Anda di halaman 1dari 6

SISTEM PELAT DUA ARAH (METODE ANALISIS)

1) Metode Perencanaan Langsung (Direct Design Method, DDM), merupakan prosedur


pendekatan untuk analisis dan desain pelat dua arah. Metode ini dibatasi untuk sistem
pelat yang dibebani oleh beban terdistribusi merata, serta tertumpu oleh kolom-kolom
dalam jarak yang sama atau hampir sama. Metode Perencanaan Langsung ini
menggunakan sejumlah koefisien untuk menentukan besarnya momen rencana pada
lokasi-lokasi kritis.
2) Metode Rangka Ekivalen (Equivalent Frame Method, EFM), dirumuskan dalam SNI
2847:2013 pasal 13.7. Struktur Bangunan 3 dimensi dibagi-bagi menjadi beberapa rangka
ekivalen dua dimensi, pembagian tersebut dilakukan dengan cara membuat potongan
sepanjang garis tengah di antara kedua kolom. Struktur rangka dianalisis secara terpisah
lantai per lantai dalam arah memanjang dan melintang

JENIS-JENIS PELAT DUA ARAH

Gambar 1. Pelat dua arah tanpa balok

Gambar 2. Pelat dua arah dengan balok

Pelat dua arah tanpa balok (Flat plate) merupakan salah satu sistem pelat dua arah yang
merupakan pelat beton pejal dengan tebal merata yang mentransfer beban secara
langsung ke kolom pendukung tanpa bantuan balok atau kepala kolom (drop panel).
Bagian penebalan pada sistem flat slab disebut drop panel, sedangkan untuk penebalan
yang berbentuk kepala kolom disebut column capital. Flat slab digunakan untuk kisaran
bentang 20-30 ft atau sekitar 6-9 m

Flat plate dicirikan oleh tidak adanya balok-balok sepanjang garis kolom dalam, namun
balok-balok tepi pada tepi-tepi luar lantai boleh jadi ada atau tidak ada. Sehingga dapat
dikatakan bahwa flat plate merupakan suatu pelat beton yang diperkuat dalam dua arah
sedemikian hingga meneruskan bebannya secara langsung ke kolom-kolom yang
mendukungnya
Konstrusi flat plate umumnya digunakan pada bangunan yang memiliki beban struktur
yang relatif ringan. Pelat datar mungkin merupakan sistem pelat yang paling umum
dipakai saat ini, seperti hotel beton bertulang bertingkat banyak, motel, apartemen, rumah
sakit, asrama atau bangunan sejenis lainnya.
Pelat datar kemungkinan akan menimbulkan masalah transfer geser di sekitar kolom.
Dengan kata lain, ada bahaya dimana kolom akan menembus pelat. Oleh karena itu,
seringkali perlu memperbesar dimensi kolom atau ketebalan pelat atau menggunakan
shearhead. Shearhead terbuat dari baja I atau kanal yang ditempatkan dalam pelat
melintasi kolom. Selain shearhead, penggunaan pelat tiang (drop panel) bermanfaat
dalam mengurangi tegangan geser pons yang mungkin ditimbulkan oleh kolom terhadap
pelat, dan penebalan ini juga meningkatkan besarnya momen lawan di tempat-tempat
dimana momen-momen negatif terbesar.

KONSEP PENDEKATAN STRUKTUR PELAT DUA ARAH


Pelat dua arah melentur dengan bentuk permukaan seperti mangkuk jika dibebani dalam
dua arah. Oleh karena itu, pelat ini harus ditulangi dalam kedua arah dengan tulangan
berlapis tegak lurus satu dengan lainnya. Jalur kolom adalah pelat dengan lebar di setiap
sisi garis tengah kolom sama dengan dimensi panel terkecil 1 atau 2. Jalur tengah
adalah bagian pelat diantara dua jalur kolom.
Bagian dari momen yang diterima jalur kolom dan jalur tengah diasumsikan tersebar
merata pada seluruh jalur. Persentase momen yang dipikul oleh jalur kolom tergantung
pada kekakuan efektif dari jalur kolom dan pada aspect ratio 1/2 (dengan 1 adalah
panjang bentang pusat ke pusat, dari tumpuan-tumpuannya dalam arah momen yang
ditinjau dan 2 adalah panjang bentang pusat ke pusat, dari tumpuan-tumpuannya dalam
arah tegak lurus terhadap 1).

Gambar 2. Jalur Kolom dan Jalur Tengah

PEMAHAMAN LENTURAN DUA ARAH


Untuk membahas lenturan pelat dua arah, pertama tama ditinjau perilaku fisik suatu
panel pelat segi empat yang ditumpu oleh komponen struktur sangat kaku pada keempat
sisinya, misalnya balok kaku atau dinding geser.Apabila pelat menahan beban luar
termasuk beban gravitasi berat sendiri yang bekerja padanya, pelat melendut membentuk
cekungan seperti bentuk piringan makan.Apabila sudut sudutnya tidak dicetak secara
monolit dengan tumpuannya boleh jadi akan terangkat karenanya.Derajat kelengkungan
cekungan menunjukkan besar momen yang terjadi, semakin curam cekungan berarti
semakin besar momennya. Untuk pelat yang panjang dan lebar tidak sama, cekungan
lebih curam pada potongan melintang tegak lurus sisi panjangnya, yang berarti terjadi
momen lebih besar pada sisi panjang atau beban lebih besar pada arah bentang pendek.
Intensitas kecuraman cekungan, yang berarti juga besarnya momen berikut
redistribusinya pada masing masing arah tergantung pada derajat kekakuan tumpuan.
Sehingga memungkinkan terjadinya kasus dimana perbandingan kekakuan balok
terhadap pelat mengakibatkan kelengkungan dan momen pada arah panjang lebih besar
dari arah lebar, seperti yang berlaku pada pelat dimana tumpuannya berupa grid atau
kolom pada balok. Dengan demikian dapat pula disimpulkan, karena pelat bersifat
fleksibel dan umumnya bertulang lemah maka redistribusi momennya akan sangat
tergantung pada kekakuan relative komponen struktur tumpuan terhadap palat yang
ditumpunya. Penjabaran perilaku fisik tersebut adalah penyerderhaan pengertian dari
suatu mekanisme statis tak tentu berderajat banyak yang sangat kompleks.

KONSTRUKSI PELAT DUA ARAH


Pelat dengan tulangan pokok 2 arah ini akan dijumpai jika pelat beton menahan beban
yang berupa momen lentur pada bentang 2 arah.
Contoh pelat 2 arah adalah pelat yang ditumpu oleh 4 sisi yang saling sejajar.
Karena momen lentur bekerja pada 2 arah, yaitu searah dengan bentang (lx) dan bentang
(ly), maka tulangan pokok juga dipasang pada 2 arah yang saling tegak
lurus(bersilangan), sehingga tidak perlu tulangan lagi. Tetapi pada pelat di daerah
tumpuan hanya bekerja momen lentur 1 arah saja, sehingga untuk daerah tumpuan ini
tetap dipasang tulangan pokok dan bagi, seperti terlihat pada gambar dibawah.
Bentang (ly) selalu dipilih > atau = (lx), tetapi momennya Mly selalu < atau = Mlx,
sehingga tulangan arah (lx) (momen yang besar ) dipasang di dekat tepi luar (urutan ke-1)

Perlu ditegaskan : untuk pelat 2 arah, bahwa di daerah lapangan hanya ada tulangan
pokok saja (baik arah lx maupun arah ly) yang saling bersilangan, di daerah tumpuan ada
tulangan pokok dan tulangan bagi (tulangan susut dan suhu).
Momen pelat
Dalam PBI 71 diberikan table koefisien momen lentur dari masing-masing arah sisi pelat.
Setiap panel dianalisis tersendiri berdasarkan kondisi tumpuan bagian tepinya

Mtx
lx

Mly

Mty

Mlx
ly

Momen perlebar satuan dalam arah bentang pendek dan panjang:

Mu = 0,001 X qu lx2
qu = 1,2 qbs + 1,6 qh
lx = panjang bentang pendek
X = koefisien yang tergantung

ly
lx