Anda di halaman 1dari 2

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN

MEDIKOLEGAL
RUMAH SAKIT DR CIPTO MANGUNKUSUMO
Jalan Diponegoro no. 71, Jakarta Pusat 10430, Kotak Pos 1086
Telp. 3918301, 31930808 (Hunting), Fax 3148991
Nomor
Perihal
Lampiran

: 905/VER /IX /2015


: Pemeriksaan terhadap Tn. C.
:-

Jakarta, 08 Oktober 2015

PRO JUSTITIA
VISUM ET REPERTUM
Yang bertanda tangan di bawah ini, dr. Chatrine Sutandi, dokter pada Departemen Ilmu
Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah
Sakit dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta, menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari
Kepolisian Resor Metrojaya Jakarta Pusat tertanggal 8 Oktober 2015, No. Pol.:
393/VER/X/2015/POLRES JP, maka pada tanggal delapan bulan Oktober tahun dua ribu lima
belas, pukul dua puluh tiga Waktu Indonesia Bagian Barat bertempat di Rumah Sakit dr. Cipto
Mangunkusumo, telah melakukan pemeriksaan atas korban dengan nomor registrasi 4078698
keterangan
sebagai
berikut:----------------------------------------------------------------------------------------------------------Nama
: Tn. C.--------------------------------------------------------------------Jenis kelamin
: Laki - laki.-----------------------------------------------------------------Umur
: 49 tahun.-------------------------------------------------------------------Warganegara
: Indonesia.------------------------------------------------------------------Agama
: Islam.-----------------------------------------------------------------------Pekerjaan
: Karyawan swasta.--------------------------------------------------------Alamat
: Jl. Cempaka Indah RT.006 RW.007, Kelurahan Harapan Mulia,
Kemayoran, Jakarta Pusat. ------------------------------------------------------------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN---------------------------------------1. Korban datang dalam keadaan sadar dengan keadaan umum sakit sedang.------------------2. Korban mengaku sekitar lima setengah jam sebelum pemeriksaan (tanggal delapan
Oktober tahun dua ribu lima belas, sekita pukul tujuh belas lewat tiga puluh menit Waktu
Indonesia Bagian Barat) ditonjok pada leher sisi kiri dan kepala dibenturkan ke tembok
sebanyak satu kali oleh pelaku (laki-laki berusia sekitar lima puluh tahun yang
merupakan keluarga korban). Setelah kejadian, korban mengaku pingsan sebanyak dua
kali selama sepuluh sampai lima belas menit, tidak ada mual, tidak muntah dan tidak ada
perdarahan dari hidung dan telinga. Saat ini, korban mengeluh nyeri pada leher dan
belakang kepala, rahang dan leher masih dapat digerakkan. Awalnya pelaku marah
kepada korban yang terlibat adu mulut dengan anggota keluarga yang
lain.------------------------------------------3. Pemeriksaan fisik umum:----------------------------------------------------------------------------Tekanan darah seratus sepuluh per delapan puluh millimeter air raksa; frekuensi nadi
delapan puluh kali per menit; frekueni napas enam belas kali per menit; suhu tiga puluh
tujuh derajat celcius.----------------------------------------------------------------------------------4. Luka-luka:----------------------------------------------------------------------------------------------

1. Pada leher samping kiri, sembilan koma lima sentimeter dari garis pertengahan
depan, empat sentimeter di bawah liang telinga, terdapat daerah nyeri pada penekanan
berukuran dua sentimeter.---------------------Lanjutan Visum et Repertum Nomor : 905/VER /IX /2015
Halaman ke 2 dari 2 halaman.
berukuran dua sentimeter kali dua koma lima sentimeter.----------------------------------2. Pada leher depan sisi kiri, tiga sentimeter dari garis pertengahan depan, dua
sentimeter di bawah jakun, terdapat memar, warna merah berukuran satu koma lima
sentimeter
kali
satu
sentimeter.------------------------------------------------------------------------------3. Pada kepala belakang sisi kiri, enam sentimeter dari garis pertengahan belakang,
enam sentimeter di atas batas tumbuh rambut belakang, terdapat pembengkakan
sewarna kulit disertai nyeri pada penekanan berukuran tiga sentimeter kali empat
sentimeter.--5. Terhadap korban dilakukan tindakan :-------------------------------------------------------------1. Pemeriksaan radiologi berupa foto rontgen kepala dan leher, tidak didapatkan patah
tulang.----------------------------------------------------------------------------------------------2. Korban menolak dilakukan pemeriksaan di bidang saraf.----------------------------------6. Korban dipulangkan.---------------------------------------------------------------------------------KESIMPULAN:----------------------------------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan korban laki-laki berusia empat puluh sembilan tahun ini ditemukan
pembengkakan pada belakang kepala, nyeri penekanan dan memar pada leher akibat kekerasan
tumpul.----------------------------------------------------------------------------------------------------------Luka-luka tersebut tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan
jabatan atau pencarian untuk sementara waktu. Efek lanjut dari luka-luka tidak dapat ditentukan
karena korban menolak pemeriksaan dan penatalaksanaan di bidang saraf.---------------------------Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan keilmuan
yang sebaik-baiknya, mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara
Pidana
(KUHAP).-----------------------------------------------------------------------------------------------

Dokter tersebut di atas,


dr. Chatrine Sutandi
NIP. 112013063