Anda di halaman 1dari 3

Cara Melakukan Riset Pasar Dasar

Posted by: putrisekar July 10, 2013 4 Comments

Riset pasar memberikan pengusaha gambaran tentang


jenis produk dan layanan baru yang mungkin memberikan keuntungan. Untuk jenis produk dan
layanan yang sudah tersedia, riset pasar bisa memberitahukan perusahaan apakah mereka
berhasil memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
Gagal melakukan pasar riset sebelum memulai bisnis atau selama bisnis beroperasi seperti
menyetir sebuah mobil dari Texas ke New York tanpa peta atau rambu lalu lintas, kata William
Bill dari Design Group LLC di Houston.
Rencana riset pasar yang baik mengindikasikan ke mana dan siapa pelanggan kita. Rencana itu
juga akan mengatakan kapan konsumen kemungkinan besar akan membeli produk atau
menggunakan layanan kita, imbuhnya.
Tipe riset pasar
Riset utama: tujuan dari riset utama adalah untuk mengumpulkan data dari analisa penjualan
terkini dan efektivitas praktik penjualan. Riset utama juga memasukkan kompetitor dalam
perhitungan sehingga memberikan kita informasi mengenai kompetisi yang kita jalani.
Riset utama mencakup:

Wawancara (baik melalui telepon atau bertatap muka)

Survei (online atau email)

Kuisioner (online atau email)

Focus group dengan mengumpulkan sampel klien atau konsumen potensial dan meminta
masukan langsung dari mereka

Contoh beberapa pertanyaan penting mencakup:

Faktor apa yang Anda pertimbangkan ketika membeli produk atau layanan ini?

Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari produk atau layanan yang kini beredar di
pasar?

Hal-hal apa saja yang menurut Anda harus diperbaiki?

Berapa harga yang tepat untuk produk atau layanan ini?

Riset sekunder: tujuan dari riset sekunder adalah untuk menganalisa data yang telah
dipublikasikan. Dengan data sekunder, kita bisa mengidentifikasi kompetitor, menetapkan tolok
ukur dan mengidentifikasi segmen target.
Pengumpulan data
Tidak ada bisnis kecil yang bisa sukses tanpa pemahaman tentang konsumen, produk, layanan,
dan pasarnya secara umum. Kompetisi sering kali kejam dan beroperasi tanpa melakukan riset
memungkinkan kompetitor mengambil keuntungan dari kita.
Ada dua kategori jenis pengumpulan data: kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif
menggunakan analisis matematika dan membutuhkan sampel dalam jumlah besar.
Hasil pengolahan data tersebut menjelaskan perbedaan signifikan secara statistik. Satu tempat
untuk menemukan hasil kuantitatif adalah web analitik.
Adapun metode kualitatif membantu kita mengembangkan dan menyempurnakan metode riset
kuantitatif. Metode ini bisa membantu para pemilik usaha menemukan masalah dan sering kali
menggunakan metode wawancara untuk mempelajari opini, nilai, dan kepercayaan konsumen.
Metode riset kualitatif biasanya menggunakan sampel berukuran kecil.
Banyak pemilik bisnis baru yang sering kali kekurangan waktu dan uang mengambil jalan pintas
yang justru menyerang balik mereka. Berikut tiga hal yang harus dihindari pemilik bisnis:
1. Hanya menggunakan riset sekunder. Bergantung pada hasil riset pihak lain tidak akan
memberikan gambaran sepenuhnya. Riset sekunder bisa menjadi awal yang baik, tapi
tentu informasi dari riset ini mungkin tidak baru. Kita bisa kehilangan faktor yang relevan
dengan bisnis kita.
2. Hanya menggunakan sumber web. Ketika kita menggunakan mesin telusur untuk
mengumpulkan informasi, kita hanya mendapatkan data yang tersedia bagi semua orang
dan belum tentu sepenuhnya akurat. Untuk melakukan pencarian lebih dalam dengan
bujet yang kita miliki, gunakan sumber dari perpustakaan, kampus, atau sentra bisnis
kecil di area kita.
3. Melakukan survei hanya pada orang-orang yang dikenal. Pemilik bisnis kecil
terkadang hanya mewawancara anggota keluarga atau kolega dekat ketika melakukan

riset. Sayangnya, teman dan keluarga sering kali bukan obyek survei terbaik. Untuk
mendapatkan informasi akurat dan berguna, kita harus berbicara dengan konsumen yang
sebenarnya tentang kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi mereka.