Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS KOMUNIKASI NON VERBAL

Pertanyaan :
1. Jenis pesan non verbal apa saja yang muncul?
2. Fungsi dari pesan non verbal tersebut?
3. Makna pesan non verbal tersebut?
Jawaban :
1. Jenis pesan non verbal yang muncul :
a. Ekspresi Wajah (Facial Display)
b. Tatapan Mata (Eye Contact)
c. Parabahasa (Paralanguage)
d. Busana (Clothing)
e. Bahasa Tubuh (Body Language)
f. Orientasi Ruang dan Jarak Pribadi (Proxemics)
2. Fungsi dari pesan non verbal tersebut adalah
a. Ekspresi Wajah (Facial Display)
Untuk mengekspresikan keadaan emosional seseorang. Sebagaian pakar
mengakui, terdapat beberapa keadaan emosional yang di komunikasikan leh
ekspresi wajah yang tampaknya dipahami secara universal: kebahagiaan,
kesedihan, ketakutan, keterkejutan, kemarahan, kejijikan, dan minat. Ekspresiekspresi wajah tersebut dianggap murni, sedangkan keadaan emosional lainnya
(misalnya malu, rasa berdosa, bingung, puas) dianggap campuran, yang
umumnya

lebih

bergantung

pada

interpretasi.

(Mulyana,

Deddy, Ilmu

Komunikasi : Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000 : hal.334)


b. Tatapan Mata (Eye Contact)
Fungsi kognitif, karena dapat memberi informasi tentang pikiran orang lain.
Contoh jika pasangan kita memutuskan kontak mata stelah kita menanyakan
sesuatu padanya, maka kita tahu bahwa mungkin dia sedang memikirkan

sesuatu untuk dikatakan.


Untuk memonitor tingkah laku orang lain, ketika kita melihat ke dalam mata
seseorang, kita dapat melihat sebuah miniatur refleksi diri kita sendiri
Alat pengatur isyarat.
Fungsi ekspresi: berkedip, menangis, dll
(Hafied Cangara. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo

Persada. Jakarta.)
c. Parabahasa (Paralanguage)
Mengkomunikasikan emosi dan pikiran kita melalui karakteristik suara. Seperti
halnya suara terengah-engah menandakan kelemahan, sedangan ucapan yang
terlalu cepat menandakan ketegangan, kemarahan, atau ketakutan. (Mulyana,

Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000 : hal.


342)
d. Busana (Clothing)
Untuk mencerminkan kepribadian seseorang. Busana juga dapat mercerminkan
peran kita seperti halnya di Indonesia dokter berjas putih, tentara berseragam
hijau, dan murid SD berseragam putih-merah. (Mulyana, Deddy, Ilmu
Komunikasi : Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000 : hal. 346)
e. Bahasa Tubuh (Body Language)
Setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan pandangan mata),
tangan, kepala, kaki dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan
sebagai isyarat simbolik. (Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu
Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000 : hal. 317)
f. Orientasi Ruang dan Jarak Pribadi (Proxemics)
Persepsi manusia atas ruang (pribadi dansosial), cara manusia menggunakan ruang
dan pengaruh ruang terhadap komunikasi. (Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi :
Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000 : hal. 355)
3. Makna dari pesan non verbal tersebut :
a. Ekspresi Wajah (Facial Display)
Dalam video ini seorang pimpinan memberikan tugas kepada karyawannya.
Dalam video yang benar adalah ketika seorang karyawan mau mengerjakan
tugasnya tanpa ada rasa berat hati.
b. Tatapan Mata (Eye Contact)
Ketika melakukan komunikasi terdapat kontak mata antara komunikator dan
komunikan.
c. Parabahasa (Paralanguage)
Seorang Komunikator memberikan penjelasan tentang keberhasilannya dalam
melakukan pekerjaan dengan nada kegembiraan dan di respon baik oleh seorang
Komunikan dengan nada yang ikut bergembira.
d. Busana (Clothing)
Seseorang yang mengenakan busana yang tidak rapi di tegur oleh pimpinan
karena di rasa tidak sopan.
e. Bahasa Tubuh (Body Language)
Seorang karyawan mempresentasikan hasil kerjanya kepada pimpinan dengan
mengikutsertakan gerakan tubuh sehingga presentasinya menjadi lebih menarik
dan jelas.
f. Orientasi Ruang dan Jarak Pribadi (Proxemics)
Persahabatan yang baik bisa di mulai dari awal perkenalan dalam ruang
menunggu sebuah perusahaan.

REFERENSI

Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya, 2000


Hafied Cangara. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada.
Jakarta.