Anda di halaman 1dari 5
NI Standar Nasional Indonesia Z 282 Mutu dan cara uji terasi Badan Standardisasi Nasional BSN ata Su. 0540 MUTU DAN CARA UJI TERASI 1. RUANG LINGKUP Standar ini meliputi definisi, syarat 3 penyambilan c ui DEFINISI Terasi adalah suatu jenis bahan penyedap mskanan yang berbentuk pai khas, hasil fermentasi udang ata ikan atau campuran keduanya den ngan atatt tanpa bahan tam ARAT MUTU Keadaan (warna, bau dan rasa) normal Kadar air maksimum 40% Kadar abu tanpa garam dihitung ates, maksimum 20% dasar bahan kering ng atas daser bahen ki maksimum 8,5% (Cu, Hg, Po) dan As « tidak ternyata . Kadar serta kasar dihit Logam-logam berbahe: Zat warna tambahan 6 diizinkan oleh Dep. Kes. Bakteri Collform negatif tidak ternyata lak ada 8.9. Bahan Asing CARA PENGAMBILAN CONTOH 81, Petunjuk Pengambilan Cara pengambilan contoh sesuai dengan Contoh Padatan, 5. CARA UJI 5.1, Persiapan contoh Sebelum contoh diperiksa, contoh dipotong-potong atau di irisiris sampai halus dan dicampur hingga serba sama 5.2. Keadaan Pengujian dilakukan secara organoleptis 5.3. Kadar air (Cara ksilena) Ditimbang teliti 5 — 10 gram contoh, dimasukkan Ke dalam labu dati aufhau- ser. Ditambah 250 ml ksilena dan beberapa butir batu didih, kemudian di- sambungkan pada authauser dan dididihkan diatas penangas listrik selama + 1 jam. Setelah cukup waktu, pemanasan dihentikan dan alat aufhauser dibiarkan mendingin, kemudian alat pendingin dibilasi dengan ksilena. Setelah dingin, jumlah air pada skala dibaca (b ml). Perhitungan Kadar air = x 100% gram contoh 5.4. Kadar abu tanpa garam 5.4, Kadar abu ~81 sil. 0540 — 81 Ditimbang teliti 5 gram contoh ke dalam cawan porselen yang telah diketahui bobot kosongnya (A gram), alu dipanaskan mula-smula de- | gan api kecil, setelah jadi arang maka api dibesarkan dan dipijarkan | sampai jadi abu. Kemudian didinginkan dan ditimbang hingga bobot tetap (B) gram. Perhitungan | A)gram Kadar al - eA) x 100%: | Abu dalam cawan bekas penetapan abu dilar:tkan dengan air lalu di ee dalam labu ukur 100 ml dan saringes dicuct beberapa kali Gengan air sampai bebas Klorida, Diimpitkan sampai tanda garis dan cikocok. Larutan dipipet 25 ml ke dalam erlenmeyer, diasamkan de- ngan beberapa tetes HNOg (1:1) swnpai larutan bereaksi asam hadap penunjuk merah metil (MM), dinetralkan dengan natrium bikarbonat, diencerkan dengan air sempai 50 ml air suling dan dibubuhi 1 ml larutan KgCrOg 5%. Kemudian dititar dengan 0,1N ‘AgNO3 sampai wama endapan merah coklat (merah bata). Porhitungan ml AgNOg x Nx 58,5 E Kadar garam (NaC!) —*8_ x 1004 ‘mg contoh Kadar ab tanpa garam : kadar ebu-k: ram dihitung atas dasar bahan kerin _____ x kadar abu tanpa geram 100 kadar air | |, 5.5. Kadar serat kasar Ditimbang dengan teliti 5 gram contoh yang telah bebss dari lemak, dima- sukkan kedalam erlenmeyer 750 ml. Kemudian ditambah 100 ml HSOq 1,258, 3 Dididihkan selama 30 menit dengan mempergunakan pendingin tegak. Ke mudian ditambahkan lagi 200 ml NaOH 3,25% dan dididihkan lagi selama 30 menit. Dalam keadaan panas disaring ke dalam corong Bucher yang berisi kertas saring yang telah diketahui bobotnya (lebih dahulu dikeringkan pada 105°C selama 1 jam). Dicuci berturut-turut dengan air panas, HySO4 1.25% air panas dan terakhir dengan alkohol 96%. Kertas saring dengan ising. di- angkat dan dimasukkan kedalam cawan yang telah dipijarkan dan telah di- ketahui bobotnya, laludikeringkan pada 105°C selama 1 jam hingga bobot tetap. Setelah itu cawan dan isinya diabukan dan dipfjarkan, akhimnya di- timbang sampai bobot tetap. SII, 0540 ~ 81 Perhitungan Kadar serat kasar x 100% bobot contoh Dimana A= bobot cawan + kertas saring + isi | B = bobot abu + cawan C = bobot dilvitung atas dasar bahan kering ‘adar serat 100 a : [00s eda site ae a 5.8, Logam-logam berbahaya | Logam Cu, Hg dan Pb. Lebih kurang 2 gram contoh kan, Jalu abu ditetesi § tetes HCL pekat an diencerkan dengan air sul Kurang 10 ml dan disaring. | Logam-logam berbahaya dianggap tidak ada atau diabaikan apabile | 5 mi larutan abu tersebut bila ditetesi dengan 1N NajS tetap jemnih tod — 5 ml larutan abu tersebut harus tetap jernih apabila ditambah 0,1 gram | NaHCO, dan 1 tetes1N kalium ferrosianida. Arsen (Cara Gutzeit) #10 ml air Kapur (larutan jenuh kat ebih Kurang 5 mm hidroksida dalam air dan di i Lalu divapkan diatas pen: ‘Abu hasil pemijaran di | by Gmbah 2 ml ait dan beberspa tetes HCJ pekst. Cairan dituangkan kedalam | | slat Gutzeit (lihat gambar) yang dilengkapi dengan tabung panjang 6~8 Giameter 6 mm didalumnya terdapat kapas kering (A) yang mengandun timbal (dibuat dengan cara merendam kedalam) zat Wana Cara pengujian disesuaikan dengan cara pengujian zat wama untuk bahan makanan yang lain, || 5.8. Penentuan Coliform secara M.P.N. (Most Probable Number) Inokulasi secara P| aseptis. | 5 tabung media "laktosa broth” masingmasing dengan 10 ml contoh. | 5 tabung media "laktosa broth” masing-masing dengan 1 ml contoh, 5 tabung media "laktosa broth” masing-masing dengan 0,1 ml contoh. G 1 tabung tidak diinokulasi sebagai kontrol. Inkubasikan pada suhu 35°C selama 24 jam. Selesai masa inkubasi hitung tabung-tabung yang menunjukkan pembentuk- an gas. Bila ada yang tidak menunjukkan pembentukan gas, perpanjang lagi masa Inkubasinya sampai total masa inkubasi 48 jam. Amati dengan cara yang sa- ma, Apabila sampai masa inkubasi ini tidak terbentuk gas berarti tji pendu- pa negatip. Tabung yang positip dihitung dan dicocokkan dengan tabel Has- kin, dan dinyatakan dalam Presumtive Coliform MPN/100 ml. Pindahkan 1 ose larutan dari tabung positip ke dalam tabung yang berisi 8.0. medium steril. 6.9 SII. 0540 — 8 Inkubasikan pada suhu 45°C selama 24 jam, Selesai masa inkubasi, hitung jumlah tabung yang positip dan cocokkan de ngan tabel Haskin dan nyatakan dalam Facca Coliform MPN/100 ml, Juga dengan Ose goreskan Jarutan dari tabung positip e/pada media endo ar yang sudah heku dan inkubasikan selama 12 jam pada 35°C. Selesai masa inkubasi, amati koloni yang tumbuh pada endo agar koloni yang positip berwarna merah dengan kilap logam dan cocokkan dengan tabel, Hasilnya dinyatakan dalam F.Coli/100 mi Jamur Ditentukan seeara visuil