Anda di halaman 1dari 19

SISTEM PENDINGINAN DAN PELUMASN

( Laporan Praktikum Traktor Bakar dan Mesin Pertanian )

Oleh
Kelompok : 2
Muhammad narta nugraha

1414071057

Muhammad muslihudin

1414071061

Nicolas

1414071065

Nopa andika putra

1414071067

Nur azis sigit purnomo

1414071069

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

I. PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Sebuah motor akan bekerja apabila terdapat mesin didalamnya. Mesin merupakan
sumber penggerak bagi semua motor bensin maupun motor diesel. Tapi sama
halnya dengan manusia , motor pun tidak bias bekerja terus menerus. Karena
apabila motor bekerja terus menerus maka akan menyebabkan mesinnya panas,
menyebabkan keausan, motor kehilangan daya dan juga menyebabkan mesin akan
cepet rusak bahkan dapat terbakar. Oleh karna itu mesin biasanya dilengkapi
dengan sistem pendingin, untuk mengawetkan mesin motor serta melancarkan
ataupun menstabilkan kerja motor.
Motor bakar merupakan sumber penggerak yang sering dipakai di bidang
pertanian. Motor bakar yang sering digunakan untuk pertanian antara lain seperti
traktor, dan traktor tangan. Contoh pemanfaatan motor bakar pada pertanian yaitu
sebagai alat untuk membajak. Motor bakar tentunya terdapat mesin di dalamnya.
Dan motor bakar tersebut tidak bisa dipakai secara terus menerus. Karena apabila
motor bakar bekerja terus menerus maka akan menyebabkan mesinnya panas,
menyebabkan keausan, motor kehilangan daya dan juga menyebabkan mesin akan
cepet rusak bahkan dapat terbakar. Oleh karena itu mesin biasanya dilengkapi
dengan sistem pelumasan, untuk mengawetkan mesin motor serta melancarkan
ataupun menstabilkan kerja motor.

1.2 Tujuan
1. untuk mengetahui kegunaan antara sistem pendingin air atau radiator dan
pendingin udara
2. untuk mengetahui sistem kerja komponen sistem pendingin dan pelumasan
3. dan tingkat kekentalan menurut SEA

II. TINJAUAN PUSTAKA

Sistem pendinginan udara hanya cocok digunakan pada motor dengan jumlah
silinder tidak lebih dari dua. Aliran udara pada sistem pendinginan udara sering
merupakan masalah yang harus dipecahkan untuk mendapatkan sistem
pendinginan yang baik. Untuk keperluan tersebut di sistem blok silinder motornya
dibuat sirip-sirip. Tujuan utama sistem pendinginan didalam motor bakar adalah
sebagai berikut: untuk mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada dinding
silinder, mereduksi tegangan thermis pada bagian silinder, torak dan katup,
menaikkan efisiensi thermal dan pendinginan itu memungkinkan pelumasan
motor (Boentarto, 1995).
Tujuan pelumasan yang pertama adalah mengurangi gesekan, gesekan langsung
antara dua permukaan bagian-bagian mesin yang bergerak. Dengan adanya
lapisan pelumas diantara dua permukaan benda tadi, maka gesekan tidak menjadi
langsung, tetapi didasari/dialasi oleh lapisan minyak pelumas sehingga dapat
mengurangi tahanan gesek atau perlawanan gerak. Kedua adalah mengurangi
keausan, berkurangnya keausan akan memperoleh keuntungan ganda antara lain,
mencegah biaya yang tinggi dari penggantian suku cadang (spare part) yang aus.
Ketiga mengurangi panas, untuk memelihara suhu yang dikehendaki sekitar
bagian-bagian mesin yang dilumasi tersebut, maka panas yang diserap bergantung
kepada kemampuan dan proses pelumasan yang digunakan. Keempat mencegah
karat, dengan adanya pelumas atau gemuk maka bagian-bagian mesin atau
permukaan logam tersebut terlindungi dari pengaruh proses pengkaratan (Catur
dan Djunaidi, 2008).
Sistem pendinginan dapat dbedakan menjadi beberapa macam yaitu sistem
pedinginan udara dan sistem pendinginan air. Pada sistem pendingin udara ini,
udara dilirkan pad motor terutama bgian utama kepala silinder dan silinder blok,
udara dihembuskan melalui bantuan kipas angin atau dapat juga oleh laju gerak
motor . Untuk memperluas permukaan maka pada bagian bawah silinder blok
dibuat sirip pada sepeda motor. Tutup motor yang terbuat dari kaleng atau plat
berguna untuk keindahan, penahan debu dan mengarahkan udara. Pada sistem
pendinginan air degan sistem hopper. Pada sistem ini terdapat bak air yang

berhubungan dengan ruangan yang disebut mantel air disekeliling kepala silinder
linier (Harjosentono, 1979).

Sistem pendinginan yang terdapat pada motor berfungsi untuk membuang


kelebihan panas dari silinder, kepala silinder, torak, ring torak klep dan bagianbagian lain dengan tingkat kelajuan tertentu, tetapi harus mempertahankan suhu
kerja motor yang efisien. Sistem pendinginan dapat dibedakan menjadi tiga
macam: sistem pendingin udara, sistem pendingin cairan dan sistem yang
merupakan kombinasi dari sistem udara dan cairan (Soedarmanto, 1977).
Sistem pendingin memainkan peranan penting dalam bekerjanya mesin secara
kontinyu dan berdaya. Sistem pendingin yang utama pada kendaraan adalah
pendingin air dan udara serta oli pelumas. Air selalu merupakan komponen
pendingin yang patut mendapat perhatian. Disamping itu ada pipa radiator, bagian
ini berfungsi sebagai pendingin air motor baker. Air yang panas akibat
pembakaran dalam silinder dipompa ke bagian ini untuk didinginkan. Kendaran
yang brjalan akan dihembus angina ke kisi-kisi radiator. Apabila kisi-kisi rsdiator
telah rusak atau tertutup debu maupun serangga dan lumut, udara tidak bisa
melewatinya (Teiseran, 1995).

III. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Adapun waktu dan tempat dalam pelaksanaan praktikum Motor Bakar dan Traktor
Pertanian yaitu dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 September 2015 pukul
09.30 11.30 WIB, di Laboratorium Daya Alat dan Mesin Pertanian, Jurusan
Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan yaitu traktor sebagai alat peraga nya.
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku atau kertas untuk
mencatat komponen-komponen sistem pendingin dan pelumasan pada motor
bakar.

3.3 Diagaram Alir

Dipersiapkan alat tulis dan memfoto bagian bagian dari traktor

Didengarka penjelasan dari asisten dosen

Diamati dan dipahami sistem pendinginan dan sistem pelumasan pada motor

IV. HASIL PENGAMATAN

Gambar 1. Sistem Pendingin

Pada gambar 1 terdapat komponen-komponen dari pendingin (radiator) yaitu:


1. Tempat Pemasukan Air
2. Radiator
3. Kipas
4. Selang Air Masuk Mesin
5.Bel/Puley
6. Katup Pengatur
7. Thermostat
8. Motor
9. Torak/Piston
10.Mesin

Gambar 2. Sistem pelumasan


Keterangan :
1. Pintu atau katup pemasukan oli
2. Torak atau piston
3. Mesin
4. tangkai torak
5. Oli
6. Bak oli
7. Tuas atau sendok oli

4.2 Pembahasan
Menurut Boentarto,Sistem pendinginan udara hanya cocok digunakan pada motor
dengan jumlah silinder tidak lebih dari dua. Aliran udara pada sistem pendinginan
udara sering merupakan masalah yang harus dipecahkan untuk mendapatkan
sistem pendinginan yang baik. Untuk keperluan tersebut di sistem blok silinder
motornya dibuat sirip-sirip. Tujuan utama sistem pendinginan didalam motor
bakar adalah sebagai berikut: untuk mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada

dinding silinder, mereduksi tegangan thermis pada bagian silinder, torak dan
katup, menaikkan efisiensi thermal dan pendinginan itu memungkinkan
pelumasan motor.
Keuntungan sistim pendinginan air :
a. Mesin menjadi tidak berisik karena ruang pembakaran dikelilingi oleh air
yang berfungsi sebagai peredam
b. Sistem pendinginan air cocok digunakan untuk mesin-mesin ukuran besar

Komponen Dan Fungsi Sistem Pendinginan


Pada sistem pendingin air yang digunkan adalah air sebagai bahan pendinginnya.
Komponen - komponen sistem pendingin air adalah sebagai berikut:

1) Radiator
Sekarang saya akan menjelaskan konstruksi serta fungsi dari radiator yang
digunakan pada sistem pendingin. Sebagaimana Anda ketahui bahwa radiator
adalah tempat menampung cairan pendingin yang digunakan untuk mendinginkan
mesin. Cairan ini ada bermacam - macam ada yang menggunakan cairan khusus
untuk pendingin , namun ada juga yang menggunakan air saja.
Secara konstruksi radiator ini terdiri atas tangki atas , tangki tengah dan tangki
bawah. Pada tangki atas terdapat pipa yang dihubungkan dengan selang yang
menyalurkan air pendingin dari mesin. Sedangkan pada tangki tengah terdapar
pipa pendingin yang dibuat menggulung dan fin yang berguna untuk menurunkan
panas air pendingin dari mesin. Air pendingin ini akan mengalir terus ke tangki
bawah radiator. . Di bagian tangki bawah ini lah terdapat pipa keluaran yang akan
dihubungkan dengan selang menuju water pump. Secara singkatnya aliran air
pendingin dalam radiator adalah sebagai berikut:Air pendingin dari mesin akan
masuk melalui pipa pada tangki atas dan kemudian mengisi tangki atas. Air
pendingin ini akan mengalir ke dalam pipa pendingin pada tangki tengah untuk
diturunkan suhunya. Kemudian air pendingin ini akan masuk ke dalam tangki
bawah , lalu terhisap keluar dari tangki bawah karena water pump (pompa
pendingin ) bekerja.

2) Water Pump
Di mobil telah dilengkapi dengan sistem pendingin air. Sistem pendingin berguna
menjaga suhu kerja mesin. Salah satu komponennya adalah water pump. Water
pump atau pompa air adalah komponen yang mensirkulasikan air di sistem
pendingin. Water pump digerakkan oleh poros engkol , lewat konstruksi belt.
Bagian water pump terdiri:
Pulley berguna untuk menerima putaran mesin dari belt . Putaran pulley
diteruskan memutar poros.
Poros : menerima putaran pulley dan memutarkan rotor.
Rotor : melakukan penghisapan dan penekan air untuk disirkulasikan.

Pump body : rumah atau wadah dari pompa air atau water pump.
Cara kerja Water Pump

Hisap
Terdapat celah antara pump body dengan rotor yang kecil dan celah yang
besar. Di saat rotor berputar, pada daerah celah yang besar terjadi
kevakuman. Air dalam sistem pendingin terhisap ke dalam water pump.
Terhisap melalui saluran masuk di water pump.

Tekan

Air pendingin yang masuk ke dalam ruang celah besar tersebut, dibawa rotor ke
celah sempit. Ketika mencapai celah yang sempit , air pendingin tersebut ditekan
keluar, air pendingin ditekan keluar dari pompa melalui saluran keluar di water
pump.

3) Thermostat
Thermostat pada sistem pendingin
Thermostat itu fungsinya ada 2:

Sebagai regulator kapan air yg sudah didinginkan dialirkan ke blok mesin.


Atau dalam kata lain pada temperatur berapa air di blok mesin seyogyanya diganti
dgn air dari radiator.

Pemisah air di blok mesin (panas) agar tidak tercampur dengan air yang
sedang didinginkan (radiator), supaya air di radiator mendapat cukup waktu untuk
didinginkan ke tempat yg diinginkan.
Thermostat pada sistem pendingin adalah bukan seperti termostat yang Anda
bayangkan. Thermostat ini tidak digunakan untuk mengukur suhu seperti alat
pengukur suhu yang telah kita kenal . Tapi alat ini akan menutup dan membuka
saluran air pendingin dalam water jacket berdasarkan suhu kerja dari mesin
tersebut. Tujuan pembukaan dan penutupan saluran air pendingin dalam mesin
adalah untuk menjaga suhu mesin agar cepat mencapai suhu kerja.
Thermostat biasanya terpasang antara blok mesin dan pipa yang menuju ke
radiator. Thermostat terdiri atas sebuah katup yang pembukaannya dikontrol oleh
suhu air pendingin dalam radiator. Bila temperature air pendingin masih rendah,
maka katup termostat akan menutup saluran air pendingin yang menuju ke
radiator, dalam keadaan ini air pendingin hanya berputar - putar dalam mesin.
Setelah air pendingin mencapai suhu kerja mesin yaitu 82 derajat celcius , maka
termostat akan membuka saluran air pendingin yang menuju radiator. Dalam
keadaan ini air pendingin akan didinginkan dalam radiator, untuk kemudian
dialirkan kembali ke dalam mesin yaitu dalam water jacket. Pada suhu 95 derajat
celcius katup thermostat baru akan terbuka penuh.
Pada kendaraan thermostat yang digunakan ada dua macam yaitu :

tipe wax ( tipe ini yang paling sering digunakan )

tipe bellows

Untuk pemeriksaan termostat apakah masih baik atau tidak adalah sebagai
berikut :

Panaskan air dalam suatu wadah hingga mencapai suhu kerja yaitu 82
derajat celcius atau lebih.

Masukkan thermostat ke dalam air tersebut dan perhatikan termostatnya .

Jika katup thermostat bergerak, maka thermostat berarti baik. Namun bila
tidak bergerak , berarti thermostat sudah rusak.

4) Radiator Cup
Cara kerja tutup radiator
Tutup radiator terletak sebagai penutup dari radiator, namun fungsi dari tutup
radiator bukan hanya sebagai tutup saja. Tutup radiator memiliki fungsi yang jauh
lebih penting daripada hanya sekedar tutup saja. Fungsi lain dari tutup radiator
adalah untuk mengatur tekanan air pendingin dalam radiator. Pada saat mesin
dihidupkan air pendingin akan menyerap panas mesin, sehingga suhu air menjadi
naik. Semakin tinggi panas mesin , maka suhu air pendingin pun ikut naik tinggi
juga. Air pendingin ini akan diturunkan kembali suhunya di radiator agar dapat
digunakan kembali untuk menyerap panas dari mesin lagi. Jika suhu air pendingin
ini naik, maka tekanan air pendingin pun akan ikut naik juga. Tekanan air
pendingin didalam radiator ini diatur agar radiator dapat menampung air
pendingin yang panas terdebut dalam radiator dan juga pendingin di mesin dapat
terus maksimal / sempurna. Jika suhu air pendingin yang terus naik dibiarkan ,
maka dapat membuat radiator rusak dan mesin cepat panas. Jadi pemeriksaan dan
perawatan tutup radiator mesti diperhatikan.
Baiklah sekarang akan saya jelaskan mengenai cara kerja tutup radiator. Pada
tutup radiator tertera angka yang menunjukkan pada tekanan berapa tutup radiator
membuka untuk membuang sebagian air pendingin keluar dari radiator. Sebagai
contoh di sini saya ambil 0.9. Angka itu menunjukkan pada tekanan 0,9 kg/cm air
pendingin di radiator akan dibuang keluar. Air itu tidak dibuang keluar seperti
yang anda kira, namun air itu akan dibuang keluar menuju tangki reservoir yang
terletak di samping radiator.
Pada tutup radiator terdapat pressure valve ( katup positf ) dan vacuum valve
( katup negatif) yang akan bekerja sebagai berikut:

Bila tekanan air melebihi ketentuan seperti yang tertera dalam angka pada
tutup radiator , maka pressure valve akan membuka. Dan air dari radiator akan
mengalir ke tangki reservoir.
Bila tekanan air di radiator turun dibawah ketentuan sesuai dengan ketentuan
yang tertera dalam angka pada tutup radiator. Maka vacuum valve yang akan
terbuka sekarang, sehingga air dari tangki reservoir akan kembali masuk ke
radiator. Lihat gambar !

5) Fan (Kipas Pendingin)


Kipas pendingin membantu radiator, bila hembusan angin dari depan sangat
minim maka kipas mengambil alih fungsi pendinginan. Teknologi kipas pendingin
yang digunakan biasanya adalah viscous fan atau electric fan.

Viscous fan adalah kipas manual berpenggerak puli kruk as via belt. Disebut
viscous karena bagian tengah kipas memakai sensor bi-metal. Semakin tinggi
suhu di ruang mesin, semakin kencang pula viscous fan berputar.
Electric fan digerakkan oleh motor listrik dengan sensor thermal dan
menempel di belakang radiator. Kipas bekerja bila suhu mesinmencapai derajat
tertentu.

Keterangan Komponen
1.Oil Pump (Pompa Oli)
Pompa oli biasanya ditempatkan pada tutup peti engkol untuk mensuplai oli
dalam panci oli digerakkan dari poros engkol atau poros kam melalui perantaraan
roda gigi atau sebuah poros penggerak, tergantung dari lokasi dan lay out mesin.
Pompa jenis roda gigi dan pompa pemindah positif yang lain juga digunakan.
Ada 2 model pompa :
Model roda gigi (tipe internal gear dan tipe external gear)

Model Trochoid yang dilengkapi 2 rotor (rotor penggerak dan rotor yang
digerakkan).
2.Sistem pengaturan tekanan
berfungsi sebagai pengatur tekanan oli di dalam rumah pompa untuk menjaga
tekanan oli agar tetap konstan. Katup pembebas tekanan oli memungkinkan
takanan oli yang berlebihan untuk kembali ke panci oli, termasuk ketika engine
dingin (oli pekat), untuk mengurangi kemungkinan kerusakan komponenkomponen sistem pelumasan.
3.Oil Filter (Saringan Oli)

Digunakan untuk melepaskan debu, kotoran, karbon, dan partikel lain di luar
bahan oli dan menjaga kebersihan elemen.Berfungsi membantu menjaga
kebersihan oli dan menahan serbuk-serbuk dari alam mesin yang dapat merusak
bantalan-bantalan (bearing) atau bagian mesin lainnya.

4.Positif Crankcase Ventilation (PCV) (Katup Ventilasi Ruang Engkol)


Dirancang untuk membuang kebocoran asap yang dihasilkan oleh pembakaranpembakaran yang masuk keruang engkol. Asap ini dihasilkan karena tekanan pada
engine yang meningkat, dihasilkan karena kebocoran perapat oli pada silinder
5.Oli Pelumas
Pelumas yang digunakan adalah oli mineral dengan tambahan bahan kimia yang
bervariasi. Oli mesin dibuat dalam derajat kualitas, viskositas atau kekentalan
yang berbeda.
6.Klep Relief Tekanan
Klep relief tekanan oli dipasang pada bodi pompa atau saluran utama oli. Klep ini
mencegah tekanan dari suplai yang terlalu besar jika mesin dioperasikan pada
kecepatan tinggi atau jika oli dingin dan tipis.
7. Indikator Tekanan
Adalah suatu sakelar tekanan atau unit sender/pengukur dipasang pada saluran
utama oli, menutup ke saluran pengeluaran (outlet) pompa yang dioperasikan
dengan sebuah lampu peringatan pada panel instrumen jika ada tekanan oli.
8.Sistem Distribusi Oli
Merupakan hubungan seri dari saluran oli utama yang dialiri oli ke berbagai mesin
guna mensuplai pelumasan dan pendinginan.
9.Panci Oli
Berupa tangki untuk menyimpan oli yang diperlukan pada sistem pelumasan dan
diletakkan pada dasar mesin. Untuk memompanya diperlukan suatu pompa oli
yang dipasang pada panci oli.
10.Batang Pemeriksa
Suatu alat yang berbentuk batang dari baja untuk mengetahui ketinggian atau

kedalaman cadangan oli di dalam panci. Batang pemeriksa dipasang pada suatu
pipa semacam tabung yang dilekatkan pada peti engkol atau panci oli.
11.Tutup Saringan Oli
Dipasang untuk memungkinkan pengisian oli dari atas mesin. Terletak pada
tube/pipa yang terdapat pada peti engkol atau penci oli, umumnya pada bagian
atas pengangkat katup.
12.Klep Bypas
Dipasang pada sistem saringan aliran penuh. Klep bypas dibuka jika saringan
diblok/tertutup kotoran atau tersumbat sehingga oli dapat mengalir dan melumasi
bagian-bagian mesin.
13.Sistem Ventilasi Peti Engkol
Beberapa mesin termasuk diesel menggunakan sistem ventilasi dimana tabung
kecil dialirkan ke bawah mesin dengan aliran tekanan udara yang dimasukkan
melalui tutup saringan pengisi oli.
14. Pendingin Oli
Pada beberapa kendaraan, menggunakan pendingin oli untuk mengedarkan udara
yang mengalir melalui permukaan panci oli ke penyerap panas sederhana yang
berfungsi seperti radiator pendingin mesin.

Tingkat kekentalan oli SAE( Society of Automotive Engineer)

Kode SAE OliMesin


Viskositas atau kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin
yang sangat penting. Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga
SAE berdasarkan table SAE J 300 th 1999. Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE
yg dikenal selama ini, diantaranya seperti SAE SAE 40, SAE 10w, SAE 20w50,
SAE 15w50,SAE 10w40,SAE 15w40 dst.
-SAE15w40 artinya oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu
dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dg tingkat kekentalan tertentu.
Nilai VI, minimal untuk oli mineral 125, untuk sintetis 145.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling pas

karena paling stabil kekentalannya dibandingkan yg lainnya. sebagai tambahan


aditif Vi adalah senyawa kimia kopolimer -rantai panjang- yg mampu beradaptasi
pd suhu rendah dan tinggi tetapi sensitif terhadap stress di gear.
VI adalah ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan
kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingin sampai tinggi. Semakin tinggi VI
semakin baik kestabilan kekentalannya. Untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat
baik dimesin, namun untuk motor sebaliknya.
-SAE20w50 artinya Oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu
dingin -10 sd -15 C (kode 20w) dan pd suhu 150 c dg tingkat kekentalan tertentu .
Kekurangannya relative kurang efisien dalam pemakaian BBM. Kelebihannya
sangat baik dalam perlindungan /perawatan mesin, khususnya untuk kondisi jalan
di Jakarta yg sering macet, jarang berjalan jauh ,polusi dan beban berat.
Lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya
kontak
antara
logam
dg
logam.
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis
oli lainnya (minimal untuk oli mineral/semi sintetis 120, untuk sintetis 145) .
Semakin banyak aditiv viscosity index improver ,semakin sensitif oli /kurang baik
buat mesin motor -utamanya terhadap stress di gear.
- -SAE10w40 artiya oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu
dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dg tingkat kekentalan tertentu .
Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke 3 jenis oli lainnya. Kelebihannya,
oli ini relative paling irit BBM, hanya saja kekurangannya kurang baik dalam
perlindungan mesin.Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat.
Relatif sama dg SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI.
(minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetis 150) Semakin banyak kandungan
aditif peningkat angka VI, semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif
VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya
dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal /oli baru.
-SAE15w50 artinya oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu
dingin (minus) -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 c dg tingkat kekentalan
tertentu
.
Jenis oli relative sama dg SAE20w50. Sedikit yg membedakan adalah sedikit
lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal untuk oli mineral 130,
untuk sintetis 150) Semakin tinggi nilai VI artinya adlah semakin banyak
pemakaian aditif peningkat angka VI. Untuk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini
relative sensitif digunakan untuk motor yg menyatukan oli mesin dan gigi (wet
clutch), oli ini relative lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.

- SAE 10W30 dan 5W30 adalah. Oli yg paling umum dipakai di negara bersalju.
Apapun jenis mobilnya, faktornya adalah suhu di negara tersebut. Kalau memakai
oli jenis lain, kendala utamanya adalah jenis oli ini bisa membeku pada kondisi
dingin
/
salju.
Oli yang banyak digunakan di Indonesia yaitu SAE 20W-50 atau 10W-40. Oli
dengan tingkat SAE yang lebih encer telah banyak menjadi rekomendasi
pabrikan, hal ini dikarenakan didalam mesinnya terdapat banyak celah-celah kecil
yang harus dengan cepat dan mendapatkan pelumasan.

V.KESIMPULAN

5.1 KESIMPULAN
Darai praktikum ini kami dapat menyimpulkan bahwa
1. Suatu sistem pendinginan dibedakan menjadi sitem pendinginan
air(radiator) dan pendinginan udara,
2. Pelumasan tugasnya untuk mengurangi gesekan yang akan
menimbulkan suatu pemanasan,dan
3. SAE( Society of Automotive Engineer) suatu istilah yang
digunakan untukmenyatakan Tingkat kekentalan oli yang untuk
pelumasan.

5.2 Saran
Saran yang ingin kami sampaikan pada praktikum kali ini adalah alat yang
digunakan kurang lengkap dan tempat yang sempit sehingga menyebabkan kami
sulit dalam memperhatikan penjelasan yang dilakukan oleh ASDOS.

DAFTAR PUSTAKA
Boentarto, 1995. Teknik Motor Diesel Mobil. CV. Aneka. Solo.
Catur, S. A. dan Djunaidi. 2008. Kegiatan Pelumasan Pada Peralatan Reaktor
Serba Guna G.
A. Siwabessy.
Hardjosentono, M., dkk., 1979. Mesin-Mesin Pertanian. CV yasaguna. Jakarta.
Soedarmanto, 1977. Motor Bakar Jilid I. Karya Remadja. Bandung.
Teiseran, Martin., 1995 Merawat dan Memelihara Mobil. Kanisius. Yogyakarta.

LAMPIRAN

Gambar dari sistem pendinginan radiator :