikuli lain dan dengan sakuran havers atau saluran volksman.

Saluran Volksman yang berasal dari sudut kanan saluran Havers,


menembus lamela untuk berhubungan silang dengan sistem Havers

Saluran Havers mengarahkan pembuluh darah, limfatik, dan saraf melalui


tulang kompak

Periosteum dan endosteum, adalah tulang dilapisi secara eksternal dan


internal oleh lapisan sel pembetuk tulang dan jaringan ikat rapat.

Pertumbuhan tulang hanya dapat mengarah ke aposisional dari lapisan


tulang yang sebelumnya sudah ada.
3.3 Jaringan saraf5
Sebagai jaringan komunikasi, jaringan saraf mengalami spesialisasi untuk
menerima stimulus dan menghantarkan impuls ke seluruh bagian tubuh.
Jaringan saraf terdiri dari 2 jenis sel, yaitu neuron dan neuroglia.

a.

Neuron, atau sel saraf mengandung prosesus yang sangat banyak yang
disebut serabut saraf. Neuron tersusun dari komponen berikut :

Badan sel neuron disebut perikarion, mengandung nukleus

Sebagian besar neuron memiliki dendrit yang banyak, yang membawa


impuls ke perikarion

Setiap neuron hanya memiliki satu akson, yang membawa impuls menjauhi
perikarion

b.

Sel neuroglia menunjang jaringan saraf dan memberi nutrien ke neuron


dengan cara menghubungkan neuron pada pembuluh darah
3.4 Jaringan penyambung/Jaringan ikat5
Fungsi dari jaringan ikat adalah :

1.

Jaringan ikat memberi bentuk dan penunjang bagi tubuh. Tanpa substansi
interselular dari jaringan ikat, tubuh akan tampak seperti massa-jelly.

2.

Jaringan ikat mengikat berbagai jaringan agar tetap menyatu dan


menyediakan materi pembungkus antar bagian-bagian tubuh, menyimpan
lemak, dan membantu dalam poerbaikan jaringan.

3.

Substansi dasar dari jaringan yang renggang memberikan jalur untuk


pembuluh darah dan saraf, nutrien, gas, dan sisa metabolisme ditranspor
dari kapilar ke sel (dan sebaliknya) melalui substansi dasar.

4.

Substansi dasar merupakan suatu barier terhadap penyebaran bakteri yang


berbahaya dan juga menjadi tempat berlangsungnya perang melawan
bakteri
Jenis-jenis jaringan ikat

1.

Jaringan ikat areolar terdiri dari beberapa jenis sel yang tertanam dalam
matriks pada susunan serat kolagen dan serat elastik yang renggang. Serat
ini halus dan fleksibel, memiliki pembuluh darah yang banyak dan tahan
terhadap tekanan.

(1) Sel
-

Fibroblast adalah sel yang paling lazim ditemukan pada jaringan ikat
renggang. Fibroblast muda memiliki prosessus sitoplasmik bercabang
irreguler dan memiliki nukleus berbentuk oval yang besar. Fibroblast
bertanggung jawab untuk melakukan sintesis pada serat jaringan dan
substansi dasar.

Makrofag (histiosit) hampir selazim fibroblast. Sel ini berasal dari sel
darah putih (monosit) yang bersirkulasi dalam darah dan bermigrasi ke
dalam jaringan ikat tempatnya berkontribusi dalam pertahanan melawan
agen infeksius. Sel tersebut memiliki karakteristik berikut ini :

Ukuran sel besar, bentuknya ireguler dengan nukleus berbentuk oval yang
terkadang identik dan lebih kecil dari nukleus fibroblast.

Sel ini fagositik, artinya bahwa sel ini memliki kemampuan untuk mencerna
bakteri, sel yang mati, dan benda asing.

Sel mast ditemukan dalam area yang kaya pembuluh darah terbentuk dari
sejenis sel darah putih yang disebut basofil

Sel mast berukuran besar, berbentuk oval, dan berisi granula sitoplasma.

Sel ini memproduksi histamin, zat yang menyebabkan dilatasi pembuluh


darah, dna heparin, suatu antikoagulan yang mencegah pembekuan darah

Sel plasma pada jaringan ikat relatif jarang, kecuali pada area yang
terinvasi bakteri.

Sel plasma berbentuk bulat dengan sebuah nukleus yang sering dikatakan
memiliki penampakan serupa jam dinding.

Sek ini menyintesis antibodi.

Sel adiposa adalah sel jaringan ikat yang mengalami spesialisasi untuk
menyimpan lemak.

Leukosit (sel darah putih) seringkali ditemukan pada jaringan ikat setelah
bermigrasi dari pembuluh darah.

(2) Distribusi
-

Jaringan ikat areolar sangat banyak didalam tuuh dan ditemukan di bawah
jaringan membran epitel dan disekitar kelenjar serta duktus

Jaringan ini memenuhi ruang dalam organ epitel dan otot, serta saraf, dan
pembuluh darah serta pembuluh limfe yang tidak terbungkus.

2.

Jaringan ikat rapat memiliki komponen yang sama dengan jaringan ikat
areolar, walaupun demikian, serat kolagen dan serat elastik memiliki
susunan yang lebih rapat. Jaringan ikat dapat dibagi menjadi 2, yaitu reguler
dan ireguler.

a.

Jaringan ikat padat reguler

(1)

Struktur,

serat

kolagen

(putih)

tersusun

dalam

berkas

paralel,

dimaksudkan untuk membentuk suatu pola untuk menagan tekanan yang


datang dengan arah paralel.
(2) Distribusi
-

Tendon mengikat otot pada tulang

Ligamen melekatkan tulang ke tulang pada sendi

Aponeurosis

adalah

tendon

datar

yang

lebar,

berfungsi

untuk

mengikatkan otot lebar ke tulang


b.

Jaringan ikat padat ireguler

(1)

Struktur, serat kolagen predominan tersusun dalam berkas ireguler,

dengan demikian, jaringan dapat emnahan tekanan yang berasal dari


berbagai arah.
(2)

Distribusi, jaringan membentuk pelapis otot (fasia dalam), tulang

(periosteum), kartilago (perikondrium) dan kapsul pembungkus organ.


3.

Jaringan ikat elastik

(1) Struktur, jaringan ikat elastik mengandung serat elastis yang bercabang
bebas (berwarna kuning), tersusun dalam serat paralel atau dalam bentuk
jaring. Serat kolagen dan fibroblasmengisi ruang anatar serat elastik.
(2) Distibusi, jaringan ikat elastik ditemukan dalam ligamen elastis (diantara
bertebrata yang berdekatan, ligamen penahan penis, pita suara asli), dan
pada dinding arteri dan jalan udara terbesar.
4.

Jaringan adiposa adalah jenis jaringan ikat khusus tempat jaringan


adiposa menyimpan lemak dalam bentuk droplet intraselular yang besar.

(1) Struktur
-

droplet lemak memperbesar sel sehingga sitoplasma berkurang menjadi


lingkaran tipis di sekitar tepi sel. Nukleus yang terdorong droplet lemak juga
menjadi gepeng dan tipis.

Suatu potongan melintang mikroskopik memperlihatkan sebuha sel lemak


dnegan satu nukleus yang memiliki penampakan cincin signet

Sel lemak ditemukan tersebar dalam jaringan ikat renggang. Jika banyak
sel lemak yang tersusun dalam suatu massa yang dikelililngi jaring-jaring,
maka massa itu disebut jaringan adiposa.

(2) Distribusi, jaringan adiposa berada di setiap persambungan dengan


jaringan ikat areolar, misalnya :
-

Di bawah kulit

Dalam mesentrium dan mediastinum

Di sekitar ginjal dan kelenjar adrenal

Pada permukaaan jantung

Dalam sumsum tulang

5.

Jaringan ikat retikular tersusun dari serat-serat tipis yang bercabang


banyak dan bersatu membentuk jaringan kerja yang halus untuk menyokong
organ-organ

lunak.

Dalam

proses

penyembuhan

luka

yang

pertama

terrbentuk adalah serat retikular, kemudian menebal menjadi serta kolagen.

BIOKIMIA
Metabolisme otot6
Kontraksi otot bergantung pada produksi ATP dari salah satu dari tiga
sumber, yaitu :
(1) Kreatinin fosfat (creatinine phosphate, CP) yang disimpan di otot
(2) Fosforilasi oksidatif bahan makanan yang disimpan di atau dikirimkan ke
otot
(3) Glikolisis anaerob
CP + ADP = C + ATP
Keletihan otot terjadi apabila penggunaan ATP di otot menjadi berlebihan.
Ketika otot pertama kali mulai berkontraksi, otot mulai mengguakan
simpanan CP-nya untuk mendorong kontraksi. CP mengandung molekul
fosfat energi tinggi yang dipindahkan ke ADP untuk menghasilkan ATP:
Sumber ATP ini cepat diakses, tetapi dibatasi oleh jumlah CP yang terdapat si
sel

pada

permulaan

kontraksi.

Setelah

beberapa

detik,

otot

mulai

mengandalkan sebagian besar fosforilasi oksidatif. Sumber energi untuk


fosforilasi oksidatif adalah glikogen yang disimpan di otot dalam suplai
darah. Sumber energi ini tersedia selama 30 menit lebih, bergantung pada
intensitas

kontraksi.

Apabila

intensitas

olahraga

sangat

tinggi,

atau

durasinya sangat lama, otot mulai semakin mengandalkan glikolisis anaerob.


Glikolisis anaerob menghasilkan ATP dalam jumlah terbatas dari metabolisme
glikogen otot dan glukosa darah yang bersirkulasi. Otot yang menggunakan
glikolisis anaerob sebagian besar produksi ATP-ya dengan cepat mengalami
keletihan. Keletihan otot dapat diperkirakan secara eksperimental akibat
deplesi glikogen yang disimpan di otot. Asam laktat adalah produk
sampingan glikolisis anaerob dan dapat ditimbun otot