Anda di halaman 1dari 18

POTENSI EKSTRAKSI LANTHANUM

(LA) DI INDONESIA
Oleh:
Erwin (0806315950)
Muhamad Iqbal Rusyadi (0906633464)
Adam Arthanugraha (0906633174)
Kholid Fakhriy (0906633395)
Ahmad Zulfikri Taning (0906633180)

SIFAT-SIFAT

Warna putih silver,


lunak, dan cukup
mudah diiris dengan
pisau biasa
Pertama di golongan
Lanthanida
Menimbulkan bercak
hitam jika dalam udara
Mudah terbakar (ex :
La2O3)

MINERAL LANTHANUM

Lanthanum ditemukan terdapat dalam


beberapa mineral seperti:
monazite,
bastnasite,
gadolinitem fergusomite,
samarskite,
xenotime,
yttrocite,
cerite, dan
allanite atau orthite, namun mineral paling
umum yang diketahui mengandung kadar
Lanthanum paling tinggi adalah monazite.
(Indonesia, Batam, sebagai produk
sampingan dari penambangan timah).

MONAZITE

Sifat fisik dari oksida Lanthalum sendiri


adalah berwujud serbuk putih amorfus, dan
tidak larut dalam air.

TAHAPAN EKSTRAKSI LANTHANUM


DARI MONAZITE

PENGHANCURAN DAN
PELARUTAN DENGAN NAOH

Bijih monazite ukuran #325 dimasukkan ke


dalam NaOH panas
Setelah itu dilakukan leaching dengan
pengocokan perlahan sampai 140o C
Kemudian diencerkan sehingga membentuk
hot slurry.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

PELARUTAN DENGAN HCL

Padatan logam yang telah dikeringkan tadi


kemudian diencerkan dengan HCl 79%, kemudian
diencerkan dengan air panas.
Sehingga gangue mineral yang tak larut masih ada
dalam bentuk padatan.
Reaksi pelarutan yang terjadi adalah sebagai
berikut :

PENGENDAPAN SELEKTIF

Filtrat diendapkan dengan NH4OH.

Mineral hidroksida lain yang ada diendapkan


pada pH 5,8.
Logam Rare Earth diendapkan pada pH 11, lalu
dikeringkan di oven pada suhu 100oC.

PELARUTAN DENGAN NITRIC ACID

Rare Earth yang telah diendapkan tadi


dilarutkan lagi dengan Nitric Acid.
Larutan kemudian dioksidasi dengan KMnO4
dan diendapkan kembali pada pH 3,8.
Diperoleh endapan Cerium Karbonat, salah
satu campuran dalam Rare Earth yang paling
sulit dipisahkan dengan Lanthanum.
Filtrat yang masih ada kemudian diendapkan
dengan asam oksalat, kemudian dikalsinasi
pada suhu 1000oC.
Sehingga diperoleh oksida dari rare earth
yang bebas dari Cerium.

PENGENDAPAN SELEKTIF RARE


EARTH

Logam Rare Earth memiliki ciri fisik dan


kimia yang serupa, sehingga pemisahan
satu sama lain amat sulit.
Satu satunya cara yang bisa dilakukan
saat ini adalah dengan menggunakan
pengendapan selektif.
Endapan Rare Earth yang telah bebas
Cerium dilarutkan lagi dengan nitric acid
terlebih dahulu.

Logam rare earth sedang


dan logam rare earth
berat mengendap dari pH
6,3 sampai pH 6,92.
Lanthanum mulai
mengendap pada pH
7,82.
Maka untuk memperoleh
Lanthanum, logam rare
earth sedang dan berat
yang ada harus
dipisahkan dahulu
dengan pengendapan
selektif

PEMISAHAN MEDIUM RE DAN HEAVY RE

Larutan Rare Earth dengan nitric acid tersebut


ditambahkan dengan NH4OH sampai pH 7 sehingga
Medium RE dan Heavy RE mengendap.
Filtrat yang masih ada merupakan logam Rare
Earth lain yang tersisa termasuk Lanthanum.

PEMISAHAN NEODYMIUM DAN


PRASEODYMIUM

Setelah memisahkan heavy dan


medium RE, filtrat diendapkan lagi
dengan mengatur pH pada sekitar
7,3 sampai 7,4.
Residu endapan yang terbentuk
adalah Neodymium dan
Praseodymium.

PENGENDAPAN LANTHANUM

Filtrat dari proses sebelumnya diendapkan lebih


lanjut dengan NH4OH pada pH 7,9.

Diperoleh endapan Lanthanum Oksida.


Filtrat yang masih ada diendapkan lagi pada pH
9.6 untuk mengendapkan Lanthanum yang
mungkin masih tersisa.
Endapan yang dihasilkan tersebut kemudian
dicampurkan, dan dilarutkan kembali dengan
nitric acid.
Setelah itu dilakukan langkah pengendapan yang
sama sebanyak 3 kali untuk endapan Lanthanum
dengan kemurnian tinggi.

Endapan Lanthanum yang diperoleh berupa


Lanthanum Hidroksida.
Dilarutkan kembali dengan asam nitric.
Diendapkan dengan asam oksalat.
Endapan Lanthanum Oksalat yang terbentuk
kemudian dikalsinasi pada suhu 1000oC.
Sehingga diperoleh Lanthanum Oksida dengan
kemurnian 96%.

EKSTRAKSI LANTHANUM

Ekstraksi Lanthanum dari Monazite banyak


melibatkan proses kimia dan relatif sulit
sehingga untuk saat ini baru dapat dilakukan
dalam skala yang tidak terlalu besar.
Dalam prakteknya di lapangan, oksida dari
Lanthanum yaitu La2O3 memiliki kegunaan
yang lebih luas daripada logam Lanthanum
murni.

Di Indonesia Lanthanum diekstraksi dari bijih


monazite yang terdapat di Batam sebagai byproduct dari penambangan timah.
Saat ini monazite tersebut belum diolah dan
hanya ditempatkan pada tempat khusus untuk
melindungi penyebaran radiasi.
Produksi monazite di Bangka sendiri
diperkirakan sebanyak 7.290 8.505 ton per
tahun.
Kebutuhan dunia akan logam Rare Earth
termasuk Lanthanum saat ini cenderung
meningkat, sehingga deposit monazite yang ada
di Indonesia dapat menjadi salah satu produk
tambang unggulan Indonesia.

Aplikasi

Baterai NiMH

Auto Catalysis

Fluid Cracking Catalysis

Unsur LTJ

La, Ce, Pr,


Nd

Ce, La, Nd

La, Ce, Pr,


Nd

Permintaan LTJ
2005

Pertumbuhan pemakaian Logam Tanah Jarang

Baterai Mobil Hybrid.


7,200 ton
Baterai Rechargeable.

5,830 ton

15,400 ton

Gasoline and hybrids, Diesel fuel additive, Untuk


peningkatan standar, emisi otomotif global.
Produksi minyak, Peningkatan kegunaan minyak
mentah.

Eu, Y, Tb,
La,
Phosphors

4,007 tons
Dy, Ce, Pr,

LCD TV dan monitor, Plasma TV, Energy efficient


compact, fluorescent lights.

Gd

Polishing Powders

Glass additives

Ce, La, Pr,


mixed
Ce, La, Nd,
Er, Gd, Yb

15,150 ton

13,590 ton

LCD TV dan monitor, Plasma TV, dan display.


Silicon wafers and chips.
Kaca optic untuk kamera digital.
Bahan fiber optic.