Anda di halaman 1dari 37

* ALUR PELAYANAN

DI RUMAH SAKIT

Kelompok 2:
Ltd laut (k) Dr. Ib ketut wisnu
Ltd laut (k) Subchan adam
Ltd laut (k) maruf husaini
Ltd laut (k/w) dr. Irene clara
Ltd laut (k) dr. Imam safii
Ltd laut (k) dimas dwi
Ltd laut (k) budi herdianto

Zero accident (kecelakaan nihil)


Penghargaan zero accident (kecelakaan nihil):
diberikan kepada perusahaan yang telah berhasil
mencegah terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja
tanpa menghilangkan waktu kerja.

*DEFINISI

* Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.


* Undang-Undang No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.
* Permenaker RI No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen

Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


* Permenaker RI No 3 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan
Pemeriksaan Kecelakaan.
* Kepmenaker RI no 463 Tahun 1993 tentang Pola Gerakan
Nasional Membudayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dasar Hukum pelaksanaan program zero


accident (kecelakaan nihil) di tempat
kerja

Kategori Perusahaan peserta program zero accident


(kecelakaan nihil) di tempat kerja

* Perusahaan Besar : jumlah tenaga kerja keseluruhan lebih dari


100 (seratus) orang.
* Perusahaan Menengah : jumlah tenaga kerja keseluruhan
antara 50 (lima puluh) orang sampai dengan 100 (seratus)
orang.
* Perusahaan Kecil : jumlah tenaga kerja keseluruhan sampai
dengan 49 (empat puluh sembilan) orang.

Kategori kecelakan kerja yang menghilangkan waktu


kerja menurut program zero accident

* Kecelakaan kerja yang menyebabkan tenaga kerja tidak dapat


kembali bekerja dalam waktu 2 x 24 jam.
* Kecelakaan kerja ataupun insiden tanpa korban jiwa
(manusia/tenaga kerja) yang menyebabkan terhentinya
proses kerja maupun kerusakan peralatan/mesin/bahan
melebihi shift kerja normal berikutnya.

Tidak termasuk dalam kategori kecelakaan kerja yang


menghilangkan waktu kerja menurut program zero
accident di tempat kerja

* Kehilangan waktu kerja akibat kecelakaan kerja karena

perang, bencana alam ataupun hal-hal lain di luar kendali


perusahaan.
* Kehilangan waktu kerja karena proses medis tenaga kerja.

Perhitungan kehilangan waktu kerja akibat


kecelakaan kerja menurut program zero accident

1. Kehilangan waktu kerja karena bagian tubuh


cacat tetap (permanen) :

2. Kehilangan waktu kerja dimana tenaga kerja tidak mampu


bekerja kembali pada shift normal berikutnya sesuai jadwal
kerja.

* Perhitungan keseluruhan jam kerja dimulai sejak terjadinya

kecelakaan kerja (insiden) yang dapat mengakibatkan angka


perhitungan jam kerja menjadi 0 (nol) yaitu kriteria kecelakaan
kerja yang menghilangkan waktu kerja, dan bertambah secara
kumulatif sesuai jam kerja yang dicapai.

* Perhitungan jam kerja keseluruhan meliputi semua jam kerja

nyata tenaga kerja yang melaksanakan kegiatan perusahaan


termasuk kontraktor dan sub-kontraktornya pada masing-masing
bidang pekerjaan.

PP 23/2005: Psl 4 (4b): Syarat adm: Tata kelola


Permenkes 129/2008 : Standar pelayanan minimal
Permendagri 61/2007: Pengelolaan BLUD

Permen
UUD
1945

Sejalan dengan amanat Pasal 28 H, ayat ( l) setiap orang berhak


memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam
Pasal 34 ayat (3) dinyatakan negara bertanggungjawab atas penyediaan
fasilitas pelayanan kesehatan fasilitas pelayanan umum yang layak

UU
44/2009

Psl 5 (a): yan pengobatan dan pemulihan harus sesuai dgn standar yan
RS
Psl 36: Setiap Rumah Sakit harus menyelenggarakan tata kelola Rumah
Sakit dan tata kelola klinis yang baik
Pasal 40 (1):Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit
wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali
Pasal 43 (1): Rumah Sakit wajib menerapkan standar keselamatan pasien

*Kebijakan

ALUR PELAYANAN UNIT GAWAT DARURAT


Pendaftaran
Penderita masuk
TRIAGE
(PEMILIHAN DERAJAT KEGAWATAN PENDERITA)

Pelayanan
Penderita Gawat
Darurat Mengancam
Nyawa
(Label Merah)
Resusitasi

Pelayanan Penderita
Kasus Gawat Darurat
Dan Gawat Ringan
Tidak Mengancam
Nyawa
(Label Kuning)
Trauma, Non
Trauma,Kebidanan
.Rawat Inap
.Operasi
.Supervisi
.Kasir
.Pulang
.Rawat Jalan
.Meninggal

Pelayanan
Penderita Tidak
Akut Dan Tidak
Gawat(Label Hijau)
Taruma, Non
Trauma,Kebidanan

* MERAH : Gawat darurat(waktu

respon: 0-10 menit)


(pasien perlu pertolongan segera
karena ada ancaman kematian)

.Masalah A-B-C
.Kejang
(Airway, Breathing, Circulation) .Nyeri dada
.Kesulitan bernafas,
.Cedera multipel
.Cedera kepala berat /
.Trauma dada/Abdomen
terbuka
penurunan
kesadaran(GCS<8)
.Kelainan persalinan
.Cedera tulang belakang,
.Pendarahan tidak
terkontrol
.Syok

KUNING : Darurat tidak


gawat(waktu respon : 30 menit)
(Pasien tidak ada ancaman
kematian tapi dapat terjadi
kecacatan karena gangguan
kesadaran,metabolisme,neurologis)

.Nyeri karena gangguan paru

.Luka bakar
.Cedera kepala sedang/penurunan
kesadaran(GCS>8)
.Diare dengan dehidrasi sedang
.Muntah terus menerus
.Panas tinggi

* HIJAU : Tidak gawat tidak

darurat (waktu respon : 60


menit)
(Pasien yang tidak memerlukan
penanganan segera)
.Dislokasi
.Fraktur tertutup
.Luka minor
.Batuk/pilek
.TBC Kulit
.Dll

* HITAM : Pasien Meninggal atau


kondisi yang sangat parah dan
tidak ada harapan hidup
(waktu respon : 90 menit)

*Arti
* Terminal
* Proses
* Kebijakan
* Berkas

Simbol

*Arti Simbol
* Dokumen
* Conector

MASTER
CHART
PELAYANAN
RAWAT INAP

FLOW CHART PASIEN RAWAT INAP KE RADIOLOGI

FLOW CHART RATA INAP KE LABORATORIUM

FLOW CHART RAWAT INAP KE FARMASI

TERIMAKASIH