Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Senyawa Hidrokarbon
Istilah hidrokarbon mengacu pada senyawa yang tersusun dari atom karbon dan
hidrogen. Hidrokarbon dan senyawa turunannya umumnya terbagi menjadi tiga
kelompok besar.
1. Hidrokarbon alifatik, terdiri atas rantai atom karbon yang tidak mencakup
bangun siklik. Golongan ini sering disebut sebagai hidrokarbon rantai terbuka
atau hidrokarbon asiklik.
2. Hidrokarbon alisiklik atau hidrokarbon siklik terdiri atas karbon yang tersusun
dalam satu lingkar atau lebih.

Siklopropana

Siklopentana

Sikloheksana

Gambar 2.1 Contoh Hidrokarbon Alisiklik


(Pine, 1980)
3. Hidrokarbon aromatik merupakan golongan khusus senyawa siklik yang
biasanya digambarkan sebagai lingkar enam dengan ikatan tunggal dan ikatan
rangka berselisih ganti. Kelompok ini digolongkan terpisah dari hidrokarbon
alisiklik dan alifatik karena sifat fisika dan kimianya yang khas.

Benzena

Naftalena

Gambar 2.2 Contoh Hidrokarbon Aromatik


(Pine, 1980)

Satu golongan terakhir dari hidrokarbon dalam minyak bumi mentah ialah
hidrokarbon aromatik (aromatic hydrocarbon), dan benzena adalah contohnya yang
paling sederhana. Molekul benzena terdiri atas cincin berkarbon enam dengan
delokalisasi elektron yang bisa meningkatkan kestabilannya. Selain benzena,
senyawa aromatik paling lazim di dalam minyak bumi ialah toluena, di mana satu
atom hidrogen pada cincin benzena digantikan oleh gugus metil, dan xilena, di mana
dua atom hidrogen digantikan dua gugus metil (Oxtoby, et al, 2003).
2.2 Klasifikasi Hidrokarbon Alifatik Jenuh dan Tak Jenuh
2.2.1 Alkana
Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu hidrokarbon yang
hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Molekul yang paling sederhana dari
alkana adalah metana. Metana berupa gas pada suhu dan tekanan baku,
merupakan komponen utama gas alam (Syabatini, 2008).
Alkana adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai
terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Rumus umum alkana yaitu CnH2n+2 (Rahmat, 2011).
Alkana biasanya tidak dianggap sebagai senyawa yang sangat reaktif. Tetapi,
pada kondisi yang sesuai alkana akan bereaksi. Misalnya, gas alam, bensin, dan
minyak tanah adalah alkana yang mengalami reaksi pembakaran yang sangat
eksotermik :
CH4 (g) + 2O2 (g)

CO2 (g) + 2H2O (l)

H = -890,4 kJ

2C2H6 (g) + 7O2 (g)

4CO2 (g) + 6H2O (l) H = -3119 kJ

Gambar 2.3 Contoh Reaksi Pembakaran Alkana


(Chang, 2005)
Disamping pembakaran, alkana mengalami reaksi substitusi di mana satu
atau lebih atom H digantikan oleh atom lain, biasanya halogen. Sebagai contoh,
bila campuran metana dan klorin dipanaskan di atas 100C atau diradiasi dengan
sinar pada panjang gelombang yang cocok, akan dihasilkan metil klorida :

CH4 (g)

+ Cl2 (g)

CH3Cl (g) + HCl (g)

CH3 (g)

+ Cl2 (g)

CH2Cl2 (l) + HCl (g)

CH2Cl2 (g) + Cl2 (g)

CHCl3 (l) + HCl (g)

CHCl3 (l) + Cl2 (g)

CCl4 (l)

+ HCl (g)

Gambar 2.4 Contoh Reaksi Substitusi Alkana


(Chang, 2005)
2.2.2 Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu
ikatan rangkap dua (C=C). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 2
disebut alkadiena, yang mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dan
seterusnya. Rumus umum alkena yaitu CnH2n (Rahmat, 2011).
Alkena yang paling sederhana adalah C 2H4, etilena, di mana kedua atom
karbonnya terhibridisasi sp2 dan ikatan rangkap duanya terdiri dari suatu ikatan
sigma dan satu ikatan pi. Etilena dan alkena lainnya dibuat dalam industri melalui
proses pemecahan, yaitu dekomposisi termal hidrokarbon besar menjadi molekulmolekul yang lebih kecilbils etana dipanaskan hingga sekitar 800 oC dengan
kehadiran platina, senyawa itu mengalami reaksi berikut :
C2H6(g)

Pt

CH2=CH2 (g) + H2 (g)


Katalis
Gambar 2.5 Contoh Reaksi Pemecahan Alkena
(Chang, 2005)
Hidrokarbon tak jenuh umumnya mengalami reaksi adisi (addition reaction)
di mana satu molekul ditambahkan pada molekul yang lain untuk membentuk
produk

tunggal.

Salah

satu

contoh

reaksi

adisi

adalah

hidrogenasi

(hydrogenation), yaitu penambahan molekul hidrogen ke senyawa yang


mengandung ikatan C=C dan C C.

Gambar 2.6 Reaksi Adisi Hidrogenasi Alkena


(Chang, 2005)
2.2.3 Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan
satu ikatan rangkap tiga (-C C-). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan
rangkap 3 disebut alkediuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1
ikatan rangkap 3 disebut alkenuna. Rumus umum alkuna yaitu CnH2n-n
(Rahmat, 2011).
Alkuna yang paling sederhana adalah etuna, yang lebih dikenal sebagai
asetilena (C2H2). Asetilena berupa gas tak berwarna yang dibuat melalui
reaksi antara kalsium karbida dan air :
CaC2 (s) + 2H2O (l)

C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq)

Gambar 2.7 Reaksi Pembuatan Asetilena


(Chang, 2005)
Asetilena tidak stabil dan mempunyai kecendrungan untuk mengurai.
Dengan adanya katalis yang sesuai atau bila gas berada dibawah tekanan,
reaksi ini dapat terjadi dengan ledakan yang hebat. Agar pengangkutannya
aman, senyawa ini harus dilarutkan dalam pelarut organik inert seperti aseton
pada tekanan sedang. Pada keadaan cair, asetilena sangat peka terhadap
goncangan dan sangat mudah meledak. Karena termasuk hidrokarbon tidak
jenuh, asetilena dapat dihidrogenasi menghasilkan etilena :
C2H2 (g) + H2 (g)

C2H4 (g)

Gambar 2.8 Reaksi Hidrogenasi Alkena


(Chang, 2005)
2.3 Sumber dan Kegunaan Senyawa Hidrokarbon
Minyak bumi serta gas bumi yang berkaitan dengannya kini merupakan sumber
utama hidrokarbon. Gas bumi pada dasarnya terdiri atas metana (CH 4), etana (C2H6)

dan propana (C3H8) biasanya merupakan 5 sampai 10 persen dari keseluruhan,


berama dengan runut hidrokarbon C4 dan C5. Gas itu dibebaskan dari berbagai hal
yang tak dikehendaki dan zat berbobot molekul lebih tinggi dan kemudian digunakan
hampir semata-mata sebagai bahan bakar.
Banyaknya hasil dan mutu bensin diperbaiki dengan proses yang dikenal sebagai
pengisomeran, pengertakan, dan pengalkilan. Pengisomeran mengubah hidrokarbon
berantai lurus menjadi senyawa isomer bercabang yang merupakan bahan bakar yang
lebih baik. Pengertakan memecah molekul hidrokarbon yang lebih besar menjadi
kepingan yang lebih kecil. Dalam reaksi pengalkilan, hasil pengertakan yang terpilih
disatukan kembali untuk membentuk bahan bakar motor mutu-premium. Meskipun
hidrokarbon digunakan terutama sebagai bahan bakar, hasil sampingan yang
berharga yang didapat dari pengertakan minyak bumi merupakan bahan mentah bagi
industri petrokimia (Pine, 1980).