Anda di halaman 1dari 13

ETIKA BISNIS DAN PROFESI

ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Oleh :
Kelompok 10
MOHAMMAD FADLY ASSAGAF ( C 302 15 002 )
MOH. RIZAL ZULKIRAM ( C 302 15 009 )

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS TADULAKO
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat
limpahan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Etika Bisnis dan Profesi ini
yang berjudul Etika Dalam Kantor Akuntan Publik .
Penulisan makalah ini ditunjukkan untuk menyelesaikan tugas Etika Bisnis dan
Profesi dan bertujuan agar kami dapat lebih memahami materi ini. Selain itu juga di makalah
ini kami sajikan sedemikian rupa sehingga dapat merangsang pikiran dan daya analisis
mahasiswa dan mahasiswi terhadap berbagai pemahaman tentang Etika Bisnis dan Profesi
tersebut.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam menyelesaikan tugas ini. Kami harap dengan adanya makalah ini para pembaca dapat
bertambah wawasannya, sehingga dapat memahami Etika Bisnis dan Profesi. Kritik dan saran
dari pembaca kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalamualaikum wr.wb.
15 September 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Etika adalah aturan tentang baik dan buruk. Beretika dalam berbisnis adalah suatu
pelengkap utama dari keberhasilan para pelaku bisnis. Bisnis yang sukses bukan hanya
dilihat dari hasil usaha saja, tetapi juga tercermin dari perilaku serta sepak terjang si
Pelaku Bisnis dalam proses berbisnis.
Namun pada prakteknya banyak perusahaan yang mengesampingkan etika demi
tercapainya keuntungan yang berlipat ganda. Lebih mengedepankan kepentingan kepentingan tertentu, sehingga menggeser prioritas perusahaan dalam membangun
kepedulian di masyarakat. Kecenderungan itu memunculkan manipulasi dan
penyelewengan untuk lebih mengarah pada tercapainya kepentingan perusahaan. Praktek
penyimpangan ini terjadi tidak hanya di perusahaan di Indonesia, namun terjadi pula
kasus - kasus penting di luar negeri.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kode etik sangatlah penting untuk setiap
profesi apapun itu. Kode etik mengatur anggotanya dan menjelaskan hal apa yang baik
dan tidak baik dan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai anggota profesi
baik dalam berhubungan dengan kolega, langganan, masyarakat dan pegawai.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah di paparkan di atas, maka pokok pembahasan dalam
makalah ini yakni sebagai berikut :
1.
Etika Bisnis Kantor Akuntan Publik (KAP)
2. Tanggung Jawab sosial KAP sebagai Entitas Bisnis
3.
Krisis dalam Profesi Akuntansi
4.
Regulasi dalam Rangka Penegakan Etika KAP
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini ialah untuk menunjukkan bagaimana menjadi seorang
akuntan yang profesional dan taat pada kode etik akuntan yang sudah ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia ( IAPI ).

BAB II
PEMBAHASAN
A. Etika Bisnis Kantor Akuntan Publik (KAP)
Ada lima aturan etika yang telah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia
( IAPI ). Lima aturan etika itu adalah :
1. Independensi, integritas, dan obyektivitas
a) Independensi.
Dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus selalu mempertahankan
sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana
diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAPI.
Sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (infacts)
maupun dalam penampilan (in appearance)
b) Integritas dan Objektivitas.
Dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus mempertahankan integritas
dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan
tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang
diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada
pihak lain.
2. Standar umum dan prinsip akuntansi
a) Standar Umum.
Anggota KAP harus mematuhi standar berikut ini beserta interpretasi yang
terkait yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan IAPI :
Kompetensi Profesional
Anggota KAP hanya boleh melakukan pemberian jasa profesional yang
secara layak (reasonable) diharapkan dapat diselesaikan dengan kompetensi
profesional.
Kecermatan dan Keseksamaan Profesional
Anggota KAP wajib melakukan pemberian jasa profesional dengan
kecermatan dan keseksamaan profesional.
Perencanaan dan Supervisi
Anggota KAP wajib merencanakan dan mensupervisi secara memadai
setiap pelaksanaan pemberian jasa profesional.
Data Relevan yang Memadai
Anggota KAP wajib memperoleh data relevan yang memadai untuk
menjadi dasar yang layak bagi kesimpulan atau rekomendasi sehubungan
dengan pelaksanaan jasa profesionalnya.
b) Kepatuhan terhadap Standar.
Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa auditing, atestasi, review,
kompilasi, konsultansi manajemen, perpajakan atau jasa profesional lainnya,
wajib mematuhi standar yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang
ditetapkan oleh IAPI.
c) Prinsip - Prinsip Akuntansi
Anggota KAP tidak diperkenankan :
(1) Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan
atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum atau
(2) Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang
harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip

akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat penyimpangan yang


berdampak material terhadap laporan atau data secara keseluruhan dari
prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan oleh badan pengatur standar yang
ditetapkan IAPI. Dalam keadaan luar biasa, laporan atau data mungkin
memuat penyimpangan seperti tersebut diatas. Dalam kondisi tersebut anggota
KAP dapat tetap mematuhi ketentuan dalam butir ini selama anggota KAP
dapat menunjukkan bahwa laporan atau data akan menyesatkan apabila tidak
memuat penyimpangan seperti itu, dengan cara mengungkapkan
penyimpangan dan estimasi dampaknya (bila praktis), serta alasan mengapa
kepatuhan atas prinsip akuntansi yang berlaku umum akan menghasilkan
laporan yang menyesatkan.
3. Tanggung jawab kepada klien
a. Informasi Klien yang Rahasia.
Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang
rahasia, tanpa persetujuan dari klien. Ketentuan ini tidak dimaksudkan untuk :
1) Membebaskan anggota KAP dari kewajiban profesionalnya sesuai dengan
aturan etika kepatuhan terhadap standar dan prinsip-prinsip akuntansi
2) Mempengaruhi kewajiban anggota KAP dengan cara apapun untuk mematuhi
peraturan perundang - undangan yang berlaku seperti panggilan resmi
penyidikan pejabat pengusut atau melarang kepatuhan anggota KAP terhadap
ketentuan peraturan yang berlaku.
3) Melarang review praktik profesional (review mutu) seorang Anggota sesuai
dengan kewenangan IAPI atau
4) Menghalangi Anggota dari pengajuan pengaduan keluhan atau pemberian
komentar atas penyidikan yang dilakukan oleh badan yang dibentuk IAPI
dalam rangka penegakan disiplin Anggota.
Anggota yang terlibat dalam penyidikan dan review diatas, tidak boleh
memanfaatkannya untuk keuntungan diri pribadi mereka atau mengungkapkan
informasi klien yang harus dirahasiakan yang diketahuinya dalam pelaksanaan
tugasnya. Larangan ini tidak boleh membatasi Anggota dalam pemberian
informasi sehubungan dengan proses penyidikan atau penegakan disiplin
sebagaimana telah diungkapkan dalam butir (d) di atas atau review praktik
profesional (review mutu) seperti telah disebutkan dalam butir (c) di atas.
b. Fee Profesional
- Besaran Fee
Besarnya fee Anggota dapat bervariasi tergantung antara lain : risiko
penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang
diperlukan untuk melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang
bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya. Anggota KAP tidak
diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat
merusak citra profesi.
c. Fee Kontinjen
Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa
profesional tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan atau hasil
tertentu dimana jumlah fee tergantung pada temuan atau hasil tertentu tersebut.
Fee dianggap tidak kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau badan pengatur
atau dalam hal perpajakan, jika dasar penetapan adalah hasil penyelesaian hukum
atau temuan badan pengatur. Anggota KAP tidak diperkenankan untuk
menetapkan fee kontinjen apabila penetapan tersebut dapat mengurangi
indepedensi.

4. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi


a. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi.
Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan
dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.
b. Komunikasi antar akuntan publik.
Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila
menerima penugasan audit menggantikan akuntan publik pendahulu atau untuk
tahun buku yang sama ditunjuk akuntan publik lain dengan jenis dan periode serta
tujuan yang berlainan. Akuntan publik pendahulu wajib menanggapi secara
tertulis permintaan komunikasi dari akuntan pengganti secara memadai. Akuntan
publik tidak diperkenankan menerima penugasan atestasi yang jenis atestasi dan
periodenya sama dengan penugasan akuntan yang lebih dahulu ditunjuk klien,
kecuali apabila penugasan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan
perundang-undangan atau peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang.
5. Tanggung jawab dan praktik lain
a. Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan.
Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan/atau mengucapkan
perkataan yang mencemarkan profesi.
b. Iklan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya.
Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari
klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan
pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.
c. Komisi dan Fee Referal.
1) Komisi
Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk
lainnya yang diberikan atau diterima kepada / dari klien / pihak lain untuk
memperolah penugasan dari klien / pihak lain.
Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi
apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi
independensi.
2) Fee Referal (Rujukan).
Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang dibayarkan / diterima kepada /
dari
sesama
penyedia
jasa
profesional
akuntan
publik.
Fee referal (rujukan) hanya diperkenankan bagi sesama profesi.
d. Bentuk Organisasi dan Nama KAP
Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi
yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau yang
tidak menyesatkan dan merendahkan citra profesi.
Aturan - aturan etika ini harus diterapkan oleh anggota IAPI dan staf
profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI) yang
bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP).
B. Tanggung Jawab Sosial KAP Sebagai Entitas Bisnis
Tanggung jawab sosial suatu lembaga bukanlah pemberian sumbangan atau
pemberian layanan gratis. Tanggung jawab sosial kantor akuntan publik meliputi ciri
utama dari profesi akuntan publik terutama sikap altruisme, yaitu mengutamakan
kepentingan publik dan juga memperhatikan sesama akuntan publik dibanding mengejar
laba.

C. Krisis Dalam Profesi Akuntansi


Krisis dalam Profesi akuntan publik di Indonesia diperkirakan akan terjadi dalam
sepuluh tahun ke depan, disebabkan karena semakin minimnya SDM akibat kurangnya
minat generasi muda terhadap profesi tersebut.
Berdasarkan data Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), sedikitnya 75% akuntan
publik yang berpraktek di Indonesia berusia di atas 55 tahun. Kondisi ini, tentunya akan
mengancam eksistensi profesi akuntan publik di Tanah Air karena tidak ada regenerasi
kepada kaum muda. Padahal, seiring dengan semakin berkembangnya pertumbuhan
industri di Indonesia, jasa akuntan semakin dibutuhkan. Apabila keadaan ini tidak bisa
diatasi, maka diperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan, profesi akuntan terancam mati.
Padahal semakin ke depan profesi ini akan sangat menjanjikan karena pesatnya
pertumbuhan industri.
Pelaksanaan ekonomi di negeri ini ditunjang fungsi akuntan publik oleh karena itu
pemerintah melalui UU No. 5 Tahun 2011 tentang akuntan publik mengatur peran dan
bagaimana akuntan publik bekerja. Pasalnya, saat ini terjadi ketimpangan dalam dunia
akuntan publik. Dari 16 ribu perusahaan yang selalu diaudit setiap tahun, 70 persennya
hanya diaduit oleh 4 akuntan publik. Sisanya lebih dari 400 akuntan publik dan 600
orang akuntan bekerja.
Undang - Undang itu juga mengatur bagaimana profesi akuntan itu bisa
mendapatkan perhatian dan pembinaan, mulai dari ijin, menentukan standar akuntansi
juga mengawasi kode etik. Izin akuntan publik tetap dari pemerintah, dan kemudian
nantinya akan ada sebuah komite yang dibentuk yang terdiri dari perwakilan pemerintah,
asosiasi, dan emiten yang akan mengawasi dan membina dalam pelaksanaan pekerjaan
akuntan publik.
Dengan undang - undang ini juga diharapkan setiap akuntan publik bisa bekerja
secara profesional. Kedepannya Kementerian Keuangan, dalam hal ini adalah Direktorat
Jenderal Pajak mempercayakan audit laporan keuangan perusahaan itu kepada akuntan
publik. Jadi nantinya bagi setiap wajib pajak yang laporan keuangannya sudah diaudit
oleh akuntan publik dan statusnya baik, maka laporan keuangan itu tidak akan diperiksa
lagi oleh Ditjen Pajak karena akuntan publik dipercaya mampu dan dapat memberikan
laporan yang benar sehingga dengan demikian Ditjen Pajak hanya tinggal berfokus pada
perusahaan yang memang bermasalah.
D. Regulasi Dalam Rangka Penegakan Etika KAP
Di Indonesia, melalui Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP Dep.
Keu.), pemerintah melaksanakan regulasi yang bertujuan melakukan pembinaan dan
pengawasan terkait dengan penegakkan etika terhadap kantor akuntan publik. Hal ini
dilakukan sejalan dengan regulasi yang dilakukan oleh asosiasi profesi terhadap
anggotanya.
Perkembangan terakhir dunia internasional menunjukkan bahwa kewenangan
pengaturan akuntan publik mulai ditarik ke pihak pemerintah, dimulai dengan Amerika
Serikat yang membentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB).
PCAOB merupakan lembaga semi pemerintah yang dibentuk berdasarkan Sarbanes
Oxley Act 2002. Hal ini terkait dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap
lemahnya regulasi yang dilakukan oleh asosiasi profesi, terutama sejak terjadinya kasus
Enron dan Wordcom yang menyebabkan bangkrutnya Arthur Andersen sebagai salah satu
the Big-5 yaitu kantor akuntan publik besar tingkat dunia. Sebelumnya, kewenangan
asosiasi profesi sangat besar, antara lain:
(i) Pembuatan standar akuntansi dan standar audit
(ii) Pemeriksaan terhadap kertas kerja audit, dan
(iii) Pemberian sanksi.

Regulasi terhadap akuntan publik diperketat disertai dengan usulan penerapan sanksi
disiplin berat dan denda administratif yang besar, terutama dalam hal pelanggaran
penerapan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Di samping itu ditambahkan pula
sanksi pidana kepada akuntan publik palsu (atau orang yang mengaku sebagai akuntan
publik) dan kepada akuntan publik yang melanggar penerapan SPAP. Seluruh regulasi
tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, meningkatkan
kepercayaan publik serta melindungi kepentingan publik melalui peningkatan
independensi auditor dan kualitas audit.
E. Kasus Pelanggaran Etika KAP
Hasil temuan tentang skandal kebangkrutan Lehman Brothers pada September 2008
silam, kini mulai terkuak. Laporan temuan setebal 2.200 halaman tersebut merupakan
hasil penelitian lebih dari satu tahun. Tujuannya, untuk menentukan siapa sebenarnya
yang bersalah dibalik runtuhnya Lehman Brothers (Winarto,2010).
Sekedar kilas balik, Lehman Brothers merupakan salah satu investment bank
terbesar di AS yang sudah berusia 150 tahun. Kebangkrutan bank ini merupakan yang
terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah perbankan di AS. Bangkrutnya Lehman
Brothers juga merupakan titik awal serangan badai krisis terdahsyat pasca Perang Dunia
II yang melanda tahun 2007 dan 2008 lalu (Nugroho,2010)
Seorang peneliti dari firma hukum Jenner & Block, Anton Valukas, membuka tabir
dibalik runtunnya Lehman Brothers sebagai lembaga keuangan terbesar dalam sejarah
korporasi di Amerika Serikat yang memicu krisis finansial global.
Hasilnya waktu itu cukup parah. Aliran dana kredit dari berbagai bank terhenti.
Bank tidak percaya satu sama lain. Kepercayaan perbankan merosot tajam.
Akibatnya, perusahaan-perusahaan raksasa yang sudah berusia di atas 100 tahun,
seperti Lehman Brothers pun ikut bangkrut. Menyusul General Motors, perusahaan
otomotif terkemuka di dunia yang genap berusia 100 tahun September tahun 2008, juga
telah meminta persetujuan otoritas bisnis AS untuk dibangkrutkan.
Pada 15 September 2008, Lehman Brothers meminta perlindungan atas
kebangkrutan sesuai Bab 11 Undang-undang Kepailitan AS. Kewajiban utang Lehman
Brothers terhadap bank dinyatakan sejumlah 613 miliar dolar AS. Dimana sebesar 155
miliar dolar AS utang obligasi. Sementara total asset Lehman Brothers yang dimiliki
hanya sejumlah 639 miliar dolar AS.
JP Morgan Chase & Co dan Citigroup meminta tambahan penjaminan sebesar 21
miliar dolar AS ketika Lehman mulai terguncang. Laporan itu menyebutkan, pada 11
September 2008 JP Morgan meminta tambahan jaminan 5 miliar dolar AS. Permintaan
jaminan oleh para kreditor Lehman berdampak langsung terhadap likuiditas Lehman. Ini
menjadi penyebab utama kebangkrutan Lehman.
Selain itu, Auditor Ernst & Young sebagai auditor keuangan Lehman Brothers juga
dinilai lalai, dan melaporkan hasil audit palsu soal keuangan lembaga keuangan terbesar
dan bergengsi di AS tersebut.
Selain permintaan tambahan kolateral, penumpukan aset Lehman Brothers juga
dibuat terpusat pada kredit kepemilikan kredit rumah bermasalah. Sehingga ada kasus
penyesatan informasi yang material dalam akuntansi Lehman.
Menurut laporan Auditor Ernst & Young, tersirat bahwa Lehman menggunakan
rekayasa akuntansi untuk menutupi utang sebesar 50 miliar dolar AS di pembukuannya.
Semua itu dilakukan untuk menyembunyikan ketergantungan dari utangnya. Para pejabat
senior Lehman, juga auditor mereka Ernst & Young, sadar akan tindakan ini.
Tidak hanya itu, mereka juga menyinggung kemungkinan gugatan hukum terhadap
mantan pimpinan Lehman, Dick Fuld, juga pejabat keuangan Lehman, eksekutif Lehman
lainnya seperti Chris O'Meara, Erin Callan, dan Ian Lowitt. Perusahaan itu dituduh telah

melakukan skandal akuntansi. Itulah mengapa pemerintah Amerika Serikat tidak


membail-out Lehman Brothers, karena aktiva lehman lebih banyak berbentuk derivatif.
(Winarto,2010)
Pembahasan kasus :
Berdasarkan deskripsi kasus diatas dapat dianalisa bahwa KAP Ernst & Young telah
melakukan pelangaran kode etik profesi akuntan publik. Dia dengan sengaja melaporkan
hasil audit palsu soal keuangan Lehman Brothers. Dia mengetahui bahwa Lehman
Brothers menggunakan rekayasa akuntansi untuk menutupi utang sebesar 50 milliar dollar
AS di pembukuannya, yang semua itu dilakukannya untuk menyembunyikan
ketergantungannya dari utang dan KAP Ernst & Young tahu akan tindakan Lehman
Brothers. Bukan itu saja, Ernest & Young tahu bahwa sebenarnya para eksekutif dari
Lehman Brothers salah melakukan penilaian bisnis untuk memanipulasi neraca
perusahaan tetapi dia tetap mengeluarkan opini audit wajar tanpa pengecualian sehingga
tidak terdeteksi adanya krisis di dalam perusahaan Lehman Brothers.Ernst & Young dan
Lehman Brothers melakukan skandal tersebut dengan sadar dan tahu akan akibat tersebut.
Berdasarkan teori Arens, terdapat 5 prinsip dasar etika profesional, yaitu:
1. Integritas
2. Objektivitas
3. Kompetensi profesional dan kecermatan
4. Kerahasiaan
5. Perilaku Profesional
Berdasarkan analisa diatas dapat disimpulkan, kode etik profesional yang dilanggar
KAP Ernst & Young adalah sebagai berikut:
1. Integritas dan Objektivitas
Aturan Etika Profesi Akuntan Publik menjelaskan bahwa dalam menjalankan
tugasnya, KAP harus mempertahankan integritas dan objektivitas, harus bebas dari
benturan kepentingan dan tidak boleh membiarkan salah saji material yang
diketahuinya atau mengalihkan pertimbangannya kepada pihak lain.
Auditor harus terus terang dan jujur serta melakukan praktek secara adil dan
sebenar-benarnya dalam hubungan profesional mereka.
Sedangkan objektivitas yaitu di mana para auditor harus tidak berkompromi
dalam memberikan pertimbangan profesionalnya karena adanya bias, konflik
kepentingan atau karena adanya pengaruh dari orang lain yang tidak semestinya.
Pada kenyataannya auditor tersebut tidak jujur dalam melakukan penilaian
laporan keuangan Lehman Brothers dimana pada kasus tersebut, sebenarnya KAP
Ernst & Young mengetahui bahwa perusahaan menutupi utang sebesar 50 milliar
dollar AS, tetapi auditor jelas - jelas terbukti menutupi fakta tersebut dan melakukan
skandal dengan kliennya, yaitu Lehman Brothers.
2. Perilaku Profesional
Para auditor harus menahan diri dari setiap perilaku yang akan mendiskreditkan
profesi mereka, termasuk melakukan kelalaian.
Pada kasus ini, KAP Ernst & Young justru melakukan skandal dengan Lehman
Brothers perihal laporan keuangan yang telah dimanipulasi, di mana skandal tersebut
telah mendiskreditkan profesi mereka dan KAP Ernst & Young dinilai tidak
mempunyai perilaku profesional dalam menjalankan tugasnya oleh pelaku bisnis yang
akan menyewa jasanya sebagai auditor.

3. Kepentingan Publik

Auditor harus memegang prinsip kepentingan publik, dimana auditor


berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam rangka pelayanan kepada publik,
menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
Pada kasus ini, KAP Ernst & Young dianggap tidak memenuhi prinsip
kepentingan publik di atas, karena terdapat pihak - pihak di luar perusahaan yang
merasa dirugikan atas hasil opini auditor tersebut, dimana pada laporan keuangan
tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan yang baik. Tetapi pada
kenyataannya, KAP Ernst & Young mengetahui bahwa terdapat masalah dalam
perusahaan tersebut, dan KAP justru bekerjasama dengan perusahaan dan malah
melakukan kebohongan kepada publik.

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas mengenai Etika dalam Kantor Akuntan Publik (KAP), maka
dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni :
1. Aturan Etika dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) yakni Independensi, Integritas, dan
Obyektivitas, Standar umum dan prinsip akuntansi, Tanggung jawab kepada klien,
Tanggung jawab kepada rekan seprofesi, Tanggung jawab dan praktik lain, sangatlah
penting untuk dipahami dan ditaati oleh setiap anggota KAP agar dapat menjadi
seorang akuntan publik yang profesional.
2. Seorang akuntan publik juga memiliki tanggung jawab lain yang harus dilakukan
selain tanggung jawabnya kepada Klien, rekan seprofesi, dan tanggung jawab lainnya
yakni tanggung jawab sosial yang berupa pemberian pelayanan yang baik kepada
publik dan memperhatikan rekan seprofesi dengan tidak hanya mencari keuntungan
diri sendiri.
3. Dengan semakin berkurangnya minat para generasi muda akan profesi akuntan
publik, maka diperkirakan akan terjadi krisis terhadap profesi akuntan publik pada
sepuluh tahun yang akan datang.
4. UU Akuntan Publik dibentuk untuk mengatur peran dan bagaimana akuntan publik
bekerja, mengatur bagaimana profesi akuntan itu bisa mendapatkan perhatian dan
pembinaan, mulai dari ijin, menentukan standar akuntansi juga mengawasi kode etik,
dengan harapan akuntan publik dapat bekerja secara profesional.
5. Perlu adanya penegakan kode etik akuntan agar masyarakat tidak salah anggapan
mengenai pelanggaran yang dilakukan seorang akuntan apakah itu merupakan
pelanggaran kode etik atau pelanggaran standar audit atau pelanggaran SAK.
B. Rekomendasi
1. Sangat diharapkan agar dengan adanya aturan etika dalam Kantor Akuntan Publik dan
dibentuknya UU Akuntan Publik, maka para akuntan publik dapat bekerja secara
profesional dengan memperhatikan kepentingan negara dan masyarakat. Juga
diharapkan agar dengan adanya perhatian pemerintah akan profesi akuntansi maka
akan banyak anak anak muda yang berminat untuk berprofesi sebagai akuntan
publik agar krisis yang mengancam matinya profesi akuntansi tidak benar benar
terjadi.
2. Diharapkan juga kepada komite yang sudah ada yakni perwakilan pemerintah,
asosiasi, dan emiten yang akan mengawasi dan membina dalam pelaksanaan
pekerjaan akuntan publik agar dapat bekerja dengan jujur dan adil tanpa pandang
bulu, mengatakan benar jika benar, mengatakan salah jika memang salah, agar
pelanggaran pelanggaran yang sering dilakukan para akuntan publik dapat ditangani
sesuai dengan Undang undang yang berlaku.
3. Kantor Akuntan Publik juga diharapkan dapat lebih baik dalam pengangkatan auditor
jika menggunakan auditor yunior harus terlebih dahulu diberi pelatihan yang memadai
sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara kompeten.
4. Penerapan sistem pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik juga harus lebih baik.
Sehingga dalam penugasannya, Kantor Akuntan Publik melaksanakan sistem
Pengendalian Mutu sesuai dengan yang ditetapkan. Perencanaan audit oleh Kantor
Akuntan Publik juga harus dilakukan secara baik, sehingga dalam setiap
penugasannya Kantor Akuntan Publik terlebih dahulu merencanakan pemeriksaan
yang akan dilakukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif

antara penerapan Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik dengan


Efektifitas Perencanaan Audit.
5. Dalam kondisi apapun, Kantor Akuntan Publik khususnya auditor harus tetap bersikap
independen, serta tidak boleh terdesak oleh kepentingan apapun, tidak peduli dari
pihak mana kepentingan itu berasal. Auditor harus memegang teguh integritas dan
independensi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
6. Pengalaman juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap etika auditor pada
Kantor Akuntan Publik, sehinggan semakin tinggi pengalaman auditor maka
diharapkan etikanya semakin baik.
7. Komitmen profesional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap etika auditor
pada Kantor Akuntan Publik, diharapkan dengan komitmen professional yang baik
akan meningkatkan pelayanan auditor terhadap klien. Karena peningkatan komitmen
professional auditor berakibat pada peningkatan etika auditor dalam menunjang
pengambilan keputusan audit.
8. Komitmen organisasi juga berpengaruh terhadap etika auditor pada Kantor Akuntan
Publik. Diharapkan dengan komitmen organisasi yang baik, auditor mampu sejalan
dengan tujuan organisasi tempat auditor bekerja. Loyalitas yang tinggi terhadap
organisasi mampu membuat auditor taat terhadap kode etik dan standar pemeriksaan.
Sehingga Kantor Akuntan Publik yang mempunyai komitmen organisasi bisa
dijadikan auditor sebagai tempat untuk meningkatkan keahliannya.
9. Orentasi etis idealism berpengaruh positif dan signifikan terhadap etika auditor di
Kantor Akuntan Publik. Secara teori, orang yang idealis lebih taat terhadap peraturan
dan standar moral yang berlaku dimanapun bekerja. Sehingga seseorang yang idealis
lebih baik etikanya dari pada seseorang yang cenderung relativis. Auditor yang idealis
diharapkan terus menerus meningkatkan etikanya, sehingga dapat memberikan
pelayanan terbaik terhadap klien.
10. Orientasi etis relativis berpengaruh terhadap etika auditor di Kantor Akuntan Publik.
Karena memiliki ciri yang bertolak belakang dari orang yang memiliki orientasi etis
idealism. Orang yang realtivis cenderung menganggap tidak penting peraturan dan
standar moral yang berlaku. Biasanya orang yang relativis akan memiliki etika yang
rendah.
11. Proses pelaporan audit yang independen akan berpengaruh signifikan terhadap
kualitas audit yang dihasilkan, karena hasil audit yang tidak dapat dipercaya
kebenarannya akan berdampak kepada kredibilitas Kantor Akuntan Publik dimata
masyarakat maupun klien klien yang di audit oleh Kantor Akuntan Publik tersebut.
12. Auditor harus selalu melatih etikanya pada setiap event atau pelatihan rutin yang
diberikan Kantor Akuntan Publik tempat auditor bekerja atau pelatihan yang diberikan
oleh Institut Akuntan Publik Indonesia ( IAPI ). Sehingga segala keputusan yang di
ambil auditor selalu mempertimbangkan aturan moral yang tertera dalam kode etik
profesi dan standar pemeriksaan. Kantor Akuntan Publik tempat auditor bekerja
hendaknya selalu memberikan pelatihan kepada auditor auditornya sehingga
etikanya semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA
Agoes Sukrisno dan Ardana, I Cenik. Etika Bisnis dan Profesi : Tantangan Membangun
Manusia Seutuhnya Jakarta : Salemba Empat, 2009
Keraf, Sonny. 1998. Etika Bisnis : Tuntutan Dan Relivansinya. Yogyakarta : Kanisius
Kerockan. 2010. Fungsi dan cara kerja akuntansi publik.
K. Bertens, 1994, Etika, Jakarta : Gramedia Utama.