Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PENERAPAN TEORI ADAPTIF HOLISTIC

SYSTEM BERDASARKAN EVIDENCE BASED


PRACTICE (EBP)
PADA NY TR DENGAN KASUS CA OV IC3
POST COMPLETE SURGICAL STAINING +
POST OPTIMAL DEBULKING POST PADI
CARBO III DI RUANG MERPATI
RSUD dr SOETOMO
SURABAYA
Atik pramesti W
1313143026

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana
ovarium yang dimiliki wavv
v nita memiliki
perkembangan sel-sel abnormal (Smeltzer & Bare, 2002).
Lebih dari 80% kematian akibat kanker ovarium terjadi
antara umur 35-75 tahun. Terdapat pada usia peri
menopause kira-kira 60%, dalam masa reproduksi 30% dan
10% terpadat pada usia yang jauh lebih muda. (Priyanto,
2007).
Pada pasien dengan kanker ovarium pasien mengalami
keluhan utama nyeri perut sehingga dalam pemenuhan
kebutuhan agak terganggu, bahkan tidak mampu
beraktivitas sama sekali.

Pemberian
pelayanan
keperawatan
yang
paripurna salah satunya dapat dilihat dari
bagaimana bentuk pengkajian yang dilakukan
oleh perawat kepada pasien.
Berdasarkan
Hal
tersebut
diatas,
mencoba untuk melakukan analisis
pendekatan Teori model Adaptasi Roy .

penulis
dengan

1.2 Tujuan Umum


Menjelaskan proses asuhan keperawatan dan
analisis dengan pendekatan teori Adaptasi Roy
dan evidence based Practice.

Bab 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
2.2

Konsep Kanker Ovarium


Konsep Teori Model Adaptasi S.C Roy

BAB 3
ANALISA KASUS
3.1 Pengkajian
3.2 Analisa Data
3.3 Intervensi Keperawatan

BAB 4
PEMBAHASAN
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional berupa
pemenuhan kebutuhan dasar dan diberikan kepada individu
baik sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik,
psikis dan sosial agar dapat mencapai derajat kesehatan
yang
optimal.
Roy
mendefinisikan
bahwa
tujuan
keperawatan adalah meningkatkan respon adaptasi
berhubungan dengan empat mode respon adaptasi.
Pada kasus Ny TR dimana klien adalah pasien dengan Ca
Ovarium post complete surgical stagining yang saat ini
menjalani kemoterapi yang keempat. Pada dasarnya klien
dan keluarga telah berusaha menerima kondisi sehatan Ny.
T saat ini namun Ny. T yang telah menjalani kemoterapi
keempat masih butuh adaptasi dengan efek samping yang
ditimbulkan akibat kemoterapi tersebut.

Efeksamping kemoterapi berupa perubahan


kondisi fisiologi yang dialami. Selain itu
keluar masuk rumah sakit untuk menjalani
kemoterapi membuat dia terpisah dari
interaksi sosialnya dengan keluarga dan
menyebabkan perubahan peran dan tugas
dalam keluarganya sehingga hal ini
meningkatkan stress pada Ny. TR, akhirnya
menyebabkan dia mengalami gangguan
pemebuuhan kebutuhan istirahat tidur.

Efeksamping kemoterapi berupa perubahan


kondisi fisiologi yang dialami. Selain itu
keluar masuk rumah sakit untuk menjalani
kemoterapi membuat dia terpisah dari
interaksi sosialnya dengan keluarga dan
menyebabkan perubahan peran dan tugas
dalam
keluarganya
sehingga
hal
ini
meningkatkan stress pada Ny. TR, akhirnya
menyebabkan dia mengalami gangguan
pemebuuhan kebutuhan istirahat tidur.

BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pengkajian pada Ny.T menggunakan model holistic
adaptive system dari S.C Roy tepat diaplikasikan sebagai
model pendekatan pengkajian keperawatan pada pasien
yang mengalami gangguan baik itu fisiologis, konsep
diri, fungsi peran dan interdependensi pada saat MRS.
Hal ini dikarenakan model ini lebih berfokus pada
bagaimana perawat dapat membantu adaptasi klien
terhadap kondisi yang dialaminya saat ini. Ini sejalan
dengan masalah yang dialami oleh klien yang menjalani
pengobatan kemoterapi yang sangat membutuhkan
bantuan orang lain di dalam proses beradaptasi.

5.2 SARAN
1. Hendaknya perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien mencoba
mengaplikasikan salah satu teori keperawatan
terutama aplikasi teori yang masuk Grand Theory.
3. Perlu adanya sedikit modifikasi pengkajian dari
Roy mengingat bila digunakan untuk pengkajian
pada pasien dengan kasus terminal hendaknya
dikaji juga mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi.