Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


KKN merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan pendidikan dan
pelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sekaligus dalam satu
kegiatan. Pendidikan dan pengajaran, KKN merupakan bagian integral dari
kurukulum pendidikan tinggi Strata Satu (S1). KKN mengintegrasikan
pengalaman belajar, menghubungkan konsep-konsep akademis dengan realita
kehidupan masyarakat. Mahasiswa dapat memperkaya pengetahuan teori dengan
pengalaman di lapangan dan mematangkan kepribadian dan menumbuhkan rasa
percaya diri dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Saat KKN, mahasiswa dapat
mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang dikuasainya
secara ilmiah, melembaga, dan langsung kepada masyarakat.
Dengan demikian KKN memiliki arti penting dan strategis sebagai wahana
pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui pengalaman ilmu
pengetahuan yang berdimensikan pengetahuan keagamaan. Pelaksanaannya
dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan pemerintah daerah dan institut. Dan
secara praktis menggunakan pendekatan-pendekatan interdiciplinary approack,
karena bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin, Kuliah Kerja Nyata merupakan
laboratorium action pendidikan multiprespektif sebagai bekal mengabdi pada
masyarakat

1.2 Tujuan KKN


KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama untuk
memberikan

pendidikan

kepada

mahasiswa.

Namun

demikian,

karena

pelaksanaannya mengambil lokasi di masyarakat dan memerlukan keterlibatan


masyarakat, maka realisasinya harus sekaligus bisa memberikan manfaat bagi
masyarakat. Karenanya KKN memiliki arah yang ganda yaitu memberikan
pendidikan tidak hanya dalam kelas tetapi juga pendidikan pelengkap kepada
mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan interaksi sosial
kemayarakatan di luar kelas, dan membantu masyarakat serta pemerintah
melancarkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan di lokasi
KKN.
Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi
bukan institusi yang terpisah dari masyarakat. Terjadi keterikatan dan saling
ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan
masyarakat sehingga akan terasa bahwa perguruan tinggi berperan sebagai pusat
pengembangan IPTEKS.
Secara ringkas, ada 4 tujuan harus dicapai melalui pelaksanaan KKN yaitu:
1. Memberi pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat dan
pengalaman kerja nyata pembangunan.
2. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah
luasnya wawasan mahasiswa.
3. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi

kekuatan sendiri.
4. Mendekatkan Perguruan Tinggi kepada masyarakat.

1.3 Sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN)


Pada dasarnya KKN (Kuliah Kerja Nyata) mempunyai tiga kelompok
sasaran yaitu mahasiswa, masyarakat bersama Pemerintah Daerah, dan Perguruan
Tinggi. Masing-masing akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan KKN, sebagai
berikut:
1. Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang cara
berpikir dan bekerja secara interdisipliner dan lintas sektoral.
b. Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaan dan
pemecahan masalah yang ada dalam masyarakat.
c. Membina mahasiswa agar menjadi inovator, motivator dan problem solver.

d. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai fasilitator sekaligus


eksekutor pemberdayaan masyarakat sehingga terbentuk sikap dan rasa
cinta terhadap kemajuan masyarakat.
2. Perguruan Tinggi
a. Perguruan Tinggi akan lebih mantap pengembangan ilmu pengetahuan atau
pendidikan kepada mahasiswa dengan adanya umpan balik sebagai hasil
integritas mahasiswa dengan masyarakat sehingga kurikulum, materi
perkuliahan, dan pengembangan ilmu perguruan tinggi dapat lebih

disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan.


b. Tenaga pengajar memperoleh kasus yang dapat dipergunakan sebagai
contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai
masalah untuk penembangan penelitian.
c. Ilmu yang dikembangkan dalam Perguruan Tinggi akan lebih terasa
faedahnya dalam berbagai masalah pembangunan.
d. Perguruan tinggi dapat meningkatkan dan memperluas kerjasama dengan
instansi lain melalui kerjasama dari mahasiswa yang melakukan KKN.
3. Masyarakat
a. Memperoleh tenaga dan pikiran untuk merencanakan serta melaksanakan
pembangunan.
b. Cara bersikap, berpikir dan bertindak akan lebih ditingkatkan sesuai dengan
program pembangunan.
c. Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan.

1.4 Manfaat Kuliah Kerja Nyata (KKN)


Adapun manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa dari

pelaksanaan

kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini adalah:


a. Mahasiswa dapat mempraktekkan ilmu yang telah mereka peroleh langsung
kepada masyarakat.
b. Mahasiswa dapat belajar bagaimana cara menjalin hubungan di masyarakat
sehubungan dengan penyelesaian suatu permasalahan kesehatan yang ada

di masyarakat.
c. Mahasiswa dapat langsung melihat jelas permasalahan kesehatan apa yang
biasa timbul dalam masyarakat.
d. Mahasiswa dapat menguji kepekaan sosialnya melalui kemampuan adaptasi
dan interaksi mahasiswa dengan masyarakat dalam menyikapi suatu
masalah.

1.5 Tempat dan Waktu KKN

1. Tempat KKN
Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 90
Universitas Hasanuddin berlokasi di Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidrap
yang terdiri atas 4 Kelurahan dan 4 Desa, yaitu Kelurahan Rappang, Kelurahan
Kadidi, Kelurahan Lalebata, Kelurahan Maccoraswalie, desa Timoreng Panua,
Desa Bulo Wattang, Desa Cipo Takari, Desa Bulo.
Pada kesempatan ini kami sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN)
ditempatkan di Desa Bulo Wattang yang berjumlah 7 orang mahasiswa dari
berbagai multidisiplin ilmu.
2. Waktu KKN
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata dilakukan secara bertahap mulai dari
Pembekalan khusus, Pembekalan Umum, pertemuan dengan supervisor,
Pelepasan oleh Rektor Universitas Hasanuddin sampai dengan Pemberangkatan
ke lokasi KKN. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 90 di lokasi

dimulai pada tanggal 30 Juni 2015 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2015.

1.6 Peranan Mahasiswa dalam Kegiatan KKN


a. Mahasiswa berperan sebagai komunikator
Dalam

pendidikan,

mahasiswa

berperan

sebagai

komunikator

yang

berhubungan dengan pendidikan. Contoh kegiatannya yaitu setiap mahasiswa


ikut membantu dalam pembelajaran di dalam kelas.

b. Berperan sebagai dinamisator


Dalam pendidikan, mahasiswa berperan sebagai penggerak dalam masalah
pendidikan. Dalam hal ini seorang mahasiswa fakultas keguruan harus dapat
memberikan contoh pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan kurikulum yang
telah ditentukan oleh pemerintah dan berlaku di dunia pendidikan.
c. Berperan sebagai motivator
Dalam pendidikan, mahasiswa harus dapat memberikan motivasi atau
pendorong semangat kepada siswa bahwa pendidikan sangatlah penting untuk
masa depan dalam meraih cita-cita.

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI DESA

2.1 Kondisi Geografis


Desa Bulo Wattang berada di Kecamatan Panca Rijang yang memiliki luas
desa 4,33 Km2 dan terbagi atas 2 dusun serta berada pada ketinggian 10 sampai
50 meter di atas permukaan laut. Desa Bulo Wattang berjarak 2,5 km dari
ibukota kecamatan Panca Rijang dan 10 km dari ibukota Kabupaten Pangkajene
yang berbatasan dengan:
Sebelah utara berbatasan dengan Kab. Enrekang

Sebelah timur berbatasan dengan Desa Bulo Timoreng

Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Timoreng Panua

Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Lalebata

2.2 Keadaan Demografis


Jumlah penduduk Desa Bulo Wattang sebanyak 1318 jiwa. Jumlah
penduduk laki-laki sebanyak 620 jiwa dan perempuan sebanyak 698 jiwa, serta
kepala keluarga sebanyak 422 KK. Masyarakat di Desa Bulo Wattang semuanya
beragama islam. Mereka termasuk suku Bugis. Tabel 1 menunjukkan data
penduduk berdasarkan jenis kelamin daan agama, tabel 2 menunjukkan data
penduduk berdasarkan tingkat pendidikannya, dan tabel 3 menunjukkan data
penduduk menurut mata pencahariannya.

Tabel 1. Data penduduk berdasarkan jenis kelamin dan agama


Jumlah Penduduk (Jiwa)
No Nama Desa

Agama
Laki-Laki

1 Bulo Wattang

620

Perempuan

Total

698

1318

Islam

Tabel 2. Data penduduk menurut tingkat pendidikan


No

Pendidikan

Jumlah

SD

175 orang

SLTP / SLTA

175 orang

Diploma

17 orang

S1 / S2

26 orang

Tabel 3. Data penduduk menurut mata pencaharian


No

Mata pencaharian

Persentase

Petani

1093 jiwa

Peternak

39 jiwa

PNS

26 jiwa

Tukang

39 jiwa

2.3 Tata Guna Lahan

Dalam proses perencanaan suatu kota atau daerah, aspek tata guna tanah

merupakan aspek penting untuk ditinjau sehingga dapat ditelaah jenis penggunaan
tanah dan pola struktur ruang yang ada. Struktur penggunaan tanah secara umum
di Desa Bulo Wattang adalah permukiman, pendidikan, pertanian, peternakan,
pemakaman, dan lapangan olahraga. Secara keseluruhan, luas lahan banyak
dimanfaatkan sebagai persawahan.
Luas lahan sangat berpengaruh terhadap produksi padi. Tanah memiliki
hubungan yang positif. Artinya semakin besar luasan usaha tani yang digunakan,
maka semakin tinggi produksi yang dihasilkan.
Tabel 4. Luas lahan menurut penggunaannya
No

Jenis penggunaan lahan

Luas (Ha)

Permukiman

2,00

Pendidikan

1,00

Perkantoran

0,30

Pemakaman

1,00

Pertanian

50

Lapangan Olahraga

0,80

2.4 Pemerintahan
Baik di kota maupun di desa, lembaga atau institusi itu pasti ada sebagai
pelaksanaan administrasi dan sebagainya. Di desa, lembaga (pemerintahan desa,
badan pemusyawaratan desa, dan lembaga kemasyarakatan desa) tersebut sebagai
penyusunan dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan,

pemerintahan, pengembangan kemasyarakat. Di era sentralisasi, otoriterinisme


Negara (state-hegemony) santer terlihat dan kini mobilisasi rakyat bergeser
menuju pola-pola desentralisasi, demokratisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Di
Desa Bulo wattang terbagi ke dalam 2 dusun yaitu dusun Bulo Tengah dengan
1 kepala RT, dusun Bulo Wattang dengan 1 kepala RT.
Kelembagaan ekonomi terdiri dari kelompok-kelompok masyarakat yang
berorientasi profit (keuntungan) dan dibentuk di desa berbasiskan pada pengolaan
sektor produksi dan distribusi. Contoh dari kelembagaan ekonomi adalah koperasi,
kelompok tani, kelompok pengrajin, perseroan terbatas yang ada di desa.
Kelembagaan sosial meliputi pengelompokan sosial yang dibentuk oleh warga dan
bersifat sukarela. Contoh dari kelembagaan sosial adalah karang taruna, arisan,
lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat.
Tabel 5. Kelembagaan ekonomi
No

Lembaga Ekonomi Desa Melle

Jumlah (Unit)

BUMDES

Kios

Kelompok Tani

10

2.5 Sarana dan Prasarana


Tabel 6. Sarana dan Prasarana di Desa Bulo Wattang
No

Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah (Unit)

TK / Play Group

SD

Draenase/ Pengairan

8 km

Perintis Jalan Tani

4 km

Kelompok Tani / KWT

Kantor Desa

LKMD / BPD

Posyandu

Masjid

10

Lapangan Bulu Tangkis

11

Lapangan Tenis Meja

11

BAB III
IDENTIFIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah


Berdasarkan hasil observasi lokasi pada minggu pertama pelaksanaan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditambah dengan saran dari beberapa anggota
masyarakat Desa Bulo Wattang, Babinsa, memberikan kami beberapa kesimpulan
untuk identifikasi masalah yang ada di desa ini. Masalah-masalah yang
teridentifikasi tersebut adalah antara lain:
a. Mengajar untuk kelas 4,5 dan 6 SD
b. Penyuluhan pertanian dan peternakan
c. Melatih ketermapilan anak tK
d. Kerja bakti
e. Mencat, membersihkan di kantor desa
f. Kegiatan ramahdan
g. Pelabelan pohon
h. Pembuatan bingkai foto untuk tokoh pemerintah dan tokoh masyarakat Desa
Bulo Wattang
i. Penamaan tempat tinggal tokoh masyarakat
j. Penamaan tanaman obat
k. Sosialisasi gemar makan ikan

12

3.2 Kendala yang Dihadapi


Dalam pelaksanaan program kerja ini kami tidak begitu menemukan
kendala yang begitu berat. Adapun kendala-kendala kecil yang kami anggap hal
yang yang wajar itu biasanya masalah fasilitas yang ada di sekolah. Kebanyakan
sekolah tidak mempunyai fasilitas LCD sehingga sedikit menghambat dalam
pelaksanakan berbagai macam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.
3.3 Pemecahan Masalah
Masalah-masalah yang telah teridentifikasi melalui survei lokasi pada
minggu pertama dan saran dari beberapa anggota masyarakat tersebut, selanjutnya
ditindak-lanjuti dengan cara mencari pemecahan masalahnya. Penetapan
pemecahan masalah untuk masalah yang teridentifikasi sebelumnya disesuaikan
dengan kemampuan yang dimiliki dalam hal tenaga, waktu, maupun biaya.

13

BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Evaluasi
Dalam pelaksanaan kegiatan ditemukan beberapa faktor baik yang menjadi
pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai bahan
evaluasi faktor-faktor tersebut dapat disampaikan sebagai berikut:
1. Faktor Pendukung, antara lain:
a. Koordinasi dan komunikasi yang baik antara peserta KKN dengan
pemerintah setempat terutama dalam merencanakan program kerja.
b. Komunikasi antara peserta KKN dengan kepala sekolah serta guru-guru
sangat baik, saling memberi masukan, saran, dan kritik serta keterbukaan
informasi dari masyarakat tersebut.
2. Faktor Penghambat, antara lain:
a. Kemampuan teknis mahasiswa peserta KKN yang belum terjangkau untuk
memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat setempat.
b. Pendanaan yang sangat minim sehingga berefek ke maksimalisasi program
kerja.
4.2 Hasil Pelaksanaan
Setelah melakukan observasi selama kurang lebih satu minggu, maka
dirumuskanlah beberapa program kerja yang sedapat mungkin disesuaikan dengan
kebutuhan objektif serta kemampuan subjektif dari mahasiswa KKN Reguler

14

Unhas Gelombang 90. Hasil pelaksanaan Program Kerja secara sederhana dapat
disampaikan atau dipaparkan sebagai berikut:

1. Penyuluhan pertanian dan peternakan


Kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan masyarakat Desa Bulo
Wattang tentang pertanian dan peternakan terutama tanaman hidroponik. Pada
kegiatan ini dilaksanakan dirumah salah satu warga Desa Bulo Wattang.
Kegiatan ini mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih 150.000 rupiah. Kegiatan
ini dilaksanakan pada tanggal 4 agustus 2015 dengan jumlah peserta 35 orang.
Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.
2. Melatih keterampilan anak TK
Program kerja ini bertujuan untuk melatih keterampilan anak-anak seperti
melatih menggambar, mewarnai, menari. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pada
tanggal 4 agustus 2015 sampai selesai dengan biaya sebesar 80.000 rupiah.
Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.
3. Pelabelan pohon
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai
jenis pohon yang ada disekitar lingkungan. Kegiatan ini mengeluarkan biaya
sebesar 150.000 rupiah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli sampai
28 Juli 2015. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.
4. Penanaman tanaman obat
Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan sekitar kantor desa Bulo Wattang

15

dan masyarakat mengetahui tanaman obat. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak


1 kali pada tanggal 27 Agustus 2015. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini
adalah 100 %.
5. Sosialisasi gemar makan ikan
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan gemar makan ikan dan
mengetahui manfaat kandungan ikan sejak dini bagi anak SD untuk. Kegiatan
ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2015 dengan biaya sebesar 60.000
rupiah. Jumlah peserta 45 orang. Program kerja ini dilaksanakan sebanyak 1
kali pada tanggal 7 Agustus 2015. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah
100 %.
6. Belajar mengajar khususnya dalam bidang IPA, Matematika, dan Bahasa
Inggris
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan yaitu mengajarkan materi tentang
ilmu pengetahuan alam, matematika dan bahasa inggris. Kegiatan ini
mengeluarkan biaya untuk pembelian hadiah sebesar 125.000 rupiah. Program
kerja ini dilaksanakan selama 2 minggu. Tepatnya pada tanggal 28 Juli sampai 8
Agustus 2015. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.
7. Mencat dan membersihkan kantor desa
Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah dan memperelok kantor Desa Bulo
Wattang. Kegiatan ini mengeluarkan biaya sebesar 450.000 rupiah. Kegiatan ini
dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2015 samapi 8 agustus 2015. Hasil yang
dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.

16

8. Kerja Bakti
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kerjasama sesama masyarakat dan
mahasiswa KKN. Kegiatan ini mengeluarkan biaya sebesar 50.000 rupiah.
Kengiatan ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 14 Agustus 2015. Hasil
yang dicapai pada kegiatan ini adalah 100 %.
9. Penamaan Tempat Tinggal Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan
kunjungan di Tokoh pemerintah dan masyarakat Desa Bulo Wattang. Kegiatan
ini dilaksanakan sebanyak 1 kali pada Tanggal 15 Agustus 2015. Kegiatan ini
mengeluarkan biaya sebesar 110.000 rupiah. Hasil yang dicapai pada kegiatan
ini adalah 100 %.
10. Kegiatan Ramadhan
Kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan terjalin atas kerjasama KKN Reguler
Gelombang 90 Unhas dan masyarakat khususnya remaja mesjid. Tujuan
kegiatannya adalah memperkuat pemahaman anak-anak tentang agama islam.
Kegiatan ramadhan yang dilakukan berupa lomba wudhu, lomba adzan, lomba
hafalan surah-surah pendek, dan lomba Dai, lomba tadarrus. Kegiatan ini
mengeluarkan biaya sebesar 200.000 rupiah. Dana yang terkumpul digunakan
untuk keperluan pembuatan piagam dan pembelian hadiah. Kegiatan ini
dilaksanakan pada tanggal 06-09 Juli 2015. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini
adalah 100 %.
11. Pembuatan Batas Dusun Desa Bulo Wattang
Kegiatan bertujuan untuk mengetahui Batas Dusun Desa Bulo Wattang,
kegiatan ini mengeluarkan biaya sebesar 150.000 rupiah. Dana yang terkumpul

17

digunakan untuk keperluan pembelian peralatan pembuatan batas dusun.


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 19 Agustus 2015. Hasil yang
dicapai pada kegiatan ini adalah 100%.

18

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami peroleh dari pelaksanaan Program
Kerja selama berada di Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten
sidrap, antara lain:
1. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 90
yang dilaksanakan Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten
Sidrap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2. Program kerja ini terlaksana dengan baik dengan adanya bantuan kerjasama dari
aparat desa, tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat umum Desa Bulo
Wattang.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan demi perkembangan dan kemajuan
pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat guna peningkatan
produktifitas kegiatan program kerja di lapangan adalah Sebaiknya penempatan
lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengacu pada disiplin ilmu yang dimiliki
mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat betul-betul mengaplikasikan ilmu yang
dimilikinya di lokasi KKN.

19

LAMPIRAN 1

PESERTA KKN DESA BULO WATTANG

Peserta KKN di posko Desa Bulo Wattang merupakan mahasiswa


Universitas Hasanuddin yang berjumlah 7 orang. Yang terdiri dari 4 laki-laki dan 3
perempuan dari berbagai fakultas/ jurusan yaitu:
1. Dwy Imaz Saputra (Peternakan)
2. Yunita Pare Rombe (Kimia)
3. Fahrul Islam (Sastra Arab)
4. Sri Muliyani (Kehutanan)
5. Sudarwati (Perikanan)
6. Rahmatullah Arsyad (Perikanan)
7. IlhamZaid (Teknik Mesin)

20

LAMPIRAN 2

PETA DESA BULO WATTANG

21

22

LAMPIRAN 4

JUMLAH DAN NAMA KEPALA DUSUN

Desa Bulo Wattang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Bulo Wattang, Dusun
Bulo Tengah. Nama-nama kepala dusun yang terdapat di Desa Bulo Wattang
yaitu:
1. Dusun Bulo Wattang

: Lasonding

2. Dusun Bulo Tengah

: Lambolong

23

LAMPIRAN 5
DOKUMENTASI KEGIATAN
1. Observasi

24

2. Seminar Program Kerja

25

3. Pelabelan Pohon

26

4. Kegiatan Amalia Ramadhan

27

5. Penyuluhan Pertanian dan Peternakan

28

6. Sosialisasi Gemar Makan Ikan

29

7. Mengajar untuk kelas 4,5 dan 6 SD

30

8. Penanaman Tanaman Obat

31

9. Mencat, membersihkan di kantor desa

32

10. Kerja Bakti

33

11. Penamaan Tempat Tinggal Tokoh Masyarakat

34

12. Mengajar Keterampilan Tk

35

.11.Pembuatan Batas Dusun

36

37