Anda di halaman 1dari 1

18

V. PEMBAHASAN

Melalui perhitungan neraca massa pada raw mill dapat diketahui bahwa dihasilkan
laju alir keluar yaitu 781,264.57 kg/jam. Dimana aliran keluar tersebut nantinya
akan diteruskan menuju cyclone untuk dilakukan pemisahan antara debu material
dengan gas panas. Hal ini dilakukan untuk menyaring gas yang akan keluar ke
lingkungan agar lebih bersih. Dari data design yang didapat dari PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk. Efisiensi cyclone ialah 95%, sehingga gas yang keluar
dari cyclone adalah 5% dari material yang masuk yakni 39,063.229 kg/jam.
Melalui perhitungan yang dilakukan dalam menganalisa efisiensi electrostatic
precipitator, yaitu dengan mencari laju alir gas masuk dan laju alir gas keluar EP.
Laju alir gas masuk didapatkan dari laju gas keluar cyclone, sedangkan untuk
mengetahui laju gas keluar EP didapatkan dengan mencari hubungan antara dust
load dengan laju alir volumetrik oleh EP fan. Dengan mengetahui laju masuk gas
ke EP dan laju keluar gas dari EP bisa didapatkan debu keluaran (ke bawah) dari
EP.
Efisiensi penyaringan oleh EP bisa dihitung dengan membanding laju gas masuk
dengan laju debu keluaran EP. Dari perhitungan didapatkan nilai efisiensi
penyaringan debu yakni sebesar 69.31%. Nilai efisiensi tersebut dapat dikatakan
masih cukup baik mengingat dust load yang pada gas keluaran EP adalah 75
mg/m3, nilai tersebut masih dibawah ambang batas syarat dari Lembaga
Lingkungan Hidup yaitu 80 mg/m3. Namun, kondisi EP sendiri harus lebih
diperhatikan karena efisiensi penyaringan yang cukup jauh dari desain yakni 99%.
Performa EP yang menurun cukup drastis bisa jadi dikarenakan kondisi peralatan
kelistrikan yang dipakai kurang baik. Sehingga, tegangan yang dibutuhkan alat ini
cukup besar untuk menyaring debu dengan dust load dibawah 80 mg/m3.