Anda di halaman 1dari 12

BISHOP SCORE

Oleh :
Zahra Puspita
1102011301

Pembimbing :
Dr. H. Riyanto Irawan M, Sp.OG

Kepaniteraan Klinik Obstetrik dan Ginekologi


RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang
Periode Agustus 2015

PENDAHULUAN
Sistem skoring pelvik

Menilai kematangan serviks

Menilai kesiapan pra-induksi

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 INDUKSI PERSALINAN
Inisiasi pada masa persalinan
Menghindari adanya resiko pada kehamilan
Skor Bishop

1.2 SKOR BISHOP


Cara untuk menilai kematangan serviks dan
responsnya
terhadap
suatu
induksi
persalinan.
Penilaian pembukaan serviks, pendataran
serviks, penurunan bagian terbawah janin,
konsistensi serviks dan posisi serviks.
Menentukan kesiapan dari fase pre-induksi.

1.3 PENILAIAN SKOR BISHOP


Pemeriksaan vaginal
Menilai :
Konsistensi serviks, pembukaan, posisi,
dan pendataran serviks, seiring dengan
penurunan presentasi terbawah janin
Semakin besar skor yang ditunjukan
semakin besar pula kematangan yang
terjadi pada serviks yang menentukan
kesuksesan dari induksi persalinan

SKOR BISHOP

Tabel 1. Sistem Skoring Bishop


Dikutip dari : Torkzahrani S, Ghobadi K, Heshmat R , et al. Effect of Acupressure on
Cervical Ripening. Iranian Red Crescent Medical Journal. 2015; 7(8).

1.4 MODIFIKASI SKOR BISHOP

Tabel 3. Modifikasi Skor Bishop


Dikutip dari : NICE Clinical Guidelines. Induction of labor. 2nd edition. National
Collaborating Center for Womans and Childrens health (UK), London RCOG press,
2012.

Tidak terbukti lebih unggul dibandingkan skor


aslinya
Belum banyak diadaptasi ke berbagai praktek
klinis
Skor bishop masih menjadi sistem yang paling
sering digunakan untuk menilai keberhasilan
pra-induksi

1.5 KEBERHASILAN INDUKSI


PERSALINAN DENGAN SKOR BISHOP
Apabila skor bishop mencapai > 9 maka
keberhasilan induksi persalinan dapat
mendekati 100%
Bayi lahir pervaginam dengan skor
APGAR baik (> 6)

KESIMPULAN
1. Bishop skor diperoleh dengan cara pemeriksaan
dalam vagina meliputi penilaian pembukaan dan
pendataran serviks, penurunan bagian bawah
janin, konsistensi serviks dan posisi serviks.
2. Bishop skor masih menjadi metode paling mudah,
akurat dan paling sering digunakan untuk menilai
kematangan serviks serta keberhasilan induksi
persalinan.
3. Pada wanita hamil lebih bulan dan dengan jumlah
skor bishop > 9 maka memiliki angka keberhasilan
induksi persalinan yang lebih besar, dapat
mendekati 100%.

DAFTAR PUSTAKA
1. www.birthsource.com. Perinatal Education Asociates. 2008. (Diakses pada
tanggal 09 agustus 2015 pukul 13.35)
2. S. Katherine Laughon, Jun Zhang, James Troendle, Liping Sun, Uma M. Reddy.
Using a Simplified Bishop Score to Predict Vaginal Delivery. National Institutes of
Health, Obstet Gynecol. 2011; 117(4): 805811.
3. Cristina Teixeira, Nuno Lunet, Teresa Rodrigues, Henrique Barros. The Bishop
Score as a determinant of labour induction success: a systematic review and
meta-analysis. Arch Gynecol Obstet (2012) 286:739753
4. Chrisdiono M, Achadiat. Prosedur tetap Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : EGC,
2004
5. Uzun, Aytek, Osman, et al. Bishop score versus ultrasound of the cervix before
induction of labor for prolonged pregnancy: which one is better for prediction of
Cesarean delivery. J Matern Fetal Neonatal Med, 2013; 26(14): 14501454
6. NICE Clinical Guidelines. Induction of labor. 2nd edition. National Collaborating
Center for Womans and Childrens health (UK), London RCOG press, 2008, p 81
7. Torkzahrani S, Ghobadi K, Heshmat R , et al. Effect of Acupressure on Cervical
Ripening. Iranian Red Crescent Medical Journal. 2015; 7(8).
8. B groenevel da, Bohnenb, Van heusdenc. Cervical length measured by
transvaginal ultrasonography versus Bishop score to predict successful labour
induction in term pregnancies. F, V & V In Obgyn, 2010, 2 (3): 187-193

TERIMA KASIH