Anda di halaman 1dari 18

Analisis Kinerja Keuangan

PT Kalbe Farma Tbk


2011-2013

Disusun Oleh:
ANGGA SYAHPUTRA
NIM. 1301103010143

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH, 2014

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua sehingga masih bisa menghirup udara kebebasan seperti saat sekarang
ini. Shalawat beriring salam juga selalu kita senandungkan dan persembahkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah berjuang membawa umat ini dari alam jahiliyah menuju kepada
alam islamiyah.
Ucapan terima kasih terutama kepada dosen pengajar, yaitu Ibu Aida Yulia Fitri yang
telah membantu penulis dalam membimbing dan mengajarkan tentang Analisa Laporan
Keuangan.
Alhamdulillah, akhirnya penulis bisa menyelesaikan tugas individu pada mata kuliah
Analisa Laporan Keuangan yang berjudul Analisa Laporan Keuangan PT. Kalbe Farma.
Tbk Tahun 2011-2013. Tugas ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh nilai akhir
pada mata kuliah tersebut.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan
tugas ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca
yang terhormat agar karya yang selanjutnya lebih dapat baik lagi.

Angga Syahputra

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
1.5 Metode Penelitian
1.6 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Likuiditas Perusahaan (Liquidity)
2.1.1 Current Ratio
2.2.2 Quick Ratio
2.3.3 Average Collectio Period
2.2 Efisiensi Penggunaan Aset (Efficiecy)
2.2.1 OIROI
2.2.2 Operating Profit Margin
2.2.3 Total Assets Turnover
2.2.4 Account Reveivable Turnover
2.2.5 Inventory Turnover
2.2.6 Fix Asset Turnover
2.3 Keputusan Pendanaa (Leverage/Financing)
2.3.1 Debt Ratio
2.3.2 Timest Interest Ratio
2.4 Pengembalian Atas Ekuitas ( Profitability)
2.4.1 Return On Equity
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam Pernyataan International Financial Reporting Standards (IFRS) Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan bertujuan
untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi. Untuk pengambilan keputusan ekonomi, para pelaku bisnis membutuhkan
informasi mengenai kondisi dan kinerja keuangan perusahaan.
Untuk dapat menginterpretasikan informasi akuntansi yang relevan dengan tujuan dan
kepentingan pemakainya telah dikembangkan seperangkat teknik analisis yang didasarkan pada
laporan keuangan yang dipublikasikan. Salah satu teknik tersebut yang populer diaplikasikan
dalam praktek bisnis adalah analisis rasio keuangan.
Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan melakukan analisa terhadap rasiorasio keuangan yang menggambarkan hubungan diantara perkiraan-perkiraan laporan keuangan.
Analisis rasio berorientasi dengan masa depan yang berarti bahwa dengan analisis rasio dapat
digunakan sebagai alat untuk meramalkan keadaan keuangan serta hasil usaha di masa yang
akan datang. Oleh karena itu analisis rasio keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, dan
pihak pemakai laporan keuangan lainnya dalam menilai kondisi keuangan perusahaan yang juga
bermanfaat untuk memprediksi laba/rugi perusahaan di masa yang akan datang. Bagi para
investor rasio keuangan dapat digunakan untuk membuat keputusan apakah akan membeli
kepemilikan suatu perusahaan serta menilai kondisi perusahaan saat ini dan untuk mengetahui
prospeknya dimasa akan datang. Selain itu rasio keuangan juga dapat digunakan untuk
menentukan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutangnya.
Mengingat pentingnya kegiatan menganalisis laporan keuangan menggunakan analisis
rasio, maka perlu adanya praktek langsung untuk menganalisis laporan keuangan suatu
perusahaan. Ada pun sebagai bahan untuk analisis rasio keuangan, penulis memilih PT. Kalbe
Farma Tbk karena ada beberapa hal yang dianggap menarik. Hal-hal tersebut antara lain :
1. Untuk farmasi, PT Kalbe Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang
sudah cukup besar.
2. Saham PT Kalbe farma Tbk menjadi salah satu yang cukup diminati investor dengan
harga saham yang terakhir mencapai harga Rp 3.400 per lembar.
3. Penjualan PT. Kalbe Farma yang setiap tahunnya selalu meningkat dari tahun 2011
sampai dengan tahun 2013.
4

Dari berbagai alasan ketertarika terhadap perusahaan di atas, diharpkan nantinya


diketahui apakah sebenernya kinerja perusahaan sudah cukup baik atau malah kurang baik.
1.2. Rumusan Masalah
Ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan akan dibatasi pada hal-hal berikut:
1. Permasalahan yang hendak dibahas adalah bagaimana kinerja keuangan PT . Kalbe
Farma pada tahun 2011-2013.
2. Bagaimana likuiditas, efisiensi aset, leverage, dan profitability dari PT. Kalbe Farma.
3. Alat Analisa Laporan Keuangan yang digunakan adalah:

Common Size
Indeks Berseri
Analisa Komparatif

4. Rasio-rasio dan instrumen yang digunakan dalam analisis laporan keuangan ini adalah:

Rasio lancar

Rasio cepat

Periode penagihan rata-rata

Tingkat pengembalian investasi dari pendapatan operasi

Marjin laba operasi

Perputaran total aktiva

Perputaran piutang usaha

Perputaran persediaan

Rasio hutang

Rasio laba terhadap beban bunga

Pengembalian ekuitas saham biasa

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan ini di bagi menjadi 2 yaitu, tujuan umum dan khusus:
1.3.1. Tujuan Umum
1. Menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan menggunakan rasio-rasio
2. Diharapkan dapat menambah pengetahuan para pembaca makalah

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk memenuhi tugas pada matakuliah Analisa Laporan Keuangan sebagai komponen
nilai akhir dari matakuliah tersebut.
1.4. Manfaat Penulisan
1. Sebagai bahan pelajaran bagi mahasiswa.
2. Sebagai wacana awal bagi penyusunan karya tulis selanjutnya.
3. Sebagai literature untuk lebih memahami kegiatan akuntansi, khususnya dalam hal
menganalisa laporan keuangan.
1.5. Metodologi Penelitian
Dalam penulisan Karya Tulis ini, metodologi penelitian yang digunakan adalah :

Studi pustaka yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang berkaitan dengan

penulisan karya tulis ini


Penjelajahan internet yaitu dengan mencari beberapa informasi di mesin pencari yang
tidak penulis tidak dapatkan dari buku-buku

BAB II
PEMBAHASAN
1.
1.1

LIKUIDITAS PERUSAHAAN
Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio Lancar
4

3.68

3.41

2.84

Rasio

2
1
0
2011

2012

2013

Rasio lancar menunjukkan likuiditas perusahaan yang diukur dengan membandingkan


aktiva lancar terhadap hutang lancar (hutang lancar atau hutang jangka pendek). Berdasarkan
grafik di atas, rasio lancar PT. Kalbe Farma. Tbk dari tahun 2011 hingga 2013 mengalami
penurunan tiap tahunnya. Bisa dilihat di tahun 2011 aktiva lancarnya bernilai Rp.
5.993.876.659.325 sedangkan kewajiban lancarnya bernilai Rp. 1.630.588.528.518 sehingga
dapat disimpulkan likuiditas perusahaan mencapai 3,68.
Pada tahun 2012 terjadi penurunan pada nilai rasio lancar. Rasio lancarnya menurun
sebesar 0,27 dari 3,68 menjadi 3,41. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah
kewajiban lancar yang bernilai Rp. 1.891.617.853.724 dari. Rp. 1.630.588.528.518. Penurunan
rasio lancar ini disebabkan kenaikan aktiva lancar namun dibarengi juga dengan kenaikan
kewajiban lancarnya sebagai pembaginya.
Pada tahun 2013 perusahaan Kalbe Farma.Tbk ini kembali mengalami penurunan rasio
lancar. Rasio lancarnya menurun dari 3,41 menjadi 2,84. Sama seperti pada tahun 2012
penurunan rasio ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kenaikan aktiva lancar dan
dibarengi dengan kenaikan kewajiban lancarnya. Dengan penurunan rasio lancar ini tentu saja
perusahaan Kalbe Farma,Tbk ini mempunyai kemampuan yang lebih kecil untuk memenuhi
kewajiban jatuh tempo atau kurang liquid dari tahun sebelumnya.
7

1.2

Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio Cepat
3
2

2.41

1.4

1
0
2011

Rasio

2.01

2012

2013

Rasio cepat (rasio acid-test) menunjukan liquiditas perusahaan, seperti yang diukur
dengan membandingkan aktiva lancar, kecuali persediaan, terhadap kewajiban lancarnya. Di
tahun 2011 rasio cepatnya (rasio acid-test) bernilai 2,41.
Berdasarkan analisis laporan keuangan, rasio cepat pada tahun 2012 mengalami
penurunan bernilai 2,01 dari 2,41. Penurunan ini terjadi karena adanya kenaikan jumlah
persedian (inventories) dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 2.115.483.766.910. Selain itu
penurunan rasio cepat yang terjadi disebabkan pula oleh jumlah kewajiban jangka panjangnya
yang meningkat drastis dari Rp. 128.030.525.896 (2011) menjadi Rp. 154.695.712.337 (2012
1.3

Average Collection Period (Periode Penagihan Rata-rata)

Periode Penagihan Rata-Rata


80
60 64
40

51

44

Rasio

20
0
2011

2012

2013

Periode penagihan rata-rata yaitu rata-rata periode tagihan menandakan seberapa cepat
perusahaan menagih kreditnya, yang diukur oleh rata-rata jumlah hari penagihan piutang
dagang. Pada tahun 2011 periode penagihan rata-ratanya bernilai 64 hari.
Pada tahun 2012 periode penagihan rata-ratanya berkurang menjadi 51 hari.
Berkurangnya periode penagihan rata-rata ini disebabkan karena jumlah piutang yang
meningkat dan kenaikan jumlah daily credit sales-nya. Hal ini menunjukan bahwa di tahun 2012
PT Kalbe Frama mempunyai waktu yang lebih sedikit dari tahun sebelumnya untuk menagih
piutangnya.
Pada tahun 2013 menurut perhitungan periode penagihan rata-rata, kini jumlah periode
untuk menagih piutangnya lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Bisa dilihat bahwa di
tahun ini, periode penagihan rata-ratanya sebesar 44 hari. Ini berarti PT Kalbe Farma. Tbk
memiliki piutang dan daily credit sales yang lebih sedikit di tahun 2013.

2. Efisiensi Penggunaan Aset


2.1 OIROI (Operating Income Return on Investment)

OIROI
0.26
0.25

0.25

Rasio

0.24 0.24
0.23
0.22
2011

0.23
2012

2013

OIROI (Tingkat Pengembalian Investasi dari Pendapatan Operasi) menunjukkan


keefektifan manajemen dalam menghasilkan laba operasional atas aset-aset perusahaaan yang
diukur dengan membandingkan laba operasional terhadap total aktiva. Pada tahun 2011 total
pengembalian investasi PT Kalbe Frama bernilai 0,24 atau 24 %.
Pada tahun 2012 tingkat pengembalian investasi dari pendapatan operasi meningkat
menjadi 0,25. Penurunan ini tidak begitu drastis dari tahun sebelumnya karena laba operasinya
mengalami kenaikan yang cukup signifikan besarnya sebanding dengan total aktivanya yang
meningkat.
Pada tahun 2013 pengembalian investasi dari pendapatan operasi (OIROI) kembali
menurun menjadi 0,23. Penurunan ini terjadi karena peningkatan jumlah penjualan bersih dan
total aktiva yang signifikan dari tahun 2011 yang mempengaruhi laba operasinya. Hal ini berarti
PT Kalbe Frama menghasilkan pengembalian yang kurang kompetitif pada aktiva perusahaan.

2.2. Operating Profit Margin (Marjin Laba Operasi)

10

Marjin Laba Operasi


0.19
0.18 0.18

Rasio

0.17

0.17

0.16

0.16

0.15
2011

2012

2013

Operating Profit Margin atau Marjin Laba Operasi adalah variabel penting dalam
memahami profitabilitas operasi perusahaan. Marjin Laba Operasi menunjukkan keefektifan
manajemen

dalam

mengelola

laporan

keuangan

perusahaan

yang

diukur

dengan

membandingkan laba usaha terhadap penjualan. Berdasarkan Annual Report PT. Kalbe Farma
tahun 2011, terlihat bahwa dari setiap penjualan 10.911 miliar diperoleh keuntungan sebesar
1.987 miliar, atau dapat pula disimpulkan PT. Kalbe Farma mampu memperoleh laba 18% dari
total penjualan yang dilakukan. Dalam hal ini pihak manajemen sudah cukup efektif, mengatur
beban yang ada dalam proses operasi penjualan.
Pada tahun 2012 terjadi peningkatan baik pada total laba operasi maupun total penjualan,
namun marjin laba operasi pada tahun ini menunjukan penurunan sebesar 17%. Total laba
operasi pada tahun 2012 memang meningkat 1.987 miliar menjadi 2.308 miliar, namun
persentase peningkatan laba operasi ini tidak sebanding dengan persentase peningkatan total
penjualan. Karena ketimpangan inilah maka marjin laba operasi PT. Kalbe Farma pada tahun
2012 menurun. Profit marjin akan menunjukan peningkatan positif apabila terjadi peningkatan
yang seimbang pada laba operasi dan total penjualan.
Pada tahun 2013 marjin laba operasi PT. Kalbe Farma menunjukkan penurunan. Marjin laba
operasi menurun sebanyak 1% dari tahun sebelumnya. Penjualan bersih Kalbe tumbuh sebesar
Rp. 16.002 miliar, sementara laba usaha tercatat sebesar Rp2.572 miliar

2.3

Total Asset Turnover (Perputaran Total Aktiva)

11

Perputaran total Aktiva


1.5
1.45
1.4
1.35
1.3

1.45
1.41

Rasio

1.32

1.25
2011

2012

2013

Total Asset Turnover atau Perputaran Total Aktiva Tetap merupakan komponen kedua
dari tingkat pengembalian pendapatan terhadap operasi investasi. Total Perputaran Aktiva diukur
dengan penjualan dolar per satu dolar dari aktiva. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien
perusahaan menggunakan aktiva nya untuk menghasilkan penjualan.
Pada tahun 2011 perputaran total aktiva PT Kalbe Farma adalah sebesar 1,32 kali. Hal
ini menunjukkan bahwa dari setiap satu rupiah aktiva yang dimiliki PT Kalbe, dapat dihasilkan
1,32 rupiah penjualan. Aktiva Lancar mengalami pertumbuhan terutama diakibatkan oleh
peningkatan piutang usaha yang berasal dari kenaikan tingkat penjualan serta penambahan
tingkat persediaan guna mengantisipasi kelangkaan bahan baku tertentu.
Pada tahun 2012, Perputaran Total Aktiva dari PT Kalbe Farma meningkat dari 0,13 kali
pada tahun 2011 menjadi 1,45 kali pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap 1
rupiah aktiva yang dimiliki PT Kalbe Farma, dapat dihasilkan 1,45 rupiah penjualan.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas serta naiknya persediaan
sebagai akibat dari kenaikan harga bahan baku. Sementara pada total aktiva tidak lancar terjadi
peningkatan. Secara keseluruhan peningkatan jumlah aktiva yang dibarengi dengan peningkatan
total penjualan telah pula meningkatkan perputaran toal aktiva PT. Kalbe Farma pada tahun
2012. Hal ini menunjukkan bahwa PT Kalbe Farma telah lebih efisien mengelola aktiva nya
untuk meningkatkan penjualan.

Pada tahun 2013, Perputaran Total Aktiva PT. Kalbe Farma menurun dari 1,45 kali pada
tahun 2012 menjadi 1,41 kali pada tahun 2013. Dengan penurunan perputaran total aktiva PT
kalbe pada tahun 2012 menunjukkan bahwa PT Kalbe kurang baik mengelola aktiva nya
sehingga bisa menjadi kurang efisien untuk bisa sebanding meningkatkan penjualan.
2.4

Accounts Receivabe Turnover ( Perputaran Piutang Usaha )

12

Receivable Turnover
10
8
6 5.6
4

8.21

Rasio

2
0
2011

2012

2013

Accounts Receivable Turnover atau Perputaran Piutang Usaha adalah Usaha untuk
mengukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun. Piutang yang
dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai hubungan yang erat dengan volume penjualan kredit,
karena timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan barang-barang secara kredit dan hasil dari
penjualan secara kredit netto dibagi dengan piutang rata-rata merupakan perputaran piutang.
Pada tahun 2011, Perputaran Piutang usaha PT. Kalbe Farma adalah 5,60 kali. Hal ini
berarti bahwa dalam setahun PT Kalbe Farma mampu merubah piutang menjadi kas sebanyak
5,60 kali.
Pada tahun 2012, perputaran piutang usaha PT. Kalbe Farma meningkat dari 5,60 kali
pada tahun 2011 menjadi 7,00 kali pada tahun 2012. Hal ini menandakan bahwa penagihan
piutang dilakukan setiap 21 hari selama setahun. Peningkatan ini dipengaruhi pula oleh
peningkatan penjulan dan peningkatan jumlah piutang dari tahun sebelumnya. Kenaikan harga
telah dilakukan atas beberapa produk terutama untuk mengimbangi biaya bahan baku yang
meningkat. Penjualan bersih dari Divisi Distribusi dan Kemasan memberikan kontribusi
terbesar, diikuti oleh Divisi Obat Resep, Divisi Nutrisi, dan Divisi Produk Kesehatan. Pada
dasarnya peningkatan perputaran piutang pada tahun 2012 ini menandakan bahwa PT. Kalbe
Farma telah lebih baik menagih piutang nya dibandingkan pada tahun sebelum nya.
Pada tahun 2013, Perputaran Piutang Usaha PT. Kalbe Farma meningkat dari 7,00 kali
pada tahun 2012 menjadi 8,21 kali pada tahun 2013. Peningkatan ini sebanding dengan
peningkatan yang terjadi pada total penjualan dan total piutang.. Kalbe

2.5 Inventory Turnover ( Perputaran Persediaan)

13

Inventory Turnover atau Perputaran Persediaan adalah adalah ukuran seberapa sering
persediaan barang dagang terjual dalam waktu satu periode. Periode dapat dalam masa tahunan
ataupun bulanan. Pada tahun 2011, Perputaran Persediaan PT. Kalbe Farma mancapai titik 2,34
kali. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setahun PT. Kalbe Farma melakukan pengisian ulang
persediaan sebanyak 2,34 kali.
Pada tahun 2012, Perputaran Persediaan PT. Kalbe Farma mengalami peningkatan. Dari
titik 2,34 kali pada taun 2011 menjadi 3,10 kali pada tahun 2012. Angka 3,10 ini menunjukkan
bahwa dalam setahun PT. Kalbe Farma melakukan 3,10kali pengisian ulang persediaan.
Padda tahun 2013, Perputaran Persediaan PT. Kalbe Farma mengalami peningkatan dari titik
3,10 kali pada tahun 2012 menjadi 3,63 kali pada tahun 2013. Angka 3,63 ini menunjukkan
bahwa dalam setahun PT. Kalbe Farma melakukan 3,63 pengisian persediaan.

14

BAB III
PENUTUP
3.1

Simpulan

3.1.1

Aspek Likuiditas
Untuk tingkat likuiditas PT Kalbe Farma Tbk bisa dilihat dari rasio lancar, rasio cepat

dan periode penagihan rata-rata (average collection periode) . Berdasarkan grafiknya, dari tahun
2011 sampai 2013 rasio lancar dan rasio cepatnya mengalami penurunan kemudian pada tahun
Ini menandakan di tahun 2010 PT Kalbe Farma Tbk mempunyai lebih banyak aktiva liquid
sehubungan dengan hutang jangka pendeknya, ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut di
tahun 2012 memiliki kemampuan lebih besar untuk memenuhi kewajiban yang jatuh
tempo.Namun bila tingkat likuiditas diukur melalui periode penagihan rata-ratanya nilainya pun
fluktuatif atau naik turun. Dari 2011 ke 2013 periode penagihan rata-ratanya mengalami
penurunan dan di tahun 2011 dan 2013 mengalami kenaikan kembali.
3.1.2

Aspek Efisensi
Dalam menentukan efisiensi penggunaan asset, kita dapat melihat dari grafik perputaran

total asset, perputaran piutang dagang, perputaran persediaan, dan perputaran asset tetap. Dapat
dilihat dari grafik keempat rasio tersebut dari tahun 2011 sampai 2013 PT Kalbe Farma Tbk
cukup efisien dalam menggunakan asetnya karena adanya kenaikan rasio dari tahun ke tahun.
PT Kalbe Farma Tbk efisien dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan. PT
Kalbe Farma Tbk juga mempunyai cara yang baik dalam mengelola persediaan, menagih
piutang usaha dan juga dalam mengelola penggunaan aktiva tetap perusahaannya.
3.1.3

Aspek Leverage
Dalam menentukan aspek leverage dalam sebuah perusahaan, kita dapat melihat grafik

ROE, rasio hutang, dan rasio laba terhadap beban bunga. Berdasarkan grafik dari 2011 hingga
2013 leverege perusahaan Kalbe Farma cukup bagus. Dilihat dari rasio hutangnya

yang

menunjukkan makin banyaknya hutang untuk membiayai aset perusahaan. Berdasarkan grafik
rasio laba terhadap beban bunga perusahaan Kalbe Farma ini menunjukan kemampuannya
dalam melunasi bunga pinjaman cukup baik. Pada grafik ini ditunjukkan ROE tetap pada posisi
yang positif. ROE yangpositif menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan
dengan kemampuan modal sendiri yang dapat menguntungkan para pemegang saham.

15

3.1.4

Aspek Profitabilitas
Dalam aspek ini, kita membicarakan apakah para pemegang saham menerima

pengembalian yang pantas atas investasi mereka. Jawabannya dapat kita lihat pada rasio ROE
dimana pemilik PT. Kalbe Farma,Tbk menerima pengembalian yang cukup menarik yaitu
berkisar antara 20%-24% atau dapat dikatakan bahwa setiap Rp1 modal biasa yang pemilik
tanamkan menghasilkan laba bersih sebesar Rp20-24 yang tersedia untuk mereka. Disini, PT
Kalbe Farma,Tbk bermain aman dengan menggunakan lebih sedikit pendaanaan dengan hutang
(hanya 20% hutang, dan 80% ekuitas pemegang saham), karena dengan rasio hutang yang
rendah PT Kalbe Farma Tbk bisa meningkatkan dengan cepat pengembaliannya kepada pemilik.
Sedangkan semakin banyak hutang maka semakin besar resiko bag pemegang sahamnya.
3.2

Saran
1. Secara umum, current ratio sebesar 2:1 atau lebih bisa disebut bagus, akan tetapi rasio
yang terlalu besar bisa mengindikasikan bahwa PT Kalbe Farma Tbk tidak menggunakan
aset secara produktif dan lebih baik diinvestasikan dalam bentuk lain.
2. Sebaiknya PT. Kalbe Farma lebih mengawasi kegiatan penagihan piutang supaya
likuiditas dan perputaran piutang perusahaan tetap terjaga. Tenggang waktu yang
panjang untuk menagih piutang yang dimiliki PT Kalbe Farma,Tbk sebanding dengan
jumlah piutang yang dimiliki dan beredar semakin banyak.
3. Tidak ada salahnya jika PT Kalbe Farma menambah hutang agar terjadi peningkatan
pada penngembalian atas investasinya. Sehingga investor tertarik untuk membeli saham
perusahaan.

16

DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Sofyan Syafri. 2009. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.
Jakarta: RajaGrafindo Persada
Kasmir. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada
J. Keown, Arthur. 2008. Manajemen Keuangan, Edisi 10. Jakarta: Indeks
Altman. 1968. Penelitian Terdahulu: Analisis Rasio Keuangan Untuk
Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan.
Aristiani A., Sandra. 2011."Skripsi: Analisis Merger dan Kinerja Keuangan PT
Kalbe Farma Tbk". Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro
Kastanya D., Ronald. 2006. "Skripsi : Penilaian usaha PT. Kalbe Farma Tbk.
dengan Menggunakan Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pasar".
Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra

17

LAMPIRAN

18