Anda di halaman 1dari 33

JOURNAL READING

Trabeculectomy with Healaflow versus


Trabeculectomy for
the Treatment of Glaucoma: A CaseControl Study

Oleh :
Syifa Dian F
( 01.210.6283)
Dosen Pembimbing :
dr. Meiyana Handarina, Sp.M

IDENTITAS JURNAL

ABSTRAK

Tujuan

Trabeculectomy + Healaflow menjadi


prosedur
yang
aman,
namun
keuntungan
dalam
penggunaan
Healaflow vs trabeculectomy masih
diragukan

Trabeculectomy : operasi insisional yang paling umum


untuk pengobatan glaukoma
Namun terdapat deposisi bekas luka jaringan/fibrosis,
pembentukan bleb dan obstruksi saluran kegagalan
operasi
Beberapa penelitian dilakukan, dan
melaporkan:
Kortikosteroid,
Trabeculectomy
antiTGF2, anti
VEGF,anti MMPs
meningkatkan
intra/post op
migrasi, proliferasi
modulator
fibroblas
penyembuhan luka di
fibrosis pd h3-5
flap sklera,
postop
subkojungtiva namun
Antimetabolit ajuvan (5- masih kontroversi

FU&MMC) intra/post op
merusak barrier konjungtiva,
kebocoran bleb, infeksi
sekunder (endophtalmitis)

Dari beberapa
penelitian sebelumnya
bertujuan
untuk
mengevaluasi
efektivitas dan keamanan Healaflow
(agen cross-linked viskoelastik baru) sebagai
ajuvan
Healaflow berisi sodium hyaluronate dan
bersifat
anti-inflamasi
disuntikkan
di
conjunctival- Tenon- permukaan episcleral
mencegah akumulasi fibroblas dan deposisi
kolagen dapat meminimalisir risiko
overfiltration dan hypotony-hypothalamia.

METHOD

Sebuah
penelitian
retrospektif ,
komparatif,
intervensi
case-control
di Departemen
Ophthalmology
Universitas
Athena, Yunani
selama periode
November
2012 dan April
Penelitian
di
2013
setujui
oleh
Komite
Ethic
Lokal
dan
semua
pasien
diberikan inform
consent

Usia > 18 tahun


2.Menderita
glaukoma
dn
membuthkan
trabeculectomy
dengan
atau
tanpa Healaflow
3.Bersedia
di
follow-up/kontrol
6 bulan post op
1.

Inklu
si

Eksklu
si
1.

2.

3.

Riwayat neovascul ar,


uveitis, glaukoma
post trauma,
Riwayat bedah /
laser sebelumnya
Riwayat komorbid
penyakit di
retina/saraf yg
mempengaruhi fungsi
visual

KONTROL =
Trabeculectomy
(20)

Usia
PENGAMATAN =
Jenis Kelamin
Trabeculectomy +
Ketajaman
Healaflow (20)
Visual
Lateralitas mata
Jenis Glaukoma
TIO Preoperasi
Jumlah
pemakaian obat
anti glukoma
topikal/sistemik
DATA PRE-OPERASI : Jenis

KARAKTERISTIK
kelamin, usia, jenis glaukoma, TIO, jumlah
obat glaukoma 3 bulanpre-operasi
KARAKTERISTIK INTRAOPERATIF : Tanggal
operasi,
teknik
bedah,
komplikasi
intraoperatif
KARAKTERISTIK
POST-OPERATIF
:
TIO,
Komplikasi, jumlah pengobatan post op

Hasil penelitian utama = keberhasilan


bedah didefinisikan
(1) jika IOP 18mmHg atau kurang tanpa obat
antiglaucoma
(2) jika IOP 18mmHg atau kurang dengan
atau tanpa obat antiglaucoma asalkan tidak
ada pembedahan lanjut (reinterventions)
Hasil penelitian sekunder =
A. Jumlah penggunaan obat pasca operasi
glaukoma,
B. Komplikasi pasca operasi,
.

TEKNIK BEDAH

Analisis Statistik
Analisis statistik dilakukan dengan
SPSS
a. Uji T-test Student/ tes 2. = data
demografi dan pra operasi
b. Uji Paired -test = perbandingan TIO
antara 2 kelompok
c. Uji Fisher / Uji 2 = Tingkat
keberhasilan bedah, kegagalan bedah,
dan komplikasi pasca operasi
d. Analisis survival Kaplan-Meier
(lengkap atau kualifikasi) dihitung
dengan uji log-rank.

HASIL PENELITIAN

Sampel Inklusi

40
Kelompok Kontrol

Kelompok
Pengamatan

20

20

Rata- rata
periode follow
up = 8,5 bulan

KARAKTERISTIK PRA
OPERASI

KARAKTERISTIK
INTRA OPERASI

KARAKTERISTIK POST
OPERASI / periode
follow up

Tidak
ada
komplikasi
intraoperatif
mengenai
trabeculectomy dan
injeksi healaflow
Tingkat IOP post-operasi lebih rendah dari pra operasi
(untuk kedua kelompok ( <0,05).
IOP <18mmHg pada enam bulan kunjungan follow-up
untuk kelompok kontrol maupun kelompok penelitian.

Hasil Penelitian Primer

Keberhasilan Lengkap Sukses (TIO 18mmHg


tanpa obat-obatan antiglukoma) terdapat pada
12 mata (60%) kelompok pengamatan
13 (65%) kelompok kontrol.

Hasil Penelitian Sekunder

Jumlah
pengobatan
antiglaucoma
berkurang
dari 3,4 0,75 ke 0,6
0,8, 6 bulan post-operasi
( <0,001) kelompok
pengamatan

DISKUSI

Trabeculectomy adalah tindakan untuk menghapus


sebagian trabecular meshwork menciptakan saluran
antara ruang anterior dan ruang subconjunctival.
Selama periode awal pasca operasi, filtrasi humor aquos
berlebihan TIO rendah timbul komplikasi seperti
pelepasan choroid, Hypotony,
Proses penyembuhan dimediasi oleh fibroblas
menghasilkan bleb enkapsulasi dan obstruksi aliran
aquous kegagalan trabeculectomy
Penggunaan antimetabolite mitomycin C (MMC) atau 5fluorouracil (5-FU) dapat merusak
konjungtiva,
kebocoran bleb dan infeksi sekunder
Obat2an kortikosteroid, inhibitor faktor pertumbuhan,
inhibitor matriks metaloproteinase , membran amnion,
dan kolagen implan, Agen anti-VEGF. Namun hasilnya
kontroversial.

Efek
penggunaan
gel
cross-linked
viskoelastik (Healaflow) :
a. efek hipotensi
b. meminimalkan
penyaringan
bleb
enkapsulasi
c. mencegah perlekatan antara flap dan
sclera serta konjungtiva
d. anti-inflamasi
(menghambat
sitokin,
migrasi sel, fagositosis, dan transformasi
limfosit.)
Healaflow
bersifat
transparan,
tidak
berwarna, steril, tidak beracun, sedikit

Semua mata di kedua kelompok didapatkan


hasil bahwa
a. Terdapat Penurunan TIO pasca operasi
secara statistik tidak bermakna.
b. Terdapat pengurangan jumlah pengobatan
antiglaucoma
secara
statistik
tidak
bermakna.
c. Jumlah dan jenis komplikasi pasca operasi
antara 2 kelompok secara statistik tidak
bermakna.
d. Terjadinya
bleb
enkapsulasi
kelompok
kontrol > kelompok pengamatan secara
statistik tidak bermakna.
e. Terjadinya hypotony pasca operasi secara

KETERBATASAN
PENELITIAN

Penelitian retrospektif,
Jumlah peserta kecil,
Periode follow-up yang singkat
Meskipun demikian, ini merupakan
studi kasus-kontrol komparatif
dengan kualitas data yang baik
dengan karakteristik subjek yang
serupa antar dua kelompok

KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan bahwa
profil
keselamatan
dari
trabeculectomy
dengan
Healaflow
TIDAK lebih buruk bila dibandingkan
dengan trabeculectomy saja.
Dalam penelitian ini bahwa Healaflow
hanya berhasil dalam jangka pendek,
dan harga yang relatif tinggi perlu
berhati-hati
ketika
mempertimbangkan
kegunaannya
pada operasi insisi glaukoma..

Judul Dan Pengarang


No

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Jumlah kata dalam judul <


12 kata

Tidak (-), 13 kata

2.

Deskripsi judul

Menggambarkan isi utama penelitian,


menarik, tanpa singkatan, tidak
digarisbawahi, tidak diakhiri tanda titik,
tidak ditulis di antara tanda kutip.

3.

Daftar penulis sesuai aturan


jurnal

Ya (+)

4.

Korespondensi penulis

Ya (+)

5.

Tempat dan waktu


penelitian dalam judul

Ya (+)

6.

Subyek penelitian

Ya (+)
28

Abstrak
No

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Abstrak 1 paragraf

Ya (+)

Secara keseluruhan informatif

Ya (+)

3.

Tanpa singkatan selain yang baku

Ya (+)

4.

Kurang dari 250 kata

5.

Tidak menuliskan kutipan pustaka

Ya (+) (198 kata)


Ya (+)

29

Pendahuluan
No.

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Terdiri dari 2 bagian atau paragraf

Tidak (-), 5 paragraf

2.

Alasan dilakukan penelitian

3.

Penelitian sebelumnya

4.

Tujuan penelitian, hipotesis penelitian

5.

Didukung pustaka yang relevan

6.

Kurang dari 1 halaman

Ya (+)
Tidak(-)

30

Metode
No.

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Jenis & rancangan penelitian

2.

Waktu dan tempat penelitian

3.

Populasi sumber dan jumlah sampel

4.

Teknik sampling

5.

Kriteria inklusi

6.

Kriteria eksklusi

7.

Perincian cara penelitian

8.

Uji statistik (p < 0,05)

9.

Program komputer

10.

Persetujuan subyektif

+
31

Hasil
No.

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Jumlah subyek

Ya (+)

2.

Tabel karakteristik subyek

Ya (+)

3.

Tabel hasil penelitian

Ya (+)

4.

Komentar dan pendapat penulis tentang


hasil

32

Pembahasan, Kesimpulan,
Daftar Pustaka
No.

Kriteria

Ya (+) atau Tidak (-)

1.

Pembahasan dan kesimpulan terpisah

Tidak (-)

2.

Pembahasan dan kesimpulan dipaparkan dengan


jelas

3.

Pembahasan mengacu dari penelitian


sebelumnya

4.

Pembahasan sesuai landasan teori

5.

Keterbatasan penelitian

6.

Simpulan utama

7.

Simpulan berdasarkan penelitian

33