Anda di halaman 1dari 3

ANCYLOSTOMIASIS DAN NECATOR AMERICANUS

DIAGNOSIS
Untuk kepentingan diagnosis infeksi cacing tambang dapat dilakukan secara klinis
dan epidemiologis. Secara klinis dengan mengamati gejala klinis yang terjadi pada penderita
sementara secara epidemiologis didasarkan atas berbagai catatan dan informasi terkait dengan
kejadian infeksi pada area yang sama dengan tempat tinggal penderita periode sebelumnya.
Pemeriksaan penunjang saat awal infeksi (fase migrasi larva) mendapatkan:
a) eosinofilia (1.000-4.000 sel/ml),
b) feses normal,
c) infiltrat patchy pada foto toraks
d) peningkatan kadar IgE.
Pemeriksaan feses basah dengan fiksasi formalin 10% dilakukan secara langsung
dengan mikroskop cahaya. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan N. Americanus dan A.
duodenale. Pemeriksaan yang dapat membedakan kedua spesies ini ialah dengan faecal
smear pada filter paper strip Harada-Mori. Kadang-kadang perlu dibedakan secara
mikroskopis antara infeksi larva rhabditiform (L2) cacing tambang dengan larva cacing
strongyloides stercoralis. Diagnosis pasti penyakit ini adalah dengan ditemukannya telur
cacing tambang di dalam tinja pasien. Selain tinja, larva juga bisa ditemukan dalam sputum.
Kadang-kadang terdapat darah dalam tinja

PENGOBATAN
Prioritas utama adalah memperbaiki anemia dengan cara memberikan tambahan zat
besi per-oral atau suntikan zat besi. Pada kasus yang berat mungkin perlu dilakukan transfusi
darah. Jika kondisi penderita stabil, diberikan obat

pirantel pamoat 10mg/kgBB dosis tunggal maksimal 1 gr.

albendazole untuk dewasa dan anak>2 tahun dosis tunggal 400mg.

mebendazol 100mg 2x sehari selama 3 hari

bitoskonat dosis tunggal untuk dewasa 150mg

befenium hidroksinaftoat efektif unuk kedua spesies cacin g tambang terutama A. duodenale
diberikan dengan dosis 5gr/hari selama 3 hari. Obat ini tidak boleh diberikan kepada wanita
hamil karena bisa membahayakan janin yang dikandungnya
Pencegahan dapat dilakukan melalui upaya kebersihan perorangan ataupun lingkungan.
1. Menjaga Kebersihan Perorangan

Mencuci tangan sebelum makan, sesudah BAB menggunakan air mengalir dan
sabun

Menggunakan air bersih untuk keperluan makan, minum, dan mandi

Memasak air untuk diminum

Memotong kuku

Menggunakan alas kaki jika berjalan ditanah, menggunakan sarung tangan bila
bekerja dengan tanah

Menutup makanan dengan tutup saji untuk mencegah debu dan lalat agar tidak
mencemari makanan atau minuman

2. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Membuang tinja dijamban

Jangan membuang tinja, sampah ataupun kotoran di sungai

Menjaga kebersihan rumah & lingkungan

PENYEBAB GATAL DI ANUS PADA PASIEN DI SKENARIO


Penyebab pasien gatal di daerah anus kemungkinan karena terinfeksi salah satu
parasit yaitu entrobius vermicularis yang bermigrasi ke daerah perianal pada malam hari dan
cacing dewasa betina mengeluarkan telurnya di tempat tersebut sehingga menimbulkan gatal-

gatal pada anus pasien tersebut. Berdasarkan patogenesisnya, waktu yang diperlukan untuk
daur hidupnya, mulai dari tertelannya telur matang sampai menjadi cacing dewasa gravid
yang bermigrasi ke daerah perianal, berlangsung kira-kira 2 minggu sampai 2 bulan.
Mungkin daurnya hanya berlangsung kira-kira 1 bulan karena telur-telur cacing dapat
ditemukan kembali pada anus paling cepat 5 minggu sesudah pengobatan. Infeksi cacing
kremi dapat sembuh sendiri (self limited). Bila tidak ada reinfeksi, tanpa pengobatanpun
infeksi dapat berakhir. Infeksi enterobius menimbulkan gejala melalui stimulasi mekanis dan
iritasi, reaksi alergi, dan migrasi cacing.

Sumber: Staff Pengajar Departemen Parasitologi FKUI. 2009. Buku


Parasitologi Kedokteran. Jakarta : EGC

Ajar