Anda di halaman 1dari 154

BIODATA

Nama

: Devi Editia Putri

NIM

: 201207010

No. Hp

: 089531589690

Alamat

: Candi mas natar Lampung Selatan

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP Ny. P


UMUR 23 TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 31 MINGGU
4 HARI DENGAN KETIDAKNYAMANAN TM III
DI BPS AGNES PASKARINI Amd. Keb
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH


Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Ahli Madya Kebidanan

Disusun oleh
DEVI EDITIA PUTRI
201207010

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Diterima dan disahkan oleh Tim Penguji Ujian Akhir Program Pendidikan
Diploma III Kebidanan Adila:

Hari

: Rabu

Tanggal

: 29 Juli 2015

Penguji I

Penguji II

Adhesty Novita Xanda, S.ST, M.Kes


NIK. 0230099002

Vionita Gustianto S.ST


NIK. 2015021054

Direktur Akademi Kebidanan Adila


Bnadar Lampung

Dr. Wazni Adila,M.PH


NIK. 20110410

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP Ny. P


UMUR 23 TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 31 MINGGU
4 HARI DENGAN KETIDAKNYAMANAN TM III
DI BPS AGNES PASKARINI Amd. Keb
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015
Devi Editia Putri, Adhesty Novita Xanda S.ST, M.Kes, Vionita Gustianto S.ST
INTISARI

Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan,
ketidaknyamanan yang umum terjadi dalam masa kehamilan trimester III adalah keadaan
ketidaknyaman yang dirasakan oleh ibu hamil trimester III yaitu dari mulai umur kehamilan 28
minggu sampai 40 minggu. Ketidaknyamanan kehamilan trimester III meliputi: Peningkatan
frekuensi berkemih/nokturia, Konstipasi/sembelit, Edema, Insomnia, Nyeri pinggang, Keringat
berlebihan, dan sebagainya. Tujuan studi kasus diperolehnya pengalaman nyata dan mampu
memberikan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil dengan Ketidaknyamanan TM III Terhadap Ny.P
Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 36 Minggu 1 hari, di BPS AGNES PASKARINI,
Amd.Keb, Waykandis, Bandar Lampung Tahun 2015. Metode yang digunakan penulisan
deskriptif, tekhnik memperoleh data yaitu data primer dan sekunder. Dengan cara wawancara
langsung dengan klien, melakukan pemeriksaan fisik, dan melihat buku register kehamilan. Hasil
dari studi kasus ini penulis mampu memberikan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil dengan
Ketidaknyamanan TM III. Saran lebih meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan
kesehatan yang sudah diprogramkan khususnya pada kehamilan. Bagi ibu hamil dapat
memeriksakan kehamilannya secara rutin.

Kata kunci

: Ketidaknyamana Trimester III

Kepustakaan

: (2005-2014)

Halaman

: 140

CURICULUM VITAE

Nama

: Devi Editia Putri

NIM

: 201206010

Tempat/tanggal lahir

: Jakarta, 19 maret 1993

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Candi mas natar Lampung Selatan

Institusi

: Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung

Angkatan

: VII (2012-2015)

Biografi

Riyawat Pendidikan

1. SD N 03 Pagi Jakarta pada tahun 1999-2005


2. SMP Bina Utama Natar pada tahun 2005-2008
3. SMA Swadipa Natar pada tahun 2009-2012
4. Saat ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan D3 Kebidanan di
Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung 2012 hingga sekarang.

Motto

Jangan pernah menyerah sebelum apa yang kita


inginkan tercapai

Devi Editia Putri

PERSEMBAHAN

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka
penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ini, dan di balik penyelesaian
tugas ini tidak lupa saya memberikan persembahan kepada orang yang telah
membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung.
1. Puji syukur kehadirat ALLAH yang maha kuasa sehingga dapat
terselesaikan KTI (Karya Tulis Ilmiah)
2. Terimakasih untuk orang tua dan keluarga besar tercinta yang selalu
memberikan semangat dan mendoakan setiap kegiatan apapun yang
terbaik bagi penulis serta selalu mengharapkan setiap keberhasilan yang
penulis lakukan.
3. Rekan-rekanku tercinta Akbid Adila khususnya tingkat III yang selalu
mendukung hingga terselesaikan tugas akhir ini
4. Almamaterku tercinta Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung
sebagai tempat penulis menuntut ilmu selama 3 tahun
5. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, terima kasih
atas partisipasi dan dukungan selama penulis menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpah dan rahmat-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul Asuhan
Kebidanan Pada Ibu Hamil Terhadap Ny. P Umur 23 Tahun G1P0A0
Dengan Ketidaknyamanan TM III Di BPS Agnes Paskarini Amd. Keb Way
Kandis Bandar Lampung Tahun 2015.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. dr. Wazni Adila,M PH selaku direktur Akademi Kebidanan Adila Bandar
Lampung
2. Ninik Masturiyah S.ST,M.Kes selaku pembimbing I Karya Tulis Ilmiah
3. Oktaria Safitri S.ST selaku pembimbing II Karya Tulis Ilmiah
4. BPS Agnes Paskarini Amd.Keb Way Kandis Bandar Lampung selaku
tempat pengambilan Karya Tulis Ilmiah
5. Seluruh staf dan dosen Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung

Penulis menyadari dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini masih banyak
kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang penulis
miliki. Oleh karena ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak
yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini guna
perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya penulis berharap semoga Karya
Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Bandar Lampung,

2015

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................. ii


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... iii
INTISARI ............................................................................................... iv
CURICULUM VITAE .......................................................................... v
MOTTO ................................................................................................. vi
PERSEMBAHAN .................................................................................. vii
KATA PENGANTAR ........................................................................... viii
DAFTAR ISI ......................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ................................................................................. xi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 3
1.3Tujuan Penulisan........................................................................ 3
1.4 Ruang Lingkup ......................................................................... 5
1.5 Manfaat penulisan ..................................................................... 5
1.6 Metodologi dan Teknik Memperoleh Data ................................ 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Tinjauan Teori Medis ............................................................... 9
2.2 Tinjauan Teori Asuhan Kebidanan ........................................... 54
2.3 Landasan Hukum dan Kewenangan Bidan .............................. 81

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian Data ..................................................................... 82
3.2 Matriks .................................................................................. 92

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian ............................................................................... 105
4.2 Interprestasi Data ..................................................................... 123
4.3 Diagnosa Potensial ................................................................... 125
4.4 Tindakan Segera ...................................................................... 126
4.5 Perencanaan ............................................................................. 126
4.6 Pelaksanaan ............................................................................. 129
4.7 Evaluasi ................................................................................... 134
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan .............................................................................. 138

5.2 Saran ........................................................................................ 139


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 TFU menurut penambahan per tiga jari .................................... 14


Tabel 2.2 Komponen pertambahan berat badan ibu selama hamil ............ 22
Tabel 3.1 Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu ............................ 84
Tabel 3.2 Susunan anggota keluarga yang tinggal serumah ..................... 85

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Surat Izin Penelitian

Lampiran 2

: Surat Balasan

Lampiran 3

: Jadwal Penelitian

Lampiran 4

: Checklist senam hamil

Lampiran 5

: Satuan Acara Penyuluhan dan Leaflet

Lampiran 6

: Dokumentasi

Lampiran 7

: Lembar Konsul

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa
dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari
saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung
dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu
berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13
hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40)
(Prawirohardjo, 2010; hal 312).

Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang
semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis.
Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami
ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap perlu
diberikan suatu pencegahan dan perawatan.

Sering buang air kecil terjadi karena tekanan uterus pada kandung kemih,
sering buang air kecil pada malam hari akibat ekskresi sodium yang
meningkat bersamaan dengan terjadinya pengeluaran air, air dan sodium
tertahan didalam tungkai bawah selama siang hari karena statis pada vena,

pada malam hari terdapat aliran balik vena yang meningkat dengan akibat
peningkatan dalam jumlah urine (Sulistyawati, 2012; hal 123, 126).

Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal


adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang
diberikan adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakantindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya. Dalam
memberikan asuhan kepada klien, bidan lebih cenderung menggunakan
pendekatan dalam bentuk pelayanan promotif (Kuswanti, 2014; hal 2).

Berdasarkan pra survey pendahuluan, di BPS Agnes Paskarini, Amd.Keb


pada tanggal 07 Mei 2015, dalam 1 bulan terakhir, didapatkan 12 dari 15
Ibu hamil yang masuk dalam trimester III kehamilan dan hanya 1 yang
mengalami ketidaknyamanan trimester

III

(BPS

Agnes Paskarini,

Amd.Keb).

Berdasarkan data diatas, penulis tertarik untuk mengambil studi kasus


dengan judul Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Terhadap Ny. P Umur 23
Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4 hari dengan penatalaksanaan
ketidaknyamanan Trimester III di BPS Agnes Paskarini Amd.Keb,
Waykandis, Bandar Lampung Tahun 2015.

1.2

Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah yaitu
Bagaimanakah Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Terhadap Ny. P Umur 23
Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4 hari dengan penatalaksanaan
ketidaknyamanan Trimester III di BPS Agnes Paskarini, Amd.Keb,
Waykandis, Bandar Lampung Tahun 2015?

1.3

Tujuan Penulisan
1.3.1. Tujuan umum.
Untuk mempelajari, memahami dan memberikan asuhan kebidanan
ibu hamil terhadap Ny. P Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan
31 Minggu 4 hari dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan
Trimester III di BPS Agnes Paskarini, Amd.Keb, Waykandis,
Bandar Lampung Tahun 2015.
1.3.2. Tujuan khusus
a.

Mampu melakukan pengkajian data dasar terhadap Ny. P


Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4 hari
dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di
BPS

Agnes

Paskarini,

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

Lampung Tahun 2015.


b.

Mampu melaksanakan interpretasi data untuk menentukan


diagnosa masalah dan kebutuhan ibu hamil terhadap Ny. P
Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4 hari

dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di


BPS

Agnes

Paskarini,

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

Lampung Tahun 2015.


c.

Mampu mengantisipasi masalah Ny. P Umur 23 Tahun


G1P0A0 usia

kehamilan 31

Minggu

hari dengan

penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di BPS Agnes


Paskarini, Amd.Keb, Waykandis, Bandar Lampung Tahun
2015.
d.

Mampu melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi terhadap


Ny. P Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4
hari dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di
BPS

Agnes

Paskarini,

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

Lampung Tahun 2015.


e.

Mampu merencanakan tindakan yang akan dilakukan terhadap


Ny. P Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4
hari dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di
BPS

Agnes

Paskarini,

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

Lampung Tahun 2015.


f.

Mampu melaksanakan tindakan sesuai perencanaan Ny. P


Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4 hari
dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di
BPS

Agnes

Paskarini,

Lampung Tahun 2015.

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

g.

Mampu mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan terhadap


Ny. P Umur 23 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 Minggu 4
hari dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III di
BPS

Agnes

Paskarini,

Amd.Keb,

Waykandis,

Bandar

Lampung Tahun 2015.

1.4

Ruang Lingkup
1.4.1 Sasaran
Ibu hamil dengan ketidaknyamanan Trimester III di BPS Agnes
Paskarini, Amd.Keb, Waykandis, Bandar Lampung tahun 2015.
1.4.2 Tempat penelitian
BPS Agnes Paskarini, Amd.Keb, Bandar Lampung tahun 2015.
1.4.3 Waktu penelitian
Penelitian dilakuakn sejak tanggal 07-1l Mei 2015.

1.5

Manfaat Penulisan
Penelitian studi kasus ini diharapkan bermanfaat bagi :
1.5.1 Institusi Pendidikan
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dokumen dan bahan
bacaan mahasiswi kebidanan Adila Bandar Lampung sehingga
menjadikan sumber ilmu bagi pembaca.

1.5.2 Lahan praktek


Dapat dijadikan gambaran informasi sehingga dapat meningkatkan
menejemen asuhan kebidanan terhadap ibu hamil dengan
ketidaknyamanan trimester III.
1.5.3 Bagi masyarakat
Dapat

meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

tentang

ketidaknyamanan dan bagaimana cara mengatasi ketidaknyamanan


pada trimester III.
1.5.4 Bagi penulis
Penulis dapat mempraktekan ilmu yang didapat sewaktu kuliah dan
memberikan

asuhan

kebidanan

terhadap

ibu

dengan

ketidaknyamanan trimester III.

1.6

Metode dan Teknik Memperoleh Data


1.6.1 Metodologi penelitian
Metode yang digunakan penulis dalam study kasus adalah metode
penelitian

survei

deskriptif,

mendeskripsikan atau

penelitian

diarahkan

untuk

menguraikan suatu keadaan didalam

komunitas atau masyarakat.

1.6.2 Teknik memperoleh data


a.

Data primer
1. Wawancara
Adalah

suatu

metode

mengumpulkan

data,

yang

dimana

pergunakan
peneliti

untuk

mendapatkan

keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang


sasaran penelitian (responden), atau bercakap-cakap
berhadapan muka dengan orang tersebut (face to face)
(Notoatmodjo, 2005; hal 26,102).
2.

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik merupakan salah satu cara untuk
mengetahui gejala atau masalah kesehatan yang dialami
oleh

pasien.

Pemeriksaan

fisik

bertujuan

untuk

mengumpulkan data tentang kesehatan pasien, menambah


informasi, menyakal data yang diperoleh dari riwayat
pasien,

mengidentifikasi

masalah

pasien,

menilai

perubahan status dan mengevaluasi pelaksananan tindakan


yang telah diberikan. Dalam melakukan pemeriksaan fisik
terdapat teknik yang perlu dipahami diantaranya inspeksi,
palpasi, perkusi dan auskultasi (Alimul dan Hidayat, 2011;
hal 140).

b. Data Sekunder
1. Studi pustaka
Studi pustaka merupakan hal yang sangat penting menunjang
latar belakang teoritis dari suatu penelitian. Telah kita ketahui
bersama bahwa didalam perpustakaan tersimpan berbagai
bahan bacaan dan informasi dari berbagai disiplin lmu. Dari
buku-buku, laporan-laporan penelitian, majalah ilmiah, jurnal
dan sebagainya.
2. Studi dokumenter
Studi dokumenter merupakan semua bentuk informasi yang
berhubungan dengan dokumen, baik dokumen-dokumen
resmi maupun tidak resmi, dokumen resmi adalah semua
bentuk dokumen baik yang diterbitkan maupun yang tidak
diterbitkan, yang ada dibawah tanggung jawab instansi resmi
(Notoatmodjo, 2005; hal 63-64).

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Teori Medis


2.1.1 Pengertian Kehamilan
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari
spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.
Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan
normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar
atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam
3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu,
trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan
trimester

ketiga

13

minggu

(minggu

ke-28

hingga

ke-40)

(Prawirohardjo, 2010; hal. 213).

Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Perubahanperubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah
bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang
diberikan adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari
tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
Dalam memberikan asuhan kepada klien, bidan lebih cenderung

menggunakan

pendekatan

dalam

bentuk

pelayanan

promotif

(Kuswanti, 2014 ; hal 2).

2.1.2 Standar Asuhan Kehamilan


Kunjungan Antenatal care (ANC) minimal :
a.

Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu)

b.

Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu)

c.

Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28-40 minggu)

2.1.3 Konsepsi Fertilisasi dan Implantasi


1. Konsepsi
Konsepsi adalah pertemuan antara ovum matang dan sperma sehat
yang memungkinkan terjadinya kehamilan. Konsepsi ini dapat
terjadi jika terpenuhi beberapa kriteria, yaitu sebagai berikut
a.

Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita


yang tepat.

b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat


ovulasi.
c.

Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat


selama ejakulasi

d.

Tidak ada barrier atau hambatan yang mencegah sperma


mencapai,

melakukan

membuahi ovum.

penetrasi,

dan

sampai

akhirnya

Agar terjadi kehamilan sebaiknya senggama dilakukan sebelum


tepat di hari wanita ovulasi karena sperma dapat hidup sampai tiga
hari di dalam vagina sedangkan ovum hanya bertahan 12-24 jam
setelah dikeluarkan dari ovarium (ovulasi). Kapan wanita
mengalami ovulasi dapat dikenali melalui bentuk cairan vagina
yang keluar. Jika terlihat bening, banyak, dan licin, maka
kemungkinan besar wanita dalam keadaan subur. Cairan vagina
secara bertahap akan menjadi kental dan berwarna putih keruh
setelah melewati masa ovulasi. Selain mengamati karakter cairan
vagina, ovulasi dapat juga diprediksi melalui penghitungan siklus
menstruasi. Wanita mengalami ovulasi pada hari ke-12 sampai ke14 siklus menstruasi, namun cara ini kurang dapat digunakan pada
wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur.
Diperkirakan ada 300 juta sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi
dan yang dapat ditampung oleh bagian belakang vagina, namun
dalam perjalanannya hanya beberapa ribu saja yang dapat mencapai
tuba fallopi. Lingkungan vagina yang asam dan adanya daya
fagosit dari uterus membuat sebagian besar sperma tidak mampu
untuk bertahan hidup, yang akhirnya dikeluarkan lagi melalui
vagina
2. Fertilisasi
Merupakan kelanjutan dari proses konsepsi, yaitu sperma bertemu
dengan ovum, sampai dengan terjadi perubahan fisik dan kimiawi

ovum-sperma hingga menjadi buah kehamilan. Gambaran proses


konsepsi sampai dengan fertilisasi adalah sebagai berikut.
Berikut adalah fase-fase dalam konsepsi sampai dengan fertilisasi.
a.

Sperma memasuki vagina


Sperma diejakulasikan di forniks vagina saat koitus, menuju ke
ampula tuba sebagai tempat fertilisasi.

b.

Proses kapasitasi
Sperma mengalami perubahan biokimiawi agar lebih kuat
untuk mencapai ampula tuba.

c.

Reaksi akromosom
Sperma mengadakan pengeluaran cairan hyaluronidase dan
tripsin agar biar menembus lapisan oosit/ovum.

d.

Sperma memasuki zona pellusida dan corona radiata


Zat yang dikeluarkan melalui reaksi akromosom akan
mengencerkan corona radiata dan zona pellusida.

e.

Reaksi granula kortikal


Granula kortikol merupakan sel-sel granulose yang berada
disekitar oosit yang akan menutup setelah satu buah sperma
masuk ke dalam oosit, sehingga mencegah sperma yang lain
untuk masuk.

f.

Fertilisasi
Kepala sperma membesar dan inti sel sperma membentuk
pronukleus pria. Inti sel ovum membentuk pronukleus wanita.

Kedua pronukleus berfusi. dalam proses ini akhirnya kedua


pronukleus bersatu dan membentuk zigot yang terdiri atas
bahan genetik dari wanita dan pria. Dalam beberapa jam
setelah konsepsi, mulailah terjadi proses pembelahan zigot.
Segera setelah pembelahan sel terjadi, maka pembelahanpembelahan selanjutnya akan berjalan dengan lancar dan
akhirnya dalam waktu tiga hari terbentuk suatu kelompok selsel yang sama besarnya, disebut morulla. Proses selanjutnya
adalah perubahan morulla menjadi blastula. Hasil konsepsi tiba
ke dalam kavum uteri pada tingkat blastula.
3. Implantasi (Nidasi)
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai, disebut
trofoblast, yang mampu menghancurkan atau mencairkan jaringan.
Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium
berada dalam fase sekresi. Jaringan endometrium banyak
mengandung nutrisi untuk buah kehamilan. Blastula dengan bagian
yang berisi massa sel dalam (inner cell mass) akan mudah masuk
ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh
dan menutup lagi. Itulah sebabnya kadang-kadang pada saat nidasi
terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua yang disebut dengan
tanda Hartman. Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau
belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri.

2.1.4 Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Ibu Hamil


1. System Reproduksi
a. Uterus
Ukuran pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25
x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000cc. Hal ini
memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin .
Pada saat ini rahim membesar akibat hipertropi dan hiperplasi otot
polos rahim, serabut-serabut kolagenya menjadi higroskopik, dan
endometrium menjadi desidua. Jika penambahan ukuran TFU per
tiga dapat dilihat dalam table dibawah ini.
Tabel 2.1 TFU menurut penambahan per tiga jari
Usia kehamilan

Tinggi fundus uteri (TFU)

(minggu)
12

3 jari diatas simpisis

16

Pertengahan pusat-simpisis

20

3 jari dibawah pusat

24

Setinggi pusat

28

3 jari diatas pusat

32

Pertengahan pusat-prosesus xyphoideus (px)

36

3 jari dibawah pusat-prosesus xyphoideus (px)

40

Pertengahan pusat dan prosesus xyphoideus (px)

b. Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum graviditas
sampai terbentuknya plasenta yang akan mengambil alih
pengeluaran estrogen dan progesteron (Sulistyawati, 2012; hal 4,
36-37, 59-61).

c. Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena
hormone estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak
jaringan otot, maka servik lebih banyak mengandung jaringan
ikat. Jaringan ikat pada servik ini mengandung kolagen. Akibat
kadar estrogen dan dengan adanya hipervaskularisasi serta
meningkatnya suplai darah maka konsistensi serviks menjadi
lunak yang disebut tanda goodell.
Selama minggu-minggu awal kehamilan, peningkatan aliran
darah uterus dan limfe mengakibatkan oedema dan kongesti
panggul. Akibatnya uterus, serviks dan isthmus melunak secara
progrestif dan serviks menjadi kebiruan (tanda Chadwick),
perlunakan isthmus menyebabkan antefleksi uterus berlebihan
selama tiga bulan pertama kehamilan.
d. Vagina dan vulva
Akibat

pengaruh hormone estrogen,

mengalami

perubahan.

Sampai

vagina

minggu

ke

dan vulva
8

terjadi

hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak


lebuh merah, agak kebiruan (lividae), tanda ini disebut
Chadwick.
Hormone kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi
selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang

tebal, jaringan otot longgar, hipertropi otot polos dan


pemanjangan vagina (Kuswanti, 2014; hal 79-80).
2. Sistem Kardiovaskuler
Perubahan yang terjadi pada jantung, yang khas denyut nadi istirahat
meningkat sekitar 10 sampai 15 denyut permenit pada kehamilan
karena diafragma semakin naik terus selama kehamilan. Jantung
digeser kekiri dan keatas, sementara pada waktu yang sama organ ini
agak berputar

pada sumbu panjangnya, akibatnya apeks jantung

digerakan agak kelateral keposisinya pada keadaan tidak hamil


normal dan membesarnya ukuran bayangan jantung ditemukan pada
radiogra, luasnya perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh ukuran
dan posisi uterus, kekuatan otot-otot abdomen dan konfigurasi
abdomen dan toraks (Ai Yeyeh Rukiyah dan Yulianti, 2014; hal. 37).

Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap


menitnya atau biasa disebut sebagai curah jantung (cardiac output)
meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai dari usia
kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan
16-28 minggu (Sulistyawati, 2012; hal 61).

Perubahan yang terjadi pada jantung, yang khas denyut nadi istirahat
meningkat sekitar 10 sampai 15 denyut permenit pada kehamilan
karena diafragma semakin naik terus selama kehamilan. Jantung

digeser kekiri dan keatas, sementara pada waktu yang sama organ ini
agak berputar pada sumbu panjangnya, akibatnya apeks jantung
digerakan agak kelateral dari posisinya pada keadaan tidak hamil
normal, dan membesarnya ukuran bayangan jantung ditemukan pada
radiogra, luasnya perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh ukuran
dan posisi uterus, kekuatan otot-otot abdomen dan konfigurasi
abdomen dan thorak (Jannah, 2012; hal 96-97).

Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi


karena adanya perubahan dalam aliran darah kerahim. Janin yang
terus tumbuh, menyebabkan darah lebih banyak dikirim kerahim ibu.
Pada akhir usia kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh
darah dari ibu.

3. Sistem Urinaria
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring
darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang
puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat
sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang
akibat penekanan rahim yang membesar). Dalam keadaan normal,
aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika
berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena
itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka

mencoba untuk berbaring/tidur. Pada akhir kehamilan, peningkatan


aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi saat wanita hamil yang tidur
miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang
membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah
yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah
jantung.

4. Sistem Gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan usus
bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi. Sembelit
semakin berat karena gerakan otot didalam usus diperlambat oleh
tingginya kadar progesterone. Wanita hamil sering mengalami rasa
panas di dada (Heartburn) dan sendawa, yang kemungkinan karena
makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi
sfingter di kerongkongan bagian bawah yang kemungkinan isi
lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

5. Sistem Metabolisme
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan
tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Oleh karena itu,
peningkatan asupan kalsium sangat diperlukan untuk menunjang
kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kalsium mencapai 70% dari diet
biasanya. Penting bagi ibu hamil untuk selalu sarapan karena kadar

glukosa darah ibu sangat berperan dalam perkembangan janin, dan


berpuasa saat kehamilan akan memproduksi lebih banyak ketosis
yang dikenal dengan cepat merasakan lapar yang mungkin
berbahaya pada janin.
Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000 mg, 500 mg
dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan 300 mg
untuk transportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12
minggu, 200 mg sisanya untuk menggantikan cairan yang keluar dari
tubuh. Wanita hamil membutukan zat besi rata-rata 3,5 mg/ hari.
Pada metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol sampai
350 mg atau lebih per 100 cc. hormon somatotropin mempunyai
peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak
lainnya tersimpan dibadan, perut, paha, dan lengan.
Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai berikut:
a.

Kalsium, dibutuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk


pembentukan tulang terutama di trimester akhir dibutuhkan 3040 gram.

b.

Fosfor, Dibutuhkan rata-rata 2gr/hari.

c.

Air, wanita hamil cenderung mengalami retensi air.

6. Sistem Integumen
Topeng kehamilan (cloasma gravidarum) adalah bintik-bintik
pigmen kecoklatan yang tampak dikulit kening dan pipi. Peningkatan

pigmentasi juga terjadi disekeliling putting susu, sedangkan diperut


bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap yaitu spider
angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti
laba-laba) bisa muncul dikulit dan biasanya di atas pinggang.
Pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis sering kali
tampak

ditungkai

bawah.

Pembesaran

rahim

menimbulkan

peregangan dan menyebabkan robekan serabut elastic di bawah kulit,


sehingga menimbulkan striae gravidarum/striae lividae.
7. Payudara
Payudara sebagai organ target unutk proses laktasi mengalami
banyak perubahan sebagai persiapan setelah janin lahir. Beberapa
perubahan yang dapat diamati oleh ibu adalah sebagai berikut.
a.

Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan berat

b.

Dapat teraba nodul-nodul, akibat hipertropi jaringan kelenjar


alveoli

c.

Bayangan vena-vena lebih membiru

d.

Hiperpigmentasi pada areola dan putting susu

e.

Kalau diperas akan keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna


kuning.

8. Sistem Endokrin
Selama siklus menstruasi normal, hipofisis anterior memproduksi
LH dan FSH. Follicle Stimulating Hormone (FSH) merangsang
folikel de graaf untuk menjadi matang dan berpindah ke permukaan

ovarium di mana ia dilepaskan. Folikel yang kosong dikenal sebagai


korpus

luteum

dirangsang

oleh

LH

untuk

memproduksi

progesterone. Progesterone dan estrogen merangsang proliferasi dan


desidua (lapisan dalam uterus) dalam upaya mempersiapkan
implantasi jika kehamilan terjadi. Plasenta, yang terbentuk secara
sempurna dan berfungsi 10 minggu setelah pembuahan terjadi, akan
mengambil alih tugas korpus luteum untuk memproduksi estrogen
dan progesterone.
9. Sistem Pernapasan
Ruang abdomen yang membesar oleh karena meningkatnya ruang
rahim dan pembentukan hormon progesterone menyebabkan paruparu berfungsi sedikit berbeda dari biasanya. Wanita hamil bernapas
lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak
oksigen untuk janin dan untuk dirinya. Lingkar dada wanita hamil
agak membesar. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak
darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah
(kongesti).

Kadang

hidung

dan

tenggorokkan

mengalami

penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan kualitas suara


wanita hamil agak berubah.
10. Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Berat Badan
Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi
badan adalah dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT)
dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan pangkat 2.

Pertumbuhan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi


selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. Jika
terdapat kelambatan dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat
mengidentifikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan
ganguuan pertumbuhan janin intrauterin (intra-uterine growth
retardation- IUGR).
Disarankan pada ibu primigravida untuk tidak menaikkan berat
badannya lebih dari 1kg/bulan. Perkiraan peningkatan berat badan
yang dianjurkan :
a.

4 kg pada kehamilan trimester I

b.

0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III

c.

Totalnya sekitar 15 -16 kg selama hamil

Tabel 2.2 Komponen pertambahan berat badan ibu selama hamil


Komponen

Jumlah (dalam kg)

Jaringan ekstrauterine
Janin

1
3- 3,8

Cairan amnion

Plasenta

1-1,1

Payudara

0,5 2

Tambahan darah

2 2,5

Tambahan cairan jaringan

1,5 2,5

Tambahan jaringan lemak

2 2,5

Total

11,5 16

2.1.5 Tanda-tanda Kehamilan


1. Tanda Pasti Kehamilan
a. Terdengar denyut jantung janin (DJJ)
b. Terasa gerak janin
c. Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada
gambaran embrio
d. Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (>16
minggu).
2. Tanda dugaan hamil
a) Amenore/tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat
haid)
b) Nausea, anoreksia, emesis, dan hipersalivasi
c) Pusing
d) Miksi/sering buang air kecil
e) Obstipasi
f) Hiperpigmentasi: striae, cloasma, linea nigra
g) Varises
h) Payudara menegang
i) Perubahan perasaan
j) BB bertambah
3. Tanda Tidak Pasti Kehamilan
a) Rahim membesar
b) Tanda hegar

c) Tanda chadwick,yaitu warna kebiruan pada servik, vagina, dan


vulva
d) Tanda piskacek, yaitu pembesaran uterus kesalah satu arah
sehingga menonjol jelas kearah pembesaran tersebut
e) Braxton hicks bila uterus dirangsang (distimulasi dengan diraba)
akan mudah dikontraksi
f) Basal metabolisme rate (BMR) meningkat
g) Ballotement positif
Jika dilakukan pemeriksan palpasi diperut ibu dengan cara
menggoyang-goyangkan disalah satu sisi, maka akan terasa
pantulan disisi yang lain
h) Test urine kehamilan (tes HCG) positif
Tes urine dilaksanakan minimal satu minggu setelah terjadi
pembuahan (Sulistyawati, 2012; hal 61-66, 68-69 83-85).
2.1.6 Kebutuhan Fisik Ibu Hamil
1. Oksigen
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk
ibu hamil. Berbagai gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat
hamil sehingga akan mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen
pada ibu yang akan berpengaruh pada bayi yang dikandung.
Untuk mencegah hal tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan
oksigen maka ibu perlu :
a.

Latihan nafas melalui senam hamil

b.

Tidur dengan bantal yang lebih tinggi

c.

Makan tidak terlalu banyak

d.

Kurangi dan hentikan merokok

e.

Konsul ke dokter bila ada kelainan atau ganguuan


pernafasan seperti asma dan lain-lain (Kuswanti, 2014; hal
117 ).

2. Diet makanan
Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, IUGR,
inersia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerpuralis, dll.
sedangkan kelebihan makanan karena beranggapan pemenuhan
makanan untuk dua orang akan berakibat kegemukan, pre eklamsi,
janin terlalu besar dan sebagainya.
a. Kebutuhan Energi
Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan pada ibu
hamil untuk meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal
per hari. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok
kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. Pada TM I
kebutuhan

energi

meningkat

untuk

organogenesis

atau

pembentukan organ-organ penting janin, dan jumlah tambahan


energi terus meningkat pada trimester II dan III untuk
pertumbuhan janin.

b. Protein
Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak
68%. Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan
untuk menambah asupan protein menjadi 12% per hari atau 75100 gram. Bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber protein
sebaiknya bahan pangan dengan nilai biologi yang tinggi seperti
daging tak berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya.
Protein yang berasal dari tumbuhan nilai biologinya rendah jadi
cukup sepertiga bagian saja.
c. Zat besi
Anemia sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi, oleh
karena itu perlu ditekankan pada ibu hamil untuk mengonsumsi
zat besi selama hamil dan setelah melahirkan. Kebutukan zat
besi selama hamil meningkat sebesar 300% (1.040 mg selama
hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari
asupan makanan ibu selama hamil, melainkan perlu ditunjang
dengan suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat
diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram
setiap hari selama kehamilan dan 6 minggu setelah kelahiran
untuk mencegah anemia postpartum. Pemantauan konsumsi
suplemen zat besi perlu juga diikuti dengan pemantauan cara
minum yang benar karena hal ini akan sangat memengaruhi
efektifitas penyerapan zat besi. Vitamin c dan protein hewani

merupakan elemen yang sangat membantu dalam penyerapan


zat besi, sedangkan kopi, teh, garam kalsium, magnesium dan
fitat (terkandung dalam kacang-kacangan) akan menghambat
penyerapan zat besi. Namun demikian bukan berarti zat
makanan yang menghambat penyerapan zat besi tersebut tidak
bermanfaat bagi tubuh, zat-zat ini tetap di konsumsi namun
jangan diminum bersamaan dengan tablet zat besi. Berilah jarak
waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat besi.
d. Asam folat
Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya
meningkat dua kali lipat selam hamil. Asam folat sangat
bermanfaat dalam metabolisme normal makanan menjadi energi,
pematangan sel darah merah, sintesis DNA, pertumbuhan sel
dan pembentukan heme. Jika kekurangan asam folat maka ibu
akan menderita anemia megaloblastik dengan gejala diare,
depresi, lelah berat, dan selalu mengantuk. Jika kondisi ini terus
berlanjut dan tidak segera di tangani maka pada ibu hamil akan
terjadi BBLR, ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang
belakang janin (spina bifida). Jenis makanan yang banyak
mengandung asam folat adalah ragi, hati, brokoli, sayur berdaun
hijau (bayam, asparagus), dan kacang-kacangan (kacang kering,
kacang kedelai). Sumber lain adalah ikan, daging, buah jeruk,
dan telur. Oleh karena asam folat tidak stabil dalam pemasanan,

maka dianjurkan untuk memakan sayuran dalam keadaan


mentah dengan dicuci sebelumnya agar sisa pestisida dan cacing
hilang. Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat
terpenuhi hanya dari asupan makanan, maka Widya Karya
Pangan Nasional menganjurkan untuk pemberian suplemen
asam folat dengan besaran 280,660 dan 470 mikrogram untuk
trimester I, II, dan III. Asam folat sebaiknya diberikan 28 hari
setelah ovulasi atau 28 hari pertama setelah kehamilan karena
sumsum tulang belakang dan otak di bentuk pada minggu
pertama kehamilan.
e.

Kalsium
Metobolisme kalsium selama hamil mengalami perubahan yang
sangat berarti. Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun
drastis sebanyak 5%, oleh karena itu asupan yang optimal perlu
dipertimbangkan. Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil
olahanya, udang, sarang burung, sarden dalam kaleng, dan
beberapa bahan makanan nabati, seperti sayuran warna hijau tua
dan lain-lain (Sulistyawati, 2012; hal 107-109).

3. Personal hygiene
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan
sedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk
mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan diri terutama
lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genetalia) dengan cara

dibersihkan dengan air dan dikeringkan (Kuswanti, 2014; hal 119120).


4. Seksual
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada
riwayat penyakit seperti berikut ini:
a)

Sering abortus dan kelahiran prematur

b) Perdarahan pervaginam
c)

Koitus harus dilakukan secara hati-hati terutama pada minggu


terakhir kehamilan

d) Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang karena dapat


menyebabkan infeksi janin intra uteri.
5. Perawatan payudara
Payudara merupakan aset yang sangat penting sebagai persiapan
menyambut kelahiran sang bayi dalm proses menyusui.
Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan payudara
adalah sebagai berikut :
a)

Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan


yang mengunakan busa, karena akan menggangu penyerapan
keringat di payudara

b)

Gunakan bra yang dengan bentuk yang menyangga payudara

c)

Hindari pembersihan puting susu dengan sabun mandi karena


akan menyebabkan iritasi. Bersihkan putting dengan minyak
kelapa lalu bilas dengan air hangat

d)

Jika ditemukan pengeluaran cairan berwarna kekuningan dari


payudara berarti produksi asi sudah dimulai.

6. Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan
eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kemih. Konstipasi
terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai
efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu
desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya
konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan
mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih,
terutama ketika lambung dalam keadaan kosong. Meminum air putih
hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak
peristaltik usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah
untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi. Sering buang air
kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil,
terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang
fisiologis. Ini terjadi karena pada awal kehamilan terjadi pembesaran
uterus yang mendesak kantong kemih sehingga kapasitasnya
berkurang. Sedangkan pada trimester III terjadi pembesaran janin
yang juga menyebabkan desakan pada kantong kemih. Tindakan
mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan sangat tidak
dianjurkan karena dapat menyebabkan dehidrasi (Sulistyawati, 2012;
hal 118-119).

7. Pekerjaan
Wanita hamil tetap dapat bekerja namun aktivitas yang di jalaninya
tidak boleh terlalu berat. Istirahat untuk wanita hamil di anjurkan
sesering mungkin. Seorang wanita hamil di sarankan untuk
menghentikan aktivitasnya apabila mereka merasakan gangguan
dalam kehamilan. Pekerjaan yang membutuhkan aktivitas berat,
berdiri dalam jangka waktu lama, pekerjaan dalam industri mesin,
atau pekerjaan yang memiliki efek samping lingkungan (contoh:
limbah) harus dimodifikasi (Kuswanti, 2014; hal 133).
8. Lingkungan yang bersih
Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan yang sehat
dan aman adalah adanya lingkungan yang bersih, karena kemungkinan
terpapar kuman dan zat toksik yang berbahaya bagi ibu dan janin akan
terminimalisasi. Lingkungan bersih disini adalah termasuk bebas dari
polusi udara seperti asap rokok. Hasil penelitian yang dilakukan oleh
Dr. Cuno S.P.M. Uiterwaal, pemimpin penelitian dan profesor yang
bekerja sama dengan klinik epidemiologi di Medical Center
University di utrecht menemukan bahwa orang tua perokok dapat
membahayakan

kesehatan

anak

mereka,

termasuk

sistem

kardiovaskular mereka yang dapat dideteksi sejak awal kehamilannya.


Karbon monoksida yang terdapat dalam rokok akan dapat bebas
menembus plasenta dan mengurangi kemampuan HB dalam mengikat
oksigen. Nikotin merangsang hormon adrenergik yang menyebabkan

vasokontriksi menyeluruh, terutama mengurangi perfusi uterus dan


mempersempit arteri tali pusat. Ibu hamil sebagai perokok aktif
ataupun terpapar asap rokok (perokok pasif) akan terkena dampak
yang sama. Selain udara, prilaku hidup bersih dan sehat perlu juga di
laksanakan, seperti menjaga kebersihan diri, makanan yang dimakan,
buang air besar di jamban, dan mandi menggunakan air yang bersih.
9. Sikap tubuh yang baik
Seiring

dengan

bertambahnya

usia

kehamilan,

tubuh

akan

mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran janin.


Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang punggung bertambah
lordosis karena tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang di
bandingkan sikap tubuh ketika tidak hamil. Keluhan yang sering
muncul dari perubahan ini adalah rasa pegal di punggung dan kram
kaki ketika tidur malam hari. Untuk mencegah dan mengurangi
keluhan ini perlu adanya sikap tubuh yang baik. Beberapa hal yang
perlu di perhatikan adalah sebagai berikut:
a) Pakailah sepatu dengan hak yang rendah/tanpa hak dan jangan
terlalu sempit
b) Posisi tubuh saat mengangkat beban, yaitu dalam keadaan tegak
dan pastikan beban terfokus pada lengan.
c) Tidur dengan posisi kaki di tinggikan,
d) Duduk dengan posisi punggung tegak

e) Hindari duduk atau berdiri terlalu lama (ganti posisi secara


bergantian untuk mengurangi ketegangan otot.
10. Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk
mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin.
Jenis imunisasi yang di berikan adalah tetanus toxoid (TT) yang dapat
mencegah penyakit tetanus.
11. Persiapan persalinan
Meskipun hari perkiraan persalinan masih lama tidak ada salahnya
jika ibu dan keluarga mempersiapkan persalinan sejak jauh hari
sebelumnya. Ini dimaksudkan jika terjadi sesuatu hal yang tidak
diinginkan atau persalinan maju dari hari perkiraan, semua
perlengkapan yang dibutuh sudah siap. Beberapa hal yang harus di
persiapkan untuk persalinan adalah sebagai berikut:
a)

Biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan

b) Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan


jika terjadi suatu komplikasi yang membutuhkan rujukan
c)

Baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya

d) Surat-surat fasilitas kesehatan (misalnya ASKES, jaminan


kesehatan dari tempat kerja, kartu sehat dan lain-lainnya).
e) Pembagian peran ketiba ibu berada di RS (ibu dan mertua, yang
menjaga anak lainnya-jika buka persalinan yang pertama).

12. Senam hamil


Kegunaan senam hamil adalah melancarkan sirkulasi darah, nafsu
makan bertambah, pencernaan menjadi lebih baik, dan tidur
menjadi lebih nyenyak. Bidan hendaknya menyarankan agar ibu
hamil melakukan masing-masing gerakkan sebanyak dua kali pada
awal latihan dan dilanjutkan dengan kecepatan dan frekuensi
menurut kemampuan dan kehendak mereka sendiri minimal lima
kali tiap gerakkan (Sulistyawati, 2012; hal 111, 118-120, 122)
2.1.7 Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil
1. Suport Keluarga
Ibu merupakan salah satu anggota keluarga yang sangat
berpengaruh, sehingga perubahan apapun yang terjadi pada ibu
akan mempengaruhi keluarga. Kehamilan merupakan krisis bagi
kehidupan keluarga dan diikuti oleh stres dan kecemasan.
Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga. Karena konsepsi
merupakan awal, bukan saja bagi janin yang sedang berkembang,
tetapi juga bagi keluarga, yakni dengan hadirnya seorang anggota
keluarga baru dan terjadinya perubahan hubungan dalam
keluarga, maka setiap anggota keluarga harus beradaptasi
terhadap kehamilan dan menginterprestasikannya berdasarkan
hubungan masing-masing.

Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam


adaptasi terhadap kehamilan dan menjadi ibu. Keberadaan ibu
disamping anak perempuannya selama masa kanak-kanak.
2. Support Dari Tenaga Kesehatan
a. Menjelaskan dan meyakinkan pada ibu bahwa apa yang terjadi
padanya adalah sesuatu yang normal.
b. Membantu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi baik
fisik maupun psikologis
c. Meyakinkan bahwa ibu akan mulai merasa lebih baik dan
berbahagia pada trimester kedua.
3. Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil TM II
a. Mengajarkan pada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi,
tanda-tanda bahaya
b. Bersama ibu dan keluarga dalam merencanakan kelahiran dan
rencana kegawatdaruratan.
4. Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil TM III
a. Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah
normal.
b. Menenangkan ibu
c. Membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tandatanda persalinan yang sebenarnya.
d. Meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu untuk
membantu melahirkan bayinya (Kuswanti, 2014; hal 136).

2.1.8

Tanda-Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan


Selama kehamilan beberapa tanda bahaya yang dialami dapat
dijadikan sebagai data dalam deteksi dini komplikasi akibat
kehamilan. Jika pasien mengalami tanda-tanda bahaya ini maka
sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tindakan
antisipasi untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan janin.
Beberapa tanda bahaya yang penting untuk di sampaikan kepada
pasien dan keluarga adalah sebagai berikut:
a. Perdarahan Per Vagina
b. Sakit kepala hebat
c. Masalah penglihatan
d. Bengkak pada muka atau tangan
e. Nyeri abdomen yang hebat
f. Bayi kurang bergerak seperti biasa.

2.1.9 Ketidaknyamanan Dan Cara Mengatasi


Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu
yang semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun
psikologis. Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan
mengalami ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis
namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan.

1. Ketidaknyamanan pada trimester I :


a.

Rasa mual dan muntah


Waktu terjadinya: antara minggu ke 5-12. Bisa terjadi lebih
awal (2-3 minggu setelah HPHT)
Kemungkinan penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut :
Peningkatan kadar HCG, estrogen, dan progesteron. Relaksasi
dari otot - otot halus.
Cara mengatasinya :
1. Hindari bau dan faktor penyebabnya
2. Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun
dari tempat tidur di pagi hari
3. Makan sedikit tapi sering
4. Duduk tegak setiap kali selesai makan
5. Hindari

makanan

yang

berminyak

dan

merangsang
6. Makan makanan kering di antara waktu makan
7. Minum minuman berkarbonat
8. Bangun dari tidur secara perlahan-lahan
9. Jangan langsung melakukan aktivitas
10. Hindari mengosok gigi segera setelah makan
11. Minum teh herbal
12. Istirahat sesuai kebutuhan

berbumbu

b. Kelelahan
Kelelahan, pusing atau fatique waktu terjadi: trimester I.
Penyebab tidak diketahui secara spesifik, mungkin berhubungan
dengan penurunan laju metabolisme basal pada masa awal
kehamilan.
Cara mengatasinya :
1. Yakinkan bahwa hal ini normal dalam kehamilan
2. Dorong ibu untuk sering beristirahat
3. Hindari istirahat yang berlebihan.
c. Sering BAK
Sering buang air kencing waktu terjadi trimester I dan III
Penyebabnya tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang
air kecil pada malam hari akibat ekskresi sodium yang
meningkat bersamaan dengan terjadinya pengluaran air, air dan
sodium tertahan di dalam tungkai bawah selama siang hari
karena stasis pada vena, pada malam hari terdapat aliran balik
vena yang meningkat dengan akibat peningkatan dalam jumlah
urine (Sulistyawati, 2012; hal 123, 126,130, 139,143).
Cara mengatasinya
1. KIE tentang penyebab sering BAK
2. Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan
3. Perbanyak minum pada siang hari

4. Jangan kurangi minum di malam hari kecuali menganggu


tidur dan mengalami kelelahan
5. Hindari minum kopi dan teh sebagai diuresis
6. Berbaring miring kiri saat tidur untuk meningkatkan diuresis
7. Tidak memerlukan pengobatan farmakologis (Hani et all,
2011; hal 59).
d. Ngidam
Ngidam makanan waktu terjadi: trimester I tetapi dapat juga
terjadi disepanjang usia kehamilan.
Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tesebut
mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah.
Indra pengecap menjadi lebih tumpul, jadi ibu lebih mencari
makanan dengan cita rasa yang lebih merangsang.
Cara mengatasinya :
1. Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asalkan cukup
bergizi dan makanan yang idamkan adalah makanan yang
sehat.
2. Menjelasakan tentang bahaya memakan makanan yang tidak
baik.
e. Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina, peningkatan produksi lendir dan
kelenjar endocervikal sebagai akibat dari peningkatan kadar
estrogen.

Cara mengatasinya:
1. Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar
menyerap cairan
3. Hindari pakian dalamdari bahan nilon
4. Hindari pemakaian pantyliner dari bahan nilon (Sulistyawati,
2012; hal 131-132).
f. Epulis
Peningkatan estrogen dan progesteron meningkatkan aliran
darah ke rongga mulut; hipervaskularisasi

pembuluh darah

kapiler gusi sehingga terjadi edema dan hiperplastis; ketebalan


epitelial berkurang sehingga gusi lebih rapuh; timbulnya muntah
menyebabkan kebersihan mulut terganggu dan meningkatkan
asam dimulut.
Cara mengatasinya :
1.

Berkumur dengan air hangat dan asin

2.

Menggosok gigi secara teratur dan menjaga kebersihannya

3.

Memeriksakan gusi secara teratur (Hani et all, 2011; hal


53).

e.

Ptialisme (Sekresi air ludah yang berlebihan)


Waktu terjadinya dimulai sejak 2-3 bulan usia kehamilan dan
berhenti saat persalinan.

Cara mengatasinya :
a. Gunakan pencuci mulut atau permen karet yang keras
2. Ketidaknyamanan trimester II :
a.

Chloasma/perubahan warna areola mamae


Kecenderungan genetik peningkatan kadar estrogen dan
mungkin progeteron.
Cara mengatasinya :

b.

1.

Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan

2.

Gunakan bahan pelindung non alergi

Striae gravidarum
Waktu terjadinya: tampak jelas pada bulan ke 6-7 terdiri atas
arteriol tengah yang terbuka dan datar atau sedikit meningkat
dengan radiasi radang kapiler yang menyebar, paling jelas
didaerah-daerah kulit yang dialiri darah dari vena cava superior
(sekitar mata, leher, kerongkongan, dan lengan).
Penyebab masih belum bisa di jelaskan, dapat timbul akibat
perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dan
peregangan, mungkin berkaitan dengan ekskresi kortikosteroid
(Sulityawati, 2012; hal 124, 127, 136).
Cara mengatasinya :
1. Gunakan emollien luar atau antiprurutik menurut indikasinya
2. Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen.

c. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan
menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar
sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
1.

Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya


buah, sayuran, minum air hangat terutama ketika perut
kosong.

2.

Istirahat cukup

3.

Senam hamil

4.

Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada


dorongan

5.

Hindari minyak mineral, lubrican, perangsang, saline,


hiperosmosis, dan castrol oil (Hani et all, 2011; hal 55, 62).

d.

Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap vena
hemoroidal, dukungan yang tidak memadai pada vena hemoroid
di area annorektal
Cara mengatasinya :
1.

Hindari konstipasi

2.

Makan makanan yang berserat

3.

Banyak minum air putih

4.

Gunakan kompres es, kompres hangat, atau rendah hangat

5.

Dengan perlahan masukkan kembali ke dalam rectum jika


perlu

e.

Perut kembung
Penggerak

mortilitas

gastrointestinal

menurun

yang

menyebabkan terjadinya pelambatan waktu pengosongan serta


penekanan dari uterus yang membesar terhadap usus besar.
Cara mengatasinya :
1.

Hindari makanan yang mengandung gas

2.

Kunyahlah makanan secara sempurna

3.

Lakukan senam secara teratur

4.

Pertahankan saat kebiasaan buang air besar yang normal


(Sulistyawati, 2012; hal 129, 133, 137).

3. Ketidaknyamanan yang sering terjadi pada trimester III yaitu


a. Sesak nafas
Dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami
desakan pada diagfragma sehingga naik 4 cm; terjadi pelebaran
sudut toraks dari 68 sampai 103 derajat; Peningkatan progesteron
menyebabkan peningkatan pusat saraf untuk konsumsi oksigen
(Hani et all, 2011; hal 64).
Cara mengatasinya :
1.

Jelaskan penyebab fisiologinya

2.

Dorong agar sengaja mengatur laju dan dalamnya pernafasan


pada kecepatan normal ketika terjadi hiperventilasi

3.

Secara periodik berdiri dan menelentangkan lengan di atas


kepala serta menarik nafas panjang

4.

Mendorong postur tubuh yang baik dan melakukan


pernafasan interkostal

b. Sering BAK
Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air kecil pada
malam hari akibat ekskresi sodium yang meningkat bersamaan
dengan terjadinya pengeluaran air, air dan sodium tertahan di
dalam tungkai bawah selama siang hari karena stasis pada vena,
pada malam hari terdapat aliran balik vena yang meningkat dengan
akibat peningkatan dalam jumlah urine.
Cara mengatasinya :
1.

Jelaskan pada pasien mengenai penyebab terjadinya keadaan


ini

2.

Kosongkan kandung kemih saat terasa ada dorongan untuk


berkemih

3.

Perbanyak minum pada siang hari

4.

Jangan kurangi minum di malam hari untuk menghindari


buang air kecil pada malam hari kecuali jika hal tersebut
sangat menyebabkan keletihan

5.

Batasi minum minuman dengan bahan diuretik seperti kopi,


teh, cola, dan cafein

6.

Jelaskan tentang tanda-tanda bahaya tentang infeksi saluran


urine (urinari tract infection-UTI)

c. Insomnia
Pola tidur berubah, dan bangun di tengah malam yang di akibatkan
kurang nyaman karena pembesaran uterus, buang air kecil di
malam hari, hidung tersumbat, sakit otot, stres dan cemas.
Cara mengatasinya :
1.

Gunakan teknik relaksasi

2.

Gunakan teknik relaksasi progresif

3.

Mandi air hangat, minum minuman hangat sebelum tidur

4.

Melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat sebelum tidur


(Sulistyawati, 2012; hal 126, 131, 135).

d. Lordosis
Dorso lumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf
atau kompresi akar saraf.
Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian tengah atau
bawah mendapat tekanan berat.
Cara mengatasinya :
1.

Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat


barang yang jatuh, misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki
dan letakkan satu kaki sedikit didepan.

2.

Hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan


beban yang terlalu berat.

3.

Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung.

4.

Gunakan kasur yang keras untuk tidur

5.

Senam hamil

6.

Masase daerah pinggang dan punggung (Hani et all, 2011;


hal 65).

e. Edema umum
Peningkatan kadar sodium dikarenakan pengaruh hormonal.
kongesti

sirkulasi

pada

ekstremitas

bawah,

peningkatan

permeabilitas kapiler, tekanan dari pembesaran uterus pada vena


pelvis ketika duduk atau pada vena cava inferior ketika berbaring.
Cara mengatasinya:
1. Hindari posisi berbaring terlentang
2. Hindari posisi berbaring untuk posisi yang lama
3. Istirahat dengan berbaring miring kekiri, kaki agak ditinggikan
4. Tinggikan kaki jika bisa
5.

Jika perlu, seringlah melatih kaki untuk ditekuk ketika berdiri


atau duduk

6. Angkat kaki ketika duduk atau istirahat


7. Hindari kaos kaki yang ketat atau tali/ pita pada kaki
8. Lakukan senam hamil secara teratur

f. Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina, peningkatan produksi lendir dan
kelenjar endocervikal sebagai akibat dari peningkatan kadar
estrogen.
Cara mengatasinya :
1.

Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari

2.

Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar


menyerap cairan

3.

Hindari pakian dalam dari bahan nilon

4.

Hindari pemakaian pantyliner dari bahan nilon (Sulistyawati,


2012; hal 125, 132).

g. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi
lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga
penyerapan air menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
1.

Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah,


sayuran, minum air hangat terutama ketika perut kosong.

2.

Istirahat cukup

3.

Senam hamil

4.

Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada dorongan

5.

Hindari minyak

mineral,

hiperosmosis dan castrol oil.

lubrican,

perangsang,

saline,

h. Kram terutama pada kaki


Penurunan kalsium dan alkalosis terjadi akibat perubahan pada
sistem pernafasan, tekanan uterus pada saraf, keletihan dan
sirkulasi yang buruk pada tungkai (Hani et all, 2011; hal 55, 66).
Cara mengatasinya :
1. Kurangi susu karena kandungan fosfornya cukup tinggi
2. Berlatih dorsi fleksi pada kaki yang terkena kram
i.

Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap vena
hemoroidal, dukungan yang tidak memadai pada vena hemoroid di
area annorektal.
Cara mengatasinya :
1.

Hindari konstipasi

2.

Makan makanan yang berserat

3.

Banyak minum air putih

4.

Gunakan kompres es, kompres hangat, atau rendah hangat

5.

Dengan perlahan masukkan kembali ke dalam rectum jika


perlu

2.1.10 Tujuan Asuhan Kehamilan


Tujuan asuhan kehamilan sebagai berikut:
a. Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan
tumbuh kembang janin.

b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, serta


sosial ibu dan bayi.
c. Menemukan secara dini adanya masalah atau gangguan dan
kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan.
d. Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu
maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif
berjalan normal.
f. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik
dengan memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara
normal (Sulistyawati, 2012; hal 4, 129, 133-134).

1. Standar Asuhan Kehamilan


Terdapat enam standar dalam pelayanan antenatal dari 25 standar
pelayanan kebidanan seperti berikut ini:
a. Standar 3: identifikasi ibu hamil
Persyaratan standar:
Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan
masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan
motifasi pada ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong
ibu untuk memeriksakan kehamilan sejak dini secara teratur.

b. Standar 4: pemeriksaan dan pemantauan antenatal


Persyaratan standar:
Bidan memberikan sedikitnya 4x pelayanan antenatal.
c. Standar 5 : Palpasi abdominal
Persyaratan standar:
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan
melakukan palpasi untuk pemeriksaan usia kehamilan,serta bila
umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi , bagian terendah
janin dan masuknya kepala janin kerongga panggul, untuk mencari
kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
d. Standar 6: Pengelolaan anemia pada kehamilan
Persyaratan standar:
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan penanganan dan
atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan semua dengan
ketentuan yang berlaku.
e. Standar 7: Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Persyaratan standar:
Bidan dapat menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah
pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejaga pre eklampsia
lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.

f. Standar 8: Persiapan persalinan


Persyaratan standar
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta
keluarganya pada trimester ketiga, untuk memastikan bahwa
persiapan persalinan yang bersih aman serta suasana yang
menyenangkan direncanakan dengan baik, disamping persiapan
transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan
gawat darurat (Kuswanti, 2014; hal 9).

Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar minimal


pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang disingkat 7 T,
antara lain sebagai berikut (Sulistyawati, 2012; hal 4).
1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
Timbang BB dan pengukuran TB pertambahan BB yang normal
pada normal pada ibu hamil yaitu berdasarkan masa tubuh
(BMI: Boddy Masa Indeks) dimana metode ini untuk
menentukan pertambahan optimal selama masa kehamilan,
karena merupakan hal yang penting untuk mengetahui BMI
wanita hamil. Total pertambahan BB pada kehamilan yang
normal 11,5-16 kg. Adapun TB menentukan ukuran panggul
ibu, ukuran normal tinggi badan yang baik untuk ibu hamil
antara lain yaitu <145 cm.

2) Ukur tekanan darah


Tekanan darah perlu diukur untuk mengetahui perbandingan
nilai dasar selama kehamilan, tekanan darah yang adekuat perlu
untuk mempertahankan fungsi plasenta, tetapi tekanan darah
sistolik 140 mmHg atau diastolik 90 mmHg pada saat awal
pemeriksaan dapat mengidinkasi potensi hipertensi
3) Ukur tinggi fundus uteri
Apabila usia kehamilan dibawah 24 minggu pengukuran
dilakukan dengan jari, tetapi apabila kehamilan diatas 24
minggu memakai pengukuran mc Donald yaitu dengan cara
mengukur tinggi fundus memakai metlin dari tepi atas simfisis
ke fundus uteri kemudian ditentukan sesuai rumusnya
4) Tetanus toxoid
Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) pada kehamilan
umumnya diberikan 2 kali saja, imunisasi pertama diberikan
pada usia kehamilan 16 minggu untuk yang ke dua diberikan 4
minggu

kemudian,

Akan

tetapi

untuk

memaksimalkan

perlindungan maka di bentuk program jadwal pemberian


imunisasi pada ibu
5) Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan
Zat besi pada ibu hamil (Fe) adalah mencegah defisiensi zat besi
pada ibu hamil, bukan menaikan kadar hemoglobin. Wanita
hamil

perlu

menyerap

zat

besi

rata-rata

60

mg/hari,

kebutuhannya meningkat secara signifikan pada trimester II,


karena absorpsi usus yang tinggi. Fe diberikan satu kali satu
perhari setelah rasa mual hilang, diberikan sebanyak 90 tablet
selama masa kehamilan. Tablet zat sebaiknya tidak diminum
dengan teh atau kopi, karena akan mengganggu penyerapan.
Jika ditemukan / diduga anemia berikan 2-3 tablet zat besi per
hari. Selain itu untuk memastikannya dilakukan pemeriksaan Hb
yang dilakukan 2 kali selama masa kehamilan yaitu pada saat
kunjungan awal dan pada saat usia kehamilan 28 minggu atau
jika ada tanda-tanda anemia
6) Tes terhadap penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual infeksi yang ditularkan melalui
hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apanila dilakukan
dengan

berganti-ganti pasangan.

Baik

laki-laki

maupun

perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan


beresiko lebih besar tertular karena bantu alat reproduksinya
lebih rentan terhadap PMS. Sayangnya, 50% dari perempuan
yang tertular PMS tidak tahu bhawa ia sudah tertular. PMS tidak
dapat dicegah hanya dengan: memebrsihkan alat kelamin setelah
berhubungan seksual, minum jamu tradisional, minum obat
antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Bidan
harus menganjurkan untuk pemeriksaan IMS lain pada
kecurigaan resiko IMS

7) Temu wicara ( konseling dan pemecahan masalah)


Anamnesa meliputi biodata, riwayat menstruasi, kesehatan,
kehamilan,

persalinan

dan

nifas,

biopsikososial,

dan

pengetahuan klien (Rukiyah dan Yulianti, 2014; hal 119-121,


125).

2.2 Tinjauan Teori Asuhan Kebidanan


2.2.1 Pengertian
Manajemen asuhan kebidanan atau yang sering disebut manajemen
kebidanan adalah suatu metode berfikir dan bertindak secara
sistematis dan logis dalam memberi asuhan kebidanan, agar
menguntungkan kedua belah pihak baik klien maupun pemberi
asuhan.
Manajemen kebidanan merupakan proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan
tindakan berdasarkan teori ilmiah, temuan-temuan, keterampilan
dalam rangkain/tanhapan yang logis untuk pengambilan suatu
keputusan yang berfokus pada klien. Manajemen kebidanan diadaptasi
dari sebuah konsep yang dikembangkan oleh Helen Varney dalam
buku Varneys Midwifery, edisi ketiga tahun 1997; menggambarkan
proses manajemen asuhan kebidanan yang terdiri dari tujuh langkah
yang berturut secara sistematis dan siklik.

2.2.1.1 Pengkajian data


Pada langkah pertama dikumpulkan semua informasi (data) yang
akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan
kondisi klien (Soepardan, 2007; hal 96-97).
1)

Identitas pasien
a)

Nama
Nama jelas dan lengkap, bila perlu nama panggilan
sehari-hari agar tidak keliru dalam memberikan
penanganan.

b) Usia/tanggal lahir
Dicatat dalam tahun untuk mengetahui adanya resiko
seperti kurang dari 20 tahun, alat-alat reproduksi
belum matang, mental dan psikisnya belum siap.
Sedangkan umur lebih dari 35 tahun rentan sekali
untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas
c)

Agama
Untuk mengetahui keyakinan pasien tersebut untuk
membimbing atau mengarahkan pasien dalam berdoa

d) Suku
Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan seharihari (Ambarwati dan Wulandari, 2009; hal 131-132).

e)

Pendidikan
Tingkat pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan
dalam

kualitas

perawatan

bayinya.

Penguasaan

pengetahuan juga erat kaitannya dengan tingkat


pendidikan seseorang (Jannah, 2012; hal 143).
f) Pekerjaan
Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat
sosial ekonominya, karena ini juga mempengaruhi
dalam gizi pasien tersebut.
g) Alamat
Di tanyakan untuk mempermudah kunjungan rumah
bila di perlukan (Ambarwati dan Wulandari, 2009; hal
132).
2) Riwayat pasien
a) Keluhan utama
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui alasan
pasien datang ke fasilitas kesehatan.
b) Riwayat kebidanan
1. Menstruasi
Data

ini

memang

tidak

secara

langsung

berhubungan dengan masa nifas, dari data yang


kita peroleh kita akan mempunyai gambaran
tentang keadaan dasar dari organ reproduksinya.

Beberapa data yang harus kita peroleh dari riwayat


menstruasi antara lain sebagai berikut :
a. Menarche adalah usia pertama kali mengalami
menstruasi.
b. Siklus
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi
yang dialami dengan menstruasi berikutnya,
dalam hitungan hari. Biasanya sekitar 23 sampai
32 hari.
c. Volume
Data ini menjelaskan seberapa banyak darah
menstruasi yang dikeluarkan. Kadang kita akan
kesulitan untuk mendapatkan data yang valid.
Sebagai acuan biasanya kita gunakan kriteria
banyak, sedang, dan sedikit. Jawaban yang
diberikan

oleh

pasien

biasanya

bersifat

subjektif, namun kita dapat kaji lebih dalam lagi


dengan
misalnya

beberapa
sampai

pertanyaan
berapa

kali

pendukung,
mengganti

pembalut dalam sehari.


2. Keluhan
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang
dirasakan ketika mengalami menstruasi, misalnya

nyeri hebat, sakit kepala sampai pingsan, atau


jumlah darah yang banyak. Ada beberapa keluhan
yang disampaikan oleh pasien menunjuk kepada
diagnosis tertentu (Sulistyawati, 2012; hal 181).
3.

HPHT
HPHT adalah hari pertama haid terakhir seseorang
wanita sebelum hamil. Cara menentukan HPHT
adalah dengan melakukan anamnesis pada ibu
secara tepat karena apabila terjadi kesalahan, maka
penentuan usia kehamilan juga menjadi tidak tepat.
Haid terakhir tersebut harus normal, baik dari
lamanya maupun dari banyaknya.
Jadi beberapa pertanyaan yang bisa diajukan
adalah sebagai berikut:
a)

Kapan

ibu

mengeluarkan

haid

terakhir

sebelum hamil
b) Apakah tanggal tersebut sudah bersih atau
masih baru keluar darah haidnya
c)

Berapa lama menstruasinya

d) Berapa banyak menstruasinya (jika hanya


sedikit maka kemungkinan sudah terjadi
nidasi).

HPHT yang tepat adalah tanggal dimana ibu baru


mengeluarkan darah menstruasi dengan frekuensi
dan lama seperti menstruasi yang seperti biasa
(Hani et all, 2011; hal 79).
4. Gangguan kesehatan alat reproduksi
Data ini sangat penting untuk kita kaji karena akan
memberikan petunjuk bagi kita tentang organ
reproduksi pasien. Ada beberapa penyakit organ
reproduksi yang berkaitan erat dengan personal
hygiene pasien, atau kebiasaan lain yang tidak
mendukung

kesehatan

reproduksinya.

Jika

didapatkan adanya salah satu atau beberapa riwayat


gangguan kesehatan alat reproduksi, maka kita
harus

waspada

akan

adanya

kemungkinan

gangguan kesehatan alat reproduksi pada masa post


partum.
Beberapa data yang perlu kita kaji dari pasien
adalah apakah pasien pernah mengalami gangguan
seperti berikut keputihan, infeksi, gatal karena
jamur tumor (Sulistyawati, 2012; hal 182).
5. Riwayat obstetri
a. Gravida/para
b. Tipe golongan darah (ABO dan Rh)

c. Kehamilan yang lalu


1) Tanggal terminasi
2) Usia gestasi
3) Tempat lahir
4) Bentuk persalian (spontan, SC, forsep, atau
facum ekstraksi)
5) Masalah obsterik, medis dan sosial yang lain,
dalam kehamilan, (preeklampsia dan lainlain), dalam persalinan (malpresentasi, drip
oksitosin,

dan

lain-lain),

dalam

nifas

(perdarahan, infeksi kandungan, bagaimana


laktasi, dan lain-lain), berat lahir bayi, jenis
kelamin bayi, kelainan kongenital bayi dan
komplikasi yang lain seperti ikterus, status
bayi saat lahir (hidup atau mati), status
kehidupan

bayi,

jika

meninggal

apa

penyebabnya.
Pertanyaan

ini

sangat

mempengaruhi

prognosis persalinan pimpinan persalinan,


karena jalannya persalinan yang lampau
adalah hasil ujian-ujian dari segala fakor yamg
mempengaruhi persalinan (Hani et all, 2011;
hal 89).

6. Riwayat kesehatan
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita
gunakan sebagai penanda (warning) akan
adanya

penyulit

masa

hamil.

Adanya

perubahan fisik dan fisiologis pada masa hamil


yang melibatkan seluruh sistem dalam tubuh
akan memengaruhi organ yang mengalami
gangguan. Beberapa data penting tentang
riwayat kesehatan pasien yang perlu kita
ketahui adalah apakah pasien pernah atau
sedang menderita penyakit, seperti jantung,
diabetes mellitus (DM), ginjal, hipertensi/
hipotensi dan hepatitis.
7. Status perkawinan
Ini penting untuk dikaji karena dari data ini
kita akan mendapatkan gambaran mengenai
suasana rumah tangga pasangan.
8. Respon keluarga terhadap kehamilan ini
Bagaimanapun juga hal ini sangat penting
untuk kenyamanan psikologis ibu. Adanya
respon yang positif dari keluarga terhadap
kehamilan akan mempercepat proses adaptasi
ibu dalam penerimaan perannya.

9. Adat istiadat setempat yang berkaitan dengan


masa hamil
Untuk mendapatkan data ini bidan sangat perlu
melakukan pendekat terhadap keluarga pasien,
terutama orang tua. Hal penting yang biasanya
mereka anut berkaitan dengan masa hamil
adalah minum makan untuk ibu hamil,
misalnya ibu hamil harus pantang makanan
yang berasal dari daging, ikan, telur, dan
goremg-gorengan

karena

dipercaya

akan

menyebabkan kelainan pada janin.


Adat ini akan sangat merugikan pasien dan
janin karena hal tersebut justru akan membuat
pertumbuhan
pemulihan

janin

tidak

kesehatannya

optimal

akan

dan

terhambat.

Dengan banyaknya jenis makanan yang harus


ia pantang maka ia akan mengurangi juga
nafsu makannya sehingga asupan makanan
yang seharusnya lebih banyak dari biasanya
malah semakin berkurang.

10. Pola makan


Ini penting untuk diketahui supaya kita
mendapatkan gambaran bagaimana pasien
mencukupi asupan gizinya selama hamil.
Kita bisa menggali dari pasien tentang
makanan yang disukai dan yang tidak disukai,
seberapa

banyak

dan

sering

ia

mengonsumsinya, sehingga jika kita peroleh


data

yang

tidak

sesuai dengan standar

pemenuhan, maka kita dapat memberikan


klarifikasi

dalam

pemberian

pendidikan

kesehatan mengenai gizi ibu hamil. Beberapa


hal yang perlu kita tanyakan pada pasien
berkaitan dengan pola makan adalah sebagai
berikut :
1) Menu
Ini dikaitkan dengan pola diet seimbang
bagi ibu hamil. Jika pengaturan menu
makan yang dilakukan oleh pasien kurang
seimbang

sehingga

beberapa

komponen

ada
gizi

kemungkinan
tidak

akan

terpenuhi, maka bidan dapat memberikan

pendidikan

kesehatan

mengenai

penyusunan menu seimbang bagi ibu.


2) Frekuensi
Data ini akan memberi petunjuk bagi kita
tentang seberapa banyak asupan makanan
yang dikonsumsi ibu.
3) Jumlah perhari
Data ini akan memberikan volume atau
seberapa banyak makanan yang ibu makan
dalam waktu satu kali makan.
4) Pantangan
Ini juga penting untuk kita kaji karena ada
kemungkinan

pasien

berpantangan

makanan justru pada makanan yang sangat


mendukung

pemulihan

fisiknya,

misal

daging, ikan, atau telur


11. Pola minum
Kita juga harus dapat memperoleh data dari
kebiasaan pasien dalam memenuhi kebutuhan
cairannya.

Hal-hal yang perlu kita tanyakan kepada


pasienn tentang pola minum adalah sebagai
berikut :
a. Frekuensi
Kita dapat tanyakan pada pasien berapa kali
ia minum dalam sehari, dan dalam sekali
minum menghabiskan berapa gelas.
b. Jumlah per hari
Frekuensi

minum

dikalikan

seberapa

banyak ibu minum dalam sekali waktu


minum akan didapatkan jumlah asupan
cairan dalam sehari.
c. Jenis minuman
Kadang pasien mengosumsi minuman yang
sebenarnya

kurang

baik

untuk

kesehatannya.
12. Pola istirahat
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil.
Oleh karena

itu,

kebiasaan istirahat
hambatan
didapatkan

yang
data

pemenuhan istirahat

bidan perlu

menggali

ibu supaya diketahui


mungkin
yang

muncul

senjang

jika

tentang

a) Istirahat malam hari


Rata-rata lama tidur malam yang normal
adalah 6-8 jam.
b) Istirahat siang hari
Tidak semua wanita mempunyai kebiasaan
tidur siang. Oleh karena itu, hal ini dapat
kita sampaikan kepada ibu bahwa tidur
siang

sangat

penting

untuk

menjaga

kesehatan selama hamil.


13. Aktivitas sehari-hari
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari
pasien karena data ini memberikan gambaran
tentang seberapa berat aktivitas yang biasa
dilakukan pasien dirumah.
14. Aktivitas seksual
Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi
bagi pasien, namun bidan harus menggali data
dari kebiasaan ini, karena terjadi beberapa
kasus dalam aktivitas seksual yang cukup
mengganggu pasien namun tidak tahu kemana
harus

berkonsultasi.

Dengan

tehnik

komunikasi yang senyaman mungkin bagi


pasien, Bidan menanyakan hal-hal yang

berkaitan dengan aktivitas seksual, melalui


pertanyaan berikut ini:
a) Frekuensi
Kita tanyakan berapa kali melakukan
hubungan seksual dalam seminggu
b) Gangguan
Kita tanyakan apakah pasien mengalami
gangguan ketika

melakukan

hubungan

seksual misalnya nyeri saat berhubungan,


adanya

ketidakpuasan

dengan

suami,

kurangnya keinginan untuk melakukan


hubungan, dan lain sebagainya.

b. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
a) Keadaan umum
Untuk mengetahui data ini kita cukup dengan
mengamati keadaan umum pasien secara keseluruhan.
Hasil pengamatan kita laporkan dengan kriteria
sebagai berikut:
1) Baik: Jika pasien memperlihatkan respons yang
baik terhadap lingkung dan orang lain, serta

secara

fisik

pasien

tidak

mengalami

ketergantungan dalam berjalan.


2) Lemah: Pasien dimasukkan dalam kriteria ini jika
ia kurang atau tidak memberikan respons
yang baik terhadap lingkungan dan orang
lain, dan pasien sudah tidak mampu lagi
untuk berjalan sendiri.
b) Kesadaran
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran
pasien, kita dapat melakukan pengkajian tingkat
kesadaran mulai dari keadaan compos mentis
(kesadaran maksimal), sampai dengan koma (pasien
tidak dalam keadaan sadar) (Sulistyawati, 2012; hal
170-172, 174-175, 183-184, 187-189).
c) Tanda-tanda vital
1) Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh
mencapai 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg
diastolik. Perubahan 30 mmHg sistolik dan 15
mmHg diastolik diatas tensi sebelum hamil,
menandakan

toxemia

gravidarum

(keracunan

kehamilan) (Hani et all, 2011 ; h. 91).


2) Nadi, selama kehamilan jumlah darah yang
dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasa

disebut

curah

jantung

meningkat

30-50%

peningkatan ini terjadi mulai terjadi pada usia


kehamilan 6 minggu dan puncaknya pada 18-28
minggu, karena curah jantung meningkat akibatnya
denyut jantung juga meningkat (dalam keadaan
normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit),
(Sulistyawati, 2011; hal 61).
3) Pernafasan, harus berada dalam rentang yang
normal, yaitu sekitar 20-30x/menit (Eny Retna
Ambarwati dan Diah Wulandari, 2009; hal 139).
4) Suhu, pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui
oral, rektal, dan aksila, digunakan untuk menilai
keseimbangan

suhu

tubuh

serta

membantu

menentukan diagnosis dini suatu penyakit (Uliyah


dan Hidayat, 2011; hal 160).
d) Pemeriksaan fisik (inspeksi)
1. Kepala, meliputi bentuk kepala, rambut (warna,
kebersihan rambut, rontok atau tidak), muka
(cloasma gravidarum, jerawat, sianosis), mata
(sklera,

konjungtiva,

kotoran

atau

secret),

gangguan

penglihatan,

telinga

(kebersihan,

pernafasan cuping hidung, polip), mulut (karies

gigi, kebersihan mulut dan lidah, kelembapan bibir,


stomatitis, perdarahan gusi)
2. Leher meliputi ada atau tidak pembesaran kelenjar
limfe, tiroid dan vena jugularis (Kuswanti, 2014 ;
hal 141-142).
3. Dada
Bentuk, simetris/tidak, payudara: bentuk, bentuk
masing-masing payudara (seimbang atau tidak),
hiperpigmentasi aerola payudara, teraba massa,
nyeri atau tidak, kolostrum, keadaan putting:
menonjol, datar, atau masuk kedalam, kebersihan,
bentuk bra. Denyut jantung, gangguan pernafasan
(auskultasi).
4. Perut
Bentuk, bekas luka operasi, striae, linea, TFU, hasil
pemeriksaan palpasi leopold, tapsiran berat janin
(TBJ), denyut jantung janin (DJJ) (Sulistyawati,
2012; hal 190).
a. Palpasi
Menggunakan cara leopold dengan langkah
sebagai berikut:

Leopold I
1) Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian
janin yang ada di fundus.
2) Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a) Pemeriksa menghadap pasien
b) Kedua tangan meraba bagian fundus dan
mengukur berapa tinggi fundus uterus
c) Meraba bagian apa yang ada di fundus.
Jika teraba benda bulat, melenting, mudah
di gerakkan, maka itu adalah kepala.
Namun jika teraba benda bulat, besar,
lunak, tidak melenting, dan susah di
gerakkan maka itu adalah bokong janin.
Leopold II
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian janin
yang berada disebelah kanan atau kiri ibu
2) Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut:
a. Kedua

tangan

pemeriksa

berada

disebelah kanan dan kiri perut ibu


b. Ketika memeriksa sebelah kanan, maka
tangan kanan

menahan perut sebelah

kiri ke arah kanan

c. Raba

perut

ibu

sebelah

kanan

menggunakan tangan kiri, dan rasakan


bagian apa yang di sebelah kanan (jika
teraba benda yang rata, tidak teraba
bagian kecil, terasa ada tahanan, maka
itu adalah punggung bayi, namun jika
teraba bagian-bagian yang kecil dan
menonjol, maka itu adalah bagian kecil
janin).
Leopold III
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian
janin yang ada di bawah uterus
2) Cara pelaksanaannya adalah sebagai
berikut :
a. Tangan kiri menahan fundus uteri.
Tangan kanan meraba bagian yang
ada di bagian bawah uterus. Jika
teraba bagian yang bulat, melenting,
keras dan dapat di goyangkan maka
itu adalah kepala. Namun jika yang
teraba bagian yang bulat, besar,
lunak dan sulit di gerakkan, maka
ini adalah bokong. Jika bagian

bawah tidak di temukkan kedua


bagian

seperti

diatas,

maka

pertimbangkan apakah janin dalam


letak melintang.
b. Pada letak sungsang (melintang)
dapat di rasakan ketika tangan kanan
menggoyangkan
tangan

kiri

bagian
akan

bawah,

merasakan

balottement (pantulan dari kepala


janin, terutama ini di temukan pada
usia kehamilan 5-7 bulan)
c. Tangan kanan meraba bagian bawah
(jika teraba kepala, goyangkan jika
masih mudah di goyangkan, berarti
kepala

belum

namun

jika

masuk
tidak

panggul,
dapat

di

goyangkan kepala sudah masuk


panggul).
Leopold IV
Bertujuan untuk mengetahui bagian yang
ada di bawah dan untuk mengetahui
apakah kepala sudah masuk panggul atau
belum.

1) Cara pelaksanaannya sebagai berikut :


a. Pemeriksa mengahadap kaki pasien
b. Kedua tangan meraba bagian janin
yang ada bawah
c. Jika teraba kepala, tempatkan kedua
tangan di dua

pihak yang

berlawanan di bagian bawah


d. Jika kedua tangan konvergen (dapat
saling bertemu) berarti kepala belum
masuk panggul
e. Jika kedua tangan divergen (tidak
saling bertemu) berarti kepala sudah
masuk panggul
5. Seiring dengan bertambahnya usia
kehamilan, tubuh akan mengadakan
penyesuaian fisik dengan pertambahan
ukuran janin. Perubahan tubuh yang
paling jelas adalah tulang punggung
bertambah lordosis karena tumpuan
tubuh bergeser lebih ke belakang di
banding sikap tubuh ketika tidak hamil.
6. Ekstremitas
Atas: gangguan atau kelainan, bentuk

Bawah: bentuk, uedema, farices


7. Genital
Kebersihan, pengeluaran pervaginam,
tanda-tanda infeksi vagina
8. Anus
Hemoroid, kebersihan

b. Pemeriksaan penunjang
1) Ukuran-ukuran luar panggul
Ukuran-ukuran panggul ini digunakan untuk menemukan
garis

besar

bentuk dan ukuran panggul apabila

dikombinasikan dengan pemeriksaan dalam (vaginal


touche-VT). Alat-alat yang dipakai antara lain jangkar
panggul martin, Collin, Boudenloque, dan sebagainya.
Ukuran panggul luar yang biasa diukur antara lain
sebagai berikut.
a) Distansia Spinarum (24-26 cm)
Jarak antara kedua spina iliaka anterior superior
sinistra dan dekstra.
b) Distansia kristarum (terdapat pada Krista iliaka, 28-30
cm) jarak yang terpanjang antara dua tempat yang
simetris pada krista iliaka kanan dan kiri.

c) Konjugata eksterna/boudelogue (18-20 cm)


Merupakan jarak antara bagian atas simfisis ke
prosesus spinosus lumbal ke-5.
d) Distansia intertrokantrika
Merupakan jarak antara kedua trokanter mayor.
e) Distansia tuberum (10,5)
Jarak antara tuber ischii kanan dan kiri untuk
mengukurnya dipakai jangka panggul osceander
(Sulistyawati, 2012; hal 25-26, 90-92, 190-191).
c. Pemeriksaan laboratorium
1) Hemoglobin
Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi
adanya anemia dan penyakit ginjal. Peningkatan
hemoglobin dapat menunjukkan indikasi adanya
dehidrasi, penyakit paru-paru, obstruksi menahun,
gagal jantung kongestif dan lain-lain (Uliyah dan
Hidayat, 2011; hal 194).
2) Protein urine
Melakukan pemeriksaan urine menggunakan asam
asetat 6% yaitu:
a. Dua tabung diisi urine masing-masing 6cc
b. Tabung I dipanaskan hingga mendidih, sesudah itu
perhatikan apakah ada kekeruhan atau tidak

c. Tabung I yang telah dipanaskan, ditetesi dengan


larutan asam asetat 6% sebanyak 3-5 tetes, lalu
dipanaskan. Bila tetap keruh berarti hasil posirif.
Standar hasil pemeriksaan:
a. Negatif (-)

: urine tidak keruh

b. Positif 1 (+)

: terjadi kekeruhan

c. Positif 2 (++) : kekeruhan mudah dilihat dan ada


endapan halus
d. Positif 3 (+++) : lebih keruh, endapan lebih banyak
e. Positif 4 (++++) : sangat keruh, endapan
menggumpal
3) Glukosa urine
Cara membaca hasilnya:
Negatif (-) : warna tetap biru atau sedikit kehijauan
Positif 1(+) : warna hijau kekuningan
Positif 2(++) : warna kuning kehijauan dan keruh
Positif 3(+++) : warna jingga dan keruh
Positif 4(++++) : warna merah bata dan keruh
(Sulistyawati, 2012; hal 251, 253).

2.2.1.2 Intrepretasi data dasar


1) Diagnosis kebidanan
Diagnosis kebidanan adalah diagnosis yang ditegakkan bidan
dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar
nomenklatur diagnosis kebidanan (Hani et all, 2011; hal 97).
2) Masalah
Dalam asuhan kebidanan digunakan istilah masalah dan
Diagnosis kedua istilah tersebut dipakai karena beberapa
masalah tidak dapat didefinisikan sebagai diagnosis, tetapi
tetap perlu dipertimbangkan untuk membuat rencana yang
menyeluruh
3) Kebutuhan
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan pasien
berdasarkan keadaan dan masalahnya

2.2.1.3 Diagnosa potensial


Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis
potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga.
Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan
dilakukan pencegahan, sambil terus mengamati kondisi klien.
Bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosis atau masalah
potensial benar-benar terjadi (Sulistyawati, 2011; hal 192, 194195).

2.2.1.4 Tindakan segera


Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap
tindakan segera, melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien.

2.2.1.5 Perencanaan
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa
yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap
masalah yang berkaitan, tetapi juga dari kerangka pedoman
antisipasi terhadap wanita tersebut, apa yang diperkirakan akan
terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling
dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang
berkaitan dengan sosial ekonomi, kultural, atau masalah
psikologis. Dalam kata lain, asuhan terhadap wanita tersebut
sudah mencakup setiap hal yang berkaitan dari aspek asuhan
kesehatan (Hani et all, 2011; hal 101-102).
1.

Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita


hamil, baik normal maupun tidak normal.

2.

Beri KIE tentang cara hidup yang baik dalam kehamilan

3.

Beri KIE tentang kecukupan istirahat tentang wanita hamil

4.

Beri penjelasan tentang makanan yang diperukan dalam


kehamilan

5.

Beri penjelasan tentang peningkatan menjaga kebersihan

6.

Pada suami juga beri penjelasan untuk hidup yang


harmonis, menjaga fisik dan mental wanita hamil

7.

Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap


keluhan

8.

Rencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan spesifik


individu

2.2.1.6 Pelaksanaan
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara
efisien dan aman. Pada langkah ke enam ini, rencana asuhan
menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima
dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bisa
dilakukan seluruhnya oleh bidan, sebagaian lagi oleh klien atau
anggota tim lainnya.

2.2.1.7 Evaluasi
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan
yang telah di berikan, hal yang di evaluasi meliputi apakah
kebutuhan telah terpenuhi dan mengatasi diagnosis dan masalah
yang telah diidentifikasi, rencana tersebut dapat dianggap efektif
jika benar-benar efektif dalam pelaksanaannya (Hani et all, 2011;
hal 103).

2.3 Landasan Hukum Kewenangan Bidan


Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
900/MENKES/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan, kewenangan
yang dimiliki bidan dalam pasal 16 ayat 1 meliputi:
a) Penyuluhan dan konseling
b) Pemeriksaan fisik
c) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
d) Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil dengan
abortus imminens, hiperemesis gravidarum tingkat 1, preeklampsi ringan
dan anemia ringan
e) Pertolongan persalinan normal
f) Pertolongan persalinan normal, yang mencakup letak sungsang, partus
macet kepala didasar panggul, ketuban pecah dini (KPD) tanpa infeksi,
perdarahan post partum, laserasi jalan lahir, distosia karena inersia uteri
primer, posterm, dan preterm
g) Pelayanan ibu nifas normal
h) Pelayanan ibu nifas abnormal mencakup retensio plasenta, renjatan dan
infeksi ringan
i) Pelayanan dan pengobatan pada kelainan ginekologi yang meliputi
keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid (Sofyan et all; hal
172).

BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP Ny. P


UMUR 23 TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 31 MINGGU
4 HARI DENGAN KETIDAKNYAMANAN TM III
DI BPS AGNES PASKARINI Amd. Keb
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

Tanggal

: 07 Mei 2015

Pukul

: 11.00 WIB

Nama Mahasiswa

: Devi Editia Putri

3.1 Pengkajian
1. Data Subyektif
a. Identitas pasien
Istri

Suami

Nama

: Ny. P

: Tn. I

Umur

: 23 Tahun

: 23 Tahun

Agama

: Islam

: Islam

Suku

: Jawa

: Jawa

Pendidikan : SMA

: SMA

Pekerjaan

: IRT

: Wiraswasta

Alamat

: Jl. Waykandis Jati Mulyo, Bandar Lampung

a. Keluhan utama
Ibu mengatakan sering meludah, mengeluh bengkak pada kedua kaki dan
tangan, serta sering BAK.
Riwayat kesehatan
1) Jantung

: Tidak ada

2) DM

: Tidak ada

3) Ginjal

: Tidak ada

4) Hipertensi

: Tidak ada

5) Hepatitis

: Tidak ada

1) Riwayat obstetric
a) Riwayat haid
Menarche

: 13 Tahun

Siklus

: 28 hari

Lama

: 7 hari

Banyaknya

: 3-4 kali ganti pembalut dalam sehari

Warna

: Merah

Disminorhea

: Tidak ada

Bau

: Anyir

Flour albus

: Tidak ada

HPHT

: 28-08-2014

b) Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu


Tabel 3.1 Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
No

Tahun
persalinan

Usia
kehamilan

Jenis
persalinan

Tempat
persalinan

Hamil ini

Usia

Kehamilan

31 minggu

Kesulitan
dalam
persalinan
4 hari

Penolong
JK

Bayi
BB

c) Tanda-tanda kehamilan
Muntah

: Ya, pada TM 1

Tes kehamilan

: Di lakukan jam 10.00 wib

Tanggal

: 08-08-2014

Hasil

: Positif

d) Pergerakan janin di rasakan 15x/hari


e) Keluhan yang di rasakan
Rasa lelah

: Tidak ada

Mual-Mual

: Ada, pada TM I

Pegal pada kaki dan pinggang

: Tidak ada

Malas beraktivitas

: Tidak ada

Panas menggigil

: Tidak ada

Sakit kepala

: Tidak sakit kepala

Penglihatan kabur

: Tidak ada

Rasa nyeri/ panas waktu BAK

: Tidak ada

f) Riwayat Pernikahan
Ibu mengatakan menikah 1 kali lamanya 1 tahun

PB

g) Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah ber KB
h) Riwayat imunisasi TT
Ibu mengatakan sudah mendapat imunisasi TT boster pada saat
SD, pada saat sebelum menikah sudah mendapat imunisasi TT
caten, dan pada saat hamil ibu mendapat TT 1 pada usia 18
minggu 5 hari dan TT 2 pada usia 22 minggu 2 hari.
Susunan anggota keluarga yang tinggal serumah
Tabel 3.2 Susunan anggota keluarga yang tinggal serumah
No
1

Jenis Kelamin
Laki-laki

perempuan

Umur
22
tahun
26
tahun

Hubungan
Suami

Pendidikan
SMA

Pekerjaan
Sopir

Keterangan
Sehat

Istri

SMA

IRT

Sehat

i) Pola kebutuhan sehari-hari


(1) Pola nutrisi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan makan 3 kali sehari dengan
nasi, sayur dan lauk serta minum air putih 7
gelas per hari,
Saat hamil

: Ibu mengatakan makan 3 kali sehari dengan


nasi, sayur dan lauk pauk serta minum air
putih 6-8 gelas perhari.

Pola eliminasi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan BAK 4-5 kali sehari warna
kuning jernih dan berbau khas urine, dan

BAB

kali

perhari

warna

kuning

kecoklatan.
Saat hamil

: ibu mengatakan BAK 6-8 kali sehari warna


kuning pekat, berbau khas urine, dan BAB
1 hari sekali warna kuning kecokelatan.

(2) Pola istirahat


Sebelum hamil

: ibu mengatakan tidur malam 7-8 jam dan


tidur siang 2 jam perhari.

Saat hamil

:ibu mengatakan tidur malam 7 jam dan


tidur siang 1 jam perhari.

(3) Pola hygiene


Sebelum hamil

: ibu mengatakan ganti celana dalam 2 kali


dalam sehari, mandi 2 kali sehari gosok
gigi 2 kali sehari, keramas 2 hari sekali.

Saat hamil

:ibu mengatakan ganti celana dalam 3-4


kali sehari atau jika lembab, dan mandi 2
kali sehari gosok gigi 2 kali sehari dan
keramas 1 hari sekali.

(4) Pola seksual


Sebelum hamil : 2 minggu sekali
Saat hamil

: Jarang

(5) Pekerjaan
Sebelum hamil : ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu
memasak,

mencuci,

menyapu,

dan

pekerjaan rumah lainnya.


Saat hamil

: ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu


memasak,mencuci, menyapu, dan
pekerjaan rumah lainnya.

(6) Pola psikososial


Ibu mengatakan dapat bersosialisasi dengan baik pada
keluarga dan tetangganya.

2. Data Obyektif
a. Pemeriksaan Umum
1) Keadaan umum

: Sedang

2) Kesadaran

: Compos mentis

3) Tekanan darah

: 110/80 mmHg

4) Nadi

: 80x/menit

5) Suhu

: 36,5oC

6) Pernafasan

: 20x/menit

7) Tinggi badan

: 157 cm

8) Berat badan sebelum hamil

: 55 kg

9) Berat badan sekarang

: 70 kg

10) Lila

: 28 cm

b. Pemeriksaan fisik
1) Kepala

: Bersih, tidak ada nyeri tekan

2) Rambut

: Bersih, tidak rontok

3) Muka
Cloasma

: Tidak ada cloasma

Oedema

: Tidak ada oedema

4) Mata
Konjungtiva

: Merah muda

Sclera

: Putih

5) Hidung
Pembesaran polip
6) Telinga
Gangguan pendengaran
7) Mulut
Gigi

: Tidak ada pembesaran polip


: Simetris antara kanan dan kiri
: Tidak ada gangguan pendengaran
: Bersih, bibir lembab
: Tidak ada caries

8) Leher
Kelenjar tyroid

: Tidak ada pembesaran kelenjar


tiroid

Kelenjar getah bening

:Tidak ada pembesaran kelenjar


getah bening

9) Payudara
Pembesaran

: Ada

Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Putting susu

: Menonjol

Benjolan

: Tidak ada benjolan

Rasa nyeri

: Tidak ada nyeri

Hiperpigmentasi

: Ada disekitar areola

Pengeluaran

: Ada

10) Abdomen
Bekas luka operasi

: Tidak ada bekas luka operasi

Pembesaran

: Ada, sesuai usia kehamilan

Konsistensi

: Keras

Linea

: Ada linea nigra

Acites

: Tidak ada acites

Tumor

: Tidak ada tumor

Uterus
Leopold 1

: (TFU 3 Jari di bawah prxesus xifoideus)


Pada bagian atas perut ibu teraba satu bagian bulat
lunak tidak melenting yaitu bokong janin

Leopold 2

: Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian kecil janin


yaitu ekstremitas janin. Pada bagian kanan perut
ibu teraba satu bagian memapan memanjang yaitu
punggung janin.

Leopold 3

: Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian


keras bulat yaitu kepala janin, kepala janin tidak
dapat digerakkan.

Leopold 4

: kepala sudah masuk PAP (divergen)

DJJ

: punctum maxsimum : () 3 jari di bawah pusat


sebelah kanan, frekuensi : 142 X/i

MC Donald

: 30 cm

TFU Niswander

: 1,2 (TFU 7,7 X 100) 150


: 1,2 (30 7,7 X 100) + 150 = 3666 gram
: 1,2 (30 7,7 X 100) 150 = 3366 gram
: 3366 3666 gram

11) Punggung
posisi punggung

: lordosis

12) Pinggang
nyeri ketuk pinggang : Tidak ada nyeri ketuk pinggang
13) Genetalia

: Tidak di lakukan pemeriksaan

14) Periksa dalam

: Tidak di lakukan pemeriksaan

15) Anus

: Tidak di lakukan pemeriksaan

16) Ekstremitas
Oedema

: Ada oedema pada kedua kaki dan tangan

Kemerahan

: Tidak ada kemerahan

Varises

: Tidak ada varises

Reflek patella

: Positif kanan dan kiri

a. Pemeriksaan panggul
Distansia kristarum

: 28 cm

Distansia spinarum

: 24 cm

Boudenlge

: 20 cm

Lingkar panggul

: 94 cm

b. Pemeriksaan penunjang
Hb

: 11 gram %

Protein urine

: Negative

Glukosa urine

: Negative

BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah penulis melakukan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny. P Umur 23
Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 31 Minggu 4 Hari Dengan Ketidaknyamanan TM
III Di BPS Agnes Paskarini Amd.Keb Bandar Lampung. Kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus yaitu :
4.1 PENGKAJIAN
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang
keadaan pasien pada Ny. P umur 23 tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 minggu
4 hari didapatkan hasil yaitu sebagai berikut :
a. Data Subjektif
1) Nama
a. Menurut tinjauan teori
Nama jelas dan lengkap, bila perlu nama panggilan sehari-hari agar
tidak keliru dalam memberikan penanganan (Ambarwati dan
Wulandari, 2009; hal 131).
b. Menurut tinjauan kasus
Pada tinjauan kasus di dapatkan nama ibu adalah Ny. P
c. Pembahasan
Dalam kasus ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik
karena Ny. P memiliki nama jelas yang dapat membedakan dengan
klien lain.

2) Umur
a. Menurut tinjauan teori
Dicatat dalam tahun untuk mengetahui adanya resiko seperti kurang
dari 20 tahun, alat-alat reproduksi belum matang, mental dan
psikisnya belum siap. Sedangkan umur lebih dari 35 tahun rentan
sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas (Ambarwati dan
Wulandari, 2009; hal 131)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada tinjauan kasus di dapatkan umur Ny. P 23 tahun.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ditemukan
adanya kesenjangan. Hal ini terlihat dari Ny. P yang hamil diusia 23
tahun yang termasuk dalam siklus reproduktif. Yang berarti organorgan reproduksinya telah benar-benar siap dan matang untuk
memulai suatu proses kehamilan
3) Suku
a. Menurut tinjauan teori
Dalam hal ini pengaruh suku terhadap kebidanan adalah berpengaruh
pada adat istiadat atau kebiasaan sehari-hari (Ambarwati dan
Wulandari, 2009; hal 132).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu bersuku jawa dan selama ini ibu tidak memiliki kebiasaan yang
berpengaruh terhadap kehamilan, persalinan dan nifas.

c. Pembahasan
Dalam hal ini tidak terdapat kesenjangan karena ibu tidak memiliki
kebiasaan adat istiadat yang berpengaruh terhadap kehamilan,
persalinan dan nifas.
4) Pendidikan
a. Menurut tinjauan teori
Tingkat pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan dalam
kualitas perawatan kehamilan. Peguasaan pengetahuaan juga erat
kaitannya dengan tingkat pendidikan seseorang (Jannah, 2012; hal
143).
b. Menurut tinjauan kasus
Pendidikan terakhir Ny. P adalah jenjang SMA.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan kasus dan teori. Karena Pendidikan
terakhir Ny. P adalah jenjang SMA dimana Ny. P sudah cukup
mampu untuk mengerti tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan
dan bagaimana memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada untuk
memperoleh pendidikan kesehatan.
5) Keluhan utama
a. Menurut tinjauan teori
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui alasan pasien datang
ke

fasilitas

pelayanan

kesehatan.

pada

TM

III

keluhan

ketidaknyamanan yang biasa dirasakan adalah oedema pada kedua


kaki dan tangan yang disebabkan oleh Terjadinya peningkatan kadar
sodium dikarenakan pengaruh hormonal, kongesti sirkulasi pada
ekstremitas bawah, peningkatan permeabilitas kapiler, tekanan dari
pembesaran uterus pada vena pelvis ketika duduk atau pada vena
cava inferior ketika berbaring.
Sering BAK karena tekanan uterus pada kandung kemih, sering
buang air kecil pada malam hari akibat ekskresi sodium yang
meningkat bersamaan dengan terjadinya pengeluaran air, air dan
sodium tertahan didalam tungkai bawah selama siang hari karena
statis pada vena, pada malam hari terdapat aliran balik vena yang
meningkat dengan akibat peningkatan jumlah urine.
Ptialisme (sekresi air ludah yang berlebihan) patogenesisnya belum
diketahui (Sulistyawati, 2012; hal 125-126, 137, 181).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu mengatakan sering meludah, kedua kaki dan tangan bengkak,
serta sering BAK.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan
karena keluhan yang dialami Ny. P adalah fisiologis atau normal.

6)

Riwayat

kehamilan

sekarang

(riwayat

kunjungan

pemeriksaan

kehamilan)
a.

Menurut tinjauan teori


Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care sedikitnya 4 kali
selama kehamilan yaitu:
1)

Satu kali pada trimester I (Usia kehamilan 0-13 minggu)

2)

Satu kali pada trimester II (Usia kehamilan 14-27 minggu)

3)

Dua kali pada trimester III (Usia kehamilan 28-40 minggu)


(Sulistyawati, 2012; hal 4).

b.

Menurut tinjauan kasus Ny. P rutin memeriksakan kehamilannya,


satu kali pada TM I, dua kali pada TM II, dan empat kali pada TM
III

c.

Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan kasus karena Ny. P rutin
memeriksakan kehamilannya. Selama kehamilan ini Ny. P
memeriksakan kehamilan sebanyak 7 kali.

7) Riwayat imunisasi TT
a.

Tinjauan teori
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk
mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan
janin, jenis imunisasi yang di berikan adalah tetanus toxoid (TT)
yang dapat mencegah penyakit tetanus.

b.

Tinjauan kasus
Ibu mengatakan sudah mendapat imunisasi TT boster pada saat SD,
pada saat sebelum menikah sudah mendapat imnunisasi TT caten,
dan pada saat hamil ibu mendapat TT 1 pada usia 18 minggu 5 hari
dan TT 2 pada usia 22 minggu 2 hari.

c.

Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan kasus karena pemberian imunisasi TT 1
pada Ny. P sesuai usia kehamilannya yaitu pada usia kehamilan 18
minggu 5 hari dan pemberian TT2 pada usia kehamilan 22 minggu 2
hari.

Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
a) Tanda-tanda vital
a. Tinjauan teori
a)

Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140


mmHg sistolik atau 90 mmHg. Perubahan 30 mmHg sistolik
dan 15 mmHg diastolik diatas tensi sebelum hamil,
menandakan toxemia gravidarum (keracunan kehamilan),
(Hani et all, 2010; hal 91 ).

b) Nadi, selama kehamilan jumlah darah yang dipompa oleh


jantung setiap menitnya atau biasa disebut curah jantung

meningkat 30-50% peningkatan ini terjadi mulai terjadi pada


usia kehamilan 6 minggu dan puncaknya pada 18-28 minggu,
karena curah jantung meningkat akibatnya denyut jantung
juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit
menjadi 80-90 kali/menit) (Sulistyawati, 2012; hal 61).
c)

Pernafasan, harus berada dalam rentang yang normal, yaitu


sekitar 20-30x/menit (Ambarwati dan Wulandari, 2009; hal
139).

d) Suhu, nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indikator


untuk menilai keseimbangan suhu tubuh serta membantu
menentukan diagnosis dini suatu penyakit. Nilai ini akan
menunjukkan peningkatan bila pengeluaran panas meningkat,
suhu normal yaitu 37oC (Uliyah dan Hidayat, 2011; hal 160).
b. Tinjauan kasus
Usia kehamilan Ny. P adalah 31 minggu 4 hari dan tekanan darah
Ny. U 110 / 80 mmHg, Pernafasan 20 x / menit, Nadi 80 x/ menit, Suhu
36,5 C.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara

tinjauan teori dan tinjauan kasus karena

tanda-tanda Vital Ny. P masih dalam batas normal dan tidak ada
peningkatan.

b) Berat Badan
a. Menurut tinjauan teori
Perkiraan kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah: 4 kg
pada kehamilan di TM I, 0,5 kg/minggu pada kehamilan TM II
sampai TM III jadi keseluruhan total kenaikan berat badannya
yaitu 15-16 kg selama kehamilan (Sulistyawati, 2012; hal 69).
b. Menurut tinjauan kasus
Kenaikan berat badan Ny. P selama hamil adalah 15 kilogram,
sebelum hamil : 55 kg dan saat hamil : 70 kg pada usia kehamilan
31 minggu 4 hari.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan dalam kenaikan berat badan pada Ny. P selama
kehamilan sebanyak 15 kg yang masih dalam batas normal.
2. Pemeriksaan fisik
a) Kepala
a. Menurut tinjauan teori
Kepala, meliputi bentuk kepala, rambut (warna, kebersihan
rambut, rontok atau tidak), muka (cloasma gravidarum,
jerawat, sianosis), mata (sclera, konjungtiva, gangguan
penglihatan,

kotoran atau

secret),

hidung

(kebersihan,

pernafasan cuping hidung, polip), mulut (karies gigi,

kebersihan mulut dan lidah, kelembapan bibir, stomatitis,


perdarahan gusi) (Kuswanti, 2014; hal 141).
b. Tinjauan kasus
Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan pada kepala bersih,
tidak ada nyeri tekan, rambut bersih tidak rontok, muka tidak
ada cloasma, mata sclera putih, konjungtiva merah muda,
hidung tidak ada pembesaran polip, mulut tidak ada caries.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus karena
pada pemeriksaan kepala Ny. P masih dalam keadaan normal.
2. Leher
a. Tinjauan teori
Meliputi ada atau tidak pembesaran kelenjar limfe, tiroid dan
vena jugularis (Kuswanti, 2014; hal 141-142).
b. Tinjauan kasus
Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan pada leher tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena
pada Ny. P tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid.

3. Dada
a. Tinjauan teori
Bentuk, simetris/tidak, payudara : bentuk, bentuk masingmasing payudara (seimbang atau tidak), hiperpigmentasi
aerola payudara, teraba massa, nyeri atau tidak, kolostrum,
keadaan putting : menonjol, datar, atau masuk kedalam,
kebersihan, bentuk bra. Denyut jantung, gangguan pernafasan
(auskultasi) (Sulistyawati, 2012; hal 190).
b. Tinjauan kasus
Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan pada dada simetris,
payudara simetris antara kanan dan kiri, hiperpigmentasi
terdapat pada areola, tidak teraba benjolan, tidak ada nyeri,
pengeluaran ada, putting susu menonjol.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena
pada Ny. P tidak terdapat benjolan pada payudara dan
mengalami hiperpigmentasi pada alat-alat tertentu.

4. Abdomen
1) TFU
a. Tinjauan teori
Bentuk, bekas luka operasi, striae, linea, TFU, hasil pemeriksaan
palpasi leopold, tapsiran berat janin (TBJ), denyut jantung janin
(DJJ) (Sulistyawati, 2012; hal 190).
b. Tinjauan kasus
Pada saat di lakukan TFU Mc Donald di dapatkan hasil 37 cm.
c. Pembahasan
Pada kasus di atas tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus
karena usia kehamilan Ny. P diatas 24 minggu sudah melakukan
pengukuran TFU secara Mc Donald dan itu sesuai dengan
tinjauan teori.
2) Pemeriksaan leopold
a. Tinjauan teori
Leopold I
1. Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian janin yang ada di
fundus.
2. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a) Pemeriksa menghadap pasien
b) Kedua tangan meraba bagian fundus dan mengukur berapa
tinggi fundus uterus

c) Meraba bagian apa yang ada di fundus. Jika teraba benda


bulat, melenting, mudah di gerakkan, maka itu adalah
kepala. Namun jika teraba benda bulat, besar, lunak, tidak
melenting, dan susah di gerakkan maka itu adalah bokong
janin.
Leopold II
1. Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang berada
disebelah kanan atau kiri ibu
2.

Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut:


a. Kedua tangan pemeriksa berada disebelah kanan dan kiri
perut ibu
b.

Ketika memeriksa sebelah kanan, maka tangan kanan


menahan perut sebelah kiri ke arah kanan

c.

Raba perut ibu sebelah kanan menggunakan tangan kiri,


dan rasakan bagian apa yang di sebelah kanan (jika
teraba benda yang rata, tidak teraba bagian kecil, terasa
ada tahanan, maka itu adalah punggung bayi, namun jika
teraba bagian-bagian yang kecil dan menonjol, maka itu
adalah bagian kecil janin).

Leopold III
1. Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah
uterus
2. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a. Tangan kiri menahan fundus uteri. Tangan kanan meraba
bagian yang ada di bagian bawah uterus. Jika teraba bagian
yang bulat, melenting, keras dan dapat di goyangkan maka
itu adalah kepala. Namun jika yang teraba bagian yang
bulat, besar, lunak dan sulit di gerakkan, maka ini adalah
bokong. Jika bagian bawah tidak di temukkan kedua bagian
seperti diatas, maka pertimbangkan apakah janin dalam
letak melintang.
b. Pada letak sungsang (melintang) dapat di rasakan ketika
tangan kanan menggoyangkan bagian bawah, tangan kiri
akan merasakan balottement (pantulan dari kepala janin,
terutama ini di temukan pada usia kehamilan 5-7 bulan)
c. Tangan kanan meraba bagian bawah (jika teraba kepala,
goyangkan jika masih mudah di goyangkan, berarti kepala
belum masuk panggul, namun jika tidak dapat di goyangkan
kepala sudah masuk panggul).

Leopold IV
1. Bertujuan untuk mengetahui bagian yang ada di bawah dan
untuk mengetahui apakah kepala sudah masuk panggul atau
belum.
2. Cara pelaksanaannya sebagai berikut :
a. Pemeriksa menghadap kaki pasien
b. Kedua tangan meraba bagian janin yang ada bawah
c. Jika teraba kepala, tempatkan kedua tangan di dua pihak
yang berlawanan di bagian bawah
d. Jika kedua tangan konvergen (dapat saling bertemu) berarti
kepala belum masuk panggul
e. Jika kedua tangan divergen (tidak saling bertemu) berarti
kepala sudah masuk panggul (Sulistyawati, 2012; hal 9092)
b. Tinjauan kasus
Pada hasil pemeriksaan leopold didapatkan hasil bahwa Leopold I
TFU 3 jari dibawah proxesus xypoideus, pada fundus teraba satu
bagian lunak, bulat, tidak melenting yaitu bokong janin, Leopold
II pada bagian kanan perut ibu teraba satu tahanan keras, datar
dan memanjang yaitu punggung janin. Pada bagian kiri perut ibu,
teraba bagian terkecil janin yaitu ekstremitas janin, Leopold III
pada satu bagian terbawah perut ibu, teraba bulat, keras,
melenting dan tidak bisa digoyangkan yaitu kepala janin Leopold

IV kepala sudah masuk PAP TFU Mc. Donald 30 Cm, presentasi


janin adalah kepala dan bagian terbawah janin sudah masuk PAP.
c.

Pembahasan
Tidak Terjadi kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus
karena pada primigravida kepala janin masuk PAP pada usia
kehamilan 31 minggu. sedangkan Ny. P sekarang usia kehamilan
31 minggu 4 hari.

3) Punggung
a. Tinjauan Teori
Seiring

dengan

bertambahnya

usia

kehamilan,

tubuh akan

mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran janin.


Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang punggung
bertambah lordosis karena tumpuan tubuh bergeser lebih ke
belakang di banding sikap tubuh ketika tidak hamil (Sulistyawati,
2012; hal 119).
b. Tinjauan Kasus
Pada hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny. P punggung
ibu mengalami lordosis.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena menurut teori punggung ibu hamil akan mengalami lordosis
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

6) Ekstermitas
a. Tinjaun Teori
Atas: gangguan atau kelainan, bentuk
Bawah: bentuk, uedema, farices (Sulistyawati, 2012; hal 190).
b. Tinjauan Kasus
Pada hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny.P usia kehamilan
31 minggu 4 hari terdapat oedema pada kedua ekstermitas kaki dan
tangan ibu.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan karena
oedema ada kaki dan tangan yang dilami ibu adalah hal yang fisiologis
pada kehamilan TM III, karena terjadi gangguan sirkulasi darah akibat
pembesaran dan penekanan uterus pada vena cava inferior.

7) Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan panggul
a. Tinjauan teori
Distansia Spinarum (24-26 cm)
Jarak antara kedua spina iliaka anterior superior sinistra dan
dekstra.
Distansia kristarum (terdapat pada Krista iliaka, 28-30 cm)
Jarak yang terpanjang antara dua tempat yang simetris pada krista
iliaka kanan dan kiri.

Konjugata ekstern/boudelogue (18-20 cm)


Merupakan jarak antara bagian atas simfisis ke prosesus spinosus
lumbal ke-5 (Sulistyawati, 2012; hal 25-26).
b. Tinjauan kasus
Pada hasil pemeriksaan panggul yang dilakukan pada Ny. P
distansia spinarum 24 cm, distansia kristarum 28 cm dan
boudelogue 20 cm.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena hasil pemeriksaan panggul sesuai dengan batas normal.

2. Pemeriksaan laboratorium
a.

Tinjauan teori
Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi adanya
anemia dan penyakit ginjal. Peningkatan hemoglobin dapat
menunjukkan indikasi adanya dehidrasi, penyakit paru-paru
obstruksi menahun, gagal jantung kongestif dan lain-lain
(Uliyah dan Hidayat, 2011; hal 194).
Protein urine
Melakukan pemeriksaan urine menggunakan asam asetat 6%
yaitu:
a. Dua tabung diisi urine masing-masing 6cc

b. Tabung I dipanaskan hingga mendidih, sesudah itu perhatikan


apakah ada kekeruhan atau tidak
c. Tabung I yang telah dipanaskan, ditetesi dengan larutan asam
asetat 6% sebanyak 3-5 tetes, lalu dipanaskan. Bila tetap
keruh berarti hasil posirif.
Standar hasil pemeriksaan:
a. Negatif (-)

: urine tidak keruh

b. Positif 1 (+)

: terjadi kekeruhan

c. Positif 2 (++) : kekeruhan mudah dilihat dan ada endapan


halus
d. Positif 3 (+++) : lebih keruh, endapan lebih banyak
e. Positif 4 (++++)

: sangat keruh, endapan menggumpal

Glukosa urine
Cara membaca hasilnya:
Negatif (-) : warna tetap biru atau sedikit kehijauan
Positif 1(+) : warna hijau kekuningan
Positif 2(++) : warna kuning kehijauan dan keruh
Positif 3(+++) : warna jingga dan keruh
Positif 4(++++) : warna merah bata dan keruh (Sulistyawati,
2012; hal 251, 253).
b. Tinjauan kasus
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan Ny. P
ternyata di dapatkan hasil Hb 11 gram%, protein urin negatif

hasil lab yang telah dilakukan

tetap jernih, glukosa urine

negatif warnanya tetap biru.


c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus, karena
pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil yang masih dalam
batas normal. Ibu tidak ada mengalami anemia penyakit
hipetensi, dan penyakit diabetes mellitus.

4.2 INTERPRESTASI DATA


1. Tinjauan teori
a) Diagnosis kebidanan
Diagnosis kebidanan adalah diagnosis yang ditegakkan bidan dalam
lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur
diagnosis kebidanan (Hani et all, 2011; hal 97).
b) Masalah
Dalam

asuhan

kebidanan

digunakan

istilah

masalah

dan

Diagnosis kedua istilah tersebut dipakai karena beberapa masalah


tidak dapat didefinisikan sebagai diagnosis, tetapi tetap perlu
dipertimbangkan untuk membuat rencana yang menyeluruh
c) Kebutuhan
Dalam bagian ini bidan menentukan kebutuhan pasien berdasarkan
keadaan dan masalahnya (Sulistyawati, 2012; hal 192, 194).

2. Tinjauan kasus
Dari hasil pengkajian ditemukan data fokus yaitu ibu berinisial Ny. P
berumur 23 tahun hamil pertama, tidak pernah keguguran dan pernah
melahirkan satu kali, HPHT ibu 28 Agustus 2014. Berdasarkan data yang
diambil maka penulis menegakan diagnosa Ny. P umur 23 tahun G1P0A0
usia kehamilan 31 minggu 4 hari normal.
DO

: KU : Baik

TD

: 110/70 mmHg

: 36,50C

RR

: 20X/i

HB

: 11 gram %

Diagnosa janin : Janin tunggal hidup intra uteri presentasi kepala.


Diagnosa ini berdasarkan data subyektif dan obyektif
DS

: Ibu mengatakan bayinya bergerak aktif dalam 2 jam 2 kali bergerak

DO

: Leopold I

: (TFU 3 Jari di bawah prxesus xifoideus)


Pada bagian atas perut ibu teraba satu bagian bulat
lunak tidak melenting yaitu bokong janin.

Leopold II

: Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian kecil janin


yaitu Ekstremitas janin. Pada bagian kanan perut
ibu teraba satu bagian memapan memanjang yaitu
punggung janin.

Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian

keras bulat yaitu kepala janin, kepala janin tidak


dapat digerakkan.
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP (divergen)
Auskultasi DJJ punctum maxsimum : () 3 jari di bawah pusat
sebelah kanan, frekuensi 142 X/i.
Masalah

: Tidak ada

Kebutuhan

: Asuhan ibu trimester III

3. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena diagnosa berdasarkan
ditegakkan berdasarkan data subyektif dan objektif.

4.3 DIAGNOSA POTENSIAL


1. Tinjauan teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial
lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga. Langkah ini
membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan,
sambil terus mengamati kondisi klien. Bidan diharapkan dapat bersiapsiap bila diagnosis atau masalah potensial benar-benar terjadi
(Sulistyawati, 2012; hal 195).
2. Tinjauan kasus
Pada kasus Ny. P tidak ditemukan adanya diagnosa potensial karena
tidak ada tanda-tanda kegawatdaruratan pada Ny. P.

3. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan
antara tinjauan teori dan tinjauan kasus. Karena masalah yang dialami
Ny. P adalah perubahan fisiologis

ketidaknyamanan pada

TM III,

sehingga tidak ditegakan diagnosa potensial.

4.4 TINDAKAN SEGERA


a. Tinjauan teori
Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan
segera, melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan
lain berdasarkan kondisi klien (Hani et all, 2011; hal 101).
b. Tinjauan kasus
Dalam kasus Ny. P tidak dilakukan tindakan segera karena tidak ada
masalah yang bersifat potensial.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjaun teori dan tinjaun kasus karena Ny. P dalam keadaan normal
jadi tidak dilakukan tindakan segera.

4.5 PERENCANAAN
a. Tinjauan teori
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah
teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan,

tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut, apa
yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan,
konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang
berkaitan dengan sosial ekonomi, kultural, atau masalah psikologis. Dalam
kata lain, asuhan terhadap wanita tersebut sudah mencakup setiap hal yang
berkaitan dari aspek asuhan kesehatan (Hani et all, 2011; hal 102).
1) Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita hamil, baik
normal maupun tidak normal.
2) Beri KIE tentang cara hidup yang baik dalam kehamilan
3) Beri KIE tentang kecukupan istirahat tentang wanita hamil
4) Beri penjelasan tentang makanan yang diperukan dalam kehamilan
5) Beri penjelasan tentang peningkatan menjaga kebersihan
6) Pada suami juga beri penjelasan untuk hidup yang harmonis, menjaga
fisik dan mental wanita hamil
7) Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap keluhan
8) Rencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan spesifik individu
b. Tinjauan kasus
Perencanaan tanggal 7 Mei 2015
a. Jelaskan tentang keadaan ibu saat ini
b. Jelaskan keluhan yang dirasakan ibu
c. jelaskan kepada ibu tentang penatalak-sanaan keluhan yang dialami ibu
d. Anjurkan kepada ibu untuk kebutuhan nutrisi ibu hamil
e. Beritahu kepada ibu tanda bahaya TM III

f. Beritahu kepada ibu tentang kebutuhan istirahat


g. Beritahu kepada ibu tentang pola aktifitas
h. Beritahu kepada ibu tanda-tanda persalinan
i. Beritahu kepada ibu persiapan persalinan
j. Ajarkan ibu senam hamil
k. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Perencanaan tanggal 8 Mei 2015
a. Jelaskan tentang keadaan ibu saat ini
b. Tanyakan kepada ibu tentang keluhan yang dialami ibu
c. Tanyakan kepada ibu tentang penatalaksanan keluhan yang dialami
d. Tanyakan apakah ibu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil
e. Tanyakan kepada ibu apa tanda bahaya pada TM III
f. Tanyakan kepada ibu tentang kebutuhan istirahat
g. Tanyakan kepada ibu tentang pola aktifitas
h. Tanyakan kepada ibu apa tanda-tanda persalinan
i. Tanyakan kepada ibu apakah sudah mempersiapkan persiapan
persalinan
j. Tanyakan kepada ibu apakah sudah melakukan senam hamil
k. Beritahu kepada ibu tentang kunjungan ulang

Perencanaan tanggal 11 Mei 2015


a. Jelaskan tentang keadaan ibu saat ini
b. Evaluasi keluhan yang dialami ibu

c. Evaluasi tentang penatalaksanaan keluhan yang dialami


d. Beritahu kepada ibu tentang kunjungan ulang
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan antara
tinjaun teori dan tinjaun kasus karena Ny. P rencana yang dibuat tidak
sesuai dengan teori yaitu perencanaan dibuat berdasarkan kebutuhan
spisifik individu.

4.6 PELAKSANAAN
a. Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara efisien dan
aman. Pada langkah ini ke enam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti
yang telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan. Perencanaan ini
bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan, sebagaian lagi oleh klien atau anggota
tim lainnya (Hani et all, 2011; hal 103).
b. Tinjauan kasus
Pelaksanaan tanggal 7 Mei 2015
a. Menjelaskan keadaan ibu saat ini dalam keadaan baik sesuai dengan
pemeriksaan fisik yaitu Keadaan ibu baik, TD : 110/70 mmHg, P : 20x /
menit, N : 80 x/menit, T : 36, 5 C dan bayi dalam keadaan normal. DJJ:
142x/menit. Dan kepala janin sudah masuk PAP
b. Menjelaskan pada ibu tentang keluhan yang dialaminya adalah hal yang
normal yaitu:

1. Sering BAK
Peningkatan sensitivitas kandung kemih , pembesaran uterus menekan
kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung
kemih hanya berisi sedikit urine.
2. Kaki bengkak dan tangan Terjadi gangguan sirkulasi darah akibat
pembesaran dan penekanan uterus terutama pada vena pelvic ketika duduk
dan vena cava inferior ketika berbaring,
3. Sekresi air ludah yang berlebihan patogenesisnya belum diketahui

c. Jelaskan kepada ibu tentang penatalaksanaan keluhan yang dirasakan ibu


1. Sering BAK
Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan, Perbanyak minum
pada waktu siang hari, Jangan kurangi minum pada malam hari
kecuali mengganggu tidur dan mengalami kelelahan, Hindari minum
kopi atau teh sebagai dieresis, Berbaring miring kiri saat tidur untuk
meningkatkan dieresis, Tidak memerlukan pengobatan farmakologis
2. Kaki dan tangan bengkak yang dialami ibu masih dalam keadaan normal
Cara mengatasinya: Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama,
Istirahat dengan posisi berbaring miring dan kaki agak ditinggikan,
Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat, Olahraga atau senam
hamil, Hindari sandal atau sepatu hak tinggi
3. Gunakan pencuci mulut atau permen karet yang keras

d. Menganjurkan kepada ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti


makanan yang mengandung sedikit karbohidrat seperti nasi, kentang,
jagung, dan banyak mengandung protein hewani seperti ayam, telur,
ikan, daging. Protein nabati seperti tempe tahu, kacang-kacangan.serta
makanan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran, seperti bayam,
kangkung, daun katuk, daun singkong,dsb. buah-buahan seperti
pisang,jeruk, pepaya, yang baik untuk pencernaan.dan mengkomsumsi
susu
e. Memberitahu kepada ibu tanda-tanda bahaya TM III, seperti janin tidak
bergerak selama 24jam,keluar darah dari vagina, demam tinggi,
penglihatan kabur, keluar air-air dari jalan lahir, kaki tangan dan muka
bengkak
f. Memberitahu kepada ibu tentang kebutuhan istirahat malam 6-8 jam,
siang 1-2 jam
g. Memberitahu kepada ibu tentang pola aktifitas pada TM III harus
dikurangi
h. Memberitahu kepada Ibu tanda-tanda persalinan yaitu keluar lendir
bercampur darah, keluar air-air dari vagina, nyeri pinggang yang
menjalar keperut, his yang semakin lama semakin sering, kuat dan teratur
i. Memberitahu kepada ibu persiapan persalinan ibu dan bayi yaitu biaya
dan penentuan tempat melahirkan, anggota keluarga yang dijadikan
sebagai pengambil keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diiginkan,
baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya, surat-surat fasilitas

kesehatan (ASKES, kartu seha, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll,
pembagian peran saat berada di RS.
j.Mengajarkan

ibu

darah,pencernaan

senam
menjadi

hamil
lebih

untuk
baik,dan

melancarkan
tidur

sirkulasi

menjadi

lebih

nyenyak.anjurkan pada ibu untuk melakukan senam ini sebanyak 1x/hari


dengan merelaksasi pernafasan sebanyak 5 menit, posisi litotomi dan
rileks, buka mulut sedikit bernafas sedalam- dalamnya, lalu tutup mulut,
latihan mengedan seperti buang air besar kea rah bawah depan lakukan
sebanyak 4 kali interval 2 menit. Berbaring miring posisi sim lakukan
gerakkan ini selama 5-10 menit.
k. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang minimal 1 minggu
sekali dan bila ada keluhan segera datang kepetugas kesehatan.

Pelaksanaan tanggal 8 Mei 2015


1. Menjelaskan Keadaan ibu saat ini dalam keadaan baik sesuai dengan
pemeriksaan fisik yaitu Keadaan ibu baik, TD : 120/80 mmHg, P : 20x /
menit, N : 80 x/menit, T : 36, 5 C dan bayi dalam keadaan normal. DJJ:
142x/menit.
Pemeriksaan Lab :
HB : 11 % gram
Protein urine : (-)
Glukosa urine : (-)

2. Menanyakan apakah keluhan yang dialami ibu sudah berkurang atau


tidak
3. Menanyakan kepada ibu apakah sudah melakukan yang telah diajarkan
4. Menanyakan apakah ibu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil
5. Menanyakan kepada ibu apa saja tanda-tanda bahaya TM III
6. Menanyakan kepada ibu tentang kebutuhan istirahat
7. Menanyakan kepada ibu tentang pola aktifitas
8. Menanyakan kepada ibu apa tanda-tanda persalinan
9. Menanyakan kepada ibu apakah sudah mempersiapkan persiapan
persalinan
10. Menanyakan kepada ibu apakah sudah melakukan senam hamil yang
diajarkan
11. Memberitahu kepada ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu
sekali dan bila ada keluhan.

Pelaksanaan tanggal 11 Mei 2015


1. Keadaan baik sesuai dengan pemeriksaan fisik yaitu keadaan ibu baik,
TD : 110/70 mmHg, T : 36,50C, N : 80 x/menit, Rr : 22 x/menit
HPHT : 28 Juli 2014
Hb : 11 gr%
Dan bayi dalam keadaan normal DJJ : 142 x/menit
2. Mengevaluasi apakah keluhan yang dialami ibu sudah berkurang atau
tidak

3. Mengevaluasi kepada ibu apakah sudah melakukan yang telah diajarkan


4. Memberitahu kepada ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu
sekali dan bila ada keluhan
c. Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pelaksanaan sesuai
dengan perencanaan yang telah dibuat oleh penulis.

4.6 EVALUASI
a. Tinjauan teori
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang telah
di berikan, hal yang di evaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi
dan mengatasi diagnosis dan masalah yang telah diidentifikasi, rencana
tersebut

dapat

dianggap

efektif

jika

benar-benar

efektif

dalam

pelaksanaannya (Hani et all, 2011; hal 103)


b. Tinjauan kasus
Evaluasi tanggal 7 Mei 2015
a. Ibu mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaaan baik.
Dan kepala janin sudah masuk PAP.
b. Ibu mengerti tentang keluhannya saat ini.
c. Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan.
d. Ibu mengerti tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil.
e. Ibu mengerti tentang tanda bahaya TM III.
f. Ibu mengerti tentang kebutuhan istirahat.

g. Ibu mengerti tentang pola aktifitas.


h. Ibu mengerti tentang tanda-tanda persalinan.
i. Ibu mengerti Tentang persiapan persalinan.
j. Ibu mau melakukan senan hamil Dan ibu mengerti dengan senam hamil
yang diajarakan.
k. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang minimal 1 minggu sekali
dan datang apabila ada keluhan.
Evaluasi tanggal 8 Mei 2015
a. Ibu mengerti tentang keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaaan
baik.
b. Ibu mengatakan keluhan yang dialaminya yaitu oedema pada tangan
sudah tidak ada tetapi kaki masih ada, dan sering BAK pada malam hari
sudah hilang. Tetapi masih sering meludah.
c. Ibu mengatakan telah melakukan penatalaksanaan terhadap keluhan
yang dialaminya, dan ibu dapat merasakan manfaatnya.
d. Ibu mengatakan sudah

memenuhi kebutuhan nutrisi dirumah dan

mampu menjelaskan kembali untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu


hamil seperti makanan yang sedikit mengandung karbohidrat seperti
nasi, kentang, jagung,dan banyak mengandung protein hewani seperti :
ayam, telur, ikan, daging. Protein nabati seperti: tempe tahu, kacangkacangan.serta makanan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran,
seperti bayam, kangkung, daun katuk, daun singkong,dsb. buah-buahan

seperti pisang,jeruk, pepaya yang baik untuk pencernaan dan


mengkomsumsi susu.
e. Ibu mengatakan sudah mengerti tentang tanda-tanda bahaya TM III.
f. Ibu mengatakan sudah mengerti tentang kebutuhan istirahat yaitu malam
6-8 jam, siang 1-2 jam.
g. Ibu mengatakan sudah mengerti tentang pola aktifitas pada TM III harus
dikurangi.
h. Ibu mengatakan sudah mengerti tentang tanda-tanda persalinan.dan ibu
mengatakan akan segera datang ketenga kesehatan bila mengalami salah
satu tanda diatas.
i. Ibu mengatakan sudah mempersiapkan semua persiapan.
j. Ibu mengatakan sudah melakukan senam hamil yang diajarkan.
k. Ibu mengerti tentang jadwal kunjungan ulang dan ibu mau ketenaga
kesehatan bila ibu ada keluhan.

Evaluasi tanggal 11 Mei 2015


a. Ibu mengerti tentang keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaan
baik.
b. Ibu mengatakan keluhan yang dialaminya yaitu oedema pada tangan
dan kaki sudah tidak ada, Tetapi masih sering meludah.
c. Ibu

mengatakan telah melakukan penatalaksanaan terhadap keluhan

yang dialaminya, dan ibu dapat merasakan manfaatnya..

d. Ibu mengerti tentang jadwal kunjungan ulang dan ibu mau ketenaga
kesehatan bila ibu ada keluhan.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena konseling dan tindakan penulis dapat mengurangi ketidaknyamanan
pada ibu.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan asuhan kebidanan Pada Ibu Hamil Terhadap Ny. P Usia
23 Tahun G1P0A0 Dengan Ketidaknyamanan trimester III di BPS Agnes
Paskarini, Amd.Keb tahun 2015. Maka penulis dapat mengambil kesimpulan
sebagai berikut :
5.1.1 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Ketidaknyamanan Trimester III penulis telah melakukan pengkajian
Terhadap Ny. P Usia 23 Tahun G1P0A0 Dengan Ketidaknyamanan
Trimester III di BPS Agnes Paskarini Amd.Keb Bandar Lampung
Tahun 2015.
5.1.2 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Ketidaknyamanan Trimester III penulis dapat mengidentifikasi :
Diagnosa : Ny. P umur 23 tahun G1P0A0 usia kehamilan 31 minggu 4
hari normal.

Masalah

: Ibu mengatakan sering meludah, mengeluh bengkak pada


kedua kaki dan tangan, serta sering BAK.

5.1.3 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan


Ketidaknyamanan Trimester III penulis menemukan diagnosa
potensial yaitu kaki dan tangan bengkak.

5.1.4 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan


Ketidaknyamanan Trimester III penulis menemukan tindakan segera
karena bengkak pada kedua kaki dan tangan harus segera mungkin
ditangani karena bisa menggangu ketidaknyamanan pada ibu.
5.1.5 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Ketidaknyamanan Trimester III penulis membuat rencana sesuai
kebutuhan pasien
5.1.6 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Ketidaknyamanan Trimester III penulis melakukan asuhan sesuai
perencanaan.
5.1.7 Dalam melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Ketidaknyamanan Trimester III hasil evaluasi berjalan dengan baik
sesuai dari pencapaian maksimal dari penatalaksanaan.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan saran
sebagai berikut :
5.2.1 Bagi Institusi Pendidikan
Hendaknya institusi dapat memberikan teori dan keterampilan yang
lebih kepada mahasiswa agar dapat dengan mudah dan bisa mandiri
memberikan pelayanan dengan baik dan benar, pembuatan Karya Tulis
Ilmiah yang telah ada tetap dijadikan acuan dan bahan perbandingan
untuk pembuatan Karya Tulis Ilmiah yang lebih baik.
5.2 .2 Bagi lahan praktek

Penulis mengharapkan agar Lahan praktek lebih meningkatkan dan


mempertahankan mutu pelayanan kesehatan yang sudah di programkan
khususnya pada masa hamil. Dari melakukan pengkajian data klien,
mengidentifikasi masalah diagnosa dan kebutuhan, menentukan
antisipasi masalah potensial, memberikan tindakan segera bila
dibutuhkan,

menyusun

perencanaan

yang

rencana

telah

sesuai

ditetapkan

kebutuhan,

serta

melakukan

mengevaluasi

dan

menindaklanjuti bila diperlukan.


5.2.3 Bagi masyarakat
Diharapkan

dapat

memberikan

pengetahuan

pada

masyarakat

khususnya pada ibu hamil yang menjelang trimester III untuk


mengetahui bagaimana cara mengatasi ketidaknyamanan pada trimester
III dan untuk mencegah terjadinya masalah-masalah pada saat hamil.
5.2.4 Bagi penulis
Diharapkan dapat memperaktekkan ilmu yang didapat sewaktu kuliah
dan

memberikan

asuhan

ketidaknyamanan trimester III.

kebidanan

terhadap

ibu

dengan

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Eny Retno dan Wulandari, Diah. 2009, Asuhan kebidanan nifas,
Yogyakarta: Nuha medika.
Hani, et. all. 2011, Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis, Jakarta:
Salemba Medika
Jannah, Nurul. 2012, Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan, Yogyakarta: Andi
Kuswanti, Ina. 2014, Asuhan Kehamilan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Notoatmodjo, Prof Dr Soekidjo. 2005, Metodologi Penelitian kesehatan , Jakarta:
Rineka cipta.
Prawirohardjo,Sarwono. 2010, Ilmu kebidanan , Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Rukiyah, Ai Yeyeh dan Yulianti, Lia. 2014, Asuhan Kebidanan Kehamilan,
Jakarta: Trans info media.
Soepardan, Suryani. 2007, Konsep Kebidanan, Jakarta: EGC.
Sofyan, et. all. 2009, 50 tahun Ikatan Bidan Indonesia, Jakarta: PP IBI.
Sulistyawati, Ari. 2012, Asuhan kebidanan pada masa kehamilan, Jakarta:
salemba medika.
Uliyah, Musrifatul dan Hidayat, A. Azis Alimul. 2011, Keterampilan Dasar
Praktik Klinik. Jakarta: Salemba Medika.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Disusun oleh
Devi Editia Putri
201207010

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Topik

: Asuhan Masa Ibu Hamil

Subtopik

: Ketidaknyamanan trimester III

Hari/Tanggal

: 7 Mei 2015

Tempat

: Rumah pasien

Penyuluhan/Pembicara

: Devi Editia Putri

Sasaran

: Ibu Hamil

Karakteristi

: Ibu Yang Belum Mengetahui Ketidaknyamanan


trimester III

Jumlah

: 1 orang

Tujuan umum

: Diharapkan ibu dapat mengenal, mengetahui, serta


memahami tentang ketidaknyamanan trimester III
:

Tujuan Khusus

1. Diharapakn ibu mengetahui Pengertian ketidaknyamanan trimester III


2. Diharapkan ibu mengetahui jenis-jenis ketidaknyamanan trimester III
Materi
:
1. Diharapakan ibu mengetahui Pengertian Ketidaknyamanan trimester III
2. Diharapkan ibu dapat mengetahui jenis-jenis ketidaknyamanan ibu hamil
3. Diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan Personal Hygiene
4. Diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan eliminasi ibu hamil
5. Diharapkan ibu dapat memahami pola istirahat yang baik
6. Diharapkan ibu dapat mengetahui tentang Perawatan Payudara
7. Diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya saat hamil

Kegiatan
NO MATERI
1
Pembukaan
(3 menit)

:
KEGIATAN
1. Mengucapkan Salam
2. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus
3. Menyampaikan waktu yang akan digunakan dan
mendiskusikannya dengan peserta.
4. Memberikan sedikit gambaran mengenai informasi
yang disampaikan.

Proses
(20 menit)

1. menjelaskan pengertian tentang ketidaknyamanan


trimester III
2. Menjelaskan jenis-jenis ketidaknyamanan ibu hamil
3. Menjelaskan kebutuhan personal hygiene ibu hamil
4. Menjelaskan kebutuhan eliminasi ibu hamil
5. Menjelaskan mengenai Pola Istirahat yang Baik
6. Menjelaskan tentang Perawatan Payudara
7. Menjelaskan tentang tanda bahaya saat hamil

Evaluasi
(15 menit)

1. Menggali pengetahuan tentang Ketidaknyamanan Ibu


Hamil pada peserta dengan menanyakan pada peserta
mengenai Ketidaknyamanan trimester III
2. Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
ketidaknyamanan trimester III
3. Mengklarifikasi pertanyaan peserta dan menarik
kesimpulan dari materi yang diberikan

Penutup
(5 menit)

1. Penyuluhan mengucapkan terima kasih atas segala


perhatiannya
2. Mengucapkan salam penutup

Lampiran Materi

Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan


ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat
fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu
40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional.
Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam
12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan
trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). Kebutuhan fisik yang
diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygien, eliminasi,
seksual, senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, dan tanda bahaya dalam
kehamilan.

Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang
semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis. Dalam
proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan yang
meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan
dan perawatan (Sulistyawati, 2012; hal 123).

Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan dibahas satu persatu berikut ini.


1. Perubahan Trimester Ketiga
Trimester ketiga biasanya disebut periode menunggu dan waspada sebab pada
saat itu ibu tidak sabar manunggu kehadiran bayinya. Gerakan bayi dan
membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya.
Kadang-kadang ibu merasakan khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktuwaktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya
tanda dan gejala terjadinya persalinan pada ibu. Sering kali ibu merasa
khawatir atau takut kalau-kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.
Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari
orang atau benda apa saja yang dianggap membahayakan bayinya. Seorang ibu
mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul
pada waktu melahirkan (Hani, 2011 ; h. 68).
2. Ketidaknyamanan yang sering terjadi pada trimester III yaitu :
a. Sesak nafas
Dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami desakan pada
diagfragma sehingga akan mengalami kenaikan 4 cm; terjadi pelebaran
sudut toraks
dari 68 sampai103 derajat; Peningkatan progesteron
menyebabkan peningkatan pusat saraf untuk konsumsi oksigen (Hani, 2011;
hal 64).
Cara mengatasinya :

5. Jelaskan penyebab fisiologinya


6. Dorong agar sengaja mengatur laju dan dalamnya pernafasan pada
kecepatan normal ketika terjadi hiperventilasi
7. Secara periodik berdiri dan menelentangkan lengan di atas kepala serta
menarik nafas panjang
8. Mendorong postur tubuh yang baik dan melakukan pernafasan interkostal
(Sulistyawati, 2012 ; h. 135).
b. Sering BAK
Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air kecil pada malam
hari akibat ekskresi sodium yang meningkat bersamaan dengan terjadinya
pengeluaran air, serta Air dan sodium tertahan di dalam tungkai bawah
selama siang hari karena stasis pada vena, pada mala hari terdapat aliran
balik vena yang meningkat dengan akibat peningkatan dalam jumlah urine
(Sulistyawati, 2012 ; h. 126).
Cara mengatasinya :
7. KIE tentang penyebab sering BAK
8. Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan
9. Perbanyak minum pada siang hari
10.
Jangan kurangi minum di malam hari kecuali menganggu tidur
dan mengalami kelelahan
5. Hindari minum kopi dan teh sebagai diuresis
6. Berbaring miring kiri saat tidur untk meningkatkan diuresis (Hani, 2011;
hal 59).
c. Insomnia
Pola tidur berubah, dan bangun di tengah malamyang di akibatkan kurang
nyaman karena pembesaran uterus, buang air kecil di malam hari, hidng
tersumbat, sakit otot, stres dan cemas (Sulistyawati, 2012 ; h. 131).
Cara mengatasinya :
5. Gunakan teknik relaksasi
6. Gunakan teknik relaksasi progresif
7. Mandi air hangat, minum minuman hangat sebelum tidur
8. Melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat sebelum tidur (Sulistyawati,
2012; hal 131).

d. Nyeri punggung bagian atas dan bawah


Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf
atau kompresi akar saraf. Struktur ligamentum dan otot tulang belakang
bagian tengah atau bawah mendapat tekanan berat.
Cara mengatasinya :
7. Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat barang yang
jatuh, misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki dan letakkan satu kaki
sedikit didepan.

8. Hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan beban yang terlalu
berat.
9. Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung.
10. Gunakan kasur yang keras untuk tidur
11. Senam hamil
12. Masase daerah pinggang dan punggung (Hani, 2011; hal 65).
e. Edema umum
Sirkulasi darah. Terjadinya peningkatan kadar sodium dikarenakan
penagaruh hormonal, kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah,
peningkatan permeabilitas kapiler, tekanan dari pembesaran uterus pada
vena pelvis ketika duduk atau pada vena cava inferior ketika berbaring
(Sulistyawati, 2012 ; h. 125).
Cara mengatasinya
1. Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama
2. Istirahat dengan berbaring miring ke kiri, dan kaki agak ditinggikan.
3. Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat
4. Olahraga atau senam hamil
5. Hindari sendal atau sepatu hak tinggi (Hani, 2011; hal 65).
f. Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina dan peningkatan produksi lendir dan kelenjar
endocervikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.
Cara mengatasinya :
5. Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
6. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar menyerap cairan
7. Hindari pakian dalamdari bahan nilon
8. Hindari pemakaian pantyliner dari bahan nilon (Sulistyawati, 2012; hal
132).
g. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih
maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga penyerapan air
menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
6. Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah, dan
sayuran, minum air hangat terutama ketika perut kosong.
7. Istirahat cukup
8. Senam hamil
9. Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada dorongan (Hani,
2011; hal 55).
h. Kram terutama pada kaki
Penurunan kalsium dan alkalosis terjadi akibat perubahan pada sistem
pernafasan, tekanan uterus pada saraf, keletihan dan sirkulasi yang buruk
pada tungkai (Hani, 2011; hal 66).

Cara mengatasinya :
1. Tingkatkan intake cairan serat dan air dalam diet
2. Minum air dingin atau hangat saat perut dalam kondisi kosong
3. Istirahat yang cukup
4. Lakukan senam
5. Membiasakan buang air besar secara teratur
6. Buang air besar segera saat terasa ada dorongan (Sulistyawati, 2012; hal
133).
i. Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap vena hemoroidal,
dukungan yang tidak memadai pada vena hemoroid di area annorektal
(Sulistyawati, 2012 ; h. 133).
Cara mengatasinya :
6. Hindari konstipasi
7. Makan makanan yang berserat
8. Banyak minum air putih
9. Gunakan kompres es, kompres hangat, atau rendah hangat
10. Dengan perlahan masukkan kembali ke dalam rectum jika perlu
(Sulistyawati, 2012; hal 129).

3. Personal Hygiene
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan sedikitnya dua
kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat,
menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit dengan cara dibersihkan dengan
air dan dikeringkan (Kuswanti, 2014; hal 119-120).

4. Eliminasi
Keluhan yang dirasakan pada kehamilan biasanya konstipasi dan sering buang
air kecil. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progestrin yang
mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya adalah otot usus.
Selain itu desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan
bertambahnya konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah
dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih hangat
ketika lambung dalam keadaan kosong yang berfungsi untuk merangsang gerak
peristaltik usus.Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum
dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada TM I dan II. Hal tersebut adalah
kondisi yang fisiologis. Ini terjadi karena pada awal kehamalan terjadi
pembesaran uterus yang mendesak kandung kemih sehingga kapasitasnya
berkurang. Sedangkan pada TM III terjadi pembesaran janin yang juga
menyebabkan desakan pada kantong kemih. Tindakan mengurangi asupan

cairan untuk mengurangi keluhan sangat tidak dianjurkan karena dapat


menyebabkan dehidrasi (Sulistyawati, 2012; hal 119).
5. Pola Istirahat
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak
bolehdigunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak
disukainya.Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam
waktu yangsangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan
tidur yangmendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya.
Kebiasaan tidur larutmalam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus
dipertimbangkan dan kalau mungkindikurangi hingga seminimal mungkin.
Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/tidur siang 1 jam.

11.

Perawatan Payudara

Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan payudara adalah


sebagai berikut :
e) Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang
mengunakan busa, karena akan menggangu penyerapan keringat di
payudara
f) Gunakan bra yang dengan bentuk yang menyangga payudara
g) Hindari pembersihan puting susu dengan sabun mandi karena akan
menyebabkan iritasi. Bersihkan puting
h) Bersihkan susu dengan baby oil atau minyak kelapa lalu bilas dengan air
hangat
i) Jika ditemukan pengeluaran cairan berwarna kekuningan dari payudara
berarti produksi asi sudah dimulai (Sulistyawati, 2012; hal 118).
12.
Tanda Bahaya Kehamilan
Selama kehamilan beberapa tanda bahaya yang dialami dapat dijadikan sebagai
data dalam deteksi dini komplikasi akibat kehamilan. Jika pasien mengalami
tanda-tanda bahaya ini maka sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut dan tindakan antisipasi untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan
janin. Beberapa tanda bahaya yang penting untuk di sampaikan kepada pasien
dan keluarga adalah sebagai berikut (Sulistyawati, 2012; hal 143).
g. Kehamilan Muda
Perdarahan Per Vagina
1. Abortus
a) Abortus Imminens
b) Abortus Insipiens (keguguran sedang berlangsung)
c) Abortus Habitualis (keguguran berulang)
d) Abortus Inkompletus (keguguran bersisa)

e) Abortus Kompletus (keguguran lengkap) (Sulistyawati, 2012; hal 163164).


2. Kehamilan Mola
Disebut kehamilan anggur, yaitu adanya jonjot korion (chorionic villi)
yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang
mengandung banyak cairan sehingga menyerupai anggur atau mata ikan
(Sulistyawati, 2012; hal 164).
3. Kehamilan Ektopik
Dinamakan kehamilan ektopik jika kehamilan dengan hasil konsepsi
tidak berada didalam endometrium uterus (Sulistyawati, 2012; hal 165).
4. Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berlebihan sehingga
menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat
membahayakan kehidupan (Sulistyawati, 2012; hal 167).
b. Kehamilan Lanjut
Perdarahan Per Vagina
1. Plasenta Previa
Keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu
pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan
lahir (Sulistyawati, 2012; hal 169).
2. Solusio Plasenta
Suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas sebagian
atau seluruhnya sebelum janin lahir (Sulistyawati, 2012; hal 172).
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Sakit Kepala Yang Hebat


Penglihatan Kabur
Bengkak di Wajah dan Jari-jari Tangan
Keluar Cairan per Vagina
Gerakan Janin Tidak Terasa
Nyeri Perut Yang Hebat (Sulistyawati, 2012; hal 174-176)

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Jadi, ketidaknyamanan Trimester III sangat banyak, seperti yang telah dijelaskan
pada materi ini, dimana kebutuhan ibu hamil harus dilakukan selama
kehamilanya.
Saran
Diharapkan ibu dapat memahami tentang materi yang disampaikan
mengenai Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester III.

Disaranakan ibu selalu mamantau kebutuhan-kebutuhanya dalam masa


kehamilan.

Evaluasi
Jenis
Bentuk
Jumlah
Pertanyaan

: Soal dan Pertanyaan


: Lisan
:2
: 1. Mengapa saat hamil frekuensi saat BAK terjadi terlalu sering?
2. Bagaimana cara merawat payudara?

Daftar Pustaka

Hani Ummi. Dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Salemba
Medika. Jakarta
Kuswanti Ina. 2014. Asuhan Kehamilan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Sulistyawati Ari. 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Salemba
Medika. Jakarta
Prawirohardjo Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

DOKUMENTASI

a. Melakukan pemeriksaan tekanan darah