Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................. 3
1.1.

Latar Belakang........................................................................................ 3

1.2.

Tujuan Masalah....................................................................................... 4

BAB II : RUMUSAN MASALAH.........................................................................5


BAB III : PEMBAHASAN..................................................................................6
3.1.

Pengertian Dana Pensiun...........................................................................6

3.2.

Tujuan Penyelenggaraan Dana pensiun.........................................................6

3.3.

Tujuan Pelaporan Program Dana pensiun.....................................................7

3.4.

Penjelasan Nilai Kini Aktuaria atas Dana Pensiun Terjanji.............................11

3.5.

Isi Laporan Keuangan Program Dana Pensiun.............................................12

3.6.

Penilaian Aset Program Dana Pensiun........................................................12

3.7.

Pengungkapan dan Pelaporan Program Dana Pensiun...................................13

BAB IV : KESIMPULAN................................................................................. 15

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial
intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana,
serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Falsafah
yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut
tampak dalam kegiatan pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam
bentuk giro, tabungan, serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak
yang memerlukan dana.
Bank merupakan sektor yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia usaha.
Banyak orang dan organisasi yang memanfaatkan jasa bank untuk menyimpan atau
meminjam dana. Oleh karena itu, bank memainkan peran penting dalam memelihara
kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter melalui kedekatan hubungannya
dengan badan-badan pengatur dan instansi pemerintah. Dalam rangka memelihara
kepercayaan masyarakat tersebut, pemerintah banyak mengeluarkan peraturan di
bidang perbankan. Dapat dipahami apabila terdapat perhatian yang meluas terhadap
kesehatan bank, terutama yang berkaitan dengan likuiditas dan solvabilitas bank serta
tingkat risiko relatif yang melekat pada tipe usaha yang dijalankan bank yang
bersangkutan. Oleh karena itu, akuntansi dan pelaporan keuangan bank juga berbeda.
PSAK ini mengakui dan menampung perbedaan tersebut. PSAK ini juga mendorong
pengungkapan, pada laporan keuangan yang terkait dengan hal-hal seperti pengelolaan
dan pengendalian likuiditas dan risiko.

Pengguna laporan keuangan bank membutuhkan informasi yang dapat dipahami,


relevan, andal dan dapat dibandingkan dalam mengevaluasi posisi keuangan dan
kinerja bank serta berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pengguna juga
membutuhkan informasi yang lebih baik tentang karakteristik khusus operasi bank.
Pengguna, termasuk otoritas pengatur, membutuhkan informasi yang tidak tersedia
untuk publik. Meskipun bank merupakan obyek pengawasan dan pengawas bank
mempunyai kewenangan pengaturan untuk tidak menyediakan informasi tertentu bagi
masyarakat, tetapi dibutuhkan pengungkapan yang menyeluruh dan memadai agar
laporan keuangan bank sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam batasan yang layak
untuk dipenuhi oleh manajemen.
Pengguna laporan keuangan bank berkepentingan dengan likuiditas, solvabilitas,
dan risiko yang berkaitan dengan aktiva dan kewajiban yang diakui dalam neraca dan
unsur-unsur di luar neraca. Likuidaitas menunjukan kemampuan bank untuk memenuhi
kewajibannya kepada semua pihak sewaktu-waktu dapat menarik atau mencairkan
simpanan dan komitmen lainnnya. Solvabilitas menunjukan kelebihan aset dari
kewajibannya, yang berarti pula menunjukan kecukupan modal bank. Usaha bank
rentan terhadap berbagai risiko, seperti risiko likuiditas, risiko fluktuasi mata uang,
tingkat bunga, perubahan harga pasar, dan kegagalan pihak-pihak yang mengadakan
perikatan dengan bank. Risiko tersebut mungkin telah tercermin dalam laporan
keuangan, tetapi para pengguna akan lebih memahami apabila manajemen juga
mengungkapkan pengelolaan dan pengendalian risiko tersebut bersama-sama dengan
operasi bank dalam laporan keuangan.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 31 tentang Akuntansi Perbankan.
1.2. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Seminar Akuntansi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharmaputra.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) Nomor 31 tentang Akuntansi Perbankan adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Bank;
2. Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi Perbankan;
3. Penyajian dan Pengungkapan Akuntansi Perbankan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pengertian Bank


Bank adalah suatu badan yang tugas utamanya sebagai perantara untuk
menyalurkan penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang ditentukan.
Beberapa pakar perbankan seperti Prof. G. M. Verrin Stuart dalam bukunya Bank
politik mengatakan bahwa bank merupakan suatu badan yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan pribadi, baik dengan alat-alat pembayarannya sediri atau
dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan
memperedarkan alat-alat penukar berupa uang giral.
A.Abdurrachman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan
menjelaskan bahwa bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan
berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang,
pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan bendabenda berharga, membiayai usaha perusahaan dan lain-lain.
Sedangkan dalam UU. No. 14/1967 pasal 1 tentang pokok-pokok perbankan,
bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan
kredit dan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang.
Menurut PSAK 31 tentang Akuntansi Perbankan, Bank adalah badan usaha
yang

menghimpun

dana

dari

masyarakat

dalam

bentuk

simpanan

dan

menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya


dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Tujuan Penyelenggaraan Dana pensiun

Tujuan penyelenggaraan program dana pensiun baik dari kepentingan pemberi


kerja maupun dari karyawan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Bagi Pemberi Kerja.
a. Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah mengabdi di
perusahaan tersebut.
b. Agar dimasa pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil yang
diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.
c. Meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
d. Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.
e. Kewajiban moral. Perusahan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan
rasa aman kepada karyawan. Kewajiban moral tersebut diwujudkan dengan
memberikan jaminan ketenangan atas masa depan para karyawannya.
Karyawan yang sudah memasuki usia pensiun tidak dapat dilepas begitu saja.
Perusahan masih memiliki tanggung jawab moral terhadap mereka. Oleh
karena itu, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk mengikutkan atau
membentuk sendiri dana pensiun untuk para kayawannya.
f. Loyalitas. Dengan diadakannya program pensiun, karyawan diharapkan akan
mempunyai loyalitas dan dedikasi terhadap perusahaan. Jaminan yang
diberikan untuk karyawan akan memberikan dampak positif pada perusahaan.
Karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih baik dengan loyalitas dan
dedikasi yang tinggi. Loyalitas tersebut akan semakin besar dengan jaminan
keamanan yang diterima oleh karyawan.
g. Kompetisi pasar tenaga kerja. Dengan memasukkan program pensiun sebagai
suatu bagian dari total kompensasi yang diberikan kepada karyawan,
diharapkan perusahaan akan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha
mendapatkan karyawan yang berkualitas dan profesional di pasaran tenaga
kerja.
2. Bagi Karyawan.
a. Kepastian memperoleh penghasilan dimasa yang akan datang sesudah masa
pensiun.
b. Memberikan rasa aman dan dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja.
c. Agar tetap memiliki penghasilan pada saat mencapai usia pension.
d. Kompensasi yang lebih baik karena karyawan mempunyai tambahan
kompensasi, meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia
pensiun/berhenti bekerja.
3. Bagi Lembaga Pengelola Dana pensiun

a. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan melakukan


berbagai kegiatan investasi.
b. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.
3.2. Tujuan Pelaporan Program Dana pensiun
PSAK Nomor 18 ini mengatur akuntansi dan pelaporan program dana pensiun
untuk semua peserta sebagai suatu kelompok. PSAK Nomor 24 (revisi 2010): Imbalan
Kerja, mengatur tentang penentuan biaya dana pensiun dalam laporan keuangan
Pemberi Kerja yang memiliki program dana pensiun. Dengan demikian PSAK Nomor
18 ini melengkapi PSAK Nomor 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja. Program dana
pensiun dapat berupa program iuran pasti atau program manfaat pasti. Dalam hal
program dana pensiun diselenggarakan sebagai dana program terpisah, maka program
ini harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program dana
pensiun dengan aset yang diinvestasikan pada perusahaan asuransi tunduk pada
perlakuan akuntansi dan persyaratan pendanaan yang sama seperti halnya perjanjian
investasi swasta. Dengan demikian, program tersebut masuk dalam ruang lingkup
Pernyataan ini kecuali kontrak dengan perusahaan asuransi tersebut adalah atas nama
peserta atau kelompok peserta tertentu, dan kewajiban manfaat pensiun tersebut
merupakan tanggung jawab perusahaan asuransi.Pernyataan ini tidak mengatur tentang
kesejahteraan karyawan dalam bentuk lain, misalnya kewajiban pemberian pesangon,
perjanjian kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation arrangements),
tunjangan cuti jangka panjang, pensiun dini tertentu atau program pemutusan kontrak
kerja, tunjangan kesehatan dan kesejahteraan, atau program bonus. Jaminan sosial
pemerintah juga diluar lingkup Pernyataan ini.
IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans diadopsi menjadi
ED PSAK Nomor 18 (revisi 2010): Akuntansi dan Pelaporan Program Dana pensiun.
Alasan penggunaan kata purnakarya karena hal ini berkenaan dengan keadaan atau
kedudukan setelah selesai berdinas, bukan hanya dana pensiun (pusat bahasa). Istilah
purnakarya untuk mengalihbahasakan retirement berdampak pada penggunaan istilah
yang tepat untuk menggambarkan ruang lingkup ED PSAK Nomor 18 (revisi 2010)
yang lebih luas bukan hanya untuk dana pensiun. Kata pensiun sering dianalogikan
selesai bekerja karena memasuki umur pensiun. Sedangkan purnakarya memiliki arti
yang lebih luas yakni bisa saja selesai bekerja sesuai dengan perencanaan atau kontrak
kerjanya.
7

Program dana pensiun adalah perjanjian untuk setiap entitas yang menyediakan
dana pensiun untuk karyawan pada saat atau setelah berhenti bekerja (baik dalam
bentuk iuran bulanan atau lumpsum) ketika manfaat semacam itu, atau iuran
selanjutnya untuk karyawan, dapat ditentukan atau diestimasi sebelum purnakarya
berdasarkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam dokumen atau praktik-praktik
entitas.
Program iuran pasti adalah program dana pensiun dimana jumlah yang
dibayarkan sebagai dana pensiun ditetapkan berdasarkan iuran ke suatu dana bersama
pendapatan investasi selanjutnya. Dalam program ini termasuk program iuran pasti
yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Program manfaat pasti adalah program dana pensiun dimana jumlah yang
dibayarkan sebagai dana pensiun ditentukan dengan mengacu pada formula yang
biasanya didasarkan pada penghasilan karyawan dan/atau masa kerja. Dalam program
ini termasuk program manfaat pasti yang diatur dalam peraturan dan perundangundangan yang berlaku.
a. Program Iuran Pasti
Dalam program iuran pasti, jumlah manfaat masa depan yang diterima oleh peserta
ditentukan dari jumlah iuran yang dibayarkan pemberi kerja, peserta atau keduanya
dan efisiensi kegiatan operasional serta pendapatan investasi atas dana pensiun
tersebut. Kewajiban pemberi kerja biasanya diselesaikan melalui kontribusinya
kepada dana pensiun. Bantuan aktuaris biasanya tidak diperlukan walaupun
kadang-kadang digunakan untuk mengestimasi dana pensiun yang akan diterima
peserta berdasarkan iuran saat ini dan variasi tingkat iuran di masa depan serta
pendapatan investasi.
Peserta berkepentingan mengetahui kegiatan program purnakarya karena secara
langsung mempengaruhi tingkat dana pensiun yang akan diterima di masa depan.
Peserta berkepentingan mengetahui apakah iuran telah diterima dan pengendalian
yang tepat telah dilakukan untuk melindungi hak-hak penerima dana pensiun.
Pemberi kerja berkepentingan pada kegiatan operasional yang efisien dan wajar
atas program purnakarya.
Laporan keuangan pada program ini mencakup laporan asset neto tersedia untuk
Dana pensiun dan penjelasan mengenai kebijakan pendanaan. Dalam membuat
laporan keuangan tersebut biasanya tidak diperlukan bantuan aktuaria. Walaupun
8

kadang, bantuan aktuaria juga digunakan untuk mengestimasi dana pensiun yang
akan diterima peserta berdasar kan iuran kini dan perbedaan tingkat iuran masa
depan dan pendapatan investasi
Tujuan pelaporan adalah memberikan informasi secara periodik mengenai
penyelenggaraan Program pensiun dan kinerja investasinya. Tujuan tersebut
biasanya dapat dipenuhi dengan menyusun laporan , antara lain terdiri atas
1. Penjelasan atas aktivitas signifikan dana pensiun/pensiun selama periode dan
dampak setiap perubahan terkait dengan program, serta keanggotaan dan syarat
dan ketentuannya;
2. Pelaporan kinerja transaksi dan investasi selama periode dan posisi keuangan
program purnakarya/pensiun pada akhir periode; dan
3. Penjelasan atas kebijakan investasi.
b. Program Imbalan Pasti
Menurut PSAK, Program imbalan pasti adalah program Dana pensiun yang mana
jumlah yang dibayarkan sebagai Dana pensiun ditentukan dengan mengacu pada
suatu formula yang biasanya didasarkan pada penghasilan karyawan dan/ atau masa
kerja. Dalam program ini termasuk program pensiun imbalan pasti yang diatur
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan keuangan program ini mencakup laporan keuangan yang menyajikan asset
neto tersedia untuk Dana pensiun dan nilai aktuaria dari Dana pensiun terjanji, yang
membedakan antara manfaat telah menjadi hak dan manfaat belum menjadi hak dan
surplus atau deficit.
Laporan asset neto tersedia untuk Dana pensiun yang mencakup salah satu dari
catatan yang mengungkapkan nilai kini aktuaria dari Dana pensiun terjanji, yang
membedakan antara manfaat telah menjadi hak dan manfaat belum menjadi hak
atau acuan atas informasi asset neto tersedia untuk Dana pensiun yang disertakan
dalam laporan aktuaria. Jika penilaian aktuaria belum disajikan pada tanggal
pelaporan keuangan, maka penilaian terakhir digunakan sebagai dasar penyusunan
dan tanggal penilaian tersebut diungkapkan. Dampak setiap perubahan asumsi
aktuaria yang mempunyai dampak signifikan pada nilai kini aktuaria dari Dana
pensiun terjanji juga diungkapkan.

Laporan keuangan ini juga menjelaskan hubungan antara nilai kini aktuaria dan
Dana pensiun terjanji dan asset neto tersedia untuk Dana pensiun dan kebijakan
pendanaan Dana pensiun terjanji.
Dalam program imbalan pasti, pembayaran Dana pensiun terjanji bergantung pada
posisi keuangan Program pensiun dan kemampuan pemeberi iuran untuk
melakukan iuran masa depan kepada Program pensiun maupun kinerja investasi
dan efisien operasional Program pensiun. Program imbalan pasti membutuhkan
bantuan aktuaris secara periodik untuk menilai kondisi keuangan program Dana
pensiun, menelaah asumsi, dan merekomendasikan tingkat iuran masa depan.
Tujuan pelaporan oleh program Dana pensiun ini adalah memberikan informasi
secara periodik tentang sumber keuangan dan aktifitas program Dana pensiun yang
berguna untuk menilai hubungan antar akumulasi sumber daya dan manfaat
program dari waktu ke waktu. Tujuan ini biasanya dapat dicapai dengan menyusun
laporan keuangan yang antara lain terdiri atas:
1. Penjelasan mengenai kegiatan penting selama suatu periode pelaporan dan
dampak setiap perubahan terkait dengan program dana pensiun, keanggotaan,
syarat dan kondisi;
2. Pelaporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan
posisi keuangan program dana pensiun pada akhir periode pelaporan; dan
3. Informasi aktuaria sebagai salah satu bagian dari laporan atau sebagai laporan
terpisah; penjelasan tentang kebijakan investasi.
3.3. Penjelasan Nilai Kini Aktuaria atas Dana Pensiun Terjanji
Nilai kini dari pembayaran yang diharapkan oleh program dana pensiun yang
dapat dihitung dan dilaporkan dengan menggunakan tingkat gaji kini atau tingkat gaji
proyeksi sampai dengan masa pensiun peserta. Alasan yang diberikan untuk
menerapkan pendekatan gaji kini antara lain:
1. Nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji, merupakan penjumlahan dari seluruh
gaji saat ini dapat diatribusikan ke setiap peserta dalam program dana pensiun,
dapat dihitung lebih obyektif daripada tingkat gaji proyeksi karena melibatkan
lebih sedikit asumsi;
2. Peningkatan manfaat yang dapat diatribusikan ke dalam kenaikan gaji menjadi
kewajiban program dana pensiun pada saat kenaikan gaji; dan
3. Jumlah nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji menggunakan tingkat gaji kini
yang secara umum lebih terkait erat dengan jumlah terutang pada peristiwa
penghentian atau pemutusan program purnakarya.
10

Alasan yang diberikan untuk menerapkan pendekatan proyeksi gaji adalah


sebagai berikut:
1. Informasi keuangan seharusnya disajikan atas dasar kelangsungan usaha, terlepas
dari asumsi-asumsi dan estimasi yang harus dibuat;
2. Pada akhir pembayaran program dana pensiun, manfaat ditentukan dengan
mengacu pada gaji saat atau mendekati tanggal purnakarya; oleh karena itu gaji,
tingkat iuran dan tingkat pengembalian harus diproyeksikan; dan
3. Kesalahan untuk tidak memasukkan proyeksi gaji (sementara sebagian besar
pendanaan didasari oleh proyeksi gaji) hal ini dapat mengakibatkan pelaporan
pendanaan tampak berlebih tapi nyatanya tidak atau pendanaan terlihat cukup
memadai tapi nyatanya kurang.
3.4. Isi Laporan Keuangan Program Dana Pensiun
Pada program manfaat pasti, informasi disajikan dalam salah satu format berikut,
yang mencerminkan perbedaan praktek pengungkapan dan penyajian informasi
aktuaris:
1. Suatu laporan dimasukkan dalam laporan keuangan yang memperlihatkan aset neto
tersedia untuk dana pensiun, nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji, dan hasil
surplus atau defi sit. Laporan keuangan program dana pensiun juga berisi laporan
perubahan aset neto tersedia untuk dana pensiun dan perubahan nilai kini aktuaria
atas dana pensiun terjanji. Laporan keuangan dapat disertai laporan aktuaris
terpisah yang mendukung nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji;
2. Laporan keuangan termasuk laporan aset neto tersedia untuk dana pensiun dan
laporan perubahan asset tersedia untuk dana pensiun. Nilai kini aktuaria atas dana
pensiun terjanji diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan
keuangan dapat juga disertai laporan aktuaris yang mendukung nilai kini aktuaria
atas dana pensiun terjanji; dan
3. Laporan keuangan termasuk laporan aset neto tersedia untuk dana pensiun dan
laporan perubahan aset neto tersedia untuk dana pensiun dengan menggunakan
nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji yang terdapat dalam laporan aktuaris
terpisah.
Pada setiap bentuk laporan wali amanat yang bersifat laporan manajemen atau
direksi dan laporan investasi dapat dilampirkan dalam laporan keuangan.

11

3.5. Penilaian Aset Program Dana Pensiun


Investasi program dana pensiun harus diakui pada nilai wajar. Pada kasus surat
berharga yang diperdagangkan, maka nilai wajar adalah nilai pasar. Pada investasi
program purnakarya yang dimiliki seandainya estimasi nilai wajar tidak mungkin, maka
pengungkapan harus dibuat berisi alasan mengapa nilai wajar tidak dapat digunakan.
Dalam kasus surat berharga yang diperdagangkan pada nilai wajar biasanya
menggunakan nilai pasar karena dianggap sebagai nilai yang paling tepat untuk
mengukur nilai surat berharga pada tanggal pelaporan dan kinerja investasi selama
periode tersebut. Surat-surat berharga yang nilai jatuh temponya sudah ditetapkan dan
memang dimaksudkan untuk membayar dana pensiun, atau bagian yang spesifik dari
setiap program purnakarya, dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi
tingkat pengembalian yang tetap. Investasi program purnakarya yang dimiliki namun
tidak memungkinkan menggunakan nilai wajar, misalnya seluruh kepemilikkan entitas,
maka perlu diungkapkan mengapa nilai wajar tidak bisa digunakan. Sepanjang investasi
dicatat pada jumlah selain nilai pasar atau nilai wajar, maka nilai wajarnya biasanya
juga diungkapkan. Aset yang digunakan untuk operasional pendanaan dicatat sesuai
dengan penerapan Pernyataan lain.
3.6. Pengungkapan dan Pelaporan Program Dana Pensiun
Laporan keuangan program dana pensiun yang berupa manfaat pasti atau iuran
pasti, berisi informasi berikut ini:
1. Laporan perubahan aset neto tersedia untuk dana pensiun;
2. Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan; dan
3. Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap perubahan program
purnakarya selama periode tersebut.
Laporan keuangan yang disediakan oleh program dana pensiun termasuk berikut
ini, jika memungkinkan:
1. Laporan aset neto tersedia untuk dana pensiun, mengungkapkan:
a. Aset pada akhir periode bersangkutan sesuai klasifikasinya;
b. Dasar penilaian aset;
c. Rincian setiap investasi tunggal yang melebihi 5% dari aset neto tersedia untuk
dana pensiun atau 5% untuk setiap kelas atau jenis surat berharga;
d. Rincian setiap investasi pemberi kerja; dan
e. Liabilitas kecuali nilai kini aktuaria atas dana pensiun terjanji.
2. Laporan perubahan aset neto tersedia untuk dana pensiun menyajikan hal-hal
sebagai sebagai berikut:
12

a.
b.
c.
d.
e.

Iuran pemberi kerja;


Iuran karyawan;
Pendapatan investasi seperti bunga dan deviden;
Pendapatan lain-lain;
Manfaat yang dibayarkan dan terutang (analisis, misalnya purnakarya,

kematian dan cacat, serta pembayaran secara lumpsum);


f. Beban administrasi;
g. Beban lain-lain;
h. Pajak penghasilan;
i. Laba rugi pelepasan investasi dan perubahan nilai investasi; dan
j. Transfer dari dan untuk program purnakarya lain.
3. Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan;
4. Untuk program manfaat pasti, nilai kini aktuaria atas manfaat terjanji yang
membedakan antara manfaat telah menjadi hak (vested benefits) dan manfaat belum
menjadi hak (non-vested benefits) berdasarkan manfaat terjanji sesuai persyaratan
program purnakarya, jasa yang diberikan pada tanggal pelaporan dan menggunakan
tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi; informasi ini termasuk lampiran laporan
aktuaris yang disajikan bersama dengan laporan keuangan terkait;
5. Untuk program manfaat pasti, penjelasan signifikan mengenai asumsi aktuaris yang
dibuat dan metode yang digunakan untuk menghitung nilai kini aktuaria atas dana
pensiun terjanji.
Pelaporan program dana pensiun berisi penjelasan atas program purnakarya,
komponen laporan keuangan atau laporan keuangan tersendiri. Laporan tersebut berisi
hal-hal berikut ini:
1. Nama pemberi kerja dan kelompok karyawan yang menjadi peserta program dana
pensiun;
2. Jumlah peserta yang menerima dana pensiun dan jumlah peserta lain yang diklasifi
kasikan dengan tepat;
3. Jenis program purnakarya, program iuran pasti atau program manfaat pasti;
4. Catatan untuk mengetahui apakah peserta mempunyai kontribusi pada program
purnakarya;
5. Penjelasan kewajiban dana pensiun kepada peserta;
6. Penjelasan persyaratan penghentian setiap program purnakarya; dan
7. Perubahan dalam huruf (1) sampai (6) pada periode pelaporan tercakup dalam
laporan.

13

BAB IV
KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dana pensiun memiliki manfaat
untuk semua pihak yang terlibat dalam dana pensiun seperti karyawan, pihak pemberi
kerja, Lembaga Pengelola. Namun dalam prosesnya terdapat kendala kendala yang
mempengaruhi kinerja lembaga pengelola dana pensiun. Lancar tidaknya pengelolaan
lembaga dana pensiun bergantung pada tata kelola manajemennya,hal ini berkaitan
dengan kredibilitas lembaga atau perusahaan dalam mengelola manajemennya baik dari
segi SDM, keuangan, pihak-pihak yang terlibat.
PSAK Nomor 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas dana pensiun, tetapi
semua program dana pensiun yang memenuhi definisi. Pembentukkan program dana
pensiun dalam bentuk dana pensiun harus sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.
Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta berdasarkan jumlah iuran, efisiensi
kegiatan operasional dan pendapatan investasi yang diperoleh. Tujuan pelaporan
program iuran pasti memberikan informasi secara periodik penyelenggaraan program
dana pensiun dan kinerja investasi.

14