Anda di halaman 1dari 2

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1

Waktu dan Tempat

Hari, tanggal : Senin, 12 Oktober 2015


Waktu

: 08.00 - 09.40

Tempat: Laboratorium Akuakultur


3.2

Alat & Bahan


a. Alat :
Beaker glass sebagai ikan untuk ikan yang akan diamati
Wadah plastic sebagi tempat ikan sebelum dan setelah diamati
Water bath sebagai penangas air
Freezer sebagai tempat pembuat es batu
Palu/martil untuk memecah bongkahan es batu
Termometer Hg/alcohol untuk mengukur suhu air
Hand counter untuk menghitung bukaan operculum
Timer/stopwatch untuk mengamati waktu

b.

Bahan :

Benih ikan mas sebanyak 5 ekor

Stok air panas untuk mengubah suhu air sesuai perlakuan

Stok es balok untuk mengubah suhu air sesuai perlakuan

3.3 Prosedur Praktikum


1. Menyiapkan sebuah beaker glass 1000 ml sebagai wadah perlakuan
dan dua wadah plastik.
2. Mengambil sebanyak 5 ekor benih ikan mas dari akuarium stok, lalu
memasukkan ke dalam salah satu wadah plastik yang telah diberi
media air.
3. Mengisi beaker glass dengan air secukupnya ( volumenya), lalu
mengukur suhunya dengan thermometer dan mencatat hasilnya.

4. Pengamatan terhadap suhu panas dilakukan dengan tiga perlakuan


yaitu:
a. T1 = suhu kamar (25 C)
b. T2 = suhu 3 C di atas suhu kamar (28 1 C)
5. Pengamatan terhadap suhu dingin dilakukan dengan tiga perlakuan
yaitu :
a. T1 = suhu kamar (25C)
b. T2 = suhu 3 C di bawah suhu kamar (22 1 C)
6. Memasukkan satu persatu ikan uji ke dalam beaker glass yang sudah
diketahui suhunya (perlakuan a) kemudian menghitung banyaknya
membuka & menutup operculum ikan tersebut selama satu menit
dengan menggunakan hand counter dan stop watch sebagai penunjuk
waktu dan mengulang sebanyak tiga kali untuk masing-masing ikan.
Mencatat data yang diperoleh pada kertas lembar kerja yang telah
tersedia.
7. Melanjutkan dengan ikan uji berikutnya sampai ke lima ikan teramati
setelah selesai dengan ikan uji pertama. Memasukkan ikan yang telah
diamati ke dalam wadah plastik lain yang telah disediakan.
8. Setelah selesai dengan perlakuan a, melanjutkan dengan perlakuan b
dengan mengatur suhu air pada beaker glass agar sesuai dengan suhu
yang diinginkan dengan cara menambah air panas dari water bath
sedikit demi sedikit. Pengamatan selanjutnya sama seperti pada poin
6.
9. Untuk percobaan dengan suhu dingin melakukan sepeti poin 6-8
dengan mengatur suhu air pada beaker glass dengan cara menambah
es balok yang telah dipecahkan dengan palu sedikit demi sedikit.