Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM

UNIT PEMBELAJARAN 6 BLOK 2

SATWA LIAR

Disusun oleh :
ARIA IKA SEPTANA
07/KH/5863

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS GAJAH MADA
YOGYAKARTA
2007

SATWA LIAR

Harimau Sumatra

(Referensi diperoleh dari


"http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatra")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:
Subspesies:

Animalia
Chordata
Mammalia
Carnivora
Felidae
Panthera
P. tigris
P. t. sumatrae

Ciri-ciri :

Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di


Pulau Sumatra di Indonesia.
Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di
Taman-taman nasional di Sumatra.

Harimau Sumatra merupakan spesies terkecil dari kelompoknya.

Tinggi : 75 cm, panjang : 250 cm, berat : 25 kg.

Tubuh tertutup mantel rambut, loreng-loreng melintang. Harimau


jantan memiliki ciri bersurai di leher.

Suara raungan keras

Hidup soliter

Berburu pada sore hari menjelang malam atau malam hari

Menandai daerah teritorialnya dengan mengencinginya

Perkawinan setahun sekali. Lama bunting 104-106 hari. Jumlah


anak yang dilahirkan antara 3-5 ekor

Memakan mamalia besar seperti : rusa, babi hutan, kerbau dan


lain-lain. Sedangkan di gembiraloka harimau diberi makan daging
sapi, kambing, ayam dan vitamin, pakan diberikan dua kali sehari,
seberat 10% dari berat badannya

Pada kandang diberi tempat yang lebih tinggi yang digunakan


untuk tidur

Macan Tutul

(Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_Tutul")


Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Mammalia
Carnivora
Felidae
Panthera
P. pardus

Ciri-ciri :

Macan Tutul atau dalam nama ilmiahnya Panthera pardus adalah


salah satu dari empat kucing besar.
Hewan ini dikenal juga dengan sebutan harimau dahan.

Macan Tutul berukuran besar, dengan panjang tubuh antara satu


sampai dua meter.

Spesies ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kuning


kecoklatan dengan bintik-bintik atau totol-totol berwarna hitam.

Bintik hitam dikepalanya berukuran lebih kecil. Macan Tutul


betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

Soliter

Nocrurnal

Perkawinan setahunsekali pada bulan mei sampai juni. Lama


bunting 90-105 hari. Jumlah anak yang dilahirkan antar 2-3 ekor.
Anak diasuh induknya dan disapih pada umur satu tahun

Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang


pengerat, ikan, burung, monyet dan binatang-binatang lain yang
terdapat disekitar habitatnya. Di gembiraloka macan diberi makan
daging sapi seberat 10% dari berat badannya

Beberapa subspesies dari Macan Tutul seperti Macan Kumbang


dari Indonesia terancam punah, namun secara umum Macan Tutul
dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List.

Dimasukkan dalam kategori appendix I

Singa (Referensi diperoleh dari

"http://id.wikipedia.org/wiki/Singa")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Mammalia
Carnivora
Felidae
Panthera
P. leo

Ciri-ciri :

Singa (Sansekerta: Siha) atau dalam nama ilmiahnya Panthera


leo adalah seekor hewan dari keluarga felidae atau genus kucing.
Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya
terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas
menjaga daerah kekuasaannya.

Berat Singa kurang lebih antara 150 kg (betina) dan 225kg


(jantan). Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika
dipelihara bisa sampai 20 tahun.

Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa


jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta
jatah dari hasil buruan para betinanya.

Singa mampu memanjat pohon, sedangkan Harimau tidak.

Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar tengkuknya, hal ini


lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama
dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan
selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.

Perkawinan pada bulan oktober-november. Lama bunting 105 hari.


Jumlah anak 2-3 ekor yang diasuh hingga berumur 6 bulan

Makanan mamalia besar seperti jerapah dll. Di gembiraloka singa


diberi makan daging sapi

Dalam CITES singa masuk dalam kategori appendix I

BADAK (Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Badak")


Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:

Animalia
Chordata
Mammalia
Perissodactyla
Rhinocerotidae

Genus

Gray, 1821

Ceratotherium
Dicerorhinus
Diceros
Rhinoceros

Coelodonta (punah)
Elasmotherium (punah)
Ciri-ciri :

Badak (Bahasa Inggris: rhinoceros atau rhino) adalah lima spesies


hewan dari famili Rhinocerotidae, ordo Perissodactyla yang
kesemuanya berasal dari Afrika atau Asia.

Famili ini memiliki karakteristik: berukuran besar, panjang 300-340


cm, tinggi 170-185 cm, dengan berat badan mencapai 2300 kg.

Herbivora; sedangkan di gembiraloka diberi makan berbagai macam


rerumputan, daun-daunan serta bekatul yang dicampur dengan pakan
yang lain

Kulit tebal, 1.5 - 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen. Nampak


berlipat-lipat dan berwarna abu-abu terang

Mamiliki mulut besar, cula ada dua buah yang panjang serta posisinya
sejajar

Agresif

Badak memiliki anak setelah 4 tahun, lama bunting 17-18 bulan

Badak memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi


tidak dapat melihat jauh.

Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun.

Badak masuk dalam kategori appendix I

GAJAH (Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah")


Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Familia:

Animalia
Chordata
Vertebrata
Mammalia
Proboscidea
Elephantidae
Gray, 1821

Genera dan Spesies

Loxodonta
o Loxodonta cyclotis
o Loxodonta africana
Elephas
o Elephas maximus
o Elephas recki
Stegodon

Mammuthus

Ciri-ciri :

Famili Elephantidae (Gajah) adalah famili dari ordo Pachyderm,


dan satu-satunya famili yang tersisa dari ordo Proboscidea.
Gajah adalah mammalia dan merupakan hewan darat terbesar di
dunia. Terdapat 2 spesies gajah di dunia yaitu:
1. Gajah Asia (dulu dikenal dengan nama Gajah India)
2. Gajah Afrika

Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, terlama dibandingkan hewan


darat lainnya.

Berat tubuh gajah dewasa mencapai 5400 kg. Berat anak gajah pada
umumnya 120 kilogram.

Seekor gajah bisa hidup selama 70 tahun.

Gajah juga pernah digunakan dalam peperangan sebagai gajah perang,


yang digunakan untuk menyerang musuh.

Gajah Afrika merupakan hewan darat terbesar di dunia.

Sepanjang 55 juta tahun terdapat 500 spesies gajah yang dikenal dan
hanya dua spesies yang masih ada yaitu Gajah Asia dan Gajah Afrika.
Spesies Gajah Asia dan Gajah Afrika mula berpecah kira-kira dua juta
tahun dahulu.

Gajah Asia berbeda daripada Gajah Afrika. Gajah Asia memiliki telinga
lebih kecil sedikit daripada Gajah Afrika, mempunyai dahi yang rata, dan
dua bonggol di kepalanya merupakan puncak tertinggi gajah,
dibandingkan dengan Gajah Afrika yang mempunyai hanya satu bonggol
di atas kepala. Selain itu, ujung belalai Gajah Asia hanya mempunyai 1
bibir, sementara Gajah Afrika mempunyai 2 bibir di ujung belalai. Kedua
jenis kelamin Gajah Afrika mempunyai gading sementara hanya Gajah
Asia jantan yang mempunyai gading yang jelas kelihatan.

Persebaran gajah asia meliputi india, asia tenggara termasuk indonesia


bagian barat, Sabah (Malaysia Timur) dan beberapa eropa timur.

Sedangkan gajah afrika persebaranya meliputi sebagian besar daratan


afrika yang berupa padang rumput.

Di Indonesia, gajah terdapat di Sumatera (gajah sumatera) dan di


Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (gajah borneo)

Gajah adalah hewan herbivora. Ia menghabiskan 16 jam sehari untuk


mengumpulkan makanan tanaman.

Makanannya terdiri atas sedikitnya 50% rumput, ditambah dengan


dedaunan, ranting, akar, dan sedikit buah, benih dan bunga.

Karena gajah hanya mencerna 40% dari yang dimakannya, mereka harus
mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Gajah dewasa dapat
mengonsumsi 300 hingga 600 pon (140-270 kg) makanan per hari. Enam
puluh persen dari makanan tersebut tertinggal dalam tubuh gajah tidak
tercerna.

Gajah akan menjaga anaknya sampai mampu berdiri.

Betina menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam satu grup


keluarga yang terdiri atas ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan
bibi. Grup ini dipimpin oleh perempuan tertua. Sedangkan jantan dewasa
menghabiskan waktunya dalam kehidupan sendiri (tidak berkelompok).

Gajah merupakan hewan yang dilindungi karena diburu untuk gadingnya.

Di gembiraloka gajah asia diberi makan berbagai macam jenis rerumputan,


buah-buahan, dan bekatul yang dicampur rata.

Di gembiraloka kandng gajah disediakan kolam yang digunakan gajah


untuk mandi dan bermain.

Gajah masuk dalam kategori appendix I

ORANG UTAN
(Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_utan")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Subsuku:

Animalia
Chordata
Mamalia
Primata
Hominidae
Ponginae
Elliot, 1912

Genus:

Pongo
Lacpde, 1799

Spesies

Pongo pygmaeus
Pongo abelii

Ciri-ciri :

Orang utan (atau Orangutan) adalah sejenis kera besar dengan lengan
panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia
dan Malaysia .
Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan
yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak
mempunyai ekor.

Orang utan berukuran 1-1,4 m untuk jantan, yaitu kira-kira 2/3 kali ukuran
seekor gorila. Berat badan antara 80-90 kg. betina lebih keil dari yang
jantan.

Tubuh orang utan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka


mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi.

Orang utan jantan memiliki pelipis yang gemuk.

Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran,


penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.

Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari.

Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip
dengan manusia.

Orang utan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu
di pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan
Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat
sarangnya dari dedaunan.

Orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) merupakan salah satu hewan


endemis yang hanya ada di Sumatera.

Keberadaan hewan mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990


tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dan
masuk dalam kategori appendix I.

Siklus menstruasi 2-9 hari. Masa bunting selama 260-275 hari. Anak yang
dilahirkan beratnya sampai 1,6 kg dan akan disusui sampai umur 3 tahun.

Meskipun orang utan termasuk hewan omnivora, sebagian besar dari


mereka hanya memakan tumbuhan. Makanan kesukaan orang utan adalah
buah-buahan. Makanan lainnya a.l.:

Daun-daunan
Biji-bijian
Kulit kayu
Tunas tanaman (yang lunak)
Bunga-bungaan

Selain itu mereka juga memakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya
(seperti burung dan mamalia kecil).

Di gembiraloka orang utan diberi makan pisang, ubi rambat, nasi+gula,


ketimun dan tomat.

Orang utan termasuk makhluk pemalu. Mereka jarang memperlihatkan


dirinya kepada orang atau makhluk lain yang tak dikenalnya.

Orang utan betina biasanya melahirkan pada usia 7-10 tahun dengan lama
kandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; hampir sama dengan
manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu.
Bayi orang utan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun.

Orang utan dapat bergerak cepat dari pohon ke pohon dengan cara berayun
pada cabang-cabang pohon, atau yang biasa dipanggil brachiating. Mereka
juga dapat berjalan dengan kedua kakinya, namun jarang sekali
ditemukan. Orang utan tidak dapat berenang.

Beberapa fakta menarik :

Orang utan dapat memegang benda dengan tangan atau kakinya.


Orang utan jantan terbesar memiliki rentangan lengan (panjang dari
satu ujung tangan ke ujung tangan yang lain apabila kedua tangan
direntangkan) mencapai 2.3 m.
Orang utan jantan dapat membuat panggilan jarak jauh yang dapat
didengar dalam radius 1 km. Digunakan untuk menandai/mengawasi
arealnya, memanggil sang betina, mencegah orang utan jantan lainnya
yang mengganggu. Mereka mempunyai kantung tenggorokan yang
besar yang membuat mereka mampu melakukannya.
Setiap petang, mereka membuat sarang di atas pohon.

ZEBRA (Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Zebra")

Ciri-ciri :

Zebra adalah binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang


hitam dan putih.
Penyebaran habitat di Afrika Selatan, Afrika Barat dan Afrika Timur.

Ada tiga jenis zebra yaitu : zebra gunung, zebra dataran dan zebra primitif.

Nama ilmiah: Equus zebra untuk zebra gunung; Equus quagga untuk
zebra dataran dan Equus grevyi untuk zebra primitif.

Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan zebra


terhadap predator.Belang zebra dapat membingungkan predator.Zebra
memiliki "warna disruptif" seperti beberapa katak pohon dan ular belang.

Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan,menyamarkan


bentuk asli zebra.Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan
lagi.

Berbeda dengan kuda polos biasa. Para ilmuwan berpendapat bahwa


belang pada zebra terjadi karena evolusi, baik variasi maupun seleksi
alam.

Ukuran tubuh besar. Panjang 200-220 cm, tinggi 110-150 cm, panjang
ekor 49 cm, dengan berat badan 243-357 kg

Suka hidup didekat sumber air.

Solider

Dapat berlari dengan sangat cepat untuk menghindari predator

Lama bunting sekitar 1 tahun. Anak berjumlah satu ekor dan diasuh
sampai mandiri.

Zebra mampu hidup di alam sampai umur 25-30 tahun

Zebra memakan rumput dan daun-daunan. Di gembiraloka zebra diberi


makan rumput, bekatul, dan ketela.

Zebra termasuk hewan yang dilindungi dan masuk dalam kategori


appendix II

Rusa Bawean
(Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Rusa_Bawean")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Familia:
Subsuku:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Mammalia
Artiodactyla
Ruminantia
Cervidae
Cervinae
Axis
A. kuhlii

Ciri-ciri :

Rusa Bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya
ditemukan di Pulau Bawean.
Spesies ini diklasifikasikan sebagai "terancam punah" oleh IUCN.

Tinggi Rusa Bawean jantan dilaporkan sekitar 60-70 cm. Berat


badan 35 kg

Tubuh tertutup oleh mantel rambut berwarna coklat tua, ekor


nampak panjang dan berambut kasar

Juantan memiliki ronggah bercabang tiga

Kaki belakang lebih tinggi dari kaki depan

Lincah dan kuat

Solider. Menandai daerah kekuasaan dengan menggoreskan


ronggah pada pohon

Musim kawin pada bulan mei-juni. Lama bunting 7-7,5 bulan.


Anak yang dilahirkan akan diasuh induknya sampai berumur beberapa
bulan

Makanan rusa adalah berbagai daun, bunga dan biji. Di


gembiraloka rusa diberi makan rumput.

Rusa dimasukkan dalam kategori appendix I

BABIRUSA (Referensi diperoleh dari


"http://id.wikipedia.org/wiki/Babirusa")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Mammalia
Artiodactyla
Suidae
Babyrousa
B. babyrussa

Ciri-ciri :

Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau


Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku.
Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis.

Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga,


jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari
untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.

Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter.

Tingginya hanya 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90


kilogram.

Biasanya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling


kuat sebagai pemimpinnya.

Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu.

Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri


rotan.

Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan.
Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu
akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri

di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu


kali.

Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan
hingga usia 24 tahun.

Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja


dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan.

Omnivore. Di gembiraloka babi rusa diberi makan ketela rambat, sayursayuran, dan bekatul

Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga
termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka
diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.

Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan
dilindungi oleh IUCN dan CITES. Dam masuk dalm kategori appendix I

KAKATUA-KECIL JAMBUL-KUNING
(Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kakatua-kecil_Jambulkuning")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Aves
Psittaciformes
Cacatuidae
Cacatua
C. sulphurea

Ciri-ciri :

Kakatua-kecil Jambul-kuning atau dalam nama ilmiahnya Cacatua


sulphurea adalah burung berukuran sedang,
Panjang sekitar 35cm, dari marga cacatua.

Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih.

Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan.


Kakatua-kecil Jambul-kuning berparuh hitam, kulit di sekitar matanya
berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu.

Bulu-bulu terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Burung betina


serupa dengan burung jantan.

Daerah sebaran Kakatua-kecil Jambul-kuning adalah di kepulauan Sunda


Kecil, Sulawesi, Bali, Timor Barat dan Timor Timur, dimana terdapat
hutan-hutan primer dan sekunder.

Pakan burung Kakatua-kecil Jambul-kuning terdiri dari biji-bijian, kacang


dan aneka buah-buahan. Di gembiraloka kakatua ini diberi makan jagung
muda dan kacang goreng.

Burung betina menetaskan antara dua sampai tiga telur dalam sarangnya di
lubang pohon.

Hidup berpasangan.

Kebiasaan berpegang pada dahan atau cabang pohon

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus
berlanjut untuk perdagangan, serta daerah dan populasi dimana burung ini
ditemukan sangat terbatas, Kakatua-kecil Jambul-kuning dievaluasikan
sebagai kritis di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam
CITES Appendix I. Kalau keterangan dari gembiraloka masuk appendix II

Jalak Bali (Referensi diperoleh dari


"http://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_Bali")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:

Animalia
Chordata
Aves
Passeriformes
Sturnidae
Leucopsar
Stresemann, 1912

Spesies:

L. rothschildi

Ciri-ciri :

Jalak Bali atau dalam nama ilmiahnya Leucopsar rothschildi adalah


sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang
25cm, dari suku Sturnidae.
Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih
di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna
hitam.

Makanan biji-bijian dan serangga. Di gembiraloka jalak diberi makan


pisang dan pellet burung

Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah
dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat


pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali,
dimana pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali.
Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Dikarenakan penampilannya yang indah dan elok, Jalak Bali merupakan


salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara
burung.

Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah dimana burung ini
ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi Jalak Bali cepat
menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal
ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia
menjalankan program penangkaran Jalak Bali.

Jalak Bali dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta
didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Kasuari Gelambir-ganda
(Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kasuari_Gelambirganda")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:
Spesies:

Animalia
Chordata
Aves
Struthioniformes
Casuariidae
Casuarius
C. casuarius

Ciri-ciri:

Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius


casuarius adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung
dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170 cm, dan
memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku.
Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna
merah pada lehernya. Panjang gelambir 12 cm.

Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan.

Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih
besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah
jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat
berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam.

Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung


Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang. Tetapi pandai berenang

Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di


Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. Spesies ini
merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di
benua Australia.

Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan


yang terjatuh di dasar hutan. Di gembiraloka diberi makan pisang pepaya,
ketela rambat dan kangkung

Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu


musim berbiak.

Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan.

Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan


spesies ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai rentan di dalam
IUCN Red List. Masuk dalm kategori appendix II

Binturung (Referensi Diperoleh dari


"http://id.wikipedia.org/wiki/Binturung")
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Subsuku:
Genus:

Animalia
Chordata
Mammalia
Carnivora
Viverridae
Paradoxurinae
Arctictis
Temminck, 1824

Spesies:

A. binturong

Ciri-ciri :

Binturung (Arctictis binturong) adalah sejenis musang bertubuh besar,


anggota suku Viverridae.
Barangkali karena karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip
beruang yang berekor panjang, sementara juga berkumis lebat dan panjang
seperti kucing (bear: beruang; cat: kucing).

Musang yang berekor besar panjang dan bertubuh besar.

Panjang kepala dan tubuh antara 60 95 cm, ditambah ekornya antara 50


90 cm. Beratnya sekitar 6 14 kg, bahkan sampai 20 kg.

Berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan,


dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masingmasing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang.

Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal,


sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan
pada dahan (prehensile tail), sebagai kaki kelima.

Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ


khas yang langka ditemui.

Nocturnal

Meski termasuk bangsa Carnivora, yang artinya pemakan daging atau


pemangsa, makanan binturung terutama adalah buah-buahan masak di
hutan

Hewan ini juga memakan pucuk dan daun-daun tumbuhan, telur, dan
hewan-hewan kecil semisal burung dan hewan pengerat. Di gembiraloka
hewan ini diberi makan buah-buahan dan daging.

Pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binturung biasanya


bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon.

Binturung mengeluarkan semacam bau, seperti umumnya musang, dari


kelenjar di bawah pangkal ekornya.

Hewan betina melahirkan 2-6 anak, setelah mengandung selama kurang


lebih 91 hari.

Hewan ini menyebar luas mulai dari dataran tinggi Sikkim hingga ke
Tiongkok selatan, Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatra,
Jawa, Kalimantan dan Palawan.

Masuk dalam kategori appendix III

BERUANG MADU (Helarctos malayanos)


Ciri-ciri :

Beruang madu adalah beruang yang ukurannya paling kecil di dunia.


Kekurangan karena ukurannya ini digantikan oleh kebiasannya menyerang
mendadak tanpa peringatan sebelumya. Sifat ini membuatnya sangat
ditakuti oleh masyarakat setempat, bahkan lebih ditakuti dibandingkan
dengan harimau.
Sesungguhnya bahaya utama dari beruang madu ini lebih karena beruang
ini lebih mudah terkejut ketika mengembara di tengah hutan. Dan beruang
yang terkejut, meskipun kecil, bisa menjadi beruang yang berbahaya.

Beruang madu sangat trampil memanjat pohon (walupun lebih pandai


memanjat untuk naik daripada untuk turun dari pohon), sehingga kadangkadang lebih suka menjatuhkan diri dari pohon daripada menuruninya.
Di tempat-tempat yang lebih rendah di taman nasional, beruang ini
kadang-kadang membuat sarang, yang agak mirip tetapi lebih kecil dan
kurang rapi dibandingkan sarang orangutan, yang digunakan untuk tidur
dan untuk beristirahat.
Kuku tangan yang melengkung spektakuler digunakan oleh beruang untuk
menggali rayap, semut dan sarang lebah dan beruang yang sedang mencari
madu akan segera menghancurkan kayu yang masih hidup dan segar dan
bahkan berusaha untuk menggaruk pohon yang kayunya keras. Bekas
garukan kuku beruang sering terlihat di batang-batang pohon Koompasia
yang sering dipanjat oleh beruang untuk mencari sarang madu.
Masa hidup mencapai 20 tahun
Panjang tubuh 100-140 cm, panjang tungkai 18-21 cm, panjang ekor 3-7
cm, serta berat badan 50-65 kg.
Lama bunting 96 hari. Anak yang dilahirkan berjumlah 2 ekor. Anak-anak
disusui selama 18 bulan
Makanan buah-buahan, daging, telur, serangga, dll. Di gembiraloka
beruang diberi makan pepaya, nasi, dan daging.
Masuk dalam kategori appendix I

Kukang (Referensi diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kukang")


Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Familia:
Genus:

Animalia
Chordata
Mammalia
Primata
Lorisidae
Nycticebus
Boddaert, 1785

Spesies:

N. coucang

Ciri-ciri :

Kukangkadang-kadang disebut pula malu-maluadalah jenis primata


yang bergerak lambat.
Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga
kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari
belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata.

Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.

Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan


Kalimantan. Satwa ini menjadi incaran untuk dijadikan hewan peliharaan.

Undang-undang Indonesia melindungi satwa ini berdasarkan UU RI No.5


Tahun 1990. Status CITES: Appendix II/Tahun 2001, status IUCN: Rentan
(Vulnerable)/Tahun 2002.

Siamang
(Referensi diperolehi daripada "http://ms.wikipedia.org/wiki/Siamang")
Alam:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Order:
Famili:
Genus:
Spesies:

Haiwan
Kordata
Vertebrata
Mamalia
Primat
Hominidae
Hylobates
H. syndactalus

Ciri-ciri :

Siamang merupakan sejenis haiwan terlindung yang tergolong dalam


keluarga beruk. Nama sainsnya Hylobates syndactalus.
Bulu Siamang berwarna hitam atau perang kemerah-merahan.

Mereka hidup berkumpulan antara enam hingga tujuh ekor.

Siamang jantan lebih besar berbanding dengan siamang betina, dan


bersikap agresif apabila diganggu. Sewaktu terdapat bahaya, siamang
betina akan mengeluarkan suara yang nyaring dan diikuti oleh siamang
jantan selama tiga hingga lima belas minit.

Siamang mahir bergayut tetapi pergerakannya terhad di atas tanah.

Siamang betina berjalan tegak dengan sebelah kaki depannya diangkat


serta diletakkan di belakang kepalanya manakala siamang jantan berjalan
dengan sokongan sepasang kaki depan.

Siamang mampu melahirkan seekor anak setahun jika tiada gangguan


persekitarannya, akan tetapi sekiranya terdapat gangguan habitat seperti
penebangan hutan, kelahiran hanya berlaku tiga tahun sekali. Siamang
jantan akan menjaga anak sebaik sahaja bercerai susu.

Siamang bangun sejurus sebelum matahari terbit dan mula tidur sejurus
selepas matahari terbenam. Ia menghabiskan tujuh puluh peratus masanya
untuk mencari makanan.

Makanan paginya ialah buah-buahan yang ranum dan selepas itu, ia hanya
makan pucuk-pucuk kayu.

Siamang takut akan air. Biasanya ia akan mencelupkan kaki depannya ke


dalam air, dan menghisap air pada bulu kakinya itu sebagai minuman. Ia
juga akan mendapatkan air minuman dari dalam tunggul pokok.

DAFTAR PUSTAKA
1. http//: id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatra
2. http//: id.wikipedia.org/wiki/Macan_Tutul
3. http//: id.wikipedia.org/wiki/Singa
4. http//: id.wikipedia.org/wiki/Badak
5. http//: id.wikipedia.org/wiki/Beruang_madu
6. http//: id.wikipedia.org/wiki/Gajah
7. http//: id.wikipedia.org/wiki/Orang_Utan
8. http//: id.wikipedia.org/wiki/Zebra
9. http//: id.wikipedia.org/wiki/Rusa_Bawean
10. http//: id.wikipedia.org/wiki/Babirusa
11. http//: id.wikipedia.org/wiki/ Kakatua-kecil_Jambul-kuning
12. http//: id.wikipedia.org/wiki/jalak_bali
13. http//: id.wikipedia.org/wiki/Kukang
14. http//: id.wikipedia.org/wiki/Kasuari_gelambir_ganda
15. http//: id.wikipedia.org/wiki/Binturung
16. http//: id.wikipedia.org/wiki/Siamang
17. Suharyadi dkk, 2004. Panduan Satwa KRKB Gembira Loka. Lendis Cipta
Media, Yogyakarta.