Anda di halaman 1dari 8

Konfigurasi Dasar Router MikroTik

Untuk menggunakan Router MikroTik sehingga dapat memberikan akses Internet kepada
beberapa komputer client yang ada pada suatu jaringan lokal, maka perlu dilakukan beberapa
konfigurasi dasar Router MikroTik. Konfigurasi dasar Router MikroTik ini meliputi konfigurasi IP
Address, default gateway, DNS Server dan konfigurasi masquerade pada Firewall. Selain itu, perlu
juga dilakukan beberapa konfigurasi tambahan sehingga Router MikroTik dapat bekerja dengan
maksimal. Adapun konfigurasi dasar Router MikroTik tersebut adalah sebagai berikut.
Konfigurasi Interface
Konfigurasi IP Address
Konfigurasi Default Gateway
Konfigurasi DNS Server
Konfigurasi Masquerade
ARP
Username
Identity
NTP Client
Monitoring
Maintenance

Konfigurasi Interface

Untuk membangun sebuah Router dengan menggunakan MikroTik, maka dibutuhkan minimal
dua buah Interface. Jika menggunakan RouterBoard RB750, maka kita dapat menggunakan 3
(tiga) Interface.
Untuk melihat jumlah dan status interface jaringan pada MikroTik, dapat digunakan perintah :

Dari hasil command di atas dapat dilihat bahwa interface ethernet terdapat 3 buah yaitu ether1,
ether2 dan ether3.
Untuk menshutdown sebuah interface, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
interface disable <nomor_indeks_ethernet>

No. Indeks
0
1
2

Status
R
R
R

Nama
Ether1
Ether2
Ether3

R pada kolom status mengartikan Running atau sedang aktif


Misalnya kita ingin menshutdown interface ether3 dengan nomor indeks 2, maka perintah yang
dilakukan adalah sebagai berikut :
interface disable 2
Kemudian coba periksa lagi dengan interface print

Dari hasil command di atas dapat dilihat bahwa status ether3 sudah berubah menjadi X (disable)
atau tidak aktif.
Untuk mengaktifkan kembali ether3, jalankan command berikut :
interface enable <nomor_indeks_ethernet>
interface enable 2
periksa lagi dengan interface print

Dari hasil command di atas dapat dilihat bahwa status ether3 sudah kembali menjadi R (Running)
atau aktif.

Konfigurasi IP Address
Berdasarkan topologi yang akan digunakan maka MikroTik Router yang akan digunakan adalah
MikroTik dengan 2 buah Interface. Interface ini terdiri dari :

Interface LAN (192.168.10.1/24), interface ini merupakan ether2 pada MikroTik dan akan
terhubung dengan Jaringan Lokal (LAN)

Interface WAN (192.168.1.2/30), interface ini merupakan ether1 pada MikroTik dan akan
terhubung ke jaringan publik (Internet) melalui ISP

Perintah yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi IP Address pada interface adalah
sebagai berikut :

Untuk memeriksa konfigurasi yang sudah dilakukan dapat digunakan perintah sebagai berikut :
Ip address print

Konfigurasi Default Gateway


Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer
dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda
sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang
protokolnya berbeda.
Pengertian yang lebih umum untuk istilah ini adalah sebuah mekanisme yang menyediakan akses ke
sebuah sistem lain yang tehubung dalam sebuah network. Host yang digunakan untuk mengalihkan
lalu lintas jaringan dari satu jaringan ke jaringan lain, juga digunakan untuk melewatkan lalu lintas
jaringan dari satu protokol ke protokol lain. Dipergunakan untuk menghubungkan dua jenis jaringan
komputer yang arsitekturnya sama sekali berbeda.
Salah satu fungsi pokok gateway adalah melakukan protocol converting, agar dua arsitektur
jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
Default Gateway merupakan router tetangga (biasanya ISP) yang merupakan path (jalur) ke
Internet. Pada skenario topologi yang digunakan Default Gateway bagi MikroTik Router adalah
Router ISP dengan IP Address 222.124.222.161
Perintah yang dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan default gateway adalah sebagai berikut :

Untuk memeriksa konfigurasi default gateway pada tabel routing, dapat menggunakan perintah :
Ip route print

Perhatikan pada baris Flags :


Flags
Keterangan
X
: Tidak Aktif
A
: Aktif
D
: Routing Dynamic
C
: Connect
S
: Routing Static
r
: Protokol Routing RIP
b
: Protokol Routing BGP
o
: Protokol Routing OSPF

Jenis-Jenis Routing
1. Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang
disetting secara manual oleh administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling
sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni
dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang
berada di jaringan tersebut.
Keuntungan:
1. Lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing
2. Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah
dibandingkan denga router dinamis)
3. Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
4. Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk
mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.
Kelemahan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rentan terhadap kesalahan penulisan -lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing


Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router
dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.
Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan
sebuah route kesemua router secara manual.
Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan
menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri

2. Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel
routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat
berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain
dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table,
tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan
yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing
dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah,
hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda
tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap
router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar.
Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan
rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan
bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute
pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu
digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang
dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi
yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi
routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk

mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk
menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router
saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel
routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device
pengirim dan device tujuan.
Macam-Macam dari Routing Dinamis (Dynamic Router) adalah

RIP (Routing Information Protocol)


IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
OSPF (Open Shortest Path First)
EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol)
BGP (Border Gateway Protokol)

Berikut ini tabel perbedaan yang spesifik untuk kedua jenis routing:
Routing Statik
Berfungsi pada protocol IP

Routing Dinamik
Berfungsi pada inter-routing protocol

Router tidak dapat membagi informasi


routing
Routing table dibuat dan dihapus secara
manual
Tidak menggunakan routig protocol

Router membagi informasi routing secara


otomatis
Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis
Terdapat routing protocol, seperti RIP atau OSPF

Microsoft mendukung multihomed system Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX/SPX
seperti router

3. Routing Default (Default Routing), Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket
secara manual menambahkan router ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di
routing table, ke router hop berikutnya. Bisanya digunakan pada jaringan yg hanya memiliki
satu jalur keluar.
Konfigurasi DNS Server
Domain Name System atau disingkat DNS merupakan Distribute Database System yang digunakan
untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP/IP.
DNS juga merupakan sebuah aplikasi servis yang biasa digunakan di jaringan internet untuk
menerjemahkan sebuah domain ke ip address.
Dalam tutorial ini, DNS server yang akan digunakan adalah DNS dari Google dengan IP Address =
8.8.8.8 dan 8.8.4.4
Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

Ip dns set servers=DNS1,DNS2 allow-remote-requests=yes


Kemudian chek apakah dnsnya sudah diterapkan dengan perintah
Ip dns print

Setelah DNS dikonfigurasikan, pengujian dapat dilakukan dengan melakukan ping ke sebuah situs
Internet.

Konfigurasi Masquerade
Masquerade diperlukan untuk memberikan akses Internet kepada Client yang berada pada jaringan
lokal. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

Untuk memeriksanya jalankan perintah :


Ip firewall nat print

ARP (Address Resolution Protocol)


ARP merupakan protokol yang akan memetakan L2 Address (MAC Address) dengan L3 Address (IP
Address). Pemetaan yang dilakukan oleh ARP dapat dilihat dengan perintah sebagai berikut :
Pemetaan IP dan MAC Address juga dapat dilakukan dengan perintah :
ip arp add address=ip_address_client mac-address=mac_address_client interface=ethernet yang
dilewati
ip arp add address= 192.168.10.4 mac-address= 00:14:G2:33:T4:H5 interface= ether2
Ip arp print
Flags: X - disabled, I - invalid, H - DHCP, D - dynamic
#

ADDRESS

MAC-ADDRESS

INTERFACE

0 D 192.168.10.2

00:0C:29:E5:FE:B0 ether2

1 D 192.168.10.3

00:50:75:C0:G0:F1 ether2

00:14:G2:33:T4:H5 ether2

192.168.10.4

Username
Secara default MikroTik akan menggunakan admin sebagai username dan tanpa password (null
password). User lain dapat ditambahkan dan dapat dikelompokkan sebagai user yang dapat
melakukan konfigurasi (write) maupun hanya untuk monitoring (read).
Untuk melihat daftar user dalam sistem MikroTik, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
user print

Sedangkan untuk memberikan password pada user admin dapat digunakan perintah sebagai
berikut :

Untuk menambahkan user baru (misalnya user=operator dengan password=123456) dan hanya
memberikan akses ke MikroTik dari dalam LAN, dapat digunakan perintah sebagai berikut :

Identity
Identity dapat digunakan untuk membedakan mesin MikroTik dengan memberikan nama. Perintah
yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

NTP (Network Time Protocol) Client


Network Time Protocol adalah protokol yang digunakan untuk sinkronisasi waktu (hari, tanggal,
bulan, tahun dan jam) antara perangkat-perangkat jaringan. Terutama perangkat yang tidak
memiliki battery, sedangkan perangkat tersebut harus bekerja dengan memperhatikan waktu.
Untuk sinkronisasi waktu pada Mikrotik Router, dapat digunakan NTP Server untuk Indonesia
dengan server o.id.pool.ntp.org dan 1.id.pool.ntp.org. IP Address dari NTP Server Indonesia dapat
dilihat pada http://www.pool.ntp.org/zone/id

Server
0.id.pool.ntp.org
1.id.pool.ntp.org
2.id.pool.ntp.org
3.id.pool.ntp.org

IP Address
202.65.114.202
119.82.243.189
180.211.88.211
103.31.248.249

Untuk menkonfigurasikan NTP client pada Router Mikrotik dapat digunakan perintah sebagai
berikut :

Monitoring
Untuk melakukan monitoring dapat menggunakan perintah-perintah sebagai berikut :

Maintenance
File-file konfigurasi MikroTik dapat dibackup untuk mencegah rekonfigurasi jika suatu saat akan
berpindah mesin ataupun terjadi kesalahan konfigurasi. File backup tersebut dapat diambil dari
MikroTik dengan melakukan drag and drop melalui menu Files pada WinBox.
Untuk melakukan backup konfigurasi, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

Hasil backup dapat dilihat pada menu Files, seperti berikut ini :
file print detail

Untuk mengembalikan file backup sehingga menjadi konfigurasi yang digunakan, dapat digunakan
perintah sebagai berikut :

Tekan Y