Anda di halaman 1dari 5

ECHOGRAM

Tujuan kegiatan praktikum


Setelah mengikuti praktikum tentang perangkat lunak EP 500 dan pengenalan echogram, mahasiswa
akan mampu mengenal echogram dan bagian-bagiannya.

Deskripsi
Dalam praktikum ini mahasiswa akan mempelajari pengenalan perangkat lunak EP 500 dan dapat
menunjukkan bagian-bagian echogram serta gangguan-gangguan yang mengganggu tampilan echo.

Materi
Program EP 500
Perangkat lunak EP 500 merupakan suatu sistem untuk pemrosesan data echo yang diperoleh dari
echosounder SIMRAD EY/EK 500. Data yang diterima dari echosounder kemudian disimpan dalam
hard disk komputer dengan dasar penyusunan seperti pada telegram. EP 500 lalu memproses data
tersebut dalam beberapa tingkat. Untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan, data diringkas dan
diubah kedalam format baru kemudian ditampilkan dalam bentuk echogram yang siap untuk
dianalisis. Semua keunggulan atau fungsi di dalam EP 500 dapat dengan mudah dioperasikan
menggunakan sistem menu.
Beberapa Tampilan EP 500
Halaman Judul
Setelah sistem dinyalakan atau dion-kan, halaman judul akan ditampilkan. Halaman ini
mempunyai persamaan tampilan perekam normal dan menampilkan seluruh versi nomor EP 500,
nama pabrik pembuat dan informasi hak cipta di dalam box di pusat layar.
EP 500 dapat dikontrol melalui sistem menu. Sistem ini berada di bagian atas dari tampilan layar
yang terdiri dari 5 (lima) menu utama yaitu File, Echogram, Analyse, Utilities, dan Survey.
Echogram
Pada saat data telah terisi (file, open), echogram yang mewakili seluruh data akan ditampilkan.
Jumlah dari ping yang ada dalam file, tipe fungsi TVG dan nama file akan ditampilkan di sudut
kanan atas dari echogram.
Zoom
Gambar yang akan ditampilkan pada layar monitor hanya terdiri dari 600 pings. Jika echogram
terdiri dari > 600 pings maka yang terdistribusi hanya 600 pings. Pilih zoom in untuk echogram
sehingga semua ping akan ditampilkan.
Analyse
EP 500 menampilkan gema integrates tersendiri dan sebaran ukuran (untuk transducer beam
terbagi/dan beam tunggal) sampai 10 lapisan dan 10 segmen (100 sel) yang terdiri dari menu Surface
layer, Bottom layer, Pelagic layer, dan Trace layer.

Surface layer digunakan untuk analisis yang mengacu pada permukaan saja, deteksi dasar diperlukan
dan hanya gema di atas dasar yang digabungkan. Ketika menu ini dipilih, maka hanya gema dengan
area terseleksi dan bagian atas dari dasar yang terintegrasikan.
Bottom layer adalah menu untuk analisis gema dengan area terpilih terintegrasi. Bottom layer
mengacu pada dasar laut.
Pelagic layer merupakan menu untuk menganalisis lapisan pelagis yang mengacu pada permukaan
laut saja tanpa memerlukan deteksi dasar. Semua gema dari tipe batas lapisan berhubungan. Ini
berguna di perairan dalam dimana tidak mungkin deteksi dasar digunakan dan ketika ping dalam
keadaan horizontal.
Echogram
Echogram adalah hasil rekaman rangkaian echo yang merupakan jejak-jejak trace dari target yang
terdeteksi.

Gambar 1.1. Halaman judul EP 500


Keterangan nomor dari Gambar 1.1 sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Seluruh menu pokok


Informasi Window EP 500
Selang nomor ping perekam
Fungsi TVG ( 20 log atau 40 log)
Seluruh nama file
Baris tombol pertolongan
Skala warna dari cahaya abu - abu sampai coklat
Volume sekala warna dB (-34 dB sampai - 70 dB )
Referensi perekam dasar laut
Tingkatan Ay yang mendekati indikatorbans
Nama produk
Penyesuaian
Threshold (Sv dan TS } untuk
sensitivitas minimum warna didalam perekam
Batasan minimum untuk selang TS di histogram.
Batasan terendah masukan untuk integrasi
Nama tranduser yang aktif

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

Isi deretan untuk identifikasi trasek


Isi deretan untuk identifikasi daerah survey
Informasi tanggal
Penelitian telegram di seluruh file
Ukuran file seluruh DT file
Nomor yang terdapat di file
TS Threshold minimun untuk deteksi gema
Informasi waktu dari pengambilan telegram
Informasi tanggal dari pengambilan telegram
Selang perekam dasar laut
Selang akhir perekam utama
Perekam utama

28.
29.

Garis awal perekam dasar laut


Selang akhir perekam utama

Interpretasi Echogram
Echosounder umumnya dilengkapi dengan recorder yang berfungsi merekam echo pada kertas
pencatat, display LCD atau CRT. Hasil rekaman tersebut yang sering disebut dengan echogram.
Echogram adalah hasil perekaman sinyal atau gambar hasil deteksi dengan mempergunakan alat
akustik (fish finder/echosounder). Untuk mengetahui informasi apa yang diperoleh pada saat
pengoperasian fish finder, maka kita harus menafsirkan/menginterpretasikan echogram yang
diperoleh.
Hasil perekaman tersebut umumnya berupa garis-garis hitam atau kurva-kurva tebal dan tipis yang
dibuat oleh pijaran stylus pada kertas pencatat. Namun ada pula alat akustik lainnya yang dilengkapi
dengan monitor yang berwarna, yang dapat menghasilkan echogram dengan perbedaan warna
(merah, hijau, biru). Hasil perekaman tersebut dapat menginformasikan antara lain mengenai
kedalaman perairan, profil dasar perairan, individu maupun kelompok ikan. Misalnya untuk dasar
perairan berwarna merah kecoklatan, gerombolan ikan kecil berwarna hijau, gerombolan ikan besar
berwarna orange, ikan tunggal berwarna biru dan seterusnya.
Penjelasan mengenai hasil-hasil perekaman fish finder akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Garis Osilasi (Zero line = oscillation line)
Garis osilasi adalah garis yang menunjukan permulaan dari pencatatan yang dibuat oleh
echosounder/fish finder. Garis ini berarti posisi dari transducer yang digunakan. Pembacaan
kedalaman yang disurvai dimulai dari garis ini.
Pada skala pembacaan. Garis osilasi harus diatur pada posisi tetap, yaitu 0, agar kedalaman
yang disurvai dapat diketahui dengan tepat.
b. Echo dari individu ikan
Echo yang datang dari individu ikan biasanya lebih lemah dibandingkan dengan yang berasal dari
kelompok ikan. Ukuran individu ikan dapat diduga berdasarkan ukuran target strength (TS) yang
terekam pada kertas pencatat / display / echogram.
c. Echo dari kelompok ikan
Echo yang datang dari kelompok ikan biasanya lebih lemah dibandingkan dengan yang berasal
dari dasar laut. Ukuran kelompok ikan tersebut dapat diduga berdasarkan ukuran (densitas) trace
yang terekam pada kertas pencatat.
d. Echo dari dasar perairan
Echo terkuat yang diterima oleh fish finder umumnya berasal dari dasar perairan. Hasil
pencatatan jejak dasar laut pada kertas pencatat berbentuk garis hitam tebal yang menunjukkan
bentuk/profil dari dasar laut tersebut. Garis ini biasanya berbentuk garis dasar atau melengkunglengkung sesuai dengan areal yang tersurvai. Intensitas echo dasar laut ditandai dengan tebal
tipisnya trace pada kertas pencatat. Hal ini dapat dipakai untuk menentukan jenis dasar laut
tersebut apakah berupa dasar keras atau lunak (misal karang atau lumpur).
Pada perairan dangkal, pencatatan gema dasar laut sering menghasilkan gema-gema sekunder
yang disebut dengan echo ke dua (second echo), echo ketiga (third echo) dan seterusnya. Echo
pertama adalah hasil pencatatan dasar laut yang normal.
Echo kedua dibuat oleh echo pertama yang kembali ke permukaan. Ketika echo pertama
kembali, echo tersebut tidak berhenti di situ saja, tetapi membentur permukaan air dan
dipantulkan kembali oleh permukaan tersebut. Pantulan tersebut merambat ke bawah air dan
dipantulkan kembali ke atas dan di tangkap oleh transducer. Sinyal yang kembali kemudian
diproses yang sama oleh receiver dan ditampilkan pada unit pencatat. Hasil rekaman ke dua ini

biasanya lebih terang dibandingkan dengan hasil rekaman pertama. Proses terjadinya echo ketiga
sama dengan proses terjadinya echo kedua.
Echo yang berasal dari ikan tunggal biasanya tidak pernah menghasilkan echo kedua, karena
kekuatan gema ikan tersebut jauh lebih lemah dibandingkan echo dasar perairan. Akan tetapi
pada kelompok ikan dengan kepadatan yang sangat tinggi sering dihasilkan echo kedua seperti
halnya echo dari dasar laut.

Gambar 1.2. Contoh trace dari ikan, bottom, plankton dan O-line
e. Perekaman white line
Perekaman echo dengan white line adalah untuk memisahkan trace dasar laut dengan ikan-ikan
yang ada diatasnya. Secara umum echo yang berasal dari dasar laut sangat kuat dibandingkan
dengan echo yang berasal dari ikan. Kedua sinyal tersebut akan menyatu bila white line tidak
diaktifkan. Dengan mengaktifkan white line akan tampak sabuk putih (white belt) di antara kedua
trace yang berbeda tersebut sehingga dapat dilihat dengan jelas sinyal-sinyal yang berasal dari
ikan adalah jejak di atas sabuk putih tersebut.
f. Kebisingan-kebisingan pada permukaan air
Trace-trace yang tidak beraturan kadang-kadang muncul disekitar permukaan air. Pada kertas
pencatat trace-trace ini berada di sekitar zero line. Trace tersebut umumnya berasal dari
kebisingan kapal. Plankton-plankton dengan kepadatan tinggi juga sering menimbulkan trace
tersebut pada kertas pencatat. Perbedaan lapisan air karena perbedaan temperatur secara vertikal
juga sering mengakibatkan pencatatan-pencatatan trace yang tidak jelas. Trace-trace ini
menyulitkan pendeteksian ikan.
g. Efek karena oleng dan angguk kapal
Gerakan-gerakan kapal akibat gelombang yang berat pada perairan akan mengakibatkan trace
dasar laut juga berbentuk seperti gelombang (zigzag) walaupun bentuk sebenarnya dari dasar laut
tersebut adalah rata.
Hal ini mudah dimengerti sebab jarak antara transducer dengan dasar laut akan berubah-ubah
turun naik. Pada saat posisi kapal berada pada gelombang rendah, jarak transducer dengan dasar
perairan akan lebih dekat sehingga pencatatan trace yang terjadi akan lebih tinggi. Kemudian
jika posisi kapal naik karena gelombang tinggi, maka transducer dengan dasar perairan makin

jauh, sehingga pencatatan trace dasar laut menjadi rendah.


pencatatan trace dasar laut akan tampak seperti garis zigzag.

Begitu seterusnya sehingga

Gambar 1.3. Contoh echogram akibat efek karena oleng dan angguk kapal dimana dasar laut akan
tampak zigzag

Kegiatan Praktikum
Pada praktikum kali ini kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Mempelajari secara umum perangkat lunak EP500, dengan mengetahui fungsi-fungsi menumenu utama EP500.
2. Menampilkan echogram dari berbagai data yang ada.
3. Membandingkan karakter echogram yang diberikan dengan melihat:
a. kemunculan echo (indvidu/kelompok ikan, dan dasar perairan)
b. kemunculan trace (akibat kebisingan kapal, plankton, dan pergerakan kapal)
4. Catat setiap kemunculan echo dan trace yang dideskripsikan pada tampilan echogram berupa
tanda untuk masing-masing echogram yang diberikan.

Laporan Praktikum
1. Laporkan kegiatan praktikum, dengan isi mengandung:
a. Deskripsi tentang EP500 beserta menu dan fungsinya
b. Jelaskan proses menampilkan echogram
c. Membaca echogram yang telah ditentukan dengan melihat kemunculan echo dan
trace yang ada.
2. Laporan dikerjakan perorangan.

Pustaka
Simrad EP 500. 1995. Echo Processing System. Instruction Manual. SIMRAD A Kongsberg Co.
Horten, Norway.
Medwin H. and C.S. Clay. 1998. Fundamentals of Acoustical Oceanography. Applications of Modern
Acoustics. Academic Press. United Kingdom. London.
-

Selamat Bekerja