Anda di halaman 1dari 3

KASUS PKKMB

KASUS 1 (Choking)
Andy, seorang mahasiswa kedokteran, bersama kedua orang temannya
menghadiri pesta ulang tahun teman SMA-nya, Lina. Tamu yang hadir begitu
banyak, wajar saja karena Lina adalah gadis yang ramah dan mudah bergaul.
Ketika asyik bercakap-cakap dengan temannya, Andy melihat seorang pria yang
kesulitan bernapas. Pria itu memegangi lehernya dan tampak kesulitan
berbicara. Andy bertanya pada orang-orang di sekitarnya tentang pria itu.
Seorang gadis dengan gaun mewahnya menjawab, Orang itu rakus sih,
makannya aja tergesa-gesa, wajar saja dia tersedak! Andy mengingat kembali
tata laksana awal pada orang yang tersedak. Ia melakukan manuver Heimlich
pada pria itu.
KASUS 2 (Henti nafas, henti jantung, dan Fraktur os radius distal)
Beberapa orang pelajar terlihat sedang terlibat tauran. Salah seorang diantara
mereka terkena pukulan balok kayu dan kehilangan kesadaran. Setelah
kericuhan tampak mereda, Anda melewati tempat tersebut dan mendapati
pelajar tersebut terbaring di tengah jalan. Seorang pelajar tebaring tidak
sadarkan diri, tidak bernapas, dan jantungnya tidak berdenyut. Di seluruh
tubuhnya juga terdapat memar-memar, dan terdapat luka terbuka di dahi dan di
lengan kanan bawah. Darah keluar dari lubang hidungnya. Terdapat juga
deformitas di lengan kanannya.
KASUS 3 (Syok hipovolemik)
Pak Mamat, isteri, dan kedua anaknya tinggal di tepi kali yang sangat kotor.
Seminggu setelah banjir merendam rumah mereka, anak Pak Mamat yang
berusia 4 tahun mengalami muntah-muntah dan diare selama 4 hari. Pagi ini,
Isteri Pak Mamat menyadari anaknya terlihat lemah dan letargi. Ia langsung
memanggil suaminya karena panik. Bibir anaknya terlihat kering dan pucat, dan
kedua tangannya dingin. Napasnya dangkal dan cepat. Dokter Didik adalah
seorang dokter puskesmas di daerah itu dan kebetulan pagi itu program
puskesmas keliling sedang berjalan. Karena melihat Dokter Didik yang sedang
bertugas melintas di depan rumanya, Pak Mamat langsung meminta pertolongan
kepadanya.
KASUS 4 (Autisme / hiperaktif)
Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun ke dokter karena
kewalahan dengan kenakalan anaknya tersebut. Anaknya sering memukul adik
perempuannya yang berusia 3,5 tahun, nilai rapor sekolahnya buruk, sering
berlaku tidak sopan, selalu berteriak bila berbicara dengan ibunya, dan kadangkadang memukul ibunya juga. Anaknya ini tidak bisa diam untuk waktu yang
lama, ia selalu mencari kesibukan yang meresahkan orang-orang di sekitarnya.
Ibunya meminta tolong kepada dokter supaya anaknya tidak nakal lagi.
KASUS 5 (Luka bakar)

Bu Anis, seorang penjual jajanan warung, sedang sibuk melayani pembelipembeli yang begitu banyak. Ia sendiri juga tidak tahu mengapa warung kecilnya
memiliki banyak pelanggan hari ini. Ketika Bu Anis sedang membuatkan kopi
tubruk, anak perempuannya yang berusia 2 tahun tidak sengaja menyenggolnya.
Alhasil, anak perempuannya itu menangis kesakitan karena tangannya tersiram
air panas. Anda saat itu sedang menikmati jajanan yang didagangkan Bu Anis.