Anda di halaman 1dari 41

TK 2107 MEKANIKA FLUIDA DAN PARTIKEL

07. KEBUTUHAN ENERGI PADA


ALIRAN FLUIDA NYATA

Prof. Dr. Yazid Bindar


Dr. Ardiyan Harimawan

Aliran Fluida Nyata Incompressible


dan Steady State
Analisis neraca energi menggunakan persamaan Bernoulli
tidak berlaku untuk fluida nyata
Pada fluida nyata:
muncul panas gesek/friksi timbul akibat gesekan antara
fluida yang bergerak dengan dinding tekanan menurun
sepanjang aliran
kerja (shaft work) dari pompa atau blower memasukkan
energi dari luar agar fluida tetap bergerak
Cairan perubahan densitas terhadap tekanan dapat
diabaikan fluida incompressible
TK 2107 Mekanika Fluida dan
Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Untuk fluida gas penurunan tekanan akibat gesekan dapat


diabaikan densitas dapat diasumsikan konstan aliran
dapat dianggap incrompressible

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Friksi pada Aliran Fluida


Untuk posisi x dan konstan,
gradien keepatan axial
sepanjang sumbu r:

Shear Stress
Aliran ke arah x pada
koordinat silinder (x-r-)
Kecepatan axial pada posisi
radial r dan r
dan
TK 2107 Mekanika Fluida dan
Partikel

Akibat kontak fluida dengan


dinding pipa permukaan
dinding akan memberikan gaya
Fw pada arah yang berlawanan
dengan arah gerak fluida
Gaya gesek Fs muncul karena
perbedaan posisi antara r dan
r+r

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Luas area terjadinya gesekan (friction area) pada lapisan fluida


dengan jarak r dan panjang L didefinisikan sebagai:

Shear stress didefinisikan sebagai gaya friksi Fs per luas area.


Untuk aliran ke arah x dengan kecepatan ux, dan ux berubah
sepanjang r, maka shear stress rx didefinisikan sebagai:

Hukum Newton
Menghubungkan antara shear stress dengan gradien kecepatan
Untuk fluida laminer korelasi linier:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Pada pusat pipa, r=0, sehingga gradien kecepatan =0

Pada dinding pipa, r=R, gradien kecepatan mencapai


maksimum, shear stress pada dinding didefinisikan sebagai:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Hubungan antara Turun Tekan (Pressure Drop)


dan Shear Stress
Gaya gesek akan menyebabkan penurunan tekanan aliran
fluida di sepanjang pipa
Pada pipa lurus dengan diameter konstan tekanan pada
inlet pipa > outlet pipa

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Neraca Gaya pada Pipa:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

Panas Friksi (Friction Heat)


Laju panas friksi per laju alir
Gaya friksi pada aliran fluida
massa didefinisikan sebagai:
diubah menjadi panas friksi
Panas friksi (Ef) didefinisikan
sebagai gaya friksi (Ff) dikali jarak
tempuh fluida (x):
Panas friksi pada dinding pipa:

Jika dinyatakan sebagai laju panas


friksi:
Persamaan energi dengan
memperhitungkan kerja dan
panas friksi:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

10

Faktor Friksi
Faktor friksi Fanning (fF)
didefinisikan sebagai:

Faktor friksi Moody/ DarcyWiesbach:

Panas friksi per unit laju alir


massa:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

11

Korelasi Faktor Friksi dengan


Rejim Aliran

Korelasi Faktor Friksi pada Aliran


Turbulen

Pada airan laminar (NRe < 2000) Eksperimen oleh Nikurdase (1933)
faktor friksi dipengaruhi oleh
kecepatan rata-rata
bilangan Reynolds dan kekasaran
dinyatakan sebagai:
permukaan pipa
Faktor friksi Fanning untuk
aliran laminar:

Faktor friksi Moody untuk


aliran laminar:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

12

Persamaan Korelasi untuk Faktor


Friksi

Persamaan Coolbrook and White


(umum):

Persamaan Prandtl untuk pipa


halus:

Persamaan Nikurdase untuk NRe


yang sangat tinggi:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

13

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

14

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

15

Ukuran Pipa Komersial


Secara komersial, ukuran pipa dapat dinyatakan dalam berbagai
parameter:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

16

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

17

Aliran Fluida pada Pipa Lurus dan


Diameter Konstan

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

18

Laju alir volumetrik:

Variabel yang diperhatikan:

Perhitungan pressure drop


diturunkan dari persamaan
neraca energi:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

19

Latihan Soal

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

20

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

21

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

22

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

23

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

24

Friksi oleh Aksesoris Pipa (Fitting)


Bentuk: valve, enlargement, contraction, dsb
Fungsi: mengatur aliran laju alir, arah aliran, dsb

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

25

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

26

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

27

Friction loss oleh panjang ekivalen:


Pemasangan aksesoris pipa
(fitting) akan menimbulkan beda
tekan pada aliran di dalam pipa
Beda tekan yang ditimbulkan
oleh fitting ekivalen dengan
pipa lurus dengan diameter D
dan panjang Le panjang
ekivalen
Beda tekan pada fitting
dinyatakan sebagai:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

Friction loss dengan kehilangan


energi kinetik:
Beda tekan akibat pemasangan
fitting juga dapat dihubungkan
dengan energi kinetik yang hilang
saat fluida melewati fitting
tersebut
Dinyatakan sebagai:

Korelasi:

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

28

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

29

Faktor Friksi akibat Perubahan


Geometri
Sudden Enlargement:
D1<D2 u1>u2 p1<p2
Energi yang hilang akibat
friksi:

Karena laju alir massa


konstan, sehingga:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

30

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

31

Evaluasi Beda Tekan untuk Aliran Fluida


dalam Sistem Perpipaan dengan Fitting
Jalur pipa terdiri dari N1 segmen pipa lurus dengan diameter D1. Di
antara segmen ini dipasang fitting (valve, elbow, dsb) dengan
jumlah M1. Turun tekan untuk sistem perpipaan ini dapat dihitung
dengan persamaan:

Jalur pipa di atas disambung ke jalur pipa kedua dengan diameter


D2 menggunakan connector. Jalur pipa kedua memiliki N2 segmen
pipa lurus dan fitting sebanyak M2. Turun tekan untuk sistem pipa
kedua ini dapat dihitung dengan persamaan:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

32

Panas friksi yang timbul akibat perubahan diameter dari pipa


pertama ke pipa kedua dapat dihitung dengan:

Panas friksi total:

Beda tekan antara inlet (titik 1) dan outlet (titik 2) dari gabungan
sistem perpipaan tersebut :

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

33

Perhitungan Aliran
Fluida untuk Sistem
Perpipaan Kompleks

Berlaku hukum kekekalan


massa:

Untuk densitas fluida konstan:

Persamaan neraca energi untuk


pipa segmen i dengan diamer Di
dan panjang Li:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

34

Neraca massa:

Turun tekan total:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

35

Perhitungan turun tekan:

Neraca massa:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

Pehitungan turun tekan total:

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

36

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

37

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

38

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

39

Friksi pada Pipa Non-Circular


Non-circulal luas penampang
pipa bukan berbentuk lingkaran
Digunakan konsep diameter
ekivalen atau diameter hidraulik

Bilangan Reynold untuk aliran


pada pipa jenis ini:
Pada pipa dengan penampang persegi
panjang:

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

40

Faktor Friksi untuk Pipa NonCircular


Perhitungan faktor friksi
menggunakan persamaan:

fF dihitung menggunakan
diameter ekivalen
knc (non circular factor)
fungsi dari ukuran dan
geometri penampang pipa

TK 2107 Mekanika Fluida dan


Partikel

07. Kebutuhan Energi pada Aliran Fluida


Nyata

41