Anda di halaman 1dari 35

4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Motor Bakar


Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal
untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari
bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk
melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar
pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini
(proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2
golongan yaitu:
1. motor pembakaran luar
2. motor pembakaran dalam
Motor bakar otto termasuk mesin pembakaran dalam yang merupakan
motor dengan konversi energi tak langsung. Artinya energi kimia dari bahan bakar
dirubah melalui proses pembakar dalam silinder tertutup menjadi energi termis
yang kemudian dirubah menjadi energi mekanis. Bahan bakar standar yang
digunakan untuk motor bensin adalah isooktana (C8H18).
2.1.1 Motor Pembakaran Luar
Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di
luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin
tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah
menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru
kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin
uap.
2.1.2 Motor Pembakaran Dalam
Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di
dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa

diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak
dan mesin propulasi pancar gas.
2.2 Prinsip Kerja Motor Bensin
Pada motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal.
Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik. Prinsip kerja
motor bensin, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : campuran udara
dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, kemudian
dimampatkan oleh gerak naik torak, dibakar untuk memperoleh tenaga panas,
dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan.
Bila torak bergerak turun naik di dalam silinder dan menerima tekanan
tinggi akibat pembakaran, maka suatu tenaga kerja pada torak memungkinkan
torak terdorong ke bawah. Bila batang torak dan poros engkol dilengkapi untuk
merubah gerakan turun naik menjadi gerakan putar, torak akan menggerakkan
batang torak dan yang mana ini akan memutarkan poros engkol. Dan juga
diperlukan untuk membuang gas-gas sisa pembakaran dan penyediaan campuran
udara bensin pada saat-saat yang tepat untuk menjaga agar torak dapat bergerak
secara periodik dan melakukan kerja tetap. Gambar 2.1 dibawah ini merupakan
skema naik turun torak di dalam silinder motor bakar.

Gambar 2.1. Gerak naik turun torak


(fahmi180209.blogspot.com)

Kerja periodik di dalam silinder dimulai dari pemasukan campuran udara


dan bensin ke dalam silinder, sampai pada kompresi, pembakaran dan pengeluaran
gas-gas sisa pembakaran dari dalam silinder inilah yang disebut dengan siklus
mesin. Pada motor bensin terdapat dua macam tipe yaitu: motor bakar 4 tak dan
motor bakar 2 tak. Pada motor 4 tak, untuk melakukan satu siklus memerlukan 4
gerakan torak atau dua kali putaran poros engkol, sedangkan pada motor 2 tak,
untuk melakukan satu siklus hanya memerlukan 2 gerakan torak atau satu putaran
poros engkol.
2.2.1 Cara Kerja Motor Bensin 4 Langkah
Torak bergerak naik turun di dalam silinder dalam gerakan reciprocating.
Titik tertinggi yang dicapai oleh torak tersebut disebut titik mati atas (TMA) dan
titik terendah disebut titik mati bawah (TMB). Gerakan dari TMA ke TMB
disebut langkah torak (stroke). Pada motor 4 langkah mempunyai 4 langkah dalam
satu gerakan yaitu langkah pengisapan, langkah kompresi , langkah kerja dan
langkah pembuangan. Gambar 2.2 di bawah ini merupakan gambar cara kerja
(siklus kerja) motor 4 langkah.

Gambar 2.2. siklus kerja motor 4 langkah


(lalussetiyono.blogspot.com)

a.

Langkah isap (intake)


Pada langkah isap, campuran udara bensin diisap ke dalam silinder. Langkah

isap dimulai dengan torak bergerak dari TMA (titik mati atas) menuju TMB (titik

mati bawah). Karena pergerakan torak tersebut, maka tekanan pada ruang bakar
menurun maka campuran udara dan bahan bakar terisap masuk ke dalam ruang
bakar. Selama langkah torak ini, katup isap akan membuka dan katup buang
menutup seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.3. Langkah isap (Intake)


(Carakerjamesin.blogspot.com)

b. Langkah kompresi (compression)


Dalam gerakan ini campuran udara bensin yang di dalam silinder
dimampatkan oleh torak yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA seperti Gambar
2.4 di bawah ini. Kedua katup isap dan katup buang akan menutup selama gerakan
tekanan dan suhu campuran udara bensin menjadi naik. Bila tekanan campuran
udara bensin ini ditambah lagi, tekanan serta ledakan yang lebih besar lagi dari
tenaga yang kuat ini akan mendorong torak ke bawah. Sekarang torak sudah
melakukan dua gerakan atau satu putaran, dan poros engkol berputar satu putaran.

Gambar 2.4. Langkah Kompresi (compression)


(Carakerjamesin.blogspot.com)

c. Langkah Kerja (expansion)


Sesaat sebelum torak mencapai TMA (titik mati atas) pada langkah
kompresi, busi memercikan bunga api sehinga terjadi proses pembakaran. Akibat
tekanan dan temperatur di ruangbakar naik lebih tinggi, sehingga torak mampu
melakuakan langkah kerja atau langkah ekspansi atau langkah kerja. Langkah
kerja dimulai dari posisi torak pada TMA dan berkhir di TMB saat katup buang
sudah mulai terbuka pada awal langkah buang. Langkah ekspansi disebut juga
langkah kerja (power stroke). Langkah ekspansi ini seperti ditunjukkan pada
Gambar 2.5 dibawah ini.

Gambar 2.5. Langkah Ekspansi (expansion)


(Carakerjamesin.blogspot.com)

d. Langkah Buang (Exhaust)


Dalam gerak ini, torak terdorong ke bawah, ke TMB dan naik kembali ke
TMA untuk mendorong gas-gas yang telah terbakar dari silinder. Selama gerak ini
kerja katup buang saja yang terbuka. Bila torak mencapai TMA sesudah
melakukan pekerjaan seperti di atas, torak akan kembali pada keadaan untuk
memulai gerak isap. Sekarang motor telah melakukan 4 gerakan penuh, isapkompresi-kerja-buang. Poros engkol berputar 2 putaran, dan telah menghasilkan
satu tenaga. Di dalam mesin sebenarnya, membuka dan menutupnya katup tidak
terjadi tepat pada TMA dan TMB, tetapi akan berlaku lebih cepat atau lambat, ini
dimaksudkan untuk lebih efektif lagi untuk aliran gas seperti Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Langkah Buang (Exhaust)


(Carakerjamesin.blogspot.com)

2.2.2 Cara kerja motor bensin 2 langkah


Motor bensin 2 langkah merupakan motor bakar torak yangmempunyai
prinsip kerja daam dua kali gerakan torak terjadi satu siklus pembakaran, atau
dengan kata lain pada setiap 2 langkah torak atau satu putaran poros engkol terjadi
satu kali proses kerja. Pada sistem ini lubang buang dan lubang pengisian terletak
pada dinding silinder, sedangkan posisi membuka dan enutuonya disebabkan oleh
gerakan translasi torak itu sendiri. Proses kerja yang terjadi pada motor 2 langkah
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Langkah Torak dari TMB ke TMA
Langkah torak dari TMB ke TMA yaitu langkah pembilasan dan kompresi.
Langkah pembilasan dimulai dari torak di TMB hingga lubang buang
tertutup. Langkah kompresi mulai dari lubang buang, lubang buang
tertutup hingga torak mencapai TMA. Pada saat langkah pembilasan
terjadi proses pemasukan campuran bahan bakar dan udara melalui lubang
pengisian (intake port) sekaligus terjadi pengeluaran gas sisa pembakaran
melalui lubang buang (exhaust port).
b. Langkah Torak dari TMA ke TMB
Langkah torak dari TMA ke TMB merupakan langkah ekspansi atau
langkah kerja sekaligus terjadi langkah pembilasan. Langkah ekspansi
dimulai dari torak di TMA hingga lubang buang terbuka dan langkah
pembilasan dimulai saat lubang buang terbuaka hingga torak mencapai
TMB, pada saat pembilasan terjadi pembuangan gas sisa pembakaran.
Proses kerja motor 2 langkah dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

10

Gambar 2.7. Proses kerja motor dua langkah.


(denirizalk.blogspot.com)

2.3 Bagian Mesin Motor Bakar


Mesin meruapakan suatu jenis pesawat kerja yang mengubah energi kima
bahan bakar menjadi energi mekanik. Untuk melakukan proses perubahan, mesin
mempunyai komponen-komponen yang bekerja kompak menjadi satu kesatuan,
Gambar 2.8 merupakan gambar komponen utama mesin. Adapun komponen dari
mesin dibagi menjadi dua yaitu mesin dan kelengkapan mesin. Komponen
pertama yaitu mesin adalah komponen pembangkit tenaga. Komponen yang kedua
adalah komponen yang menjamin mesin bekerja dengan baik untuk pembangkitan
tenaga. Rincian dari komponen mesin adalah sebagai berikut.
1. Blok silinder
2.

Kepala silinder

3.

Piston atau torak

4.

Batang torak

5.

Poros engkol

6.

Bearing atau bantalan

7.

Roda penerus

8.

Mekanik Katup

11

Gambar 2.8. Komponen utama motor bakar.


(ki-tapunya.blogspot.com)

2.3.1

Silinder
Silinder adalah bagian yang berfungsi sebagai tempat perpindahan tenaga

panas menjadi tenaga mekanik dengan gerakan torak bolak-balik karena ekspansi
dan kompresi. Karena proses pembakaran menghasilkan tekanan yang tinggi
dimungkinkan terjadi kebocoran gas keluar ruang silinder menuju bagian bawah
mesin. Kebocoran bisanya melalui celah antara dinding silinder dengan ring pada
torak. Kebocoran akan menurunkan tekanan sehingga mesin kehilangan sebagian
energinya. Kebocoran terjadi karena terjadi keausan karena gesekan gerkan piston
dengan dinding silinder. Untuk mengatasi kondisi ini dinding silinder harus
diperkeras atau dengan di lapisi chrome.
Bila dinding -dinding silinder sudah mengalami keausan sehingga diameter
silider bertambah, kebocoran akan membesar, tenaga mesin drop dan oli bisa
masuk ke dalam silinder. Untuk memperbaik kondisi ini dinding silinder dibor
kembali. Karen diinding dibor sehingga diameternya bertambah diperlukan torak
yang sesuai dan lebih besar ( oversize).

12

Metode untuk menghindari keausan yang sering digunakan adalah dengan


pemasangan pelapis silinder atau silinder liner . Keuntungan dari silinder liner ini
dalah lebih tahan dari keausan dan apabila terjad dapat diganti, sehigga tida ada
metode pengeboran dengan torak oversize. Gambar dibawah ini adalah contoh
dari bentuk silinder.

Gambar 2.9. Blok silinder.


(godamaiku.blogspot.com)

2.3.2 Kepala Silinder


Kepala silinder dibaut dibagian atas kepala silinder (Gambar 2.10). Terdapat
ruang bakar berbentuk cekungan, di kepala silider juga terdapat lubang lubang
untuk pemasangan busi dan mekanisme katup. Antara kepala silider dengan silider
diselipkan gasket. Fungsi gasket adalah untuk mencegah kebocoran-kebocoran
gas dari dalam silinder. Meterial gasket harus tahan temperatur tinggi, biasanya
terbuat dari plat tembaga yang dilapisi asbes.
Ruang bakar yang terdapat pada kepala silinder adalah tempat proses
pembakaran, sehingga kepala silinder harus terbuat dari material yang tahan pada
temperatur dan tekanan tinggi. Mesin yang berpendingin udara pada kepala
silindernya dipasang sirip-sirip untuk pendiginan.

13

Gambar 2.10. Kepala Silinder (cylinder head).


(djblackersz.blogspot.com)

2.3.3 Piston atau Torak


Torak adalah komponen mesin yang paling pertama menerima energi dari
pembakaran (Gambar 2.11). Energi tersebut kemudian diteruskan dengan batang
torak. Untuk mencegah kebocoran dari ruang silinder yang bertekanan tinggi,
pada torak dipasang ring torak. Ring torak berfungsi sebagai perapat dan tempat
saluran pelumas, untuk melumasi dinding silinder.
Piston bekerja pada beban tinggi yaitu temperatur dan tekanan tinggi,
dengan alasan tersebut piston akan mengalami pemuaian sehingga bisa
bersinggungan dengan dinding silinder. Kondisi tersebut sangat merugikan karena
dinding silinder akan mudah aus. Untuk mengatasi kondisi tersebuat antara
dinding denga piston diberi jarak atau celah sehingga pada waktu piston
mengalami pemuaian masih ada tempat, kontak langsung dengan dinding silinder
dapat dihindari. Menurut IrfaI (2005), Fungsi piston dalam sebuah kontruksi
mesin adalah sebagai berikut:
1.

Untuk meneruskan tekanan gas ke poros engkol;

2.

Untuk mengambil tekanan samping yang ditimbulkan oleh kemiringan


batang engkol;

3.

Untuk menyekat bagian dalam silinder dari karter;

4.

Untuk membuang panas yang diserap oleh puncak piston selama


pembakaran dan bagian awal dari langkah ekspansi

14

Gambar 2.11. Piston


(fastnlow.net)

2.3.4 Ring Torak

Fungsi ring piston secara umum adalah sebagai berikut:


1.

Menjaga agar gas tidak keluar silinder selama langkah kompresi


atau langkah tenaga. Pada langkah ini perbedaan antara tekanan dalam
silinder dengan luar silinder sangat besar sehingga ada kemungkinan gas
bisa keluar melalui celah-celah antara piston dengan silinder.

2.

Sebagai komponen pelumasan yaitu ring piston akan mengikis


minyak pelumas di dinding silinder adan sekaligus mencegah minyak
pelumas masuk ke ruang bakar.

Karena ring piston bersingungan langsung dengan dinding silinder, maka


ring piston bisa sebagai media untuk menyalurkan panas dari piston kedinding
silinder.
Model ring pegas ada dua yaitu :
1. Ring kompresi, Fungsi ring ini adalah mencegah gas kelua pada waktu
langkah kompreasi dan ekspansi. Ring kompresi dipasang berurutan
pada posisi atas piston. Potongan ring diposisikan antara satu dengan
yang lainnya pada posisi 120o, atau 180o, dengan maksud untuk untuk
mencegah kebocoran.
2. Ring oli. Fungsi dari ring ini adalah untuk mengikis kelebihan oli pada

dinding silinder dan untuk mecegah agar minyak pelumas tidak


memasuki ruang bakar.
2.3.5

Batang Torak

15

Batang torak atau batang penerus (conecting rod) adalah komponen yang
meneruskan tenaga dari torak ke poros engkol. Dengan batang torak ini gerakan
torak yaitu translasi bolak-balik diubah menjadi gerakan rotasi pada poros engkol.
Bentuk dari batang torak dapat dilihat pada gambar 2.12. Bagian ujung yang
disambung dengan pen pada torak berbentuk lebih kecil dan ujung satunya yang
terhubung lansung dengan poros engkol berbentuk lebih besar. Pada bagian ujung
yang besar dibuat dalam bentuk split dan dipasang pada pin engkol dengan bautbaut yang dibuat dari logam khusus.
Sama dengan torak, batang torak juga bekerja pada beban tinggi secara
berulang ulang. Temperatur pada batang torak juga masih tinggi karena
bersinggungan langsung dengan torak. Dengan alasan tersebut batang torak dibuat
dengan baja khusus.
Pada ujung kecil sampai ujung besar dari batang torak diberi lubang
pelumas untuk melumasi bagian bagian dari batang torak mulai dari pen torak
sampai pada pin engkol. Pada ujung kecil sistem pelumasanya dengan percikan.
Pada bagian ujung besar dipasang bantalan untuk mencegah keausan.

Gambar 2.12. Konstrusi batang penghubung (conecting rod)


(seputarjendelaotomotif.blogspot.com)

2.3.6

Poros Engkol

16

Fungsinya sama dengan batang torak yaitu meneruskan tenaga dari torak.
Bedanya batang torak melakukan gerakan gabungan translasi dan rotasi, poros
engkol hanya bergerak rotasi saja. Adapun kontruksi dari poros engkol dapat
dilihat pada gambar. Jadi bagian bagian dari poros engkol adalah crank journal
yang ditumpu pada crankcase dengan bantalan dan merupakan pusat tumpuan dan
putaran. Crank pin adalah komponen dari poros engkol dimana batang torak
dipasang. Antara crank journal denga crank pin dihubungkan dengan crank arm.

Gambar 2.13. Poros engkol mesin 4 silinder.


(feri-yusuf.blogspot.com)

2.3.7

Mekanisme Katup
Katup merupakan komponen mesin yang berfungsi sebagai laluan udara dan

bahan bakar masuk silinder (katup masuk) atau sebagai laluan gas sisa
pembakaran keluar silinder (katup keluar) seperti ditunjukkan pada gambar
dibawah ini. Untuk mengatur membuka dan menutupnya katup diperlukan
mekanisme katup.

17

Gambar 2.14. Mekanisme katup yang banyak diaplikasi untuk motor bakar
(http://club.tiger-revolution.org)

Mekanisme katup yang dipakai dalam suatu motor dibagi menjadi 3 jenis
yaitu:
1. Mekanisme katup sisi (side valve);
2. Mekanisme katup kepala (over kead valve);
3. Mekanisme katup kepala dengan poros nok di atas kepala silinder (over
head camshaft).
2.3.8

Karburator
Bagian karburator secara umum memiliki dua belas bagian seperti terlihat

pada Gambar 2.16 dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan.

Gambar 2.15. Bagian-bagian karburator

(mufiks.blogspot.com)
Dua belas bagian karburator antara lain sebagai berikut:
1. Ruang Pelampung Karburator (float chamber)

18

Bagian ini berfungsi menampung sementara bahanbakar dari tangki


sebelum di proses (dialirkan ke ruang pembakaran).
2. Pelampung (floater)
Bagian ini berfungsi mengatur bahan bakar dalam ruang pelampung
karburator agar permukaannya tetap sehingga tidak meluap dan masuk ke
ruang pembakaran.
3. Jarum katup pelampung (needle valve/ floater valve)
Bagian ini berfungsi menutup saluran suplai bahan bakar dari tangki bila
bahan bakar dalam ruang pelampung karburator telah penuh.
4. Katup gas/ skep (throttle valve)
Bagian ini berfungsi mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara
yang akan dialirkan ke dalam ruang pembakaran (silinder).
5. Jarum gas/ jarum skep (Jet needle)
Bagian ini berfungsi mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara
yang masuk melalui spuyer ketika motor digas dengan pembukaan katup
sampai dengan .
6. Pegas/ per skep (throttle valve spring)
Bagian ini berfungsi mengembalikan posisi skep pada posisi terendah saat
kabel gas dolepas (tidak digas).
7. Pemancar jarum (main nozzle/ needle jet)
Bagian ini berfungsi menyemprotkan bahan bakar waktu motor digas.
Besarnya semprotan bahan bakar diatur oleh jarum skep.
8. Pemancar utama (main jet/ spooyer)
Bagian ini berfungsi manyedot menyemprotkan bahan bakar pada waktu
mesin bekerja.
9. Pemancar kecil stationer (slow jet/ pilot jet)
Bagian ini berfungsi memancarkan bahan bakar ketika motor dalam
keadaan langsam/ stasioner/ idle.
10. Sekerup udara (Mixture air screw)
Bagian ini berfungsi mengatur jumlah udara yang bercampur dengan bahan
bakar.
11. Sekerup gas ( throttle screw )
Bagian ini berfungsi mengatur posisi pembukaan katup/skep untuk posisi
langsam ( stationer )

19

12. Katup cuk ( choke valve )


Bagian ini berfungsi menutup saluran udara yang masuk ke karburator agar
terjadi percampuran kaya bahan bakar. Cuk digunakan pada saat
menghidupkan mesin dalam keadaan dingin.
2.4 Sistem Penunjang Motor Bakar
Suatu mesin terdiri atas berbagai sistem penunjang misalnya :Sistem
bahan bakar, sistem pendingin ,sistem pelumasan ,sistem pengapian dan
kelistrikan. Diantara sistem penunjang dalam motor bakar hal yang paling utama
yaitu sistem bahan bakar dan sistem pengapian.
2.4.1

Sistem Bahan Bakar


Syarat utama proses pembakaran adalah tersedia bahan-bakar yang

bercampur dengan baik dengan udara dan tercapainya suhu pembakaran. Pada
motor bensin proses pencampuran bahan-bakar udara terjadi pada karburator
(Widodo dan kurnowo:2008). Sistem bahan bakar terdiri dari beberapa komponen,
dimulai dari tangki bahan bakar sampai pada karburator .Bahan bakar dalam
tangki akan disalurkan ke karburator oleh pompa bensin (untuk mobil) ,melalui
selang dan saringan bensin. Karburator menyalurkan ke mesin sejumlah bahan
bakar yang dibutuhkan berupa campuran udara dan bahan bakar yang
dikabutkan ,dan masuk melalui manifold ke ruang silinder (Ranu:2008). Untuk
menyalurkan bahan bakar diperlukan beberapa komponen sistem bahan bakar
sebagai berikut :
a. Tangki bahan bakar
Umumnya tangki bahan bakar terbuat dari plat baja tipis. Tangki bagian
dalam dilapisi bahan pelapis anti karat,dan dilengkapi sparator untuk
mencegah goncangan saat berjalan dijalan kasar atau saat direm tiba tiba.
b. Saringan bahan bakar
Bensin terkadang membawa kotoran dan air yang bisa menghambat
saluran saluran yang ada pada karburator ,maka untuk menyaringnya
dipasang sebuah saringan bahan bakar /bensin.
c. Karburator

20

Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar
untuk sebuah mesin pembakaran dalam (Wikipedia: 2009). Karburator
bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka
semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya.
Karburator pada dasarnya merupakan pipa terbuka dikedua ujungnya, dalam
pipa ini udara bergerak menuju intake mainfold menuju kedalam mesin atau
ruang bakar seperti ditunjukkan pada Gambar 2.15. Pipa ini berbentuk
venturi, yaitu dari satu ujung permukaannya lebar lalu menyempit dibagian
tengah kemudian melebar lagi di ujung satunya. Bentuk ini menyebabkan
kecepatan aliran udara meningkat ketika melewati bagian yang sempit.

Gambar 2.16 Prinsip kerja karburator


(http://bf86.blogspot.com)

Pada tipe venturi tetap, diujung karburator dilengkapi dengan katup udara
berbentuk kupu-kupu yang disebut sebagai throttle valve (katup gas), yaitu
semacam cakram yang dapat berputar untuk menutup dan membuka
pergerakan aliran udara sehingga dapat mengatur banyaknya campuran
udara/bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Banyaknya campuran
udara/bahan bakar inilah yang menentukan besar tenaga dan/atau kecepatan

21

gerak mesin. Pedal gas, atau pada sepeda motor, grip gas dihubungkan
langsung dengan katup ini melalui kabel. Namun pada tipe venturi bergerak,
keberadaan katup ini tidak ditemukan karena yang mengatur besarnya aliran
udara/bahan bakar adalah ukuran venturi itu sendiri yang dapat berubah-ubah.
Pedal atau grip gas dihubungkan dengan piston yang mengatur celah sempit
dalam venturi. Bahan bakar disemburkan kepada aliran udara melalui saluransaluran kecil yang terdapat dalam ruang sempit dalam venturi. Tekanan
rendah dari udara yang bergerak dalam venturi menarik bahan bakar dari
mangkuk karburator sehingga bahan bakar ini tersembur dan ikut aliran
udara. Saluran-saluran ini disebut jet.
2.4.2

Sistem Pengapian
Tujuan dari sistem pengapian adalah untuk menciptakan loncatan listrik

yang akan digunakan untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara di
dalam ruang bakar. Loncatan listrik pada sistem pengapian dilakukan secara
langsung dan dilakuakan pada waktu yang tepat dengan laju pemercikan beberapa
ribu kali permenit untuk masing-masing silinder di dalam mesin. Jika timing
pengapian tidak tepat maka mesin tidak akan berjalan dengan sempurna. Sistem
pengapian mengirimkan voltase listrik yang sangat besar ke busi ketika piston
mencapai TMA pada langkah kompresi. Voltase yang dialirkan sistem pengapian
ke busi kurang lebih 20.000 volt sampai dengan 50.000 atau lebih. Sistem
pengapian yang memiliki voltase besar sumbernya berasal tegangan sebesar 12
Volt (www.familycar.com: 2009). Pada sistem pengapian pada umumnya terdapat
komponen-komponen antara lain:
1. Busi (Spark Plug)
Sistem

pengapian

pada

motor

adalah

satu-satunya

sistem

yang

menggunakan busi (Spark Plug). Busi dipasang untuk memercikkan listrik dan
akan membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresi oleh
piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat
elektroda yang dihubungkan dengan kabel ke lilitan penyala (ignition coil) di luar
busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah

22

percikan di dalam silinder (Wikipedia: 2009). Busi (Spark Plug) mempunyai


beberapa bagian seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2.17 di bawah ini.

Gambar 2.17. Bagian-bagian Busi (Spark Plug)


(http://ishak.unpad.ac.id)

Cara kerja busi, busi tersambung ke tegangan yang besarnya ribuan Volt
yang dihasilkan oleh lilitan penyala (ignition coil). Elektron yang terdorong
masuk dari lilitan menghasilkan beda tegangan antara elektroda di bagian tengah
busi dengan yang di bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan
udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan,
struktur gas di antara kedua elektroda tersebut berubah. Pada saat tegangan
melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami
proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator, berubah menjadi konduktor.
Setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron,
suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai 60.000 K. Suhu yang sangat
tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat, seperti
ledakan kecil. Inilah percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar
atau petir mini (wikipedia:2009).
2.

Kumparan pengapian (Ignition Coil)

23

Kumparan pengapian, atau lebih dikenal sebagai ignition coil adalah sistem
kumparan yang berfungsi untuk mengubah tegangan primer dari baterai kendaraan
bemotor menjadi tegangan sekunder sebesar 15000 - 30000 volt yang cukup kuat
untuk membantu pengapian motor (wikipedia:2009). Gambar 2.18 adalah gambar
sistem pengapian motor bensin 6 silinder.

Gambar 2.18 Sistem pengapian motor bensin 6 silinder.


(http://pamungkasaryasepa.blogspot.com)

Kumparan pengapian merupakan (Ignition coil) jantung dari sistem


pengapian. Arus dapat mengalir dari kumparan primer ke kumparan sekunder
karena adanya efek induksi elektromagnet yang kuat di dalam coil. Tegangan pada
kumparan primer berasal dari aki 12 volt. Tegangan ini kemudian dinaikkan oleh
kumparan sekunder menjadi sekitar 5000 volt. Gambar di bawah ini merupakan
bagian-bagian kumparan pengapian (Ignition coil) .

24

Gambar 2.19. Bagian-bagian ignition coil


(http://aochim.blogspot.com)

3. CDI (Capacitor Discharge Ignition)


Sistem pengapian kondensator (kapasitor) atau CDI (Capacitor Discharge
Ignition) merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor
yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari
kondensator, guna mencatudaya Kumparan pengapian (ignition coil).
Cara kerja:
Awalnya sebuah pencatu daya akan mengisi muatan pada kondensator
dalam bentuk Arus listrik searah sampai mencapai beberapa ratus volt.
Selanjutnya sebuah pemicu akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian
muatan kondensator, sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator
untuk mencatudaya kumparan pengapian melalui sebuah Saklar elektronik.
Karena bekerja dengan secara elektronik, sebagian besar komponennya
merupakan komponen-komponen elektronik yang ditempatkan pada Papan
rangkaian tercetak atau Printed Circuit Board (PCB), lalu dibungkus dengan
bahan khusus agar terlindungi dari kotoran, uap, cairan maupun panas. Banyak
orang yang menyebutnya modul CDI (CDI module), kotak CDI (CDI box), atau
"CDI" saja.

25

Berdasarkan pencatu dayanya, sistem pengapian CDI terbagi menjadi


dua jenis, yaitu:
1. Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian
CDI, dan menggunakan pencatu daya dari sumber Arus listrik bolak-balik
(dinamo AC/alternator).
2. Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatu daya dari sumber
arus listrik searah (misalnya dinamo DC, Batere, maupun Aki).
Berikut bagian-bagian yang bisa ditemui (atau mungkin beberapa
diantaranya terkadang tidak dipakai karena sesuatu hal) di dalam suatu sistem
pengapian CDI:
1. Kumparan pengisian (charging coil);
2. Kumparan pemicu (trigger/pulser coil);
3. Penyearah (rectifier);
4. Batere (battery);
5. Sekering (fuse);
6. Kunci kontak (contact switch);
7. Kondensator (capacitor);
8. Saklar elektronik (electronic switch);
9. Pengatur/penyetabil tegangan (voltage regulator/stabilizer);
10. Transformator penaik tegangan (voltage step up transformer);
11. Pengubah tegangan (voltage converter/inverter);
12. Pelipat tegangan (voltage multiplier);
13. Kumparan pengapian (ignition coil);
14. Kabel busi (spark plug cable);
15. Busi (spark plug);

26

16. Sistem pengawatan (wiring system);


17. Jalur bersama (common line).
2.4.3

Sistem pelumasan
Sistem pelumasan pada sepeda motor dibedakan menjadi dua, yaitu sistem

pelumasan sepeda motor 4 tak dan sistem pelumasan sepeda motor 2 tak.
a. Sistem Pelumasan Sepeda Motor 4 Tak

Sepeda motor 4 tak pelumasan hanya ada satau macam, yaitu dari bak
engkol. Minyak pelumas diisikan pada bak engkol. Dari bak engkol minyak
pelumas dipercikan ke dinding silinder untuk melumasi dinding silinder motor.
Ding oli yang dipasang pada piston bertugas meratakan dan membersihkan oli
pada dinding silinder tersebut. Oleh karena itu sepeda motor 4 tak dilengkapi
dengan ring oli.
b. Sistem Pelumasan Sepeda Motor 2 Tak
Sistem pelumasan sepeda motor 2 tak dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Sistem Pelumasan Campur : Pada sistem ini oli dicampurkan dengan bahan
bakar (bensin) pada tangki. Contohnya adalah pada sepeda motor vespa.
2. Sistem Pelumasan Autolube : Pada sistem ini oli ditampung pada tempat
tersendiri. Oleh karena itu pada sistem ini digunakan dua jenis minyak
pelumas, yaitu pelumasan untuk bak engkol dan pelumasan untuk motornya.
Untuk menjalankan tugas tersebut sistem ini dilengkapi dengan pompa oli.
Contohnya pada sepeda motor Yamaha.
Sistem pelumasan percik umumnya digunakan pada sepeda motor 4 tak
seperti Honda. Minyak pelumas yang digunakan pada sepeda motor adalah oli,
karena oli mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam pelumasan, yaitu :
1. Daya lekatnya baik
2. Titik nyala tinggi
3. Tidak mudah menguap
4. Titik beku rendah

27

5. Mudah memindahkan panas.


Kekentalan oli ditandai dengan SAE (The Society of Automotive
Engineers). Semakin besar angka SAE-nya berarti semakin kental. Oli SAE 40
lebih kental dari pada oli SAE 20. kekentalan oli tersebut makin lama makin
berkurang sehingga daya lumasnya pun menurun. Panas dan proses pembakaran
sangat berpengaruh terhadap kualitas oli. Sisa pembakaran seperti H2O yang
mengembun masuk kedalam bak oli dan bereaksi akhirnya menghasilkan lumpur
yang merusak kualitas oli. Disamping itu karbon yang tidak terbakar akan
bercampur dengan oli dan mengendap menjadi kerak.
Oli pada sistem pelumasan sepeda motor berfungsi sebagai :
1. Mengurangi gesekan
2. Menyerap panas
3. Mengurangi kehausan
4. Menambah kerapatan antara piston dan dinding silinder
5. Mencegah karat
6. Membersihkan kotoran-kotoran
c. Pompa Oli
Pompa oli pada sepeda motor berfungsi untuk memyemprotkan oli agar
bercampur dengan gas baru dan masuk kedalam ruang bakar. Jumlah oli yang
disemprotkan kedalam ruang bakar harus sesuai dengan ketentuan. Tidak boleh
banyak ataupun kurang, jika terlalu banyak mengakibatkan ruang bakar menjadi
cepat kotor oleh kerak/karbon dan polusi yang ditimbulkan oleh asap buang gas.
Jika kurang mengakibatkan motor menjadi cepat panas dan memungkinkan piston
macet didalam silinder.
Jumlah oli yang disemprotkan oleh pompa dapat disetel, mekanisme
penyetelannya pun tidak sama. Sepeda motor yang dipompa oli adalah sepeda
motor 2 tak seperti Yamaha dan Suzuki, vespa termasuk sepeda motor 2 tak tapi
oli tidak disemprotkan oleh pompa melainkan dicampur dengan bensin dalam
tangki bensin. Sedangkan motor 4 tak seperti Honda tidak menggunakan pompa
oli dan bensinnya dicampur dengan oli. Percikan oli dari ruang engkol secara

28

otomatis karena pada pipi engkol terdapat sendok yang berfungsi sebagai
pemercik.
2.4.4

Sistem Pendinginan
Mesin bensin merupakan mesin panas yang mengubah energi kimia bahan

bakar melalui proses pembakaran. Dari proses pembakaran tersebut dihasilkan


energi yang akan digunakan untuk menjalankan kendaran. Tidak semua energi
dapat diubah menjadi energi berguna, tetapi hanya kira-kira 25% digunakan
sebagai tenaga penggerak, sebagian lainnya sekitar 45% hilang terbawa gas buang
dan hilang akibat gesekan-gesekan, sedangkan sisanya kira-kira 30% diserap oleh
bagian-bagian mesin itu sendiri.
Panas yang diserap ini harus segera dibuang untuk menghindari panas yang
berlebihan yang dapat pula mengakibatkan mesin menjadi retak dan terjadi
kegagalan operasi mesin. Untuk itu sistem pendinginan dimaksudkan untuk
mengatasi keadaan tersebut. Selain itu juga untuk memelihara suhu yang tetap
dalam mesin, sebab mesin yang terlampau dingin akan mengakibatkan pemakaian
bensin menjadi boros.
Secara garis besar pendinginan mesin dibagi menjadi dua, yaitu dengan
pendinginan air dan pendinginan udara. Pemilihan sistem pendinginan
menggunakan udara atau pendinginan air bergantung dari jenis mesinnya.
Kebanyakan untuk mesin multisilinder menggunakan pendinginan air.
Untuk mesin-mesin satu silinder penggunaan air sebagai pendingin sangat
tidak efektif, hal ini karena jumlah panas yang dilepas mesin satu silinder (small
engine) tidak besar dibandingkan dengan multisilinder. Untuk mesin-mesin satu
silinder media pendinginnya biasanya adalah udara. Pada mesin yang
menggunakan sistem pendinginan udara, panas diambil langsung oleh udara
melalui sirip-sirip pendingin. Sirip-sirip ini dipasangkan di sekeliling silinder dan
kepala silinder.
2.5 Bahan Bakar dan Pembakaran
Bahan Bakar Minyak Bensin merupakan nama umum untuk beberapa jenis
BBM yang diperuntukkan untuk mesin dengan pembakaran dengan pengapian. Di

29

Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar jenis bensin yang memiliki nilai
mutu pembakaran berbeda. Nilai mutu jenis BBM bensin ini dihitung berdasarkan
nilai RON (Randon Otcane Number). Berdasarkan RON tersebut maka BBM
bensin dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:
2.5.1 Premium (RON 88) : Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat
berwarna kekuningan yang jernih. Premium RON 88 artinya memiliki 88%
heptana dan 12 % isooktana. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna
tambahan (dye). Pemberian warna tersebut hanya digunakan untuk pembeda
jenis premium saja. Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan
bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti : mobil, sepeda motor,
motor tempel dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline
atau petrol.
2.5.2 Pertamax (RON 92) : Pertamax RON 92 memiliki nilai oktan 92 yang
berarti memiliki 92% heptana dan 8% iso oktana. Petamax ditujukan untuk
kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan
tanpa timbal (unleaded). Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan
yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi
setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters.
2.5.3 Pertamax Plus (RON 95) : Jenis BBM ini telah memenuhi standar
performance International World Wide Fuel Charter (WWFC). Jenis BBM ini
memiliki nilai oktan 95 yang berarti memiliki kandungan 95% heptana dan 5%
isooktana. Pertamax plus ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi
mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan
ramah lingkungan. Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan
yang memiliki kompresi ratio > 10,5 dan juga yang menggunakan teknologi
Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI),
(VTI), Turbochargers dan catalytic converters.
2.6 Konsep Perhitungan

30

Motor bakar adalah suatu mesin yang mengkonversi energi dari energi
kimia yang terkandung pada.bahan bakar menjadi energi mekaik pada poros
motor bakar. Jadi daya yang berguna akan langsung dimamfaatkan sebagai
penggerak adalah daya pada poros. Proses perubahan energi dari mulai proses
pembakaran sampai menghasilkan daya pada poros motor bakar melewati
beberapa tahapan dan tidak mungkin perubahan energinya 100%. Selalu ada
kerugian yang dihasikan dari selama proses perubahan, hal ini sesuai dengan
hukum termodinamika kedua yaitu "tidak mungkin membuat sebuah mesin yang
mengubah semua panas atau energi yang masuk memjadi kerja". Jadi selalu ada
"keterbatasan" dan "keefektifitasan" dalam proses perubahan, ukuran inilah yang
dinamakan efisiensi.
Efisiensi suatu mesin merupakan kemampuan mesin motor bakar untuk
merubah energi yang masuk (bahan bakar) sehingga menghasilkan daya berguna
disebut kemampuan

mesin

atau

prestasi mesin.

Gambar

2.20 adalah

penggambaran proses perubahan energi bahan bakar.

Gambar 2.20. perubahan energi bahan bakar


(www.greencarcongress.com)
2.7 Rumus Perhitungan Prestasi Mesin
Pertimbangan pengujian suatu mesin ditentukan oleh unjuk kerja mesin.
Unjuk kerja menjadi penting karena berkaitan dengan tujuan penggunaan mesin.
Beberapa parameter unjuk kerja suatu motor pembakaran adalah sebagai berikut:
a. Momen torsi yang dihasilkan (T)
= I x (N.m)

31

Dengan I=

Mr2

Keterangan:

= torsi (N.m)

= inersia roller (N/m2)

= percepatan (rad/s2)

= massa

= jari-jari roller (m)

b. Daya Efektif (Ne)


Daya efektif motor adalah besarnya motor atau ukuran kemampuan dari
suatu mesin untuk menghasilkan daya yang diberikan oleh poros
penggerak selama waktu tertentu. Yang dirumskan dengan:

Ne=
Keterangan:
T

= Torsi (N.m);

= putaran poros engkol (rpm).

c. Tekanan Efektif Rata-rata (Pe)

Pe =

(N/ m2) dengan Vd=

(m3)

Keterangan:
Vd

= Volume langkah (m3);

= Diameter silinder (m);

= Panjang langkah torak (m);

= Jumlah putaran poros engkol untuk setiap satu kali siklus;


Untuk mesin 4 langkah, z= 2

32

Untuk mesin 2 langkah, z=1


I

=jumlah silinder

d. Tekanan Mekanis Rata-rata (Pm)

Pm = 10 [A+B [

]]. (N/m2)

Keterangan:
A

= 0,105; B untuk mesin diesel;

= 0,05; B untuk mesin bensin

= panjang langkah torak (m)

e. Daya Mekanis (Nm)


Daya mekanis adalah daya yang digunakan untuk melawan gerakan dan
hambatan serta untuk menggerakkan peralatan bantu.

Nm =

.. (HP)

Atau
Nm = Nfr+Nvent+Naux.. (HP)
Keterangan:
Nfr

= daya yang digunakan untuk melawan gesekan;

Nvent = Daya yang digunakan untuk melawan hambatan dan


bagian-bagian yang bergerak seperti fliwheel, gear dan sebagainya.
Naux = Daya yang digunakan untuk menggerakkan perlengkapan
bantu, seperti pompa bahan bakar, pompa air pendingin, kipas
radiator dan lain sebagainya.
f. Daya indikasi (Ni)
Daya indikasi merupakan adanya daya denagn terjadinya gerakan torak
dari TMA ke TMB (langkah ekspansi) yang dihasilkan oleh motor bakar
darin hasil pembakaran (karena tekanan gas hasil pembakaran).

33

Ni= Ne + Nm. (HP)


g. Fuel consumption (FC)

FC=

. (Kg/jam)

Keterangan:
V

= Volume (l)

= berat jenis bahan bakar: untuk bensin = 0,7356 Kg/l

= waktu (jam)

h. Effective Specific Fuel Consumption (SFce)

SFCe =

. (Kg/HP.jam)

i. Identicated Spesific Fuel Consumption (SFCi)

SFCe =

j.

(Kg/HP.jam)

Panas Hasil Pembakan (Qb)


Qb= Fc.LHV.. (Kcal/jam)
Keterangan
LHV= Low Heating Value bahan bakar. Untuk bensin LHV = 11000
Kcal/kg

k. Efisiensi
Efisiensi Mekanis (m)

m =

. 100 %

Efisiensi Termal Efektif (e)

34

e = 632

. 100%

Efisiensi Termal Indikasi (i)

i = 632

. 100%

2.8 Prinsip Pengujian Alat


Pengukuran dan test pada alat uji tersedia untuk penggunaan secara umum
dan alat uji yang sangat khusus dan terutama digunakan untuk industri teknologi
tinggi,

seperti

otomotif,

komunikasi,

dan

medis

industri

elektronik.

Alat uji merupakan perangkat untuk mengukur dan tes yang digunakan sektor
industri

pada

alat-alat

produksi

yang

digunakan

untuk

menganalisis,

memvalidasi, dan memverifikasi pengukuran sistem elektronik dan mekanik


(www.alatuji.com)
2.8.1 Prinsip Pengujian Dyno
Dynotest merupakan mesin (roller) yang di tanamkan pada lantai sehingga
kendaraan (mobil dan sepeda motor) dapat digerakkan / dijalankan di atas roller
tersebut. Dengan berjalannya kendaraan diatas roller dapat diukur kecepatan dan
tenaga melalui kecepatan serta rpm suatu mesin. Selain alat dynotest tersebut
ditambahkan mesin yang dapat menghebuskan angin dari depan mobil (blower)
sehingga pada saat mesin bekerja mesin tersebut mendapatkan pendingin layaknya
mobil berjalan pada kecepatan tinggi (Tri:2009).

35

Gambar 2.21. Contoh kendaraan yang sedang melakukan pengujian dynotest


(www.saft7.com)

2.8.2

Prinsip Pengujian Emisi


Emisi gas yang dihasilkan oleh pembakaran kendaraan bermotor pada

umumnya berdampak negatif terhadap lingkungan. Sehingga perlu diambil


beberapa langkah untuk dapat mengendalikan gas buang yang dihasilkan tersebut.
Salah satu caranya adalah dengan pemeriksaan atau uji emisi berkala untuk
mengetahui kandungan gas buang kendaraan yang berpotensi mencemari
lingkungan. Pada negara-negara yang memiliki standar emisi gas buang
kendaraan yang ketat, ada 5 unsur dalam gas buang kendaraan yang akan diukur
yaitu senyawa HC, CO, CO2, O2 dan senyawa NOx. Sedangkan pada negaranegara yang standar emisinya tidak terlalu ketat, hanya mengukur 4 unsur dalam
gas buang yaitu senyawa HC, CO, CO2 dan O2. Tujuannya adalah menepatkan
kinerja mesin kendaraan khususnya pengaturan campuran bahan bakar
dan udara. Untuk mengurangi polusi dan pencemaran udara yang diakibatkan oleh
gas buang kendaraan bermotor.
Dasar hukum uji emisi adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup No 5 tahun 2006 tentang ambang batas emisi kendaraan bermotor dan

36

Peraturan gubernur DKI Jakarta No 31 tahun 2008 tentang ambang batas emisi
kendaraan bermotor.
Gas buang kendaraan bensin:
-Hydrocarbon (Hc)
1.Adalah gas buang yg diakibatkan karena bahan bakar yg tidak terbakar
2.Diukur dalam satuan Part per million (Ppm)
3.Berbahaya bagi kesehatan
4.Semakin kecil HC semakin bagus
-Carbon monoksida (Co)
1.Akibat dari pembakaran yg tidak sempurna
2.Berbahaya bagi kesehatan
3.Diukur dalam prosentase (%) 4.0,5%-3% adalah hasil yg ideal
-Carbon dioksida (Co2)
1. Mengindikasikan derajat thermist pembakaran
2. Tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi menjadi gas rumah kaca
3. Diukur dalam prosentase (%),semakin tinggi semakin bagus (tertinggi
16%)
-Oksigen (O2)
1.Menunjukan kualitas pembakaran,karena O2 adalah salah satu unsur
proses pembakaran (jumlah oksigen yang tidak terbakar)
2. Pendeteksi kebocoran knalpot
3. Diukur dalam %,semakin kecil semakin bagus
4.Tidak berbahaya bagi kesehatan
-Nitrogen oksida (NOx)
1.Gas yang ditimbulkan oleh nitrogen dan oksigen dalam proses
pembakaran
2.Diukur dalam % (tidak semua alat uji emisi dilengkapi dengan unsur ini)
3.Berbahaya bagi kesehatan
Indikasi lainnya:
-Air fuel ratio (AFR)

37

1.Adalah perbandingan antara udara dan bensin dalam kondisi real saat
pengujian
2.Perbandingan sempurna adalah 1:14 (1 butir bensin dengan 14 butir udara)
-Lambda ()
1.Adalah

perbandingan

udara

bensin

secara

real

(AFR)

dengan

perbandingan udara bensin ideal (laboratorium)


2.Dihitung dalam % terhadap kondisi ideal
3.Angka ideal adalah 1 atau mendekati 1 tergantung kondisi mobil saat itu
-CO correction (Co corr)
1.Adalah koreksi Co jika knalpot mengalami kebocoran

Gambar 2.22 Alat Uji Emisi


(http://multitekmandiri.indonetwork.co.id)

2.8.3

Fuel Consumption
Suatu metode dalam pengujian prestasi mesin yang berfungsi untuk

mengetahui total volume bahan bakar per periode dan mengetahui total jarak
tempuh per periode, Serta mengetahui konsumsi bahan bakar Km/Liter atau
konsumsi bahan bakar Liter/Km.
Fuel Consumption (FC) dapat dihitung berdasarkan ketentuan sebagai
berikut:

38

1. Pengisian bahan bakar dilakukan pada saat hampir habis


2. Minimal ada 2 kali pengisian dalam rentang waktu tertentu
3. Pengisian bahan bakar terakhir akan menjadi bagian perhitungan FC.
Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat gambar 2.23 seperti apa alat uji fuel
konsumption tersebut.

Gambar 2.23 Alat Uji Konsumsi Bahan Bakar