Anda di halaman 1dari 2

Nama : Jeremia Donganta Pascal

NPM : 1406551885
Teknik Mesin

PENGARUH IKATAN ATOM DALAM MENENTUKAN


TITIK LELEH, PEMUAIAN, DAN ELASTISITAS
SUATU MATERIAL
1. Titik Leleh
Titik leleh didefinisikan sebagai temperatur dimana zat padat berubah menjadi
cairan dengan tekanan sebesar satu atm. Titik leleh satu material dapat dipengaruhi oleh
beberapa hal yaitu kemurnian dari zat yang terkandung dalam material tersebut,
kekuatan ikatan atom yang dimiliki oleh senyawa senyawa dalam material tersebut,
serta ukuran kristal yang terdapat dalam ikatan atom yang dimiliki oleh senyawa
senyawa dalam material tersebut. Ikatan atom adalah proses fisika yang
bertanggungjawab dalam gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang
membentuk molekul atau gabungan ion ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil.
Semakin besar energi ikatan atom yang dimiliki suatu material tersebut maka akan
semakin tinggi juga titik leleh material tersebut. Suatu material yang memiliki ikatan
ion dalam senyawa penyusunnya akan lebih tinggi titik lelehnya dibandingkan dengan
senyawa penyusunnya memakai ikatan kovalen. Senyawa yang berikatan ion memiliki
titik leleh tinggi karena ion ionnya terikat kuat pada kisi kisi atomnya sehingga untuk
dapat memutuskan ikatan ion memerlukan energi yang besar. Kekuatan ikatan ion dari
atom atom tersebut didapat dari perbedaan keelektronegatifan yang dimiliki atom
atomnya.
2. Pemuaian
Pemuaian adalah perubahan suatu benda bisa bertambah panjang, lebar, maupun
bertambah luas dan volumenya yang diakibatkan oleh pemanasan. Penyebab pemuaian
adalah suhu yang tinggi. Tinggi atau tidaknya suhu suatu material dapat disebabkan
oleh energi ikatan atom yang dimiliki senyawa dalam material tersebut tinggi. Semakin
tinggi kekuatan ikatan atom yang dimiliki maka akan semakin tinggi juga titik leleh
material tersebut. Jika terjadi peningkatan suhu, maka ikatan antar partikel akan
semakin renggang, dan sebalikya jika terjadi penurunan suhu, maka ikatan antar
partikel merapat. Merenggang dan merapatnya ikatan antar partikel ini yang
menunnjukkan adanya penambahan ukuran benda tersebut. Dalam hal ini, material
yang memiliki ikatan kovalen dalam setiap senyawanyalah yang dapat memuai dengan
cepat.

3. Elastisitas
Elastisitas adalah sifat suatu bahan atau kemampuan suatu benda untuk kembali
kebentuk semula setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan.
Elastisitas suatu material dipengaruhi oleh ikatan atom yang dimiliki senyawa
penyusunnya. Untuk memutuskan ikatan atom suatu senyawa diperlukan energi.
Seperti pada ikatan ionik dibutuhkan energi yang besar untuk memutuskan rantai
ikatannya. Pada senyawa yang berikatan ionik, ketika ikatan tersebut putus maka unsur
unsur yang terputus akan menyesuaikan dan sambung menyambung dengan unsur
terputus lainnya. Maka dari itu, material yang terdapat ikatan ionik dalam senyawa
penyusunnya bersifat kaku. Pengaruh elastisitas material lainnya adalah susunan rantai
ikatan atom yang saling berikatan. Material yang punya sifat elastis cenderung memiliki
rantai ikatan atom yang berantakan.