Anda di halaman 1dari 27

Referat Fraktur

Ekstremitas
Pembimbing :
dr. Syarifah S, Sp. Rad
dr. Sofiatul M, Sp. Rad
Disusun oleh :
Lucky Riadi

406138034

Hadi Hermawan 406138043


Elisa Soetanto

406138065

hilangnya
kontinuitas
struktur tulang

DEFINISI

Anatomi

Sistem
skeleta
l
Skeleto
n
Tulang

Axial skeletal
Apendikular skeletal

Tulang
Kartilago

Tulang
Tulang
Tulang
Tulang
Tulang

panjang
pipih
pendek
tak beraturan
sesamoid

Traum
a

Etiolo
gi
Melemahn
ya
struktur
tulang

Stress
berula
ng

Patofisiologi
Fraktur disebabkan oleh kondisi fisiologis
maupun patologis.
Fraktur fisiologis trauma berat atau
trauma ringan yang terus menerus,
misalnya saat terjatuh, kecelakaan lalu
lintas.
Fraktur patologis adanya penyakit yang
mendasari tulang menjadi keropos atau
tidak kuat penderita polio, tumor,
osteoporosis dan osteogenesis imperfecta.

Klasifikasi
Energi yang mengenai tulang dapat
ringan, sedang maupun berat
Sedang fraktur inkomplit [hairline
fraktur dan faktur greenstick (anakanak)]
Berat fraktur komplit lebih berat
fraktur kominutif (fraktur > 2
fragmen) pergeseran
(displacement) stabil atau tidak
stabil

Berdasarkan garis patahnya :


Fraktur simple [fraktur ada dua fragmen
tulang (transversal, oblique, dan spiral)]
fraktur kominutif [fraktur dengan
fragmen lebih dari dua] jika fraktur
kominutif dengan fragmen di antara
fragmen proximal dan distal (Fraktur
segmental)
Berdasarkan lokasinya (distal, diaphyseal,
maupun proximal)

Jenis fraktur
Fraktur tangan
Falangs
Metacarpal

Fraktur pergelangan
tangan
Fraktur Colles dan
fraktur Smith.
Fraktur skafoid

Fraktur lengan bawah


Fraktur Moteggia
Fraktur Galleazzi

Fraktur siku

Fraktur regio bahu

Fraktur humerus
Fraktur klavikula
Fraktur scapula

Fraktur femur

Fraktur femur proksimal


Fraktur kolum femur
Fraktur femur distal

Fraktur Patela

Fraktur Tangan

Fraktur
Phalanx

Boxers
fracture

Bennet
fracture

Fraktur Pergelangan Tangan

Fraktur
Colles

Fraktur Smith

Fraktur
Skafoid

Fraktur lengan bawah

1. Fraktur Moteggia

D. Fraktur siku

2. Fraktur Galleazzi

E. Fraktur regio bahu

1. Fraktur humerus

2. Fraktur
klavikula

F. Fraktur femur
1. Fraktur femur proksimal

3. Fraktur scapula

2. Fraktur kolum femur

G. Fraktur Patela

3. Fraktur femur
distal

Penyembuhan Fraktur
1. Perombakan jaringan mati dan
pembentukan hematoma pada
daerah fraktur
2. Inflamasi dan proliferasi selular
3. Pembentukan callus
4. Konsolidasi
5. Remodelling

Anamnesa

DIAGNO
SIS

Pem. Fisik

Look, Feel,
Move
X-Ray

Pem.
Penunjang

CT Scan
MRI

Pemeriksaan Radiologi

lokasi fraktur secara akurat


menentukan jumlah fragmen tulang
menunjukan derajat dislokasi
melihat ada tidaknya benda asing
mengetahui fraktur yang tidak
terduga

Rule of Two
Two views Foto harus mencakup 2 view yaitu AP view dan lateral
view
Two joints

Foto harus meliputi sendi yang berada di atas dan di


bawah daerah fraaktur

Two limbs

Pada anak-anak, gambaran dari lempeng epifisi


menyerupai garis fraktur oleh karena itu diperlukan foto
dari ekstremitas yang tidak mengalami trauma / normal

Two
injuries

Kadangkala truma tidak hanya menyebabkan fraktur


pada satu daerah. Contohnya seseorang mengalami
fraktur femur, sehingga diperlukan foto femur dan
pelvis

Two
occasions

Ada beberapa jenis fraktur yang sulit dinilai segera


setelah trauma, sehingga dibutuhkan pemeriksaan x-ray
satu atau dua minggu setelahnya untuk melihat fraktur
yang terjadi. Contohnya fraktur yang terjadi pada ujung
distal dari os clavicula, scaphoid, femoral neck dan
malleolus lateral

Pada foto x-ray siku, dapat ditemukan fat


pad sign atau disebut juga sail sign
menunjukan adanya fraktur yang tak terlihat
Anterior dan posterior fat pad menunjukan
adanya intra-articular fraktur
Dewasa fraktur yang caput radial
Anak anak fraktur supracondylar

CT- Scan mendiagnosis cedera


yang lebih sulit, terutama fraktur
pada pelvis, tulang belakang, dan
fraktur kompleks intra-articular

Magnetic Resonance Imaging


mengetahui apakah fraktur vertebra
yang terjadi berisiko menekan saraf
tulang belakang atau tidak

TERIMA
KASIH