Anda di halaman 1dari 7

Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri

pada sampel air formasi


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Balakang
Air formasi disebut pula dengan oil fieldwatar atau connate water atau interstitial water
yaitu air yang terproduksi bersama dengan minyak dan gas, karna adanya gaya dorong dari
air (water drive) yang mengisi pori-pori yang dtinggalkan oleh minyak. Air formasi hamper
selalu ditemukan di dalam reservoir hidrokarbon. Air formasi diperkirakan berasal dari laut
yang terendapkan bersama dengan endapan sekelilingnya, karena situasi pengendapan batuan
reservoir minyak terjadi pada lingkungan pengendapan laut.
Adapun kesulitan yang ditimbulakan oleh adanya air formasi adalah:
1. Adanya korosi
2. Adanya solid deposid
3. Adanya scale formation
4. Adanya emulsi
5. Adanya kerusakan formasi
Empat dari lima kesulitan yang ditimbulkan oleh adanya air formasi dikarenakan
kesadahan total, kesadahan total yaitu jumalah ion-ion

2+
Ca

dan

2+
Mg

yang dapat

ditentukan melalui titrasi dna menggunakan indicator yang peka terhadap semua kation
tersebut. Atau dapat juga difdefinisikan kesadahan yang disebabkan karena meningkatnya ionion

2+

Ca

dan

2+

Mg

yang ada di dalam air, begitu juga oleh ion

2+

Mn ,

2+

Fe , dan

semua kation yang bermuatan dua air yang kesadahan tinggi biasanya terdapat pada air tanah
yang bersifat kapur.
B. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh penambahan EDTA terhadap keberhasilan proses titrasi kesadahan
total air formasi.
2. Mengetahui penyebab kesadahan total pada air formasi
3. Mengetahui kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh kesadahan air formasi

4. Mengetahui tindakan pencegahan yang diakibatkan oleh kesadahan air formasi


C. Manfaat Penelitian
1.
D. Hipotesis

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Air formasi
Air formasi adalah air yang ikut terproduksi bersama-sama dengan minyak dan gas. Air
ini biasanya mengandung bermacam-macam garam dan asam, terutama NaCl sehingga
merupakan air yang asam bahkan asam sekali. Air formasi biasanya disebut juga dengan
oil field watar atau connate water atau interstitial water.
Air formasi hamper selalu ditemukan reservoir hidrokarbon karena memang adanya air
ini ikut menentukan terakumulasikan hidrokarbon di dalam suatu akumulasi minyak, air
selalu menempati sebagian dari suatu reservoir, minimal 10% dan maksimal 100% dari
seluruh pori.
Sifat-sifat yang terkandung dalam air formasi yaitu:
1. Sifat fisika, meliputi:
a. Kompresibilitas
b. Kelarutan gas dalam air
c. Viskositas air
d. Berat jenis
e. Konduktivitas
2. Sifat kimiawi, meliputi
a. Ion-ion positif (kation)
b. Ion-ion negatif (anion)
Beberapa kegunaan yang paling penting dari analisa air formasi adalah:
1. Untuk korelasi lapisn batuan
2. Menentukan kebocoran casing
3. Menentukan kualitas sumber air untuk proses water floding
B. Kesadahan total
2+
2+
kesadahan total yaitu jumalah ion-ion Ca dan Mg yang dapat ditentukan melalui
titrasi dna menggunakan indicator yang peka terhadap semua kation tersebut. Atau dapat
juga difdefinisikan kesadahan yang disebabkan karena meningkatnya ion-ion
2+

Mg

yang ada di dalam air, begitu juga oleh ion

2+

Ca dan

2+
2+
,

Mn
Fe , dan semua kation

yang bermuatan dua air yang kesadahan tinggi biasanya terdapat pada air tanah yang
bersifat kapur.
Macam-macam kesadahan adalah sebagai beikut:

1. Kesadahan tetap yaitu ion-ion

2+
2+

dan
Ca
Mg

2. Kesadahan sementara yaitu ion-ion

sebagai karbonat

2+
2+

dan
Ca
Mg sebagai bikarbonat

3. Kesadahan total yaitu kesadahan tetap ditambahkan dengan kesadahan sementara


C. Titrimetri
Titrimetri adalah suatu cara analisis yang berdasarkan pengukuran volume larutan yang
diketahui kosentrasinya secara teliti (titran/peniter/larutan baku) yang direaksikan dalam
larutan sampel yang akan ditetapkan kadarnya. Pelaksanaan pengukuran volume ini
disebut juga titrasi, yaitu larutan penitar diteteskan setetes demi setetes kedalam larutan
sampel sampai mencapai titik akhir.
Berdasarkan jalannya reaksi yang terjadi, titrasi dapat dibedakan atas:
1. Titrasi lngsung (direck titration), yaitu larutan sampel yang dapat langsung dititrasi
dengan larutan baku
2. Titrasi tidak langsung (indirect titration), yaitu larutan sampel direaksikan dulu
dengan pereaksi yang jumlah kepekatannya tertentu, kemudian hasil reaksi dititrasi
dengan larutan standar/baku
3. Titrasi kembali (back titration), cara ini dilakukan bila sampel tidak bereaksi dengan
larutan baku atau reaksi lambat. Dalam hal ini ditambahkan zat ketiga yang telah
diketahui kepekatannya dan jumlahnya diukur tetapi berlebihan dan kelebihannya
dititrasi dengan larutan baku.
4. Titrasi penggantian (displacement titration) cara ini dilakukan bila analat atau unsur
yang akan ditetapkan tidak bereaksi langsung dengan larutan baku, tidak bereaksi
secara stokiometri dengan larutan baku, dan tidak saling mempengaruhi (not interect)
dengan larutan penunjuk.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Penelitian
Tabel Jadwal Pelaksanaan Penelitian

B. Kerangka Berfikir
C. Cara Penelitian
Teknik penelitian yang dilakukan pada penelitian bioremediasi pantai tercemar minyak ini
adalah:
1. Studi literatur, mendasari penelitian dengan teori-teori dasar mengenai kesadahan total
pada sampl air formasi, dan hal-hal yang berhubungan dengan penelitian sehingga dapat
menjadi acuan selama melakukan kegiatan eksperimen dan analisis hasil penelitian.
2. Eksperimen, melakukan penelitian di laboratorium yaitu melakukan titrasi menggunakan
EDTA sebagai larutan baku perlakukan tertentu untuk mencapai kejadian yang dapat
menunjukkan reaksi atau mesalah yang telah dirumuskan.
3. Interview, wawancara yang dilakukan kepada staf ahli dari Balai Teknik LingkunganBPPT untuk mengetahui, teori, prosedur, penyiapan bahan, pemantauan, dan hal-hal lain
yang berhubungan dengan proses eksperimen.
4. Pengukuran, melakukan pengukuran di laboratorium untuk mengetahui data-data dari
kegiatan eksperimen, seperti temperatur, TPH, pH, dan porositas.

DAFTAR PUSTAKA
SNI 06-6989.12-2004