Anda di halaman 1dari 7

Misalkan x adalah suatu bilangan rill, maka nilai mutlak dari x didefinisikan sebagai berikut :

Beberapa sifat pada nilai mutlak dari sebarang bilangan riil a :


1. |ab| = |a|.|b|
2. |-a| = |a|
3. |x2| = x2
4. Untuk c tak negatif, maka |x| < c jika dan hanya jika -c < x < c
Berikut beberapa teorema tentang nilai mutlak :
Teorema 1 :
Jika a, b R dan b 0 maka
Bukti :
Misalkan

Teorema 2 :
Untuk sebarang a, b R berlaku
Bukti :
Perhatikan,
sehingga menurut sifat 4 di atas,
dan
dengan menjumlahkan kedua ketaksamaan di atas diperoleh

Menurut sifat 4,

(ketaksamaan di atas sering disebut ketaksamaan segitiga)

Teorema 3 :
Bila a, b R maka berlaku
Bukti :
Menurut ketaksamaan segitiga,
Contoh Soal :
1. Buktikan pernyataan berikut :
Jawab :
Perhatikan,

dan
Menurut Teorema 3,
Sehingga,
2. Buktikan bahwa jika k>0 dan |x 3| < k, maka |x2 9| < k(k + 6).
Bukti :
Perhatikan,

Kemudian,

Nilai mutlak dan sifat-sifatnya


Harga mutlak disimbolkan dengan garis vertikal sebagai tanda kurungnya. Misalnya nilai
mutlak dari dituliskan

Beberapa sifat-sifat nilai mutlak adalah sebagai berikut ini :

Jika

, maka :

jika dan hanya jika


jika dan hanya jika

dimana
atau

Sifat-sifat tersebut disarankan untuk dihafal. Yang sering menipu adalah untuk sifat
.
Ini banyak digunakan untuk beberapa persamaan yang mengikutkan suatu variabel. Ingat
betul untuk sifat yang satu ini.

Konsep limit sangat berguna dalam matematika, khususnya dalam kalkulus.


Salah satu cara terbaik untuk membayangkan nilai mutlak adalah nilai mutlak
sebagai jarak. Untuk |x| artinya jarak antara x dengan titik asal. Demikian
juga untuk |xa| adalah jarak antara x dengan a. Secara umum Nilai Mutlak
didefinisikan sebagai berikut.
Definisi :
Nilai Mutlak dari bilangan real
didefinisikan sebagai berikut

a,

dinotasikan

dengan

|a|

dan

|a| :=
Agar lebih dimengerti, simak contoh berikut :

1. |5| = 5
2. |0| = 0
3. |-8| = 8
Dari Definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa |a| 0 untuk semua a
, dan
|a| = 0 jika dan hanya jika a = 0. Juga |-a| = |a| untuk setiap a
.
Teorema :
(a) |ab| = |a||b| untuk setiap a, b
(b) |a|2 = a2 untuk setiap a, b

(c) jika c
(d) -|a|

0 maka |a|
a

c jika dan hanya jika c

|a| untuk setiap a, b

Bukti :
(a) Untuk membuktikan bagian (a) ini kita gunakan lima kasus, yaitu
untuk a atau b = 0, jelas berlaku kedua sisi sama dengan 0
untuk a > 0, b > 0, maka ab > 0, sehingga berlaku |ab| = ab = |a||b|
untuk a > 0, b < 0, maka ab < 0, sehingga berlaku |ab| = = -ab = a(-b)
= |a||b|
untuk a < 0, b > 0, maka ab < 0, sehingga berlaku |ab| = -ab = (-a)b |
a||b|
untuk a < 0, b < 0, maka ab > 0, sehingga berlaku |ab| = |(-a)(-b)| =
(-a)(-b) = ab = |a||b|
(b) karena a2

0 maka berlaku a2 = |a2| = |aa| = |a||a| = |a|2

(c) jika |a| c maka berdasarkan definisi Nilai Mutlak berlaku a c dan -a
c, ini ekuivalen dengan a
c a. Kemudian jika a
c a maka berlaku a
c dan -a c sehingga |a| c.
(d) dengan memperhatikan pembuktian pada bagian (c). Ambil c = |a| sehingga
|a|
|a| dan berlaku a
|a| dan -a
|a|, hal ini ekivalen dengan a
|a|
a
Ketaksamaan Segitiga (Triangle Inequality)
Jika a, b

maka |a + b|

|a| + |b|

Bukti :
Dari Teorema (d) kita punya -|a|
a
|a| dan -|b|
b
kedua ketaksamaan tersebut sehingga diperoleh (|a| + |b|)
b|. Berdasarkan Teorema (c) diperoleh |a + b| |a| + |b|

|b|. Jumlahkan
a + b |a| + |

Akibat (Corollary)
Jika a, b

maka

(a) ||a| |b||


(b) |a b|

|a b|

|a| + |b|

Bukti :
(a) ambil a = a b + b, maka berdasarkan Ketaksamaan Segitiga diperoleh |
a| = |(a b) + b|
|a b| + |b|. Kemudian kurangkan kedua ruas dengan |

b| sehingga diperoleh |a| |b|


|a b|.Sekarang pandang b = b a + a,
dengan Ketaksamaan Segitiga diperoleh |b| = |b a + a|
|b a| + |a|.
Kemudian kurangkan dengan |a| sehingga diperoleh |b| |a|
|b a|.
Kalikan kedua ruas dengan (-1) sehingga menjadi (|b| |a|)
-|b a|.
Ketaksamaan tersebut ekivalen dengan -|a b|
|a| |b|. Dari dua
ketaksamaan tersebut, berdasarkan Teorema (c) dapat disimpulkan ||a| |b||
|a b|.
(b) Dengan memandang Ketaksamaan Segitiga dan mensubstitusi b, maka
diperoleh |a + (-b)|
|a| + |-b|. Karena |-b| = |b|, maka berakibat |a
b| |a| + |b|
Kemudian jika a

a maka berlaku a

c dan -a

c sehingga |a|