Anda di halaman 1dari 55

NAMA

: DIDIK SUHARDI,SH

PANGKAT

: AKP

NRP

: 63120752

JABATAN

: KASAT RESKOBA
POLRES PROBOLINGGO

TEMPAT/TANGGAL LAHIR
PENDIDIKAN UMUM AHIR
PENDIDIKAN POLRI AHIR
NAMA ISTRI
JUMLAH ANAK
TEMPAT TINGGAL

:
:
:
:
:
:

BLITAR, 31 DESEMBER 1963


SARJANA (S1)
SECAPA POLRI
DAYA WASTUTI,SH
TIGA
JL. SIMPANG ADI UTOMO
KEPANJEN MALANG

PENDAHULUAN
SALAHGUNA DAN EDAR GELAP NARKOBA YG
MERUPAKAN TINDAK PIDANA / KEJAHATAN
NARKOBA

KEJAHATAN NARKOBA MERUPAKAN KEJAHATAN


INTERNASIONAL, KARENA HAMPIR SEBAGIAN
BESAR NARKOBA DATANG DARI LUAR NEGERI
(KECUALI GANJA)
KEJAHATAN NARKOBA DILAKUKAN OLEH
SINDIKAT INTERNASIONAL, OLEH KARENA ITU
UPAYA PENANGGULANGAN NYA HARUS SECARA
GLOBALISASI DAN COMPREHENSIF DENGAN
MELIBATKAN SELURUH POTENSI YANG ADA
DENGAN MENJALIN KERJASAMA BAIK DI DALAM
NEGERI MAUPUN DENGAN LUAR NEGERI

Jumlah korban yang tewas setiap


harinya akibat mengonsumsi
narkoba mencapai 41 orang atau
setahun sekitar 15.000 orang
(mayoritas remaja) Indonesia tewas
karena penyalahgunaan narkotika
Dalam kata lain, penyalahgunaan
narkotika membawa pada kematian
yang mengenaskan dan sia-sia.

Kerugian Narkoba Th 2012 di


Indonesia Rp15,37 Triliun.
Kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari
komsumsi narkoba di Indonesia sepanjang
2011 mencapai Rp15,37 triliun sumber
Badan Narkotika Nasional (BNN)
Berdasarkan data BBN itu, dari total
kerugian ekonomi akibat penyalahgunaan
narkoba, jenis shabu yang paling tinggi
komsumsinya dengan kerugian Rp5,52
triliun

selain jenis narkoba shabu yang


paling banyak menimbulkan
kerugian ekonomi dari 33 provinsi di
Indonesia, jenis ganja tercatat
menimbulkan kerugian ekonomi
terbesar kedua yakni Rp2,37 triliun,
menyusul putau bubuk Rp2,31 triliun
dan ekstasi Rp1,98 triliun dari 14
jenis narkoba yang terdata pada
BNN.

Sementara daerah yang tertinggi kerugian


ekonominya akibat komsumsi narkoba
adalah Jawa Timur dengan jumlah
kerugian sebanyak Rp 3,85 triliun,
kemudian Jawa Tengah Rp 1,25 triliun dan
DKI Jakarta Rp 1,15 triliun.
Kerugian ekonomi yang ditimbukan dari
komsumsi narkoba itu cenderung
meningkat setiap tahun, sementara
pendanaan pemerintah untuk uapaya
peventif dan rehabilitasi yang tersedia
sangat terbatas,

Terkait dengan hal itu, Pemerintah


mengharapkan peran aktif masyarakat untuk
membantu upaya tersebut, baik melalui
lembaga formal maupun non formal.
Adapun proyeksi kerugian ekonomi akibat
penyalahgunaan narkoba berdasarkan data
BNN adalah 2009 akan mencapai Rp 37 triliun,
2010 Rp 41,24 triliun, 2011 Rp 46 triliun, 2012
Rp 51,29 triliun dan 2013 Rp 57 triliun.

DATA KORBAN NARKOBA DAN MIRAS


YANG MATI SIA-SIA TAHUN 2012 DI
WILAYAH KAB PROBOLINGGO

OVER DOSIS SEBELAS (11) ORANG


KECELAKAAN LALU LINTAS DELAPAN
(8) ORANG
TOTAL SEMBILAN BELAS (19) ORANG
MATI SIA-SIA

Apa itu Narkoba ?


Menurut WHO (1982)
Semua zat padat, cair maupun gas
yang dimasukan kedalam tubuh yang
dapat merubah fungsi dan struktur
tubuh secara fisik maupun psikis
tidak termasuk makanan, air dan
oksigen dimana dibutuhkan untuk
mempertahankan fungsi tubuh
normal

SUATU ZAT YG DPT


MENIMBULKAN PERUBAHAN
PERASAAN &
MEMPENGARUHI SUSUNAN
SYARAF PUSAT

Narkotika
Zat kimia/obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman,
sintetis maupun semi sintetis yang
dapat menimbulkan penurunan
atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan

Yang tergolong narkotika (UU RI


No. 35/2009)
1.Tanaman papaver, opium mentah,
opium masak, opium obat,
morfina, Tanaman koka, daun
koka, kokain mentah, kokaina,
ekgonina,Tanaman ganja, damar
ganja. + Shabu-shabu dan
2. Exctacy
Garam dan turunan dari
morfin dan kokain

3. Bahan alam atau sintetik lain


yang memiliki efek yang sama
dengan kokain dan morfin.
4. Campuran atau seduan yang
mengandung opium, morfin,
kokain, ganja
Golongan Opiat heroin,
morfin

Golongan Koka kokain

Golongan Kanabis ganja, marijuana

Shabu
Ecstasy

PSIKOTROPIKA
Zat atau obat, alamiah maupun
sintetik yang bukan narkotika,
berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan
syaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas
pada aktivitas mental dan
perilaku.

Penggolongan psikotropika
berdasarkan efek psikoaktif.
Depresant
bekerja mengendorkan atau
mengurangi aktivitas syaraf
pusat. Sedatin (Pil BK/Pil
Koplo), Rohypnol, Magadon,
Valium, Mandrax.

Halusinogen
bekerja
menimbulkan rasa
halusinasi atau
khayalan. LSD
(Lysergid Acid
Diethylamide)

Tergolong obat-obatan daftar G dan F


yang diawasi dan diatur secara ketat oleh
dirjen POM terhadap:
PRODUSEN: PABRIK PEMBUAT,
IMPORTIR
PENYALUR: APOTIK, DOKTER PEMBERI
RESEP
PENGGUNA: PASIEN TERAPI
PSIKIS,PUSAT PENELITIAN,
LABORATORIUM
Penyalahgunaan
terhadap narkoba baik
oleh produsen, penyalur maupun
pengguna dapat dikenai sanksi hukum
yang berat.

MENGAPA PEMAKAIAN
NARKOBA PERLU DIATUR DAN
DIBATASI?
Zat psikoaktif
memiliki sifat adiksi dan
dependensi yaitu menimbulkan
kecanduan dan ketergantungan
bagi yang menggunakan.

Efek yang dapat ditimbulkan dari


pemakaian zat psikoaktif:

Keinginan yang tak


tertahankan
terhadap obat
tersebut.
(an overpowering
desire)

Kecenderunga
n untuk
menambah
dosis sesuai
toleransi tubuh

Ketergantunga
n fisik dan
psikis

Penyalahgunaan
NARKOBA
Merupakan penyimpangan perilaku
seseorang yang berkaitan dengan
obat-obatan psikoaktif, akibat pola
peng-gunaan zat/obat yang bersifat
patologik (tidak sehat).

Mengetahui
berbagai jenis
narkoba bukan
berarti harus
merasakan.

ALKOHOL
Miras yang mengandung berbagai
kadar ethanol di dalamnya.

Miras golongan A:
kadar alkohol 1 5 %
Bir

Miras golongan B:
kadar alkohol 5 20 %
Anggur Malaga, AO dll.
Miras golongan C:
kadar alkohol 20 50 %
Brandy, Wisky, Jenever,
Vodca

BEBERAPA PASAL MENGENAI MIRAS


PASAL 492 KUHP
Ayat 1, Barang siapa yang sedang mabuk, baik ditempat umum
merintangi jalan atau mengganggu ketertib, baik mengancam
keamanan orang lain maupun sesuatu perbuatan yang harus
dijalankan dengan hati-hatibenar supaya tidak terjadi bahaya
bagi jiwa atau kesehatan orang laindihukum kurungan selamalamanya enam hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp.375, Ayat 2, Jika pada waktu melakukan pelanggaran itu belum lagi
lewat satu tahun sejak ketetapan putusan hukuman yang dahulu
bagi sitersalah karena pelanggaran serupa itu juga atau lantaran
pelanggaran yang diterangkan dalam pasal 536 maka ia dihukum
kurungan selama-lamanya dua minggu (KUHP. 45, 300, 335, 536)

MINUMAN KERAS ( IMPORT, TRADISIONAL )


SOLVEN ( THINNER, ACETON )
NICOTIN ( ROKOK )
CAFEIN ( KOPI, TEA )

Bahaya
NARKOBA
Penyalahgunaan
NARKOBA
menimbulkan dampak sosial
negatif yang luas, meliputi:

a.Mengakibatk
an
kerusakan/
ketergantung
an fisik /
mental

b.Menimbulkan kerugian
materi

c. Menimbulka
n suasana
dis-harmoni
dan aib
keluarga;

d.Menimbulkan terjadinya bentukbentuk kriminal lainnya;


e.Merusak generasi muda sebagai
penerus dan kader pimpinan
g.bangsa;
Menghambat upaya
mensejahtera-kan masyarakat/
bangsa;
f. Mengganggu stabilitas
keamanan dan ketertiban
h. masyarakat;
Mengancam ketahanan nasional
dan kelestarian kehidupan
bangsa/ negara;
i. Merendahkan derajat manusia
dan hidup kemanusiaan.

TANDA-TANDA PENGGUNA
NARKOBA
Tanda tanda umum:
Fisik
Kurus, pucat, sayu, terkesan
kurang tidur, pupil mengecil
Ada bekas suntikan, irisan, goresan
Berjalan tidak tegak, berlindung dari
sinar.

Penampilan
Acuh tak acuh, jorok, tidak suka
mandi atau ganti pakaian.
Suka begadang, sering minggat
Suka minta atau pinjam uang
Suka menyendiri, berbohong

Faktor utama yang menyebabkan REMAJA berperilaku


menyimpang (menyalahgunakan narkoba), yaitu :
(1) coba-coba/iseng (74,15 %)
10 BESAR PROPINSI
(2) teman sebaya (51,14 %)
RAWAN NARKOBA
PROPINSI
2007 2008
(3) lingkungan (86,67 %)
(4) pola asuh otoriter (70 %)
1. DKI Jaya I
I
(5) pengaruh film dan TV (47,15 %)

Menurut PENDAPAT para remaja sendiri tindakan


utk mencegah terjadinya penyimpangan perilaku :
(1) Keteladan orang tua (59,12%)
(2) Disiplin dalam keluarga (32,44 %)
(3) Pendidikan agama dalam keluarga (47,33%)
(4) Hubungan baik dlm keluarga (28,32%).

2. Jatim
3. Sumut
4. Jabar
5. Riau
6. Jateng
7. Bali
8. Kaltim
9. D.I.Y
10.Kalsel

II
II
III
III
IV
IV
V
VIII
VI
V
VII
VI
VIII VII
IX
X
X
IX

TEKAD DARI KORBAN UNTUK


MELEPASKANNYA

TETAP BERDOA DAN YAKIN AKAN BANTUAN


ILAHI.

PENDAMPING SPIRITUAL.

DETOXIFIKASI (MENGELUARKAN ZAT


NARKOBA DARI TUBUH).

REHABILITASI SOSIAL AGAR TIDAK KAMBUH


/ KETAGIHAN.

RAWAT PASCA DALAM KOMUNITAAS DG


KEGIATAN POSITIF.

SARASEHAN MANTAN PEMAKAI GUNA


SALING MENGUATKAN

A.

REHABILITASI MEDIS
UPAYA PENYEMBUHAN & PEMULIHAN KONDISI
KORBAN SECARA MEDIS BAIK DARI SEGI FISIK
MAUPUN KEJIWAAN

B.

REHABILITASI SOSIAL
UPAYA UNTUK MENYIAPKAN KONDISI MENTAL
KORBAN NARKOBA SETELAH SELESAI
REHABILITASI MEDIS SEBELUM KEMBALI
KELINGKUNGAN MASYARAKAT

PSIKOTROPIKA :
TANPA HAK
1. MEMILIKI, SIMPAN, BAWA PSIKO PID PLG LAMA 5 TH (PSL 62)
2. UNT GOL 1 PID MIN 4 TH PALING LAMA 15 TH (PSL59)
3. BG PENGEDAR PSIKOTROP GOL 1 PLG LAMA 15 TH & DENDA Rp. 150-750
JUTA
4. PRODUKSI EDARKAN PSIKOTROP PID 15 TH DENDA MAX RP. 200 JUTA
5. MENGETAHUI LAHGUN & TDK LAPOR ANCAMAN HUK 1 TH (PSL 65)
6. PENGGUNA / PEMAKAI (TDK DPT BB FISIK) ANCAMAN 3 BLN (PSL 60 (5))

UU RI NO. 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA


Pasal 111
(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam,
memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan
Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas)
tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus
juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan,
menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk
tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu)
kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan
pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima)
tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 112
(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum
memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan
Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12
(dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai,
atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5
(lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur
hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan
paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)

UU RI NO 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN

PASAL 196
Setiap orang yang dengan sengaja
memproduksi atau mengedarkan sediaan
farmasi dan/atau alat kesehatan yang
tidak memenuhi standar dan/atau
persyaratan keamanan, khasiat atau
kemanfaatan, dan mutu sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan
ayat (3) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun
dan denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

PASAL 197
Setiap orang yang dengan sengaja
memproduksi atau mengedarkan
sediaan farmasi dan/atau alat
kesehatan yang tidak memiliki izin edar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
106 ayat (1) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 (lima belas)
tahun dan denda paling banyak
Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus
juta rupiah)

PIL DEXTRO

NARKOBA
adalah musuh
siapa saja,
kapan saja,
dimana saja.

NIKMATNYA SESAAT
SENGSARANYA
DUNIA AHIRAT

KESIMPULAN
PENYALAHGUNAAN
NARKOBA
Adalah penggunaan narkoba
diluar keperluan medis, tanpa
pengawasan dokter, dan
merupakan perbuatan melanggar
hukum.

KETERGANTUNGAN
NARKOBA
Adalah gangguan jiwa yang
diakibatkan oleh adanya kerusakan
pada istem syaraf pusat (otak) si
pengguna sehingga mengakibatkan
perubahan perilaku.

KESEHATAN / KETAHANAN
TUBUH MENURUN

PERUBAHAN FISIK

PERUBAHAN MENTAL

PERUBAHAN SOSIAL
KEWASPADAAN
KEWASPADAAN
MELEMAH
MELEMAH

PERUBAHAN SIKAP
KEYAKINAN
KEYAKINAN
MENGHILANG
MENGHILANG

KETAHANAN INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT


BANGSA DAN NEGARA

HANCUR

LAPORO DOLOR NEK


ONO NARKOBA!

Jangan Nodai
masa
depanmu
dengan
NARKOBA!!!