Anda di halaman 1dari 3

Ketidakberdayaan individu dengan penyakit kronik

Penyakit kronik: Suatu penyakit yang perjalanan penyakit berlangsung lama sampai
bertahun-tahun, bertambah berat, menetap dan sering kambuh.
Ketidakberdayaan: persepdi individu bahwa segala tindakannya tidak akan
mandapatkan hasil atau suatu keadaan dimana individu kurang dapat mengendalikan kondisi
tertentu atau kegiatan yang baru dirasakan. Kondisi ketika individu atau kelompok merasakan
kurangnya kontrol personal terhadap sejumlah kejadian atau situasi tertentu yang
mempengaruhi pandangan, tujuan, dan gaya hidup.
Ketidakberdayaan adalah perasaan yang dialami semua orang dalam derajat yang
berbeda pada situasi yang berlainan. Stephenson (1979) menggambarkan dua jenis
ketidakberdayaan. Ketidakberdayaan situasional muncul pada sebuah peristiwa spesifik dan
mungkin berlangsung singkat. Ketidakberdayaan dasar (trait powerlessness) bersifat lebih
menyebar, mempengaruhi pandangan, tujuan, gaya hidup, dan hubungan. Secara klinis,
diagnosis keperawatan ketidakberdayaan mungkin lebih bermanfaat mungkin lebih
bermanfaat jika digunakan untuk menggambarkan individu yang mengalami
ketidakberdayaan dasar dibandingkan ketidakberdayaan situasional
Keputusan berbeda dengan ketidakberdayaan. Dalam hal ini, individu yang putus asa
tidak melihat adanya solusi untukk mengatasi masalahnya atau jalan untuk mencapai
keinginannya, bahkan saat ia merasa memegang kendali atas hidupnya individu yang tidak
berdaya mungkin melihat alternatif atau jawaban untuk masalahnya, tetapi tidak mampu
berbuat apa pun karena persepsi tentang kontrol dan sumber yang ada. Ketidakberdayaan
yang berkepanjangan bisa menyebaban keputusasaan.

Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan hospitalisasi


Hospitalisasi menimbulkan berbagai respons pada masyarakat dan keluarga, termasuk
kecemasan, ketakutan, dan ketidakberdayaan. Jika hospitalisasi diduga berlangsung singkat,
diagnosis kecemasan yang berhubungan dengan lingkungan yang asing, kehilangan rutinitas
yang biasa, dan gangguan privasi mungkin berguna untuk menggambarkan ketidakberdayaan
situasional jika hospitalisasi merupakan upaya perawatan ulang untuk masalah yang
berkelanjutan, penggunaan diagnosis ketidakberdayaan mungkin lebih sesuai untuk
menggambarkan ketidakberdayaan dasar.

National Association Nursing Diagnoses of American (NANDA, 2010), mendeskripsikan


batasan karakteristik ketidakberdayaan ringan, sedang dan berat sebagai berikut :

a.) Karakteristik ketidakberdayaan ringan antara lain mengekspresi ketidakpastian tentang


fluktuasi tingkat energi, pasif
b.) Karakteristik ketidakberdayaan sedang antara lain marah, ketergantungan pada orang lain
yang dapat mengakibatkan iritabilitas, tidak melakukan praktik perawatan diri ketika
ditantang, tidak memantau kemajuan, ekpresi ketidakpuasan terhadap ketidakmampuan
melakukan aktifitas sebelumnya, ekspresi keraguan tentang melakukan tugas sebelumnya,

ekspresi keraguan tentang penampilan peran, ekspresi frustrasi terhadap ketidakmampuan


melakukan aktivitas sebelumnya, ekspresi frustrasi terhadap ketidakmampuan melakukan
tugas sebelumnya, takut dijauhkan dari pemberi asuhan, rasa bersalah, ketidakmampuan
mencari informasi tentang asuhan, pasif, enggan mengungkapkan.
c.) Karakteristik ketidakberdayaan berat antara lain apatis, depresi terhadap kondisi buruk
secara fisik, menyatakan tidak memiliki kendali misalnya terhadap perawatan diri, situasi dan
hasil.

Dampak penyakit kronik terhadap klien


a. Dampak psikologis :
Klien menjadi pasif
Tergantung
Kekanak-kanakan
Merasa tidak aman
Bingung
Merasa menderita
b. Dampak somatik
Keluhan somatik sesuai dengan keadaan penyakitnya.
c. Dampak terhadap gangguan seksual
Merupakan akibat dari perubahan fungsi secara fisik (kerusakan organ) dan
perubahan secara psikologis (persepsi klien terhadap fungsi seksual).
d. Dampak gangguan aktivitas
Dampak ini akan mempengaruhi hubungan sosial sehingga hubungan sosial dapat
terganggu baik secara total atau sebagian.

Faktor yang mempengaruhi penyakit kronik dan ketidakberdayaan


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Persepsi klien terhadap situasi


Beratnya penyakit
Tersedianya support sosial
Tempramen dan kepribadian
Sikap dan tindakan lingkungan
Tersedianya fasilitas kesehatan

Respon klien terhadap penyakit kronik yang berhubungan dengan ketidakberdayaan :


a. Kehilangan kesehatan
Klien merasa takut, cemas dan pandangan tidak realistic, aktifitasnya terbatas.
b. Kehilangan Kemandirian
Ditujukan melalui berbagai perilaku, bersifat kekanak-kanakan,
ketergantungan.
c. Kehilangan Situasi
Klien merasa kehilangan situasi yang dinikmati sehari-hari bersama keluarga /
kelompoknya.
d. Kehilangan Rasa Nyaman

Gangguan rasa nyaman muncul sebagai akibat gangguan fungsi tubuh seperti :
panas, nyeri, dll.
e. Kehilangan fungsi fisik
Klien gagal ginjal harus dibantu melalui hemodialisa
f. Kehilangan konsep diri
Klien dengan penyakit kronik merasa dirinya berubah mencakup bentuk dan
fungsi tubuh sehingga klien tidak dapat berfikir secara rasional (body image)
peran serta identitasnya.
g. Kehilangan peran dalam kelompok dan keluarga

Pengkajian
a. Pengkajian terhadap klien
Perlu dikaji bagaimana upaya klien dalam mengatasi kehilangan dan
perubahan yang terjadi. Hal-hal yang perlu dikaji antara lain :
1. Respon emosi klien terhadap diagnosa
2. Kemampuan mengekspresikan perasaan sedih terhadap situasi
3. Upaya klien dalam mengatasi situasi
4. Kemampuan dalam mengambil dan memiliki pengobatan
5. Persepsi dan harapan klien
6. Kemampuan mengingat masa lalu
b. Pengkajian keluarga
Perawat perlu mengetahui persepsi keluarga terhadap penyakit klien dan
sejauh mana pengaruhnya terhadap keluarga, kelebihan dan kekurangan yang
memerlukan dukungan dan intervensi. Hal-hal yang perlu dikaji antara lain :
1. Respon keluarga terhadap klien
2. Ekspresi emosi keluarga dan toleransinya.
3. Kemampuan dan kekuatan keluarga yang diketahui
4. Kapasitas dan sistem pendukung yang ada
5. Pengertian oleh pasangan sehubungan dengan gangguan fungsional
6. Proses pengambilan keputusan
7. Identifikasi keluarga terhadap perasaan sedih akibat kehilangan dan
perubahan yang terjadi
c. Pengkajian Lingkungan
1. Sumber daya yang ada
2. Stigma masyarakat terhadap keadaan normal dan penyakit
3. Kesediaan untuk memenuhi kebutuhan
4. Ketersediaan fasilitas partisipasi asuhan keperawatan kesempatan
kerja
Referensi :

Diagnosis keperawatan : aplikasi pada praktik klinis / Lynda Juall Carpenito Ed. 9. Jakarta :
EGC, 2009.
https://id.scribd.com/doc/151313564/Asuhan-Keperawata-Klien-Dengan-Penyakit-Kronis-DanKetidak-Mampuan di akses pada tanggal 08/10/2014 hari rabu pukul 20:07
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20280823-T%20Esrom%20Kanine.pdf di akses pada tanggal
08/10/2014 hari rabu pukul 20:15