Anda di halaman 1dari 8

Phantom

5
Phantom dalam mata kuliah obstetri sering diadaptasi dan diartikan menjadi simulasi persalinan,
Seperti halnya tokoh utama Phantom of The Opera yang bertampang seram, ujian phantom juga
dikaitkan dengan hal-hal menakutkan dan merupakan momok bagi siapapun yang
mengalaminya; akbid, koass bahkan residen. Sebagian besar siswa-siswa akbid yang menghadapi
ujian phantom mempunyai kelemahan dalam hal menggali informasi dari penguji yang kadangkadang kurang tepat sehingga membuat penguji naik darah duluan
Di bawah ini adalah form baku dimana setiap siswi akbid harus hafal mati sebelum maju ujian
phantom. Good luck!
1. Anamnesis
Keluhan utama (biasanya merupakan soal dan akan disebutkan oleh penguji)
Keluhan utama dapat berupa ibu datang dengan kenceng-kenceng sering, ibu datang dengan
perdarahan, ibu datang dengan keluar air dari jalan lahir dan lain-lain
Riwayat Penyakit Sekarang
Pertanyaan yang perlu diajukan adalah hal-hal untuk memperjelas keluhan utama, misal
kenceng-kenceng sering mulain kapan, apakah sudah keluar lendir darah, apakah keluar air
ketuban (kapan keluar, warna, bau, jumlah), apakah gerak anak masih dirasakan.
Apabila keluhan ibu adalah perdarahan dapat ditanyakan pula kapan ibu mengeluarkan darah,
jumlah, warna, adakah trauma yang menyertainya.
Jika disebutkan diagnosis preeklamsia berat atau disebutkan salah satu tanda impending eklamsia
maka perlu ditanyakan tanda-tanda yang lain yaitu: nyeri kepala, nyeri ulu hati, mual, muntah,
pandangan mata kabur
Riwayat Haid
Langsung saja menanyakan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), kepentingannya adalah untuk
menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang dihitung berdasar HPHT dengan rumus Hari+7,
Bulan-3, Tahun+1. Perlu diingat bahwa pada saat HPL umur kehamilan pasti 40 minggu, ini
dapat menyingkat waktu dalam menghitung umur kehamilan.
Riwayat Nikah

Riwayat pernikahan ditanyakan untuk mengetahui riwayat infertilitas primer dan infertilitas
sekunder. Dalam praktek sehari-hari, riwayat tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam
pengelolaan pasien misalnya dalam menentukan cara persalinan (pervaginam atau bedah sesar).
Dalam ujian juga hal ini perlu ditanyakan untuk kelengkapan diagnosis yang akan dibuat dan
dapat mempengaruhi sikap phantom yang akan diambil. Cukup ditanyakan sudah menikah
berapa kali dan berapa lama.
Riwayat Obstetri/Kehamilan
Ibu belum tentu hamil untuk pertama kalinya, maka perlu ditanyakan berapa kali ibu hamil dan
melahirkan. Apabila ibu pernah hamil namun keguguran/abortus maka perlu ditanyakan berapa
kali keguguran, berapa umur kehamilan saat keguguran dan apakah dilakukan kuretase atau
tidak. Apabila ibu pernah mengalami abortus atau kelainan kehamilan pada usia kehamilan < 20
minggu maka perlu dicantumkan dalam diagnosis bahwa riwayat reproduksi ibu kurang baik atau
jelek.
Apabila ibu pernah melahirkan maka perlu ditanyakan jenis kelamin anak tersebut, berat bayi
lahir normal: 2500-4000gram), cara persalinan, penolong persalinan, keadaan dan umur anak
tersebut saat ini. Apabila ibu mempunya riwayat bayi yang dikandung mengalami IUFD maupun
stillbirth maka dikatakan riwayat obstetri ibu tersebut jelek. Sedangkan bila ibu pernah
melahirkan prematur maupun tidak menjalani persalinan spontan (misal dilakukan ekstraksi
vakum atau bedah sesar) maka dapat dicantumkan riwayat obstetri kurang baik pada diagnosis.
Riwayat ANC
Riwayat antenatal care ditanyakan untuk mengetahui apakah ada komplikasi selama ibu hamil.
Seorang ibu hamil seharusnya memeriksakan diri minimal 4 kali selama masa kehamilan yang
terbagi menjadi 1x pada trimester I, 1x pada trimester II, dan 2x pada trimester III. Selain jumlah
ANC, perlu ditanyakan adakah pesan khusus dari bidan atau dokter tempat ibu memeriksakan
kehamilannya.
Riwayat KB
Penggunaan kontrasepsi sebenarnya tidak terlalu berperan penting dalam penegakkan diagnosis.
Namun dapat ditanyakan jenis KB dan berapa lama kontrasepsi itu ditanyakan. RIwayat
penggunaan kontrasepsi dapat juga dikaitkan dengan diagnosis infertilitas primer atau sekunder.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat asma, penyakit jantung, hipertensi dan diabetes mellitus cukup untuk mewakili
informasi yang dibutuhkan untuk mendiagnosis
Riwayat Operasi
Riwayat operasi pada daerah rahim adalah satu-satunua operasi yang berpengaruh pada sikap
dalam phantom.

Phantom: the sequel

Ok, kita lanjutkan pembahasan kita mengenai penggalian data untuk menegakkan diagnosis
dengan benar, setelah selesai melakukan anamnesis (dapat dilihat di sini) maka langkah
selanjutnya adalah:
2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan head to toe (dari ujung kepala sampai ujung kaki).
Data mengenai tanda vital adalah penting untuk diperhatikan. Dengan mengenali kelainan tandatada vital maka kita akan dapat terbantu dalam mendiagnosis abnormalitas kehamilan semacam
Preeklamsia maupun keadaan syok hipovolemik.
Hal-hal yang perlu ditanyakan:

Keadaan umum; kesadaran

TTV: tekanan darah, nadi, respiratory rate, suhu

Mata: conjungtiva palpebra anemis/tidak, sklera ikterik/tidak

Thorax: bising jantung? retraksi dada? suara tambahan pada paru?

Abdomen: membuncit, membujur/melintang?, mengkilat? (curiga


polihidramnion)

Ekstremitas: oedem? akral dingin? sianosis?

3. Pemeriksaan Obstetri
Tinggi Fundus Uteri
Data tinggi fundus uteri dapat digunakan untuk menghitung taksiran berat janin dengan
menggunakan rumus Johnson, yaitu (TFU-n) x 155 gram. Dimana nilai n=11, apabila kepala
sudah masuk ke dasar panggul dan n=12, apabila kepala belum masuk ke dasar panggul.
Pemeriksaan Leopold
Pemeriksaan Leopold digunakan untuk mengetahui letak janin, maka gunakanlah bahasa yang
mendeskripsikan bagian janin dengan jelas, misal kepala dideskripsikan dengan bagian bulat,
keras, melenting; bokong dideskripsikan dengan bulat, keras, tidak melenting; punggung
dideskripsikan dengan tahanan memanjang; sedangkan ekstremitas dideskripsikan dengan bagian
kecil janin.

Leopold 1 dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang teraba di fundus uteri, maka contoh
pertannyaan yang dapat diajukan adalah Apakah pada bagian fundus teraba 1 bagian
(disebutkan satu, untuk membedakan dengan gemelli) bulat, lunak, tidak melenting?
Leopold 2 dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang teraba di sisi kiri dan kanan perut ibu.
Maka contoh pertanyaannya adalah Apakah pada bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan
memanjang?
Leopold 3 dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang teraba pada bagian bawah perut ibu.
Maka contoh pertanyaannya adalah Apakah pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian
bulat, keras, melenting? Perlu ditanyakan teraba berapa bagian kepala yang teraba di atas
simfisis, misalnya 2/5 jari, jadi kepala masih teraba 2 jari di atas simfisis.
Leopold 4 dilakukan untuk mengetahui apakah kepala sudah masuk pintu atas panggul atau
belum. INGAT, bahwa yang dinilai cuma kepala sehingga hanya bisa dilakukan pada letak kepala
dan tak bisa diterapkan pada letak sungsang maupun lintang. Apabila hasilnya adalah konvergen
maka kepala janin belum masuk pintu atas panggul; namun bila hasilnya divergen maka kepala
janin sudah masuk pintu atas panggul.
DJJ alias denyut jantung janin
Setelah kita menerima data tentang DJJ, maka yang harus diperhatikan adalah frekuensi dan
regularitasnya. DJJ dihitung dengan mendengarkan DJJ pada lima detik pertama, lima detik
ketiga, lima detik kelima. Sebagai contoh, DJJ = 11-11-12, maka kita harus hitung frekuensinya
dengan cara menambahkan DJJ tadi lalu dikalikan empat; Jadi (11+11+12)x4, apabila hasilnya
diantara rentang 120-160kali/menit, maka frekuensi DJJ tersebut normal. Selain itu DJJ 11-11-12
adalah DJJ yang reguler karena intervalnya tidak mempunyai selisih lebih dari satu.
Hati-hati dalam menilai DJJ, tidak selalu DJJ yang frekuensinya normal itu pasti normal, dinilai
dulu regularitasnya, begitupun sebaliknya. Misal DJJ: 10-11-13 bila dihitung frekuensinya
adalah 136x/menit, ini normal. Tapi coba perhatikan interval antara DJJ, ada selisih lebih dari 1
yaitu dari 11 ke 13, maka DJJ ini tidak reguler, sehingga kondisi ini dapat dikategorikan sebagai
fetal distress.
His
His ditanyakan untuk mengetahui apakah his adekuat atau tidak. Bila pasien mulai memasuki
inpartu kala 1 maka his biasanya 2 x dalam 10 menit dengan durasi 40 detik. Maka pada saat
menanyakan his kita harus mendapat data frekuensi his dalam 10 menit dan lama his (durasi)
Pengeluaran pervaginam (PPV)

dapat berupa lendir darah, air ketuban.


Pemeriksaan Dalam
UPL/UPD Dilakukan bila ibu baru pertama kali hamil, ibu belum pernah melahirkan secara
pervaginam atau ibu sudah pernah melahirkan secara pervaginam namun bayi yang dilahirkan
beratnya <2500 gram.
VT Pembukaan serviks, kulit ketuban positif/negatif, effacement/penpisan serviks, bagian
terbawah janin turun pada Hodge berapa?, titik tunjuk serta bagian terkemuka/menumbung.
4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang rutin dilakukan adalah pemeriksaan Hemoglobin untuk menilai apaka ibu
menderita anemia tau tidak sebab bumil rawan mengalami anemia. Tes lakmus dapat diperiksaa
pada pemeriksaan ketuban pecah dini, sedangkan protein urin diperiksa pada pasien dengan
kecurigaan preeklamsia. Foto polos abdomen diperiksa pada letak sungsang untuk mengetahui
apakah kepala janin defleksi/tidak; hal ini penting untuk menentukan apakah persalinan dapat
dilakukan secara pervaginam atau tidak. Pemeriksaan ultrasonografi dapat diusulkan namun
jarang diberikan datanya mengingat setting lokasi soal phantom biasanya di Puskesmas atau
BPS.
Ok, itulah format baku yang biasa dipakai untuk menggali informasi yang berguna untuk
menegakkan diagnosis. Good luck!

Contoh Soal Fantom

1
SOAL: ibu datang ke Puskesmas dengan keluhan kenceng-kenceng sering
P (penguji); A(siswa akbid); ujian diadakan tanggal 17 Maret 2012 jam 09.00
A: Nama ibu siapa? Umur berapa?
P: Ayu, 25 tahun
A: Ibu tadi mengeluh kenceng-kenceng sering. kenceng-kenceng sejak kapan? Sudahkah keluar
lendir darah atau keluar air dari jalan lahir.? Gerak anak masih dirasakan?

P: Sejak jam 7 tadi pagi. Sudah keluar lendir darah tapi tidak mengeluarkan air. Gerak anak
masih dirasakan.
A: Kapan hari pertama haid terakhir ibu?
P: 17 April 2011
A: Ibu sudah menikah berapa lama dengan suami sekarang?
P: 1 tahun
A: Ibu hamil yang ke berapa saat ini?
P: hamil pertama
A: Selama hamil, apakah ibu rutin periksa hamil? dimana? adakah pesan khusus?
P: saya setiap bulan rutin periksa ke bidan dan tidak ada pesan khusus.
A: Apakah ibu pernah menggunakan KB?
P: Belum pernah
A: Apakah ibu mempunyai riwayat menderita tekanan darah tinggi, kencing manis, asma, atau
penyakit jantung? Apakah ibu pernah dilakukan operasi di daerah perut?
P: Tidak
Di sini anamnesis selesai, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang meliputi status internus.
maka digunakan bahasa medis bukan bahasa awam seperti pada anamnesis.
A: Bagaimanakah keadaan ibu? Kesadaran?
P: KU ibu baik, kesadaran compos mentis
A: Bagaimana dengan tanda-tanda vital (TTV) ibu?
P: Tensi, nadi, pernafasan, dan suhu normal
A: Apakah terdapat conjungtiva palpebra anemis? sklera ikterik?
P: Tidak

A: Apakah terdapat retraksi dada? bising jantung? wheezing pada paru?


P: Tidak
A: Apakah perut ibu membuncit? membujur/melintang? mengkilat? adakah luka bekas operasi?
P: Membuncit, membujur, tidak mengkilat, tidak ada luka bekas operasi.
A: Apakah terdapat oedem pada ektremitas? akral dingin? sianosis?
P: oedem pada kedua kaki
Setelah menyelesaikan status internus dilanjutkan dengan status obestetri
A: Berapa tinggi fundus uteri ibu?
P: TFU=31cm
A: Saya akan melakukan pemeriksaan Leopold. Apakah pada fundus uteri teraba satu bagian
bulat, lunak, tidak melenting?
P: Ya
A: Apakah pada sisi kanan perut ibu teraba satu tahanan memanjang?
P: Ya
A: Apakah pada sisi kiri perut ibu teraba bagian kecil janin?
P: Ya
A: Apakah pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat, keras, melenting?
P: Ya
A: Apakah kepala sudah masuk pintu atas panggul?
P: divergen
A: Bagaimanakah DJJ (denjut jantung janin)?
P: 11-12-12

A: Bagaimana dengan his?


P: 2 kali dalam 10 menit, lama 45 detik
A: Saya akan memeriksakan pemeriksaan panggul luar dan panggul dalam karena panggul ibu
belum teruji sebab dia seorang primigravida. Bagaimanakah dengan distantia cristarum? distantia
spinarum? conjugata eksterna bodeloque? linggar panggul?
P: distantia cristarum=28cm; distantia spinarum: 26cm; conjugata eksterna bodeloque: 18cm;
lingkar panggul:90cm
A: Apakah promontorium teraba? linea inominata kurang dari 1/3 lingkaran? spina ischiadica
tidak menonjol? apakah dinding samping pelvis sejajar? apakah kelengkungan sacrum cukup?
apakah arcus pubis >90 derajat? Bagaimanakah mobilitas os coccygeus?
P: Panggul tidak sempit
A: Saya akan melakukan VT. Berapa pembukaannya/dilatasi? kulit ketuban? penipisan? bagian
bawah janin turun Hodge berapa? titik tunjuk? adakah bagian yang terkemuka?
P: pembukaan 3 cm. KK +, penipisan 25%, bagian bawah janin turun hodge I, titik tunjuk: UUK
sulit dinilai, tidak ada bagian yang terkemuka.
A: Saya mengusulkan pemeriksa penunjang berupa pemeriksaan hemoglobin. Berapa kadar Hb
pasien?
P: Hb=12 g%
Di sini proses penggalian data selesai dan siswa diharapkan untuk membuat diagnosis
A: Berdasar data di atas, maka diagnosis pasien ini adalah:
G1P0A0, 25 tahun, hamil 39 minggu
Janin tunggal hidup intrauterin
Presentasi kepala punggung kanan, sudah masuk PAP (pintu atas panggul)
Inpartu kala I fase laten
P: Sikap pada pasien ini?