Anda di halaman 1dari 2

Dian Wulansari

120419602/18/
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dinyatakan secara eksplisit bahwa
pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan nasional dengan
tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Di Indonesia pembangunan
ekonomi yang lebih serius baru dimulai sejak pelaksanaan rencana pembangunan lima tahun
pertama (Repelita I) tahun 1969,dan prosesnya berjalan mulus sejak itu hingga krisis ekonomi
menerjang Indonesia tahun 1997 / 1998.

A. PERTUMBUHAN EKONOMI
1. Konsep & cara perhitungan
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu
keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena
jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi seharihari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan setiap tahun
Dua arti dari PN, yakni arti sempit dan arti luas.arti sempit, PN adalah PN. Sedangkan
dalam arti luas, PN dapat merujuk ke PDB, atau merujuk ke PNB, atau ke produk nasional
neto (PNN). PDB dapat diukur dengan tiga cara macam pendekatan, yaitu pendekatan
produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran
Hitungan PDB dan PN sebagai berikut :
PNB = PDB+F
PNN = PNB-D
PN = PNN-Ttl
Ket : F = Pendapatan neto atas faktor luar negeri; D = Penyusutan; Ttl = pajak tak langsung neto.
Jika persamaan tersebut digabungkan akan didapat persamaan sbb:
PDB = PN+Ttl+D-F atau PN = PDB+F-D-Ttl
PDB dapat diukur dengan 3 macam pendekatan.
- Pendekatan Penawaran dengan rumus PDB = NOi.
Ket : i = 1,2,3...9
- Pendekatan Pendapatan dengan rumus PDB = NTB1+NTB2+.......NTB9
Ket : NTB (Nilai Tambah Bruto)
- Pendapatan Pengeluaran dengan rumus PDB = C+I+G+X-M
Ket: Pengeruaran konsumsi rumah tangga (C), Pembentukan modal tetap domestik bruto, termasuk
perubahan stok (I) ,Pengeluaran konsumsi pemerintah (G), Ekspor (X), Impor (M).
2. Sumber-Sumber Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi dapat bersumber dari pertumbuahan pada sisi permintaan agregat (AD) dan
sisi penawaran agregat (AS)
Dari sisi AD, pergeseran kurvanya ke kanan yang mencerminkan permintaan di dalam ekonomi bisa
terjadi karena PN, terdir dari permintaan masyarakat, perusahaan dan pemerintah, meningkat. Sisi
AD di dalam suatu ekonomi digambarkan dalam model ekonomi makro sederhana sbb:

Y= C+I+G+X-M (3.8)
C= cY+Ca (3.9)
I= -ir+Ia (3.10)
G=Ga (3.11)
X= Xa (3.12)
M= mY+Ma (3.13)
3. Analisis Empiris
a. Era Orde Baru: Indonesia Calon Macan Asia Baru?
Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlah indikator ekonomi makro. Dua diantaranya yang
umum digunakan adalah laju pertumbuhan PDB per tahun dari tingkat PN per kapita. Namun,
dampak negatif dari resesi ekonomi dunia tahun 1982 terhadap perekonomian Indonesia, terutama
terasa dalam laju pertumbuhan ekonomi yang selama 1982-1988 jauh lebih rendah dibandingkan
periode sebelumnya.
b. Era Reformasi Hingga Kabinet Kerja Jokowi
Berdasarkan dolar AS yang berlaku dengan perhitungan PPP (paritas daya beli), PDB perkapita
pada tahun 2000 tercatat sebesar 4463 dolar AS dan meningkat terus setiap tahun dan pada tahun
2013.

B. PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI


Pembangunan ekonomi jangka panjang dengan pertumbuhan PDB atau PN akan
membawa suatu perubahan mendasar dalam struktur ekonomi , dari ekonomi tradisional
dengan pertanian sebagai sector utama ke ekonomi moderenyang didominasi oleh sectorsektor nonprimer,khususnya industri manufaktur dengan relasi positif antara pertumbuhn
outpi dan pertumbuhan produktivitas yang dinamis sebagai motor utama penggerak
pertumbuhan ekonomi.
Kalau dilihat sejak mulainya pemerintahan Orde Baru hingga sekarang, dapat
dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi Indonesia cukup pesat.Menurut
pangsa pertanian dlam pembentukan PDB selama periode tersebut disebabkan oleh laju
pertumbuhan output disektor tersebut relatif lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan
output di sector-sektor lain.
Perubahan struktur ekonomi tersebut yang memperlemah posisi relative dari sektor
pertanian dan sektor pertambangan di dalam perekonomian nasional disebabkan oleh laju
pertumbuhan output rata-rata per tahun di kedua sektor tersebut relatif lebih lambat.