Anda di halaman 1dari 3

PENUGASAN KELOMPOK

KONSEP
LEGAL
ETIK

ANTENG AMBARWATI
ENDANG SUSILOWATI
DINA AYU MENTARI
MAFTUKHATUN NI'MAH
NOVICKA DETY ARITANTIA
RIA AFNENDA NAIBAHO

22020114120001
22020114120007
22020114120066
22020114120063
22020114120008
22020114120010

KEPERAWATAN
Untuk Memenuhi Tugas Kebutuhan Rasa Aman Nyaman
Dosen Pembimbing: Chandra Bagus R., S. Kp., M. Kep., Sp. KMB.

Disusun Oleh:
Kelompok 3
A14.2

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
KASUS III
Seorang laki-laki dirawat dirumah sakit dan telah selesai menjalani operasi. Saat ini
klien hari ke 3 paska operasi dan perawat melakukan perawatan luka.saat melakukan
perawatan luka klien sangat kesakitan dan perawat tetap focus pada kegiatan mengganti
balutan. Perawat melakukan ganti balut menggunakan peralatan yang digunakan pada pasien
lain sebelumnya dan tidak memperhatikan sterilitas.
PERTANYAAN
1. Jelaskan kajian aspek legal etik pada kasus tersebut!
2. Jelaskan kaitan antara aspek legal etik pada kasus di atas terhadap aman dan nyaman!
JAWABAN
1. Aspek legal adalah ilmu pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab secara hukum
yang terkait dengan praktik keperawatan.
Kewajiban perawat:
a. Menghormati hak pasien
b. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani
c. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
d. Memberikan informasi
e. Meminta persetujuan tindakan yang dilakukan
f. Melakukan catatan perawatan dengan baik
Perawat memiliki prinsip-prinsip etika keperawatan yaitu
a. Respect (Hak untuk dihormati): menghargai hak-hak pasien
b. Autonomi (Hak pasien memilih): hak pasien untuk memilih treatment terbaik untuk
dirinya
c. Beneficience (Bertindak untuk keuntungan orang lain/ pasien): kewajiban melakukan
hal yang tidak membahayakan bagi pasien dan secara aktif berkonstribusi bagi
kesehatan dan kesejahteraan pasien.
d. Justice (Keadilan): kewajiban untuk berlaku adil kepada semua orang.
e. Condifidentaly (Hak kerahasiaan): menghargai kerahasiaan terhadap semua informasi
tentang pasien atau klien yang dipercayakan pasien kepada perawat.
f. Non-maleficience (Utamakan tidak menciderai orang lain): kewajiban perawat untuk
tidak dengan sengaja menimbulkan kerugian atau cidera
g. Veracity (Kejujuran): kewajiban untuk mengatakan kebenaran
h. Fidelity (Ketaatan): kewajiban untuk seta terhadap kesepakatan dan bertanggung
jawab terhadap kesepakatan yang telah diambil.

Pada kasus di atas aspek legal etik yang dilanggar perawat tersebut adalah

Perawat tidak memperdulikan rasa sakit yang dialami pasien saat mengganti

pembalut luka.
Perawat tidak memperdulikan kesterilisasian peralatan dalam penggantian pembalut.
Pada kasus diatas perawat telah melanggar beberapa prinsip etik yang pertama yaitu

respect, di mana perawat harus menghargai hak-hak pasien. Seharusnya perawat tidak
hanya berfokus pada penyakit pasien, tapi juga memperhatikan bio-psiko-sosio-cultural
dari pasien. Dalam hal ini perawat harus memperhatikan keadaan pasien yang kesakitan
dengan memberikan manajemen nyeri, bukan malah mengabaikan dan sibuk mengganti
pembalut. Yang kedua yaitu non-maleficience: di mana perawat telah merugikan pasien
karena tindakan yang dilakukan dapat memperburuk keadaan pasien dengan peralatan
yang tidak steril dalam penggantian pembalut. Yang ketiga, perawat melanggar prinsip
beneficience, di mana tindakan perawatan bisa beresiko membahayakan kondisi luka
pasien. Yang keempat, perawat juga melanggar prinsip justice yang mana perawat
seharusnya memberikan perawatan yang sama pada setiap pasien dan selalu
memperhatikan kebersihan dan kesterilan alat kesehatan, bukan malah menggunakan alat
bekas pasien sebelumnya untuk menangani pasien selanjutnya tanpa disterilkan terlebih
dahulu.
2. Kaitan aspek legal etik pada kasus III terhadap kebutuhan rasa aman dan nyaman
Tindakan perawat yang memaksakan diri untuk segera mengganti pembalut luka
pasien dan tidak memperdulikan rasa nyeri pada pasien sangat mengganggu
kenyamanan pasien. Saat pasien merasakan nyeri, seorang perawat sebaiknya
menenangkan pasien terlebih dahulu dengan memberikan terapi manajemen nyeri
untuk mengurangi rasa nyeri kepada pasien. Nyeri ini harus dihilangkan terlebih

dahulu untuk menjaga kenyamanan pasien.


Selain itu kecerobohan perawat yang menggunakan alat yang tidak steril pada luka
bisa memperparah luka pasien. Dan bisa mengancam keamanan pasien karena
beresiko infeksi pada luka bekas oprasinya selain itu juga akan mengganggu
kenyamanan pasien, karena apabila luka terinfeksi akan membuat pasien merasakan
nyeri yang lebih parah dibandingkan nyeri yang sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai