Anda di halaman 1dari 3

PERSARAFAN HIDUNG

Bagian depan dan atas rongga hidung mendapat persarafan sensoris dari n.etmoidalis anterior,
yang merupakan cabang dari n.nasioliaris, yang berasal dari n. Oftalmikus (N. V-1).
Rongga hidung lainnya, sebagian besar mendapat persarafan sensoris dari n.maksila melalui
ganglion sfenopalatin.
Ganglion sfenopalatina, selain memberikan persarafan sensoris,juga memberikan persarafan
vasomotor atau otonom untuk mukosa hidung. Ganglion ini menerima serabut saraf sensoris
dari n. Maksila (N.V-2), serabut parasimpatis dari n. Petrosus superfisialis mayor dan serabut
saraf simpatis dari n. Petrosus profundus. Ganglion sfenopalatina terletak di belakang dan
sedikit di atas ujung posterior konka media.
Fungsi penghidu berasal dari n.olfaktorius. saraf ini turun melalui lamina kribrsa dari
permukaan bawah bulbus olfakturius dan kemudian berakhir pada sel- sel reseptor penghidu
pada mukosa olfaktorius di daerah sepertiga atas hidung.
FISIOLOGI HIDUNG
Berdasarkan teori struktural, teori evalusioner dan teori fungsional, fungsi fisiologis hidung
dan sinus parasanal adalah : 1) Fungsi respirasi untuk mengatur kondisi udara ( air
conditioning), penyaring udara, humidikasi, penyeimbang dalam pertukaran tekanan dan
mekanisme imunologik lokal; 2) fungsi penghidu karena terdapatnya mukosa olfaktorius dan
reservoir udara untuk menampung stimulus penghidu; 3) fungsi fonetik yang berguna untuk
resonansi suara, membantu proses bicara dan mencegah hantaran suara sendiri melalui
konduksii tulang; 4) fungi statik dan mekanik untuk meringankan beban kepala, proteksi
terhadap trauma dan pelindung panas; 5) refleks nasal.
HIDUNG
Hidung terdiri dari hidung luar (Nasus) dan caritas nasi, yang dibagi oleh suatu septum
menjadi belahan kanan dan kiri.
NASUS
Nasus memiliki dua lubang elips disebut nares, yang dipisahkan satu sama lain oleh septum
nasi (GBE.11.92). batas lateralnya,alanasi,bundar dan mobil.
Kerangka hidung luar diatas dibentuk oleh osanasi,procesus frontalis mexillae,dan pars
nasalis ossis frontalis. Dibawah ini, kerangkang dibentuk oleh lempeng kartilago hyalin
(GBR.11.92).
SUPLAI DARAH NASUS
Kulit nasus didarahi oleh cabang-cabang arteria opthalmica dan maxillaris. Kulit ala nasi dan
bagian bawah septum nasi di darahi oleh cabang-cabang dari arteria facialis.

PERSARAFAN NASUS
Ramus nalasis externus dan nervus infatrochlearis dari nervus ophthalmicus (nervus cranialis
V)
CAVITAS NASI
Cavitas nasi memanjang dari nares di depan ke apertura nasalis posterior atau choana di
belakang, tempat hidung.bermuara kedalam nasopharynx. Vestibulum nasi adalah area pada
capitasnasi yang ditemukan tepat didalam nares (GBR.11.93) cavitas nasi dibagi menjadi
belahan kanan dan kiri oleh septum nasi ( GBR.11.92). septum ini tersusun atas cartilago
septinasi, lamina, perpendiculasi. Ossis ethmoidalis, dan vomer.
DINDING CAVITAS NASI
Setiap belahan cavitas nasi memiliki dasar, atap, dinding lateral dan dinding medial atau
septum.
DASAR
Procesus palatinus maxillae dan lamina horizontalis ossis palatini (GBR. 11.92)
ATAP
Atapnya sempit dan di enterior terbentuk dibawah alat nasi oleh os nasale dan os frontale,
dipertengahan oleh lamina cribrosa ossis ethmoidalis, yang terletak dibawah vossa cranii
anterior, dan posterior oleh penurunan kebawah corpus ossis sphenoidalis (GBR. 11. 93).
DINDING LATERAL
Dinding lateral memiliki tiga tonjolan tulang disebut concah nasi superior, conca nasi media,
dan conca nasi imperior (GBR.11.93) Ruang dibawah setiap conca di sebut meatus.
Recessus sphenoethmoidalis Recessus sphenoethmoidalis adalah area kecil diatas conca nasi
superior. Recessus ini menerima apertura sinus sphenoidalis (GBR.11. 93)
Meatus nasi superior.meatus nasi superior terletak dibawah conca nasi superior ( GBR.11.93)
meatus superior menerima apertura cellulae ethmoidalis postrioris.
Meatus nasi medius. Meatus nasi medius terletak pada nasi media. Meatus memiliki benjolan
bundar disebut bulla ethmoidalis yang dibentuk oleh cellula ethmoidalis media, yang bermura
pada margo supariornya. Suatu bukaan yang melengkung hiatus semilunaris, terletak dibawah
bulla (GBR. 11. 93). Ujung anterior hiatus mengarah kekanal berbentuk corong yang disebut
infundibulum, yang berlanjut dengan sinus frontalis. Sinus maxillaris bermuara kedalam
meatus nasi medius melalui hiatus semilunaris.
Meatus nasi inferior Meatus nasi inferior terletak dibawah conca nasi inferior dan menerima
apertura ujung bawah ductus nasolacrimalis, yang dipandu oleh plica tunica mucosa (GBR.
11. 93).

FUNGSI PERNAPASAN NORMAL PADA HIDUNG


Saat udara mengalir melalui hidung, terdapat fungsi berbeda yang dikerjakan oleh rongga
hidung : (1) udara dihangatkan oleh konka dan septum yang luas, dengan total area 160 cm
(Lihat gmbar 37-8), (2) udara dilembabkan sempuran sampai sempurna sampai bahkan
meninggal hidung dan (3) udara disaring sebagian. Semua fungsi ini secara bersama-sama
disebut fungsi pelembab udara dari saluran nafas bagian atas, biasanya suhu udara inspirasi
meningkat sampai 1 f melebihi suhu tubuh dan desngan kejenuhan uap air 2 samapai 3%
sebelum udara mencapai trakea. Bila orang bernafas melalui pipi langsung ke trakea ( seperti
pada trakeostomi). Pendinginan dan terutama efek pengeringan di bawah paru dapat
menimbulkan kerusakan dan infeksi paru yang serius.