Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

PERSAMAAN CLAUSIUS CLAPEYRON

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


Termodinamika
yang dibimbing oleh Bapak Nandang Mufti

OLEH KELOMPOK I:
Adiyat Makrufi

(140321807184)

Asri Trisna

(140321807596)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
2014

Persamaan Clausius-Clapeyron
Persamaan Clausius-Clapeyron adalah suatu hubungan yang penting yang melukiskan
bagaimana tekanan berubah dengan suhu untuk system yang terdiri atas dua fase dalam
keseimbangan. Andaikan suatu cairan dengan uapnya dalam keseimbangan pada tekanan p dan
suhu T, sehingga gc = gu. pada suhu T + dT tekanannya adalah p + dp dan fungsi Gibbs jenisnya
menjadi gc + dgc dan gu + dgu. Tetapi jika cairan dan uap itu dalam keadaan yang baru ini juga
dalam keseimbangan, maka dgc harus sama dengan dgu.
Telah diperoleh bahwa
dg= -s dT + v dp
Jadi dalam keseimbangan ang baru ini, berlaku
-sc dT + vc dp = -su dT + vu dp
(su sc) dT = (vu vc) dp

atau

Akan tetapi selisih entropi jenis ini, (su sc) sama dengan bahang transformasi (bahang
penguapan) 1cu dibagi dengan suhu T, sehingga

dp
dT

( )

cu

1cu
T (v uv c )

Persamaan ini disebut persamaan Clausius-Clapeyron untuk keseimbangan uap cair-uap.Secara


geometrik persamaan ini menunjukan kemiringan (slope) garis keseimbangan antara fase cair
dan uap pada diagram p-T yang dinyatakan dalam panas transformas, suhu dan volume jenis
masing-masing fase. Dengan melakukan penalaran yang sama, maka dapat diperoleh

dp
dT

( )

=
pu

1 pu
dp
dan
T ( v uv p )
dT

( )

=
pc

1 pc
T ( v c v p)

Bahang transformasi berubah dengan suhu, namun selalu positif kecuali untuk He 3 pada suhu ya
ng lebih rendah dari 0,3 K. suhu T selalu positif dan volume jenis uap selalu lebih besar dati pada
volume jenis cairan dan zat padat, sehingga vu- vc dan vu vp selalu positif. Oleh karena itu

kemiringan pada kurva tekanan uap dan kurva tekanan sublimasi, yaitu

( dTdp )

cu

dan

( dTdp )

pu

selalu positif. Namun volume jenis pada fase dapat mungkin lebih besaratau lebih kecil dari pada
volume jenispada fase cair. Karena itu kemiringan pada garis keseimbangan padat-cair, mungkin
positif mungkin pula negatif. Inilah sebabnya mengapa bidang p-v-T suatu zat seperti air, yang
mengembang tatkala membeku, berbeda dengan bidang p-v-T zat lain yang mengerut ketika
membeku. Faktor vc- vp adalah negatif untuk zat yang mengembang ketika membeku dan positif
untuk zat yang menguncup ketika membeku. Karena itu bidang-bidang keseimbangan padat-cair
atau proyeksinya, yang berupa garis pada bidang p-T miring ke kiri-atas untuk zat seperti air
yang mengembang ketika membeku, dan miring ke kanan-atas untuk zat yang menguncup ketika
membeku. Tetapi proyksi bidang cair-uap dan padat-uap, selalu mempunyai kemiringan yang
positif.
Untuk perubahan suhu T dan perubahan tekanan p yang tidak terlalu besar, maka
bahang transformasi dan volume jenis dapat dianggap tetap besarnya, dan kemiringan pada garis
keseimbangan lebih kurang sama dengan nisbah (ratio) perubahan tekanan p denga perubahan
suhu T, yaitu p/T. Demikianlah maka bahang transformasi pada sebarang suhu dapat dicari
secara pendekatan dari pengukuran tekanan keseimbangan pada dua suhu yang berdekatan, jika
volume jenis yang bersangkutan diketahui. Sebaliknya jika tekanan keseimbangan dan bahang
transformasi diketahui pada sebarang suhu, maka tekanan pada suhu yang berdekatan dapat
dihitung. Dalam perhitungan semacam ini biasanya diandaikan bahwa uap bekelakuan sebagai
gas sempurna.

Untuk mengintegralkan persamaan clausius-clapeyron dan untuk memperoleh pernyataan bagi


tekanan itu sendiri sebagai fungsi suhu maka bahang transformasi dan volume jenis harus
diketahui sebagai fungsi suhu.hal ini merupakan masalah yang penting dalam kimia fisika. Jika
perubahan bahang transformasi dapat diabaikan, dan jika salah satu fase adalah uap yang dapat
dianggap sebagsi gas sempurna, lagi pula volume jenis fase padat dan cair dapat diabaikan
terhadap jenis uap, maka pengintegralan dapat segera dilakukan.

dp
dT

( )

cu

1cu
1
= cu =
T (v uv c ) Tv u

dp 1cu dT
=
p
R T2

ln p=

1cu
+ lnC
RT

1cu
RT
T(
)
p

atau