Anda di halaman 1dari 7

NAMA

: NOVIA SULISTYO PUTRIYANTI

KELAS

: AE

NIM : 131120000937

PEMBAGIAN L/R PERSEKUTUAN


Para angota persekutuan dapat membuat persetujuan pembagian laba (rugi) yang
dianggap sesuai dengan kontribusi masing-masing anggota di dalam persekutuan.
Terdapat berbagai cara yang dapat dipakai sebagai dasar pembagian laba (rugi) di dalam
persekutuan. Dasar pembagian laba (rugi) yang dipilih harus dinyatakan di dalam
perjanjian persekutuan. Adapun berbagai cara pembagian laba (rugi) yang akan
dikemukakan disini adalah:
1.Dibagi sama.
2.Dengan perbandingan atas dasar perjanjian.
3.Dengan perbandingan penyertaan modal.
4.Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota, selebihnya
dibagi atas dasar perjanjian.
5. Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang
aktif bekerja, sisanya dibagi atas dasar perjanjian.
6. Mula-mula diterapkan bunga untuk modal dari anggota, kemudian gaji
sebagai pemilik dan bonus untuk anggota-anggota yang dianggap berjasa dan sisanya
dibagi atas dasar perjanjian bersama.
Contoh :
Tuan F, G dan H telah mendirikan sebuah persekutuan dan pada tahun 1980
mendapatkan keuntungan sebesar Rp 150.000,00. Pada akhir tahun1980, diketahui
posisi rekening pribadi (prive/personal/current account) dan rekening modal masingmasing anggota adalah sebagai berikut :

1. Apabila disetujui laba (rugi) yang diperoleh dibagi sama :


Rugi & Laba
Rp 150.000,00
Pribadi, F

Rp 50.000,00

Pribadi, G

Rp 50.000,00

Pribadi, H

Rp 50.000,00

2. Apabila pembagian laba/rugi dengan perbandingan Tuan


(F : G : H = 3 : 5 :7 )
Rugi & Laba
Rp 150.000,00
Pribadi, F

Rp 30.000,00

Pribadi, G

Rp 50.000,00

Pribadi, H

Rp 70.000,00

Perhitungan:
Bagian laba Tuan F = 3/15 x 150.000

= Rp 30.000,00

Bagian laba Tuan G = 5/15 x 150.00

= Rp 50.000,00

Bagian laba Tuan H = 7/15 x 150.000

= Rp 70.000,00

Total

Rp 150.000,00

3. Apabila pembagian laba (rugi) sesuai perbandingan penyertaan


modal dari masing-masing anggota
Dalam hal ini ada 3 kemungkinan yang bias ditempuh, yaitu :

Sesuai dengan perbandingan modal awal.


Rugi & Laba
Rp 150.000,00
Pribadi, F

Rp 37.500,00

Pribadi, G

Rp 50.000,00

Pribadi, H

Rp 62.500,00

4. Sesuai dengan perbandingan modal akhir.


Rugi & Laba
Rp 150.000,00
Pribadi, F

Rp 40.000,00

Pribadi, G

Rp 50.000,00

Pribadi, H

Rp 60.000,00

Sesuai dengan perbandingan modal rata-rata tahunan


Rugi & Laba

Rp 150.000,00

Pribadi, F

Rp 33.750,00

Pribadi, G

Rp 41.250,00

Pribadi, H

Rp 75.000,00

Di dalam persekutuan, masalah yang dihadapi dalam koreksi laba (rugi) ialah
pengaruhnya terhadap hak pemilikan dan bagian atas laba (rugi) kepada masing-masing pribadi
anggota (pemilik). Hal ini menyangkut masalah koreksi dan penyesuaian terhadap alokasi laba
(rugi) kepada msing-masing anggota pemilik.
Pada umumnya tiga alternatif berikut ini dapat dipakai untuk menyelesaikan
penyesuaian alokasi atas laba (rugi) tahun-thaun yang lalu :
1. Jumlah koreksi laba (rugi) yang relatif kecil, cukup ditutup atau dibebebankan kepada laba
(rugi) tahun yang berjalan, asal tidak mempengaruhi secara material terhadap hak-hak
pemilikan (saldo modal) dari masing-masing anggota pemilik.
2. Apabila jumlah koreksi cukup besar,dan sulit diidentifikasikan,dapat dibebankan kepada laba
(rugi) tahun yang berjalan atau dialokasikan sebagian kepada laba (rugi) tahun-tahun yang lalu
sesuai dengan kehendak para anggota pemilik.
3. Apabila koreksi laba (rugi) cukup besar,dan dapat diidentifikasikan.Misalnya ada kesalahan
perhitungan beban penyusutan aktiva tetap, maka perhitungan dan alokasi kembali laba (rugi)
kepada masing-masing pemilik harus dilakukan.