Anda di halaman 1dari 19

1/16

INTAN & GRAFIT


Created by: Nesya El Hikmah, Syahrul Ramadhani, Defia Indah Permatasari,
Asnawati, Abdi Wahyudi dan Frandi Jupebri

2/16

Senyawa Alotropi
Yaitu senyawa yang terbentuk hanya dari satu jenis
unsur namun dengan bentuk (struktur) yang berbeda.
Perbedaan struktur yang terjadi menyebabkan sifat
yang dimiliki setiap alotrop berbeda-beda.
Beberapa alotropi dari atom karbon yang sejauh ini
diketahui adalah grafit, intan, fullerene dan karbon
amorf.
Karbon merupakan unsur dengan nomor atom 6 dan
berat atom sebesar 12,0107 g/mol.
Salah satu sifat atom karbon yang menarik dan
istimewa adalah katenasi yaitu kemampuan
melakukan ikatan dengan atom sesamanya.

3/16

Intan & Grafit


Intan merupakan bentuk kristalin dari alotrop karbon
yang transparan secara optik. Intan merupakan
material paling keras dari semua material yang telah
ditemukan.
Struktur intan terdiri dari dua kisi kubus dengan setiap
atom karbon terikat kovalen membentuk tetrahedral.
Grafit merupakan bentuk kristalin karbon berbentuk
serbuk dan berwarna hitam. Grafit alam terdapat
dalam bentuk endapan dengan kemurnian, ukuran
kristal dan kesempurnaan yang beragam.
Dalam struktur grafit, setiap atom hanya dikelilingi oleh
tiga atom dan membentuk struktur heksagonal.

4/16

Intan & Grafit . . .

5/16

Sifat Fisik Intan


Rapat massa

3,513 g.cm-3

Panas fusi

120 kJ.mol-1

Kapasitas panas (25 C)

6,1155 J.mol-1.K-1

Konduktivitas termal (300 K)

900 - 2320 W.m-1.K-1

Diffusivitas termal (300 K)

503 1300 mm2/s

Tingkat kekerasan (Mohs)

10,0

Isolator listrik
Konduktor panas yang baik

6/16

Sifat Fisik Grafit


Rapat massa

2,267 g.cm-3

Panas fusi

100 kJ.mol-1

Kapasitas panas (25 C)

8,517 J.mol-1.K-1

Konduktivitas termal (300 K)

119 165 W.m-1.K-1

Tingkat kekerasan (Mohs)

12

Konduktor listrik yang baik


Konduktor panas kurang baik

7/16

Komparasi Intan - Grafit


Karakteristik

Intan

Grafit

Warna

Jernih

Hitam

Dalam pelarut
organik

Tidak larut

Tidak larut

Titik leleh

> 3550 C

3652 3697 C

Struktur

Jaringan
tetrahedron
C C ~ 1,54

Lapisan
heksagonal
C- C ~ 3,35
Jarak antar lapis
C- C ~ 1,42

Hibridisasi atom C

sp3

sp2

Konduktor panas

Konduktor listrik

8/16

Pembentukan Grafit

Metamorfogenik: Tumbuhan mati menjadi endapan (peat).


Kedalaman lapisan bumi serta peningkatan tekanan dan suhu,
peat bertransformasi menjadi batuan sedimen organik (lignite).
Dari lignite menjadi coal. Di kedalaman 7 8 km dari kerak bumi
suhu mencapai 200 500 C dan tekanan sekitar 0,4 0,5 Gpa
mengubah coal anthracite menjadi grafit.

9/16

Pembentukan Grafit . . .
Sumber lain mengatakan bahwa grafit dapat berasal
dari intan. Intan yang tidak segera dikeluarkan dari
magma akan terus panas dan bertransformasi
menjadi grafit (kontak magmatik).
Ada juga yang mengatakan bahwa grafit dapat
terbentuk dari batuan beku dan metamorf.
Menurut Kuzvart (1984), grafit terjadi melalui proses
magnetik awal, kontak magmatik, hidrotermal,
metamorfogenik dan residual.

10/16

Pembentukan Intan
Pada kedalaman bumi 100200 km,
magma bersuhu 9001300 C bertekanan 4560 kilobar adalah kondisi
tepat mengubah grafit atau mineral
karbon murni lainnya menjadi intan.
Erupsi magma yang sangat kuat
membawa batuan vulkanik (kimberlite
atau lamporite) yang mengandung
intan ke permukaan bumi dengan
kecepatan erupsi 10 30
km/jam
(Eggler, 1989). Jalannya erupsi magma
membentuk pipa vulkanik dan inilah
yang merupakan lokasi sumber intan
pertama.

11/16

Penambangan Grafit
Open pit mining dilakukan
jika deposit grafit berada
dekat permukaan bumi,
yaitu
mengebor
atau
meledakkan tanah dan
batu
yang
menutupi.
Deposit grafit kemudian
diambil dan discreening
manual.
Cara lain, yaitu menggilas
deposit
grafit
sampai
hancur lalu diapungkan.
Grafit
yang
terapung
kemudian diambil.

12/16

Penambangan Grafit . . .
Underground mining: jika
deposite grafit berada jauh
di dalam tanah. Diambil
dengan cara mengebor
atau menggali tanah, baik
vertikal maupun horizontal
berbentuk terowongan.
Metode ini perlu peralatan
berat untuk memasukkan
dan mengeluarkan tenaga
kerja beserta grafit yang
ditemukan.

13/16

Penambangan Intan
Penambangan dilakukan
dengan cara digali baik
manual / menggunakan
mekanisme berupa mesin
penyedot tanah galian
sehingga meninggalkan
lubang besar dan dalam.

14/16

Intan Sintetis
HPHT (High Pressure High Temperature)
Pertama kali dilakukan oleh James B. Hannay pada 1879
dan Ferdinand F. H. Moissan pada 1893 dengan cara
memanaskan grafit dan besi dalam wadah peleburan
pada suhu > 3.500 C di tungku pembakaran. Hannay
memasaknya dengan api sedangkan Moissan dengan
pancaran listrik. Lalu besi yang meleleh didinginkan
dengan
cepat
oleh
air.
Reaksi
pendinginan
menghasilkan
tekanan
yang
tinggi
sehingga
menghasilkan keadaan yang dibutuhkan oleh grafit
untuk berubah menjadi intan.

15/16

Intan Sintetis . . .
CVD (Chemical Vapor Deposition)
Penelitian dilakukan di Uni Soviet dan USA (1950-an) yaitu
dengan pirolisis gas hidrokarbon pada suhu dan tekanan
relatif rendah (800 C dan 27 kPa).
Metode ini memberi keunggulan yang lebih daripada
HPHT, tetapi masih populer dikalangan laboratorium saja.

16/16

PERTANYAAN
Siti Mahraja (F1C114017)
Apa saja dampak lingkungan yang terjadi pada proses
penambangan grafit?
Jawaban:
Dampak lingkungan: Limbah, pasir sisa, debu, kebisingan
mine/acid drainase, pencemaran air sungai dan
gangguan permukaan.

Solusi: Reklamasi lahan pertambangan.

PERTANYAAN . . .
Lili Kadariah (F1C114021)
Bagaimana proses pembentukan intan secara erupsi?

Jawaban:
Erupsi yang dimaksud bukan proses pembentukan intan,
tetapi erupsi magma tersebut menyembur ke permukaan
hanya membawa batuan (lamporite dan kimberlite)
yang mengandung intan. Dari jalur magma itulah yang
kemudian dijadikan tempat penambangan intan.

PERTANYAAN . . .
Nova Febrianti (F1C114003)
Intan dan grafit tersusun atas atom C. Apakah keduanya
sama? Bagaimana sifat dan kegunaan dari keduanya?
Jawaban:
Keduanya memang tersusun dari atom karbon, namun
ikatan yang terbentuk pada intan dan grafit berbeda
sehingga sifat yang dimiliki juga berbeda satu sama lain.

Sifat intan adalah keras dan konduktor panas yang baik,


sedangkan grafit rapuh dan konduktor panas kurang
baik, namun mampu menghantarkan listrik dengan baik
karena terdapat satu atom karbon yang tidak berikatan.
Intan pada umumnya digunakan sebagai perhiasan,
sedangkan grafit digunakan untuk alat tulis (pensil).