Anda di halaman 1dari 4

1.

Latar Belakang

Dalam kehidupan , setiap masyarakat pasti mengalami perubahan perubahan ,


maupun perkembangan . Tidak ada sekelompok masyarakatpun yang tidak berubah
. Apalagi dengan desakan peruabahan jaman seperti pada saat ini .
Perubahannyapun tak hanya pada segi budaya , dan social saja . melainkan juga
pada alat alat penunjangnya juga .
Perubahan pada alat alat penunjang ini dapat kita katakana sebagai suatu
perkembangan menuju pada suatu dimensi yang lebih baik . Dan untuk itu pada
kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai kompor dan perkembangannya
sebagai suatu objek ukur mengenai bukti konkrit suatu perubahan yang terjadi
secara nyata dan terorganisir . Oleh karena itu , melalui makalah ini , kami ingin
mengetahui bagaimana perkembangan perapian / kompor , manfaat , serta
kelemahan dan kelebihan dari adanya perkembangan itu sendiri .
2.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.

Apakah pengaruh kompor dalam perkembangannya ?

2.

Bagaimana perkembangan dan sejarah kompor hingga pada saat ini ?

3.

Apa sajakah kelebihan , kelemahan dari perkembangan kompor ?

3. Tujuan
Tujuan yang ingin kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
1.

Untuk mengetahui pengaruh kompor dalam perkembangannya

2.

Untuk mengetahui perkembangan dan sejarah kompor hingga pada saat ini

3.

Untuk mengetahui kelebihan , kelemahan dari perkembangan kompor .

4. Manfaat
Manfaat yang kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
1.

Dapat mengetahui pengaruh kompor dalam perkembangannya

2.

Dapat mengetahui perkembangan dan sejarah kompor hingga pada saat ini

3.

Dapat mengetahui kelebihan , kelemahan dari perkembangan kompor .

BAB II
Rumusan Masalah

2.1
Pengaruh kompor dalam perkembangannya sungguh sangat
terasa pada era modern seperti pada saat ini . Masyarakat luas kini dapat dengan
mudah dan dimudahkan atas perkembangan dari kompor itu sendiri. Bagaiman
tidak ? Kini masyarakat tak perlu pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar , batu
arang , dan benda benda yang dapat dibakar lainnya sebagai bahan bakar untuk
penggunaan kompor kompor tradisional . Sekarang karena perkembangannya
masyarakat dimudahkan dengan kompor kompor yang lebih dinamis , efisien ,
flexible dan mudah dibawa kemana mana sekalipun . Dan inilah pengaruh dari
kompor dalam perkembangannya .

2.2
Melihat dari sejarah perkembangannya . Kita tahu bahwa diawal
peradaban manusia telah mengenal api . Api kemudian digunakan untuk
mematangkan makanan , sehingga dapat menambah cita rasa makanan tersebut .
Api kemudian dibuat dengan menggunakan bahan bakar kayu dan batu bara, dan
untuk menjaga keseimbangan besarnya api , maka dibuat perapian sebagai wadah
untuk menempatkan api . Seiring waktu berjalan , kemudian ditemukanlah minyak
bumi yang ternyata dapat memicu api . Sehingga dibuatlah kompor dengan bahan
bakar minyak bumi . Sebelum ditemukannya minyak bumisebenarnya telah
ditemukan minyak hewani yang juga dapat menimbulkan api . Namun , minyak
hewani tersebut tidak digunakan sebagai bahan bakar kompor , dikarenakan minyak
hewani tidak efisien untuk bahan bakar kompor . Selain sulit dalam hal
mendapatkannya , juga minyak hewani cukup sangat cepat habis dalam
pemakaiannya . Maka kompor minyak bumipun mulai digunakan dan popular
ditahun 1990-an . Kemudian karena jumlah dari minyak bumi itu terbatas , manusia
menciptakan alternative baru , yaitu kompor gas alam dan kompor resistansi listrik .
dan dari kedua jenis kompor ini, yang berkembang pesat terutama di INDONESIA
adalah kompor dengan bahan bakar gas alam . Hal ini juga didukung oleh factor
keberadaan gas alam di INDONESIA . Setelah dapat bertahan sampai daripada 10
tahun , kompor berbahanbakar gas alam berkembang kembali menjadi kompor
biogas, yang berasal dari kotoran ternak . Sedangkan kompor minyak tanah dan
kompor resistansi listrikpun dirombak kembali ,dan telah berubah menjadi system
computer . Pada kompor ini tidak akan ditemukannya api . Sehingga timbul
pertanyaan bagaimana kompor ini digunakan . Kompor digital hanya merubah
energi listrik menjadi suhu yang dapat diatur tanpa membakar objek yang
dipanaskan . Seperti pada kompor resistansi listrik dengan elemen pemanas .
Sehingga pemakai tidak harus khawatir tangannya akan terbakar karena api .
Kompor ini akan menurunkan suhu secara otomatis jika suhu pemanasan telah
melampaui batas maximum pemanasan dan menghasilkan sebuah kompor dengan
tingkat keselamatan yang tinggi dibandingkanjenis kompor lainnya .

2.3
Menyinggung akan kelebihan dan kelemahan dari perkembangan
kompor itu sendiri banyak hal positif dan negatifnya.

2.3.1
Apabila kita masih menggunakan kompor tradisonal , kita tahu
bahwa bahan bakarnya akan sangat mudah dicari ( kayu bakar , batu arang ) dan
bias dibilang ramah lingkungan. Namun untuk mendapatkannya kita tahu perlu
perjuangan dan cukup tenaga. Dan apabila dilihat dijaman seperti pada saat ini kita
tahu kompor berjenis ini sudah tidaklah efisien lagi .

2.3.2
Apabila kita menggunakan kompor minyak bumi . Kita tahu bahwa
bahan bakarnya juga cukup mudah untuk didapatkan . Melihat dari letak geografis
dan astronomis INDONESIA dengan factor gas alamnya . Sehingga memasak
dengan kompor berjenis ini akan jauh lebih efisien dan tidak menguras tenga
seperti halnya pada kompor tradisional . Namun perlu kita tahu penggunaan
kompor berjenis ini sangat mempengaruhi keberadaan minyak bumi . Karena
minyak bumi bukanlah sumber daya alam yang selalu ada . Jadi jika penggunaanya
tak mampu kita control kita tahu pasti sumber daya alam minyak bumi akan cepat
untuk habisnya .

2.3.3
Dan apabila kita menggunakan kompor digital dijaman seperti ini
kita tahu pasti inilah solusi terbaik dari semua kompor yang ada . Mengapa
demikian ? Karena kompor ini paling aman karena tidak membutuhkan api
melainkan listrik yang diubah menjadi energi panas . Jadi kompor ini akan jauh lebih
praktis dan efisien . Namun perlu kita sadari tak semua kalangan masyarakat
mampu memiliki kompor berjenis ini . Karena jika dihitung hitung harga dari
kompor digital ini cukuplah menguras kantong karena mahal . Bisa 2 10x lipat
harganya dari kompor kompor berjenis lain .

BAB III
TUJUAN

3.1
Tujuan dari adanya perkembangan kompor ini sendiri
tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menunjang kebutuhan dalam kehidupan
manusia itu sendiri . Dimana kita tahu dijaman modern pada era globalisasi semua
harus dituntut untuk menjadi jauh lebih praktis , hemat , dan tak merepotkan .

Apalagi sudah dengan ditunjang teknologi teknologi serba modern seperti saat
ini . Jika kompor masih tetap pakai cara tradisional dan tidak dikembangkan , pasti
kita semua akan kelimprungan dalam hal benturan keadaan . Jadi dari adanya
perkembangan kompor ini , dapat dinilai sangat membantu sekali dalam pelengkap
kebutuhan manusia saat sekarang ini .

3.2
Dari rumusan masalah mengenai bagaimana
perkembangan dan sejarah kompor kita tahu bahwa awalnya kompor itu berawal
dari sebuah perapian pada era peradaban manusia . Dan dimana bangsa timur
( China, Korea , Jepang ) sudah lebih dahulu mengenal kompor (lebih tepatnya
tungku ) daripada bangsa barat . Tungku api di China sudah ada sejak Dinasti Qin
(221-206/207 sm) dan terbuat dari tanah liat . Desainnya mirip dengan Kamado di
Jepang pada periode Kerajaan Kofun (di abad 3-6) yang berbentuk persegi dan ini
berkembang hingga periode Kerajaan Edo ( 1603 1867 ). Kemudian barulah pada
abad pertengahan bangsa barat menggunakan Kayu bakar untuk memasak . Seiring
dengan berjalannya waktu barulah kompor minyak tanah portable pertama kali
dikenalkan pada tahun 1849 oleh ALEXIS SOYER . Kompor dengan bertekanan udara
yang dicampur dengan minyak tanah . Kemudian tahun 1820 kompor gas pertama
kali dibuat . Namun , masih dalam bentuk eksperimen dan sifatnya rahasia . Dan
baru benar-benar muncul pertama kali pada WORLD FAIR ditahun 1841 . Dan pada
tahun 1880 kompor gas sudah semakin dikenal . Dan pada tanggal 20 september
1859 , George B.Simpson di Washington DC , Amerika Serikat mematenkan kompor
listrik yang menggunakan pemanas dari kumparan . Kemudian seiring
perkembangan jaman , ditahun 1970 muncullah ide untuk menggantikan kumparan
kawat dengan Glass-Caramic , sehingga kompor termutahkir saat ini tidak berbau ,
berasap dan ringkas .

3.3
Dari apa yang sudah dijelaskan secara ringkas pada
rumusan masalah point 3 . Kita tahu bahwa setiap kompor memiliki kelemahan dan
kelebihan masing masing berdasarkan waktu dan pemikiran yang mulai
berkembang . Intinya semakin murah suatu bahan itu susah dalam prosesnya
( contoh : kompor berbahan kayu , dan batu arang ) dan semakin mahal akan
semakin praktis , efisien , aman , dan ramah lingkungan ( contoh ; kompor digital
dengan listrik sebagai sumber tenaganya ) .