Anda di halaman 1dari 5

Keburukan & Keindahan

-----------------------------------

Pokok Pikiran Materi


Loyalitas dan Kebersamaan dalam Manajemen
Manajemen berbasis nilai adalah sebuah pendekatan yang
memastikan perusahan tetap berjalan sesuai dengan nilai yang telah
ditentukan sebelumnya. manajemen berbasis nilai merupakan sebuah
pendekatan untuk mengelola apa yang dibangun, dipromosikan, dan
dipraktekan oleh para manajer yang terkait dengan nilai organisasi
bersama. sebuah nilai organisasi mencerminkan apa yang dituju dan
apa yang dipercaya, dalam hal ini adalah apa yang menjadi tujuan dan
kepercayaan sebuah organisasi. Dalam organisasi yang diberdayakan,
nilai memberikan pedoman bagi pengambilan keputusan. Jika
perusahaan mempunyai nilai-nilai yang kuat, maka karyawan akan
bekerja sama menuju sasaran bersama (komitmen pada nilai bersama).
Ketika etika telah menjadi bagian dari spirit untuk mencapai nilai
yang ditetapkan oleh perusahan. loyalitas dan sense of place
merupakan komitmen yang harus dimiliki oleh setiap anggota dalam
organisasi untuk mencapai nilai yang ditetapkan perusahan. Hal yang
sangat penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalah
loyalitas dan kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinannya
yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi
mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh
sebuah organisasi.
Tanpa adanya loyalitas dan kebersamaan, maka sebuah
organisasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan terkadang tidak
akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkan sikap loyal
dan kebersamaan dengan baik. Hal ini dapat dikatakan sebagai
kesetiaan terhadap organisasinya. Apabila para anggota organisasi
memiliki kesetiaan /loyalitas terhadap organisasinya, maka ia akan

merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untuk menggunakan semua


fasilitas, kemampuan serta sumber daya yang dimilikinya demi
kemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari para anggota
organisasi yang selalu menaati peraturan atau kesepakatan yang telah
ditentukan baik tertulis maupun lisan. Ia akan mendukung setiap
program kerja organisasi yang telah dijalankan dan akan mengerjakan
bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Tentunya terkadang
memerlukan pengorbanan baik secara materi maupun waktu yang
seringkali tidak dapat diterima oleh mereka yang tidak memiliki
kesetiaan / loyalitas terhadap organisasinya.
Disamping loyalitas, di dalam berorganisasi juga memerlukan
Sense of place (timbulnya perasaan yang kuat) tentang
tempat/organisasi dimana seseorang bekerja yang dapat menghasilkan
semangat kebersamaan, dimana dapat diartikan sebagai semangat
kesatuan, sehati, sepikir dan sepenanggungan dalam menjalankan
aktivitas organisasi. akan tetapi terkadang di dalam melaksanakan
program kerja organisasi tidak semua anggota memiliki kesamaan
sistem / metode dalam mengerjakan bagiannya sehingga hal ini
membuat kemajuan dan perkembangan organisasi menjadi terhambat.
Keinginan-keinginan untuk memanfaatkan keadaan dan fasilitas
yang dimiliki sebuah organisasi merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kinerja seorang anggota organisasi. Semua itu banyak
ditemukan di berbagai bidang pekerjaan yang mengharuskan pimpinan
organisasi untuk melakukan kegiatan pencegahan secara kooperatif
antara lain pertama; pemberian pengetahuan tentang organisasi dan
kepemimpinan melalui seminar / workshop dengan menghadirkan nara
sumber yang sesuai dengan bidang organisasi, kedua; memberikan
informasi tentang sejarah pendirian organisasi, dan ketiga; menjadi
teladan bagi bawahan dalam hal sikap berjiwa besar, menghargai kiritik
dan saran yang membangun demi kemajuan organisasi.
Dengan memiliki sikap loyalitas dan kebersamaan dalam setiap
diri anggota organisasi maka ketika karyawan menerima nilai
perusahaan, mereka mereka menyatakan mengembangkan komitmen

yang lebih pribadi untuk pekerjaan mereka dan merasa wajib untuk
mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. karena nilai bersama
mempengaruhi jalan kerja yang dilakukan, sehingga karyawan menjadi
lebih antusias bekerja bersama sebagai sebuah tim untuk mendukung
nilai perusahaan.

Belajar dan Spiritualitas


Belajar spiritual itu mudah, bila pola pikir kita dan segala sesuatu
dianggap mudah, maka dalam pelaksanaannya juga akan mudah.
Demikian pola belajar spiritual, begitu mudahnya dan sekali saja
merasakan pengalaman spiritual akan terasa bahagia yang tak
terlupakan. Mungkin dengan beginilah kesalahan orang-orang yang ada
di sekitar kita dapat sangat membantu dalam meningkatkan
pertumbuhan kita. Jika kita sungguh bertekad untuk memperbaiki diri
kita sendiri dan belajar dari kesalahan orang lain, maka hal itu dapat
menjadi suatu dorongan yang kuat bagi kemajuan spiritual kita.
Perkembangan spiritualitas adalah perkembangan kualitas atau
sifat dasar dalam berhubungan dengan diri sendiri orang lain, tuhan,
dan alam serta kebutuhan terdalam dari diri seseorang untuk
menemukan identitas dan makna hidup yang penuh arti. Terjadinya
perkembangan spiritual atau kepercayaan dapat berkembang hanya
dalam lingkup perkembangan intlektual dan emosional yang dicapai
oleh seseorang.
Ilmu pengetahuan belum berhasil menyanggah pengalaman
spiritual, dan Wilber berpendapat bahwa Spiritualitas yang dalam
merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang lebih luas, yang
merupakan pencapaian yang lebih jauh dari potensi manusia. Artinya,
semakin maju spiritualitas, semakin ilmiah spiritualitas tersebut.

Kepemimpinan dan manajemen spiritual dan etika perlu meresapi


dan menyerap setiap aktivitas, sikap dan perilaku manusia, dalam
kaitannya dengan transaksi dan/atau interaksi dalam konteks organisasi
dan administrasi. Semangat para pekerja memiliki pengaruh langsung
pada produktivitas, sehingga peran spiritualitas akan mampu
menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, menyenangkan, dan
bahkan mewah. Ketika ketulusan dan motif yang murni digabungkan
kedalam keterampilan kepemimpinan dan manajemen, serta dibarengi
dengan pengambilan keputusan secara konsisten, hasilnya adalah
sebuah organisasi yang kuat dan sangat termotivasi.
Banyak organisasi menghabiskan biaya yang tinggi untuk
mengembangkan lingkungan kerja yang konon dirancang untuk
memelihara pikiran positif para pekerja dalam rangka kepentingan
mengoptimalkan produktivitas, namun hasilnya sia-sia. Pengendalian
diri, optimisme, dorongan berbuat yang terbaik, dan prakarsa,
kesemuanya ini terkait dengan self leadership and management, yang
juga adalah dampak lain dari spiritualitas.
===========================================
==============

Penilaian Terhadap Isi Materi

Dalam loyalitas terkandung beberapa unsur diantaranya


pengorbanan, kepatuhan, komitmen, ketaatan dan kesetiaan. Hal
ini menunjukkan bahwa terbentuknya sikap loyal melalui proses
yang sangat rumit karena dipengaruhi interaksi dua belah pihak.
mengacu dari pengertian loyalitas diatas dapat dikatakan bahwa
seseorang dikatakan memiliki loyalitas jika seseorang tersebut

memiliki kepatuhan dan kesetiaan terhadap organisasi.


Kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan
bagi individu mendapatkan segala bentuk informasi yang
kemungkinan besar dapat merubah pola pikir individu sekarang
ini. Kesadaran akan sesuatu yang dikerjakan dan hasil yang akan
diterima menjadi faktor penting dalam suatu sikap seseorang.

Untuk terus menumbuhkan sikap kebersamaan dalam organisasi


maka manajer perlu melakukan tindakan-tindakan yang dapat
membangun rasa kebersamaan didalam organisasi. semangat
kesatuan, sehati, sepikir dan sepenanggungan dalam
menjalankan aktivitas organisasi merupakan modal yang kuat

untuk menggapai nilai-nilai perusahan.


Dampak dari spiritualitas terhadap individu adalah terbentuknya
mentalitas baru yang bercirikan orientasi yang lebih holistik,
altruistik, pelayanan kepada manusia, komitmen pada kebenaran,

dan bentuk-bentuk perilaku luhur lainnya, serta kesadaran diri.


Pengembangan spiritual di tempat kerja telah menjadi alat
kepemimpinan dan manajemen yang sederhana dan relatif
murah, yang mampu menggantikan imbalan finansial yang relatif
mahal, dengan melatih para pekerja bermotivasi tinggi dan
menumbuhkan rasa hormat yang besar antara satu dengan
lainnya.